Browsing articles tagged with "Campuran Archives - segalamacam.com"

SKRIPSI TARBIYAH

Nov 27, 2022   //   by admin   //   Blog  //  No Comments

KONSEP ADOPSI DALAM ISLAM DAN KAITANNYA DENGAN PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA

abstraks:

Dalam situasi darurat baik karena terjadinya bencana alam atau para pengungsi lintas negara maupun pengungsi Dalam Negeri, selalu menempatkan Anak pada posisi paling rentan, Rentan terhadap gangguan kejiawaan, dan tidak terpenuhinya kebutuhan fisik yang pokok, juga rentan terhadap upaya eksploitasi. Hal ini menimbulkan banyaknya simpati masyarakat untuk meringankan beban anak-anak dalam situasi darurat ini, melalui mekanisme pengangkatan anak (adopsi). Adapun yang menjadi pokok permasalahan adalah bagaimana adopsi menurut agama Islam, dan bagaimana kaitannya dengan Pembinaan Sumber Daya manusia untuk mengisi pembangunan Negara. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersifat normatif. Kepentingan terbaik anak adalah dengan mengakui hak-hak anak atas keluarga, adalah asas yang dijunjung tinggi dalam pengasuhan anak, sehinggu kepentingan terbaik anak dapat terlindungi.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Islam adalah agama yang universal yang mengatur segenap tatanan hidup manusia. Sistem dan konsep yang dibawa Islam sesungguhnya padat nilai dan memberikan manfaat yang luar biasa kepada umat manusia. Konsepnya tidak hanya berguna pada masyarakat muslim tetapi dapat dinikmati oleh siapapun. Sistem Islam ini tidak mengenal batas, ruang dan waktu, tetapi selalu baik kapan dan di mana saja tanpa menghilangkan faktor-faktor kekhususan suatu masyarakat. Semakin utuh konsep itu diaplikasikan, semakin besar manfaat yang diraih.

KONSEP UL? AL-ALB?B DALAM AL-QUR’AN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (PENDEKATAN TEMATIS, FILOSOFIS, PEDAGOGIS-KRITIS)

abstraks:

IZZATUL LAILA. Konsep Ulū al-Albāb dalam al-Qur’an dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam (Pendekatan Tematis, Filosofis, Pedagogis-Kritis). Skripsi. Yogyakarta, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, 2006.
Pendidikan Islam sesungguhnya mempunyai tugas untuk melahirkan generasi yang mampu melaksanakan misi raḥmatan li al-‘ālamīn. Akan tetapi, realitas yang terjadi saat ini ternyata kejahatan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai justeru banyak dilakukan oleh penjahat kerah putih (white collar crime), yaitu kaum atau golongan yang sesungguhnya adalah kaum yang terpelajar, terdidik, para pengusaha, para pejabat yang seharusnya mampu memberikan teladan kepada masyarakat luas. Sebagai contoh, gelar akademik seperti doktor, magister, dokter, insinyur, ekonom saat ini justeru diperdagangkan, dan yang membeli dari berbagai kalangan: pemimpin, elit politik, bahkan agamawan. Al-Qur’an sebagai rujukan utama dalam pendidikan Islam, menawarkan satu konsep cendekiawan muslim; ulama sekaligus pemikir, yaitu ulū al-albāb. Konsep ini yang menjadi jawaban atas kesenjangan antara das Sollen dan das Sein tersebut.
Penelitian literer ini menggunakan pendekatan interdisipliner yang terdiri atas pendekatan tematis, filosofis dan critical pedagogy. Dalam penggalian data terhadap sumber primer dan sekunder, digunakan pendekatan tematis (mauḍū‘iy) dengan metode penafsiran secara mauḍū‘iy. Analisis data hasil penelitian menggunakan pendekatan filosofis yaitu untuk menemukan hakikat ulū al-albāb dalam konteks saat ini, dengan menggunakan metode hermeneutik dan berpola sintetik-analitik (konteks  teks  konteks). Sementara itu, pendekatan critical pedagogy digunakan untuk menganalisis dan mengidentifikasikan implementasi konsep ulū al-albāb dalam pendidikan Islam.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

UPAYA KEPALA MADRASAH HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

abstraks:

Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal, dan pendidikan tersebut bermaksud agar peserta didik dapat menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaan. Potensi kemanusiaan merupakan benih untuk kehidupan masa yang akan datang, yang harus lebih maju dari kehidupan sekarang, baik dalam bidang ilmu pengetahuan yang bersifat ukhrawi (keagamaan) atau ilmu pengetahuan dan duniawi (teknologi).
Kepala madrasah merupakan adminitrator dan dinamisator dalam kemajuan suatu madrasah yang dipimpinnya, di samping itu kepala madrasah sebagai pengurus di lingkungan madrasah baik sebagai administrator maupum sebagai supervisor. Menurut A. M. Arifin ( 1995 : 156 ), mengatakan bahwa : “Kepala madrasah sebagai pemimpin di lingkungan madrasah tidak hanya wajib melaksanakan tugas-tugas administratif, tetapi juga menyangkut tugas-tugas bagaimana harus mengatur seluruh program madrasah, ia harus memimpin dan mengarahkan aspek-aspek baik administratif maupun proses pembelajaran kependidikan di madrasah, sehingga lembaga yang di pimpinnya menjadi lembaga yang dinamis dalam usaha inovasi pembelajaran”

Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal, dan pendidikan tersebut bermaksud agar peserta didik dapat menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaan. Potensi kemanusiaan merupakan benih untuk kehidupan masa yang akan datang, yang harus lebih maju dari kehidupan sekarang, baik dalam bidang ilmu pengetahuan yang bersifat ukhrawi (keagamaan) atau ilmu pengetahuan dan duniawi (teknologi).

SIKAP SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR

ABSTRAK

A P I P U D I N NIM/NIMKO : 003 11491/06 06794, Judul: Sikap Siswa Terhadap Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Hubungannya Dengan Prestasi Belajar (Studi di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah Kabupaten Serang Propinsi Banten).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang sikap siswa terhadap mata pelajaran akidah akhlak serta pengaruh yang ditimbulkan terhadap prestasi belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah Leuwinanggung.
Penelitian dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah Kabupaten Serang Propinsi Banten pada tahun pelajaran 2007/2008. Penelitian ini mengunakan metode deskriftif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan angket. Sedangkan jumlah populasi adalah seluruh siswa Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah Leuwinanggung sejumlah 198 siswa dengan presentase 20 % x 198 = 40 dan yang dijadikan sample 40 siswa.
Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa koefiesien korelasi antara variabel X (Sikap Siswa Dalam Mata Pelajaran Aqidah Akhlak) dengan variabel Y (Prestasi Belajar Siswa) mencapai harga 0,72. Angka tersebut menunjukan adanya korelasi yang baik, dan berada pada arah 0,71 – 0,90. artinya senakin tinggi sikap siswa dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak akan semakin tinggi prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran tersebut. Adapun kontribusi antara variabel X terhadap variabel Y dengan menggunakan coefisien determinasi (cd), diperoleh hasil 51,84 % persepsi siswa terhadap prilaku guru agama ( variabel X ) terhadap akhlak siswa siswa (variabel Y), sedangkan sisanya sebesar 48,16 % dipengaruhi oleh faktor lain.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
“Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar anak didik baik dalam bentuk pendidikan formal atau non formal” (HM. Arifin, 1976:12).

Implementasi Test Formatif Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Di SMP Negen 2 Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi

abstraks:

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana Implementasi Test Formatif Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 2 Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Implementasi Test Formatif Bidang Studi Pendidikan Agma Islam Di SMP Negeri 2 Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif dan persentase, dan penulis gunakan adalah dengan rumus:

P =
Keterangan
P : Angka persentase
F : Frekewensi yang sedang dicari
N : Jumlah Frekwensi

Adapun hasil penelitian Implementasi Test Formatif Bidang Studi pendidikan agama Islam di SMP Negeri 2 Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. yang dilakukan oleh guru adalah “kurang Baik” hal ini terlihat dad hasil yang diperoleh adalah 46% dan berada
pada kategori kurang dari 50% . Dan faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Test Formatif Bidang Studi Pendidikan Agama Islam adalah masih kurangnya pengetahuan yang dimiliki guru, terbatasnya waktu dan kesempatan guru dalam implementasi test formatif dan kurangnya kontrol dari kepala sekolah untuk melakukan implementasi test formatif.

A. Latar Belakang

Penerapan Metode Menghafal Dan Problematikanya Dalam Pembelajaran Al Qur’an Hadits Di MTs Hidayatus Syubban Genuk Semarang

abstraks:

Madrasah Tsanawiyah Hidayatus Syubban Genuk Semarang adalah salah satu lembaga yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan metode menghafal dalam pengajaran al-Qur’an Hadits yang mempunyai tujuan agar semua siswa yang lulus dari Madrasah tersebut dapat menguasai baik itu baca tulis, maksud dari pengajaran al-Qur’an Hadits yang nantinya agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam pelaksanaan penerapannya tidak hanya membutuhkan tahap klasikal tetapi juga tahap privat hanya saja guru dan siswa masih mengalami beberapa problematika..

Madrasah Tsanawiyah Hidayatus Syubban Genuk Semarang adalah salah satu lembaga yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan metode menghafal dalam pengajaran al-Qur’an Hadits yang mempunyai tujuan agar semua siswa yang lulus dari Madrasah tersebut dapat menguasai baik itu baca tulis, maksud dari pengajaran al-Qur’an Hadits yang nantinya agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam pelaksanaan penerapannya tidak hanya membutuhkan tahap klasikal tetapi juga tahap privat hanya saja guru dan siswa masih mengalami beberapa problematika..

ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I (Studi Analisis Deskriptif Pada Mahasiswa Tingkat I Program P

abstraks:

Bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi. bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakan seseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Dengan bahasa pula maka manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Andaikata tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapat melakukan hal tersebut diatas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kita mengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kita selalu membutuhkan bahasa.
Tidak dapat disangkal, bahwa seseorang yang mempelajari suatu bahasa asing akan mendapati kesulitan-kesulitan, yang mana kesulitan-kesulitan ini dapat diperkecil apabila dia memiliki faktor-faktor pendorong yang sangat kuat atau dengan kata lain dia memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa tersebut.
Objek penelitian di sini ialah Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab____. Sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat I Program Pendidikan Bahasa Arab____tahun ajaran 2004/2005 yang telah menyelesaikan pembelajaran mata kuliah Istima’ I. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan angket.

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Nilai-nilai Edukatif Dalam Hadits Nabi SAW (Studi Analisis Terhadap Hadits Tentang Adzan di Telinga Bayi yang Baru Lahir)

abstraks:

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hikmah yang terkandung dalam Hadits tentang Adzan di telinga bayi yang baru lahir ; (2) Nilai-nilai Edukatif dalam hadīs tentang Adzan di telinga bayi yang baru lahir ; (3) Pengaruh Adzan di telinga bayi yang baru lahir terhadap pendidikan anak.

Penelitian ini menggunakan Riset Kepustakaan (library research) dengan tehnik Analisis isi (content analysis). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa had?s tetang a?an di telinga bayi yang baru lahir mengandung hikmah dan nilai-nilai pendidikan agama pada anak terutama sekali pendidikan tauhid dan pendidikan ibadah, pelaksanaan a?an di telinga bayi yg baru lahir juga mempunyai pengaruh positif terhadap kecerdasan spiritual anak karena usia awal anak merupakan masa keemasan yang mampu menerima informasi dengan mudah, dan informasi keagamaan yang disampaikan melalui a?an yang disenandungkan pada saat anak lahir akan terserap dengan baik dan kemudian informasi yang tersimpan di dalam otak anak itu akan mencuat kembali ketika ia mengalami atau mempelajari agama Islam di saat ia sudah mulai bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sehingga pada saat iitu anak akan mudah menagkap informasi lanjutan tentang agama tersebut.

Hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan kepada pemerhati pendidikan anak dan semua pihak yang membutuhkan hasil penelitian ini dan khususnya bagi para orang tua, agar mereka menyadari bahwa anak sejak dilahirkan sesungguhnya adalah merupakan mahluk yang jenius dan sudah semestinya bagi orang tua untuk memberikan segala informasi yang bermanfaat bagi anak agar kejeniusan tersebut tidak terpupus.

Pelaksanaan Pendidikan Pada Madrasah Aliyah Nuruddin Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam menyelenggarakan pendidikan Madrasah Aliyah Nuruddin Kec. Samboja dimana sekolah ini merupakan sekolah yang bernuansa keIslaman yang secara otomatis memiliki tugas yang lebih berat dibandingkan dengan sekolah umum dalam meningkatkan mutu pendidikan yang bercirikan akhlakul karimah. Akan tetapi lembaga yang diharapkan untuk bisa menciptakan sumber daya manusia tersebut masih mengalami kendala atau masalah.

Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan beberapa tenaga pengajar yang kesemuanya berjumlah 8 orang.

Data dihimpun melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berarti penulis hanya mendeskripsikan hasil wawancara dari beberapa responden, yang kemudian melakukan analisis dan memberikan kesimpulan hasil wawancara tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa problema yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Madrasah Aliyah Nuruddin Kec. Samboja adalah masih kurangnya sarana dan prasarana sekolah baik fisik maupun non fisik, seperti tidak adanya gedung perpustakaan sekolah, tidak adanya buku-buku paket penunjang, masih adanya kerangkapan dalam jabatan, sampai kepada masalah dana.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan pihak lembaga adalah dari pihak lembaga itu sendiri berusaha melengkapi kekurangan – kerurangan sarana dan prasarana yang ada dan dilakukan secara bertahap dan bekerjasama dengan para donator yang ada di wilayah Samboja serta Pemerintah Kabupaten Kutai Karta Negara. Dan untuk tenaga pengajar yang rangkap jabatan pihak sekolah berusaha merekrut guru yang dikategorikan sebagai guru tetap yang mampu berkonsentrasi terhadap tugasnya sebagai guru.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Oleh karena itu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh aspek pendidikannya.1

ANAK PUTUS SEKOLAH DAN CARA PEMBINAANNYA DI KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN

ABSTRAK

Putus sekolah bukan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan penyebabnya, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain. Hal ini juga dialami oleh beberapa anak di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui dan meneliti lebih jauh tentang sebab-sebab anak putus sekolah. Pembahasan ini berjudul “Anak Putus Sekolah dan Cara Pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa yang menyebabkan anak-anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Bagaimana orang tua, masyarakat dalam mengatasi terjadinya anak putus sekolah serta bagaimana cara pembinaannya. Tujuan pembahasan ini adalah menemukan jawaban dari permasalahan di atas yaitu untuk mengetahui berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak putus sekolah, sikap orang tua, serta bagaimana cara pembinaan terhadap anak yang putus sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan dan kepustakaan. Metode lapangan dilakukan dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Secara umum masalah utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung. Sebagian lagi adalah faktor keluarga yang menyebabkan anak-anak di Kecamatan Jangka putus sekolah. Adapun orang tua dan masyarakat dalam menghadapi anak putus sekolah ada dua yaitu upaya pencegahan dan upaya pembinaan. Upaya pencegahan dilakukan sebelum putus sekolah dengan mengamati, memperhatikan permasalahan-permasalahan anak-anak dan dengan menyadarkan orang tua akan pentingnya pendidikan demi menjamin masa depan anak serta memberikan motivasi belajar kepada anak. Adapun upaya pembinaan yang dilakukan adalah dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan sosial kemasyarakatan kepada anak, serta memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya supaya anak disibukkan serta dapat menghindarinya dari pikiran yang menyimpang.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan amanah dari Allah Swt, seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah tanpa noda dan dosa, laksana sehelai kain putih yang belum mempunyai motif dan warna. Oleh karena itu, orang tualah yang akan memberikan warna terhadap kain putih tersebut; hitam, biru hijau bahkan bercampur banyak warna.

ANAK PUTUS SEKOLAH DAN CARA PEMBINAANNYA DI KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUN

ABSTRAK

Putus sekolah bukan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan penyebabnya, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain. Hal ini juga dialami oleh beberapa anak di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui dan meneliti lebih jauh tentang sebab-sebab anak putus sekolah. Pembahasan ini berjudul “Anak Putus Sekolah dan Cara Pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa yang menyebabkan anak-anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Bagaimana orang tua, masyarakat dalam mengatasi terjadinya anak putus sekolah serta bagaimana cara pembinaannya. Tujuan pembahasan ini adalah menemukan jawaban dari permasalahan di atas yaitu untuk mengetahui berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak putus sekolah, sikap orang tua, serta bagaimana cara pembinaan terhadap anak yang putus sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan dan kepustakaan. Metode lapangan dilakukan dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Secara umum masalah utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung. Sebagian lagi adalah faktor keluarga yang menyebabkan anak-anak di Kecamatan Jangka putus sekolah. Adapun orang tua dan masyarakat dalam menghadapi anak putus sekolah ada dua yaitu upaya pencegahan dan upaya pembinaan. Upaya pencegahan dilakukan sebelum putus sekolah dengan mengamati, memperhatikan permasalahan-permasalahan anak-anak dan dengan menyadarkan orang tua akan pentingnya pendidikan demi menjamin masa depan anak serta memberikan motivasi belajar kepada anak. Adapun upaya pembinaan yang dilakukan adalah dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan sosial kemasyarakatan kepada anak, serta memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya supaya anak disibukkan serta dapat menghindarinya dari pikiran yang menyimpang.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan amanah dari Allah Swt, seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah tanpa noda dan dosa, laksana sehelai kain putih yang belum mempunyai motif dan warna. Oleh karena itu, orang tualah yang akan memberikan warna terhadap kain putih tersebut; hitam, biru hijau bahkan bercampur banyak warna.

PENGARUH POLA KEHIDUPAN SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SDN BANJARAN VI KECAMATAN KOTA KEDIRI

abstraks:

PROPOSAL

A. Latar Belakang Masalah
Sesuai dengan tujuan pendidikan yang dijelaskan dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 No.1, yang berbunyi:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Sebegitu jauh tujuan pendidikan tersebut, maka secara umum siswa dilatih untuk terampil mengembangkan penalaran, terutama dalam ilmu pengetahuan.
Siswa adalah makhluk biologis yang hidup di dalam masyarakat. Setiap manusia mempunyai aktifitas-aktifitas yang telah membudaya maksud membudaya di sini adalah aktivitas-aktivitas atau perilaku-perilaku yang bereksistensi secara micro atau dalam kaitan yang kecil. Dan khusus dipandang sebagai insan pelajar yang hidup dalam struktur sosial yang micro yakni keluarga dan latar belakang interaksi-interaksi sosialnya yang berlangsung.
Siswa yaitu manusia yang hidup dalam satu lingkungan sosial yang micro, yaitu keluarga sangat besar sekali pengaruhnya. Peranan keluarga sebagai pendorong perkembangan intelektualisasi (daya Penalaran) individu dipengaruhi oleh interaksi sosialnya yang dinamis dan wajar, status sosial ekonomi yang berpengaruh. Jika perekonomian cukup, lingkungan materiil yang dihadapi siswa dalam keluarganya itu lebih luas, maka ia dapat kesempatan yang luas pula untuk mengembangkan berbagai kecakapannya.
Termasuk di dalamnya menu-menu makanan guna kesehatan yang baik, serta sikapnya terhadap lingkungan keluarga, hubungan dengan orang tua dan saudaranya yang dinamis dan wajar. Faktor pendidikan pra sekolah akan mempolakan cara belajarnya di sekolah dasar, jadi dalam penelitian ini penulis secara konseptual berlandaskan pada faktor interaksi-interaksi dengan lingkungan status sosial ekonomi, kesehatan individu serta pola pendidikan pra SD (TK/RA/BA/TA) yang baik dan wajar akan dapat memberikan kesempatan berkembangnya gejala tingkat intelektual siswa.
Penelitian yang dilakukan ini sangatlah penting, mengingat subyek yang tertera dalam judul yaitu “Pola Kehidupan Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa” adalah menyangkut personality siswa dalam kurun waktu di mana ia mengadakan kegiatan penalarannya dalam sekolah. Jadi pada dasarnya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pola kehidupan siswa terhadap prestasi belajar siswa.
Sebagai siswa yang mempunyai pola-pola kehidupan yang berbeda-beda yang dapat dirangkum secara global yaitu meliputi; pola-pola budaya pra SD, pola-pola makanan, pola-pola interaksi dalam keluarga, dan pola sosio ekonomi dan media yang tidak seluruhnya sama dan tidak pula seluruhnya mempunyai pola yang baik. Sudah barang tentu ada konflik-konflik yang akan berakibat pada perkembangan kejiwaan siswa tersebut yang jelas kesemuanya ini berpengaruh pada prestasi-prestasi belajar yang dicapainya, tergantung pada bagaimana pola kehidupannya. Jadi faktor-faktor yang telah terpola di atas mempunyai bentuk-bentuk yang berbeda-beda.

PROPOSAL

A. Latar Belakang Masalah
Sesuai dengan tujuan pendidikan yang dijelaskan dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 No.1, yang berbunyi:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MANBAIL FUTUH

abstraks:

PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MANBAIL FUTUH
BEJI – JENU – TUBAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum berasal dari bahasa Inggris “Curriculum” berarti Rencana Pelajaran. (S. Wojowasito-WJS. Poerwadarminta, 1980 : 36.).
Secara istilah, kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Depag. RI. Dir. Jen. Kelembagaan Agama Islam, 2004 : 2).

Nilai-nilai Edukatif Dalam Hadits Nabi SAW (Studi Analisis Terhadap Hadits Tentang Adzan di Telinga Bayi yang Baru Lahir)

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hikmah yang terkandung dalam Hadits tentang Adzan di telinga bayi yang baru lahir ; (2) Nilai-nilai Edukatif dalam hadīs tentang Adzan di telinga bayi yang baru lahir ; (3) Pengaruh Adzan di telinga bayi yang baru lahir terhadap pendidikan anak.

Penelitian ini menggunakan Riset Kepustakaan (library research) dengan tehnik Analisis isi (content analysis). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan pendekatan induktif.

PERANAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR SISWA

abstraks:

Pentingnya bimbingan dan penyuluhan di sekolah menengah pada saat ini sangat diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan. Karenanya sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang memerlukan tenaga pembimbing yang professional. Di mana pembimbing tidak hanya menguasai bahan pelajar, tetapi juga menguasai nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka siswa dipengaruhi oleh proses pembimbing.
Di antara pertimbangan pokok yang mendasari pembahasan tersebut adalah persoalan ini merupakan persoalan esensial. Sebab terletak di tangan pembimbing kemungkinan berhasil atau tidak pencapaian belajar. Oleh karena itu perlu dilihat bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa.
Membahas tentang peranan bimbingan dan penyuluhan sekolah tidak terlepas dari proses belajar mengajar dalam proses antara pembimbing dan siswa bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Secara definitif bimbingan dan penyuluhan adalah orang yang pekerjaannya mengajar dan mendidik serta sebagai pembimbing, sedangkan siswa atau anak adalah yang sedang belajar.
Berasarkan hal tersebut di atas, pembahasan skripsi ini adalah tentang peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa MTs. Wali Songo. Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah tentang bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan berlajar siswa MTs. Wali Songo
Sedangkan yang menjadi sub pokok permasalahan ini adalah tentang bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam peanggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan yang bersifat preventif dan bimbingan yang bersifat kuraitif di MTs. Wali Songo.
Penelitian di lapangan dijadikan bahan masukkan untuk mengetahui situasi yang sebenarnya dan kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan di MTs. Wali Songo.
Dari hasil penelitian lapangan diperoleh kesimpulan bahwa peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penaggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan baik bimbingan yang bersifat preventif maupun yang bersifat kuratif adalah cukup atau sedang, hal ini nampak pada aktifitas bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di MTs. Wali Songo
Demikian abstrak skripsi ini, yang setidaknya akan dapat memberikan gambaran umum tentang isi dari skripsi ini secara keseluruhan.

PERANAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR SISWA
DI MADRASAH TSANAWIYAH NURUL HASANIYAH
DESA SAMBIRAMPAK KIDUL KECAMATAN KOTAANYAR KABUPATEN PROBOLINGGO

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

skripsi ekonomi manajemen

Nov 25, 2022   //   by joseph   //   Blog  //  No Comments

PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN HOTEL PELANGI MALANG

ABSTRAK

Sasano, Febrian. 2008. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Hotel Pelangi Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si, (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si.

Kata kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Pelanggan.

Dewasa ini, kemajuan zaman dan pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi mengakibatkan peningkatan taraf hidup rakyat dan juga persaingan dalam bisnis termasuk bisnis jasa. Kualitas layanan pada bidang jasa sangat diperhitungkan dalam dunia bisnis, karena kualitas layanan berdampak pada kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh kualitas layanan yang dikehendaki pelanggan, sehingga jaminan kualitas menjadi prioritas utama sebagai tolak ukur keunggulan daya saing perusahaan. Untuk mencapai kepuasan itu maka diperlukan variabel-variabel yang dijadikan sebagai sarana dalam pencapaiannya. Variabel-variabel tersebut meliputi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Hotel Pelangi Malang, berusaha dapat memenuhi kelima variabel tersebut dengan harapan dapat memberikan kepuasan yang maksimal kepada pelanggannya serta para pelanggannya tersebut akan menjadi pelanggan loyal bagi Hotel Pelangi Malang.

Bab I
pendahuluan

A.Latar Belakang Masalah

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Lokasi, Pelayanan dan Prosedur Kredit terhadap Keputusan Nasabah Dalam Pengambilan Kredit

ABSTRAK

Peluang lembaga keuangan di kecamatan Banyumanik sangat besar. Hal tersebut terlihat dari jumlah UKM yang menempati jumlah mayoritas dari total unit usaha yang ada. Saat ini para pengusaha UMKM masih banyak yang kesulitan permodalan. Di sisi lain PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik seharusnya dapat memanfaatkan kondisi ini. Ternyata pertumbuhan kredit PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik selama bulan Mei Tahun 2007 – April 2008 sangat fluktuatif.
Variabel penelitian yang digunakan tingkat suku bunga (X1), lokasi (X2), pelayanan (X3) prosedur kredit (X4) dan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y). Penelitian ini menggunakan 100 sampel dengan menggunakan alat pengambilan data berupa angket. Metode analisis data meliputi analisis korelasi sederhana, analisis korelasi berganda, analisis regresi sederhana, analisis regresi berganda, koefisien determinasi dan pengujian hipotesis.
Dari analisis regresi dapat diketahui ada pengaruh positif signifikan antara variabel tingkat suku bunga (X1) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 0,589 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (3,598) > ttabel (1,661). Juga ditemukan ada pengaruh positif signifikan antara variabel lokasi (X2) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat nilai koefisien regresi = 0,388 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (3,979) > ttabel (1,661). Ditemukan pula ada pengaruh positif signifikan antara variabel pelayanan (X3) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 0,837 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (5,519) > ttabel (1,661). Ditemukan pula ada pengaruh positif signifikan antara variabel prosedur kredit (X4) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 1,088 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (14,631) > ttabel (1,661). Secara simultan variabel penilaian tentang tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit mempunyai pengaruh positif signifikan yang ditunjukkan dengan besarnya Fhitung (109,427) > Ftabel (2,469) dan tingkat signifikasi (0,000) < signifikasi α (0,05).

Kata-kata kunci : tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan, prosedur kredit dan keputusan nasabah.

BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH
Di era globalisasi ini persaingan dalam bisnis perbankan sangat ketat. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi antar bank, tetapi persaingan juga datang dari lembaga keuangan lain yang berhasil mengembangkan produk-produk keuangan baru. Persaingan dan perkembangan yang cukup pesat pada usaha perbankan tersebut menjadikan masing-masing lembaga perbankan harus berlomba untuk memenangkan persaingan bisnis.

ANALISA PENGARUH ROI, DER DAN CASH RATIO TERHADAP DIVIDEN PAYOUT RATIO PADA PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA, Tbk

abstraks:

Influence Analysis among ROI, DER, and Cash Ratio toward DPR at Hanajaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd.

ABSTRACT

The Objectives of the study were : 1) To find out whether or not there was an influence among Return On Investment (ROI), Debt to Equity Ratio (DER), and Cash Ratio toward Dividend Payout Ratio (DPR) at Hanjaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd. 2) To find out what factor which gave dominant influence toward Dividend Payout Ratio (DPR).
The data of this study was from Hanjaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd finances report which paid dividend from 2002-2006 periods in Jakarta stock exchange. The sample was taken by purposive sampling method. The data were analyzed by using correlation analysis, regression analysis, and multiple regression analysis (stepwise method).
The result of the study proved that there was a simultaneous influence among Return On Investment, Debt to Equity Ratio (DER), and Cash Ratio variable toward dividend decision. The significance grade was 0,05. Partially, only Debt to Equity Ratio (DER) which had significant influence toward Dividend Payout Ratio (DPR) while Return On Investment (ROI) and Cash Ratio did not have significant influence toward Dividend Payout Ratio.
Based on regression analysis calculation, coefficient correlation ROI R square (R ) was 4%, DER R square (R ) was 77,6% and Cash Ratio R square (R ) was 24,3%. While coefficient multiple correlation regression (R ) was 99,8%. R value showed that variation dividend policy value which could be explained by Return On Investment (ROI), Debt to Equity Ratio (DER) and Cash Ratio were 99,8%, and the other (0,2%) was explained by another variable which did not include in regression model which was used on this study.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

ANALISIS KONTRIBUSI PENGAWASAN TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA CABANG BANDARLAMPUNG

ABSTRAK

ANALISIS KONTRIBUSI PENGAWASAN TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA
CABANG BANDARLAMPUNG

Oleh :

FIRNANDO SUBRATA

Keberhasilan suatu perusahaan sebagai organisasi tergantung pada unsur manusia di dalamnya karena besarnya kontribusi sumber daya manusia jauh melampaui peran yang diberikan oleh sumber-sumber daya lainnya. Oleh karena itu pendayagunaan sumber daya manusia sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas agar disiplin kerja dalam lingkungan organisasi dapat terus ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan disiplin kerja adalah dengan melakukan pengawasan. Salah satu perusahaan yang menghendaki peningkatan disiplin kerja karyawannya adalah Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Masalah yang ada adalah berfluktuasinya tingkat absensi kerja karyawan dengan rata-rata perbulan sebesar 4,42 %, sedangkan standar absensi yang dapat ditolelir untuk perusahaan maksimal 4 %. Tingkat absensi ysng tinggi mencerminkan disiplin kerja karyawan yang masih rendah. Disamping itu jumlah surat peringatan yang telah dikeluarkan oleh perusahaan sebanyak 17 buah yang diberikan kepada 14 orang karyawan. Banyaknya surat peringatan yang diberikan menunjukkan masih rendahnya tingkat ketaatan kerja karyawan.
Permasalahan dalam penulisan ini adalah apakah pengawasan memiliki kontribusi yang positif terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung. Adapun tujuan dan kegunaan penulisan ini adalah untuk mengetahui kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan dan memberikan sumbangan pikiran untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Data yang digunakan bersumber dari Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung yang diperoleh berdasarkan kuisioner yang disebar kepada 56 orang karyawan sebagai objek penelitian. Hipotesis yang dirumuskan adalah pengawasan yang dilakukan memiliki kontribusi yang positif terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Alat analisis yang digunakan untuk megetahui kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung adalah product moment, sedangkan untuk megetahui seberapa besar kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan menggunakan koefisien penentu (KP).

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Setiap organisasi baik swasta maupun pemerintah dalam rangka mencapai tujuannya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut perlu diarahkan secara efektif dan efesien melalui manajemen yang baik. Selain sumber-sumber alam dan modal, faktor penting lainnya adalah sumber daya manusia. Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manusia maka organisasi dapat mencapai tujuannya.

ANALISIS DAMPAK BAITUL MAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KAUM DHU’AFA DI KABUPATEN ACEH TIMUR

ABSTRAKSI

Baitul Mal merupakan Lembaga daerah yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat dan harta agama lainnya di Kabupaten Aceh Timur. Baitul Mal dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang diangkat dan bertanggung jawab kepada Gubernur atau Bupati untuk periode tertentu. Badan Baitul Mal adalah Lembaga daerah non struktural yang di dalam melaksanakan tugasnya bersifat independent. Badan Baitul Mal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan zakat, pembinaan mustahiq dan muzakki serta pemberdayaan harta agama sesuai ketentuan Syariat Islam.
Penelitian yang dilakukan ini dengan tujuan diantaranya yaitu untuk melihat pengaruh Baitul Mal dalam meningkatkan kesejahteraan kaum dhu’afa dan untuk mengetahui jumlah kaum dhu’afa yang dibantu oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur dalam penyaluran dana ZIS tersebut.
Untuk memperoleh data yang diperlukan pada penelitian ini, maka penulis mengunakan 2 (dua) cara pengumpulan data yaitu penelitian lapangan yang merupakan cara untuk mendapatkan data yang bersifat primer yang penulis lakukan dengan kunjungan secara langsung pada objek penulisan. Penulisan lapangan ini dilakukan dengan cara: wawancara dan observasi, serta penelitian kepustakaan yaitu merupakan cara untuk memperoleh data yang penulis lakukan dengan membaca buku–buku dari perpustakaan UNSAM Langsa serta bacaan lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini
Dalam mengolah data penulis menganalisis dengan bantuan formula regresi linier berganda dengan rumus :
Y = a + bx1 + bx2 + c
Dan Dari hasil penelitian didapat bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,988 ini berarti keeratan hubungan antara variabel terikat yaitu kesejahteraan kaum dhu’afa (Y) dengan variabel bebas (zakat, dan bukan zakat) adalah tinggi atau kuat dan positif karena hampir mendekati +1. Sedangkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,977 atau 97,70% yang mengartikan bahwa 97,70% kesejahteraan kaum dhu’afa dipengaruhi oleh faktor zakat dan bukan zakat, sedangkan sisanya sebesar 2,30% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Faktor lain tersebut seperti keprofesionalan Baitul Mal dalam mengelola dana ZIS, penyaluran dana yang bukan bentuk uang (seperti ternak, becak motor dll).

1. Latar Belakang Permasalahan
1.1. Latar Belakang

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii
DAFTAR TABEL v
DAFTAR GAMBAR vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Permasalahan 1
1.2. Gambaran Umum Obyek Penelitian 3
1.2.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan 3
1.2.2. Struktur Organisasi Perusahaan 4
1.2.3. Bidang Usaha Perusahaan 12
1.2.4. Analisa SWOT 13
1.3. Perumusan dan Pembatasan Masalah 14
1.4. Tujuan Penelitian 14
1.5. Manfaat Penelitian 15
1.6. Sistematika Penulisan 15
BAB II LANDASAN PEMIKIRAN TEORITIS
2.1. Tinjauan Pustaka 17

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Alex S.Nitisemito, Marketing, cetakan keempat, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2000

Assauri, Sofjan, Manajemen Pemasaran Modern : Dasar, Konsep, dan Strategi, Edisi I, Cetakan Keenam, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1999

Basu Swastha DH. Azas-azas Marketing, Edisi kelima, Liberty, Yogyakarta, 2001

, Saluran Pemasaran, Konsep, dan Strategi Analisa Kuantitatif, penulis PPFE-UGM, Edisi Pertama, Yogyakarta,2001

Kotler, Philip, Principal of Marketing, Terjemahan Drs. Alexander Sindoro,Jilid satu dan dua, Edisi Tujuh, Jakarta, 2001.

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1. Pelaksanaan Distribusi pada PT Canggih Presisi Industri

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek dan Subjek Penelitian
Penelitian dilakukan pada PT Canggih Presisi Industri yang berlokasi di jalan Kampung Pasir Awi RT 02 / RW 02 Desa Suka Asih, Pasar Kemis Kawasan Industri Tangerang.
Waktu penelitian tanggal 7 – 26 Maret 2005.

3.2 Operasionalisasi Variabel
Variabel-variabel operasional yang digunakan dalam penelitian ialah :

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka
2.1.1. Pengertian Pemasaran dan Manajemen Pemasaran
Dewasa ini, pemasaran mempunyai arti baru, yaitu pemuasan akan kebutuhan konsumen atau pelanggan. Suatu produk akan dapat dijual dengan mudah apabila bagian pemasaran suatu perusahaan dapat memahami kebutuhan konsumen, melakukan pengembangan produk, menetapkan harga yang sesuai, melakukan pendistribusian, dan kegiatan promosi dengan efektif. Untuk lebih jelas mengenai pemasaran, penulis mengutip beberapa pendapat dari pakar-pakar ekonomi.

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Permasalahan
Dewasa ini dunia usaha menghadapi berbagai perubahan yang disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perkembangan perekonomian dunia, termasuk juga di Indonesia. Setiap perubahan yang terjadi akan mempengaruhi setiap kegiatan usaha yang dijalankan oleh para pelaku bisnis. Oleh karena itu, perubahan yang tejadi haruslah ditanggapi dan dihadapi secara cepat dan tepat oleh masing-masing pelaku bisnis.

Pengaruh Pelatihan Terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Huda Rachma Grupindo

ABSTRAKSI

Penelitian ini dilakukan untuk penulisan skripsi berjudul “Pengaruh Pelatihan Terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Huda Rachma Grupindo”.
Pengembangan karyawan melalui pendidikan dan latihan memberi manfaat kepada kedua belah pihak yaitu karyawan dan perusahaan. Dimana manfaat yang diperoleh karyawan adalah adanya peningkatan kemampuan atau keterampilan mereka. Sedangkan manfaat yang diperoleh keseluruhan meningkatkan produktivitas perusahaan. Masalah pelatihan merupakan masalah yang cukup penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Metode penelitian adalah suatu tata cara atau metode bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Metode penelitian ini membicarakan prosedur pelaksanaan penelitian, urutan kerja penelitian dan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data-data penelitian. Untuk menyusun tesis ini supaya dapat menganalisa dan memecahkan masalah, maka diperlukan data-data yang akurat baik data yang bersifat kuantitif maupun data yang bersifat kualitatif.
Adapun dalam penyusunan skripsi ini, penulis mempunyai maksud dan tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pelatihan dengan tingkat produktivitas kerja karyawan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya. Disini dituntut kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber-sumber daya secara terencana, terutama sumber daya manusia sebagai tenaga pelaksana operasional perusahaan untuk menghasilkan daya guna dan hasil guna dalam setiap kegiatan perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak hanya dapat mempertahankan keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dapat mempertahankan eksistensinya dalam dunia usaha.

ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBUAT PAKAIAN PADA DYNAND FARIZ HIGH FASHION CENTRE

ABSTRAKSI

Penelitian dengan judul “Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Membuat Pakaian Pada Dynand Fariz High fashion Centre Kabupaten Jember ” dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel dari bauran pemasaran secara simultan maupun parsial dan juga untuk mengetahui manakah diantara variabel-variabel bauran pemasaran tersebut yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap pengambilan keputusan konsumen membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Kabupaten Jember?
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel dari bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, lokasi, karyawan, proses, dan bukti fisik dalam pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan konsumen utuk memesan pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Kabupaten Jember. Variabel penelitian diukur dengan 24 item pertanyaan yang menggunakan skala likert yang telah dimodifikasi dengan skala 1 sampai dengan 5. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda yang sebelumnya data jawaban responden yang telah diperoleh dinaikkan skalanya dari skala pengukuran ordinal menjadi skala pengukuran interval dan penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden.
Berdasarkan pengujian secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa bauran pemasaran berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan konsumen untuk membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Jember. Berdasarkan uji F yang telah dilakukan diperoleh bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 153,254 > 2,3123. Selanjutnya untuk nilai Adjusted R Square adalah 0,902. Hal ini berarti 90,2 persen pengambilan keputusan konsumen membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre dipengaruhi oleh variabel bauran pemasaran dan sisanya sekitar 9,8 persen dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar model persamaan regresi yang dibuat. Sedangkan pengujian secara parsial (uji t) juga menunjukkan bahwa bauran pemasaran berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan konsumen membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Jember. Berdasarkan uji t yang telah dilakukan diperoleh nilai thitung untuk masing-masing variabel lebih besar dari ttabel, dan variabel harga mempunyai pengaruh paling dominan terhadap pengambilan keputusan konsumen membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Jember yaitu sebesar 17.781

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dewasa ini persaingan untuk menjadi yang terbaik dalam dunia bisnis terjadi begitu ketat. Setiap perusahaan harus mampu untuk mengembangkan usahanya dengan cara memperhatikan apa yang diinginkan oleh konsumen. Salah satu upaya yang dilakukan oleh produsen diantaranya adalah memahami selera dari konsumen itu sendiri. Pentingnya memahami selera konsumen adalah salah satu peluang yang nantinya akan menjadikan perusahaan memperoleh kepercayaan dari konsumen sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhannnya.

HUBUNGAN BIAYA REKRUITMEN KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HERO SUPERMARKET TBK

abstraks:

Laju perkembangan dan lancarnya roda suatu perusahaan erat kaitannya dengan investasi sumber daya manusia. Investasi ini sangatlah penting karena didasarkan pada konsep pemikiran yang mendasar bahwa manusia memmpunyai nilai khusus yang sangat menentukan dalam berbagai aspek kegiatan perusahaan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan perusahaan sangat bergantung kepada investasi di bidang sumber daya manusia.
Investasi sumber daya manusia, dalam hal ini karyawan merupakan kekayaan utama bagi pelaksana dan pengendali yang selaku aktif dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Selain pelaku yang menunjang tujuan perusahaan, mereka juga mempunyai pikiran, perasaan dan kemampuan yang akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang dilakukannnya.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Laju perkembangan dan lancarnya roda suatu perusahaan erat kaitannya dengan investasi sumber daya manusia. Investasi ini sangatlah penting karena didasarkan pada konsep pemikiran yang mendasar bahwa manusia memmpunyai nilai khusus yang sangat menentukan dalam berbagai aspek kegiatan perusahaan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan perusahaan sangat bergantung kepada investasi di bidang sumber daya manusia.

ANALISA DAN PERUMUSAN STRATEGI MARKETING MIX DAN STP UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS KAFE ’X’

abstraks:

Di era persaingan yang semakin ketat ini, perusahaan yang dapat bertahan adalah perusahaan yang mengerti dan memenuhi keinginan konsumen. Untuk itu, perusahaan harus terus berusaha mengoptimalkan seluruh proses bisnisnya agar lebih efektif dan sesuai dengan keinginan, sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.
Kafe ‘X’ sebagai pendatang baru dalam dunia bisnis kafe telah berkembang pesat selama beberapa tahun ini, hal ini dapat dilihat dari outlet-outlet yang telah beroperasi di beberapa mal utama di Jakarta. Salah satu upaya untuk meningkatkan pangsa pasar di tengah persaingan yang ketat dengan kafe-kafe lain yang menawarkan produk sejenis adalah dengan menerapkan strategi marketing yang tepat agar segala usaha yang telah dan akan dilakukan tidak menjadi sia-sia. Kafe ‘X’ juga perlu mengetahui brand awareness mereka agar dapat menerapkan strategi terbaik sesuai dengan tingkat awareness masyarakat terhadap brand tersebut.
Riset menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum mengetahui keberadaan Kafe ‘X’ sebagai salah satu pemain besar dalam bisnis kafe. Di sisi lain, riset juga menunjukkan keunggulan Kafe ‘X’ dibanding dengan kafe lain yang sejenis. Dari informasi ini, media promosi serta strategi marketing, baik yang sudah dijalankan maupun yang belum pernah dijalankan akan dianalisa agar dapat menghasilkan rekomendasi yang baik dan bermanfaat bagi Kafe ‘X’.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ketatnya persaingan bisnis minuman kopi dengan konsep kafe bernuansa tenang dan nyaman sudah sangat kompleks di era modern ini. Semakin lama, semakin banyak pemain yang muncul dan berlomba-lomba menawarkan keunikan serta kelebihan produk masing-masing. Dari sekian banyak pemain dalam bisnis minuman kopi ini, beberapa pemain memiliki tingkat brand awareness lebih tinggi karena mereka memasuki bisnis minuman kopi di Indonesia, khususnya Jakarta beberapa tahun lebih awal, sebut saja Starbucks dan Coffee Bean sebagai contoh.

PENGARUH INTERNAL BRANDING TERHADAP SIKAP KARYAWAN MENGENAI BRAND PERUSAHAAN PADA BANK MANDIRI CABANG Jl. Asia Afrika BANDUNG

abstraks:

Semakin kuat brand suatu perusahaan akan semakin besar juga pengaruhnya terhadap keputusan membeli pelanggan. Oleh karena itu banyak perusahaan yang gencar melakukan strategi branding terhadap produk dan jasanya. Berbagai macam media iklan digunakan untuk kesuksesan strategi branding mereka, mulai dari media cetak sampai media televise yang memakai dana besar.
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti berdasarkan atas tujuan penelitiannya. Penelitian ini terdiri dari tiga tujuan. Tujuan penelitian pertama, yaitu untuk mengetahui pelaksanaan internal branding pada Bank Mandiri Cabang jl. Asia Afrika Bandung, menggunakan metode penelitian deskriptif. Tujuan penelitian kedua, yaitu untuk mengetahui bagaimana sikap karyawan terrhadap brand perusahaan, menggunakan metode penelitian deskriptif. Tujuan penelitian yang ketiga adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh internal branding terhadap sikap karyawan mengenai brand perusahaan, menggunakan metode penelitian explanatory research.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Analisis Strategi Bisnis Pada PT. Surya Kencana

Abstrak

PT. Surya Kencana adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan produk sepatu dan sandal dengan merk Andre Valentino dan Studio Nine. Dengan semakin banyaknya persaingan dalam dunia bisnis sekarang ini, merupakan suatu tantangan bagi perusahaan untuk dapat selalu bersaing dan bertahan didalam persaingan bisnis.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Tehnik pengumpulan data menggunakan penelitian melalui survey, yaitu melakukan wawancara dan memberikan kuisioner kepada direktur perusahaan dan manajer bagian layanan umum yang membawahi bagian penjualan. Data-data yang telah diperoleh dianalisis dengan mengunakan analisis SWOT, alasannya karena dalam membuat suatu strategi yang tepat untuk dijalankan perusahaan harus terlebih dahulu melihat dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan, dalam melakukan penelitian menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui dengan tepat strategi yang digunakan perusahaan dalam menjalankan perusahaannya.
Dari analisis SWOT yang dilakukan diketahui bahwa nilai IFAS 2,64584 dan nilai EFAS 2,32827. sehingga matrik IEnya menunjukan bahwa posisi perusahaan berada pada strategi konsentrasi melalui integrasi horisontal atau stabilitas, yaitu merupakan suatu keadaan dimana perusahaan mengalami suatu masa pertumbuhan. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa strategi yang sebaiknya digunakan adalah strategi pertumbuhan melalui integrasi horizontal, yaitu suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun outlet-outlet dan butik-butik penjualan di kota-kota besar, dan juga meningkatkan produknya dengan melakukan inovasi produk. Hasil diagram SWOT juga menunjukan bahwa perusahaan menerapkan strategi agresif atau pada kuadran 1 dimana pada kuadran 1 ini memiliki nilai positif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perusahaan sebaiknya menerapkan strategi SO (strengths – opportunities) agar dapat mempertahankan kondisi perusahaan agar dapat tetap dapat bertahan dalam bidangnya.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam menyambut era Globalisasi sekarang ini, sebuah perusahaan harus mampu untuk mengikuti perubahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar perusahaan. Tentunya untuk mengikuti perubahan – perubahan yang terjadi tersebut sangatlah tidak mudah. Perusahaan yang cenderung berpikiran tradisional dan tidak mengharapkan adanya perubahan, tentunya akan menemui banyak kesulitan dalam menghadapi operasinya.

ANALISIS PENGARUH PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT. Martina Berto

abstraks:

Tama Karina Florentina Darwanto, 241.06.01296. ANALISIS PENGARUH PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT.MARTINA BERTO. Skripsi.Jakarta.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI Jakarta.Mei 2007.

Dalam era persaingan bisnis yang ketat seperti sekarang para pemasar dituntut terus berusaha mempertahankan kesetiaan konsumen. Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup masyarakat yang sekarang ini sangat beragam, membuat perusahaan harus dapat menciptakan produk yang kreatif serta inovatif, selain itu tentunya perusahaan harus melakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan dan memasarkan produk tersebut.
PT.MARTINA BERTO salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing kosmetik dan herbal produk, berusaha selalu menciptakan produk baru untuk mempertahankan minat konsumen. Saat ini PT.MARTINA BERTO sedang melakukan peningkatan program promosi untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.
Dalam melaksanakan kegiatan pemasarannyanya PT.MARTINA BERTO menggunakan kegiatan promosi untuk memasarkan produknya terhadap konsumen. Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut penulis tertarik mengetahui lebih jelas dan mendalam tentang kegiatan biaya promosi dengan menggunakan metode analisa berdasarkan koefisien korelasi, determinasi dan persamaan regresi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keeratan hubungan dan pengaruh antara biaya promosi terhadap peningkatan hasil penjualan produk PT.MARTINA BERTO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dan pengaruh yang sangat erat dan signifikan antara biaya promosi terhadap hasil penjualan produk.
Data yang digunakan adalah data sekunder berupa biaya promosi serta hasil penjualan produk yang diperoleh dari PT.MARTINA BERTO. Data yang digunakan berupa rangkai waktu selama 3 tahun, dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PERANAN STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK JASA ASURANSI PADA PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA

abstraks:

Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan,baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi resiko yang mendasar seperti resiko kematian, atau dalam menghadapi resiko atas harta benda yang dimiliki. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan kegiatannya menghadapi berbagai resiko yang mungkin dapat mengganggu kesinambungan usahanya.
PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa bagi masyarakat juga harus menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan perusahaan asuransi lainnya. Agar PT. SLFI dapat bertahan dan berkembang dengan baik maka PT.SLFI harus dapat menciptakan kemampuan bersaing baik dalam hal jenis produk, harga maupun segmen yang dituju sehingga dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing dan memenangkan persaingan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan,baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi resiko yang mendasar seperti resiko kematian, atau dalam menghadapi resiko atas harta benda yang dimiliki. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan kegiatannya menghadapi berbagai resiko yang mungkin dapat mengganggu kesinambungan usahanya.

PENGARUH PENILAIAN PRESTASI KERJA KARYAWAN TERHADAP PROMOSI JABATAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK

ABSTRAK

A) Fiqhi Pramana ( 2000-11-043 )

B) Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Terhadap Promosi Jabatan
pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
{The Effect of Employee’s Performance Evaluation Towards Promotion at PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jakarta}

C) vi + 90 halaman; 2005; 7 gambar; 28 tabel.

D) Penilaian Prestasi Kerja Karyawan, Promosi.

E) Dalam menghadapi arus globalisasi sumber daya manusia (sdm) memegang peranan yang sangat dominan dalam aktivitas atau kegiatan perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sdm-nya agar dapat mendorong kemajuan baik bagi perusahaan maupun karyawan. Salah satu caranya adalah dengan promosi jabatan. Untuk memutuskan promosi yang akan diberikan pada karyawan, maka perusahaan harus memiliki suatu sistem balas jasa yang tepat. Mekanisme untuk dapat menentukan balas jasa yang pantas bagi suatu prestasi kerja adalah dengan penilaian prestasi kerja.
Berdasarkan hasil analisa diperoleh persamaan Y = 13,188 + 0,710X. artinya setiap ada perubahan variabel X (Penilaian prestasi kerja karyawan) sebesar 0,710 maka akan terjadi perubahan pada variabel Y (promosi jabatan) sebesar 13,188. Berdasarkan hasil analisa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa nilai Rs sebesar 0,395, artinya hubungan antara penilaian prestasi kerja karyawan dan promosi jabatan positif dan cukup kuat. Nilai Kp sebesar 15,6% berarti kinerja karyawan hanya memberi kontribusi sebesar 15,6% terhadap promosi jabatan. Sisanya 84,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini bisa dilihat dari hasil perhitungan nilai t hitung (Cr) sebesar 2,687 sedangkan t tabel sebesar 1,701, artinya Ho tidak ada hubungan antara penilaian prestasi kerja karyawan dengan promosi jabatan, ditolak dan Ha, ada hubungan antara penilaian prestasi kerja karyawan dengan promosi jabatan, diterima.

F) 14 acuan ( 1987-2003)

G) Drs. Frans Bararuallo, MM._____________

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

ANALISIS NETWORK PLANNING DENGAN CPM (CRITICAL PATH METHODE) DALAM RANGKA EFISIENSI WAKTU DAN BIAYA PADA CV. KENARI JEPARA

abstraks:

JURUSAN EKONOMI MANAJEMEN

JUDUL YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENELITIAN jadi kevalitan akan data dapat dipercaya. sehingga untuk mendownloadnya dan untuk dikaji lebih lanjut akan lebih menarik.

Respon Konsumen Terhadap Mie Instan Produk Indofood (Studi Kasus di Pasar Atas Cimahi)

abstraks:

Vinda Septi Virginiawati, 2007. Respon Konsumen Terhadap Mie Instan Produk Indofood (Studi Kasus di Pasar Atas Cimahi). Dibimbing oleh Tarya J. Sugarda.

Tingginya aktivitas masyarakat yang didorong oleh semakin tingginya kebutuhan masyarakat ini menyebabkan pola konsumsi pangan masyarakat berubah. Perubahan pola atau gaya hidup, juga menjadi faktor pemicu terjadinya perubahan pola konsumsi. Pergeseran pola konsumsi masyarakat ini ternyata berdampak positif terhadap industri makanan instan, terutama industri mie instan. Salah satu produsen mie instan terbesar di Indonesia saat ini adalah Indofood. Perusahaan ini menguasai hampir 80 % dari produksi mie instan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi respon konsumen terhadap produk mie instan. 2) Mengetahui respon konsumen terhadap produk mie instan Indofood di Pasar Atas Cimahi.
Dalam penelitian ini pengambilan responden dilakukan di Pasar Atas Cimahi, di sana terdapat toko yang menjual sembako, beras, kios penjual daging, sayuran dan lain-lain. Jumlah toko yang ada di sana sebanyak 460 toko. Adapun toko yang menjual mie instan produk Indofood sebanyak 157 toko. Dari 157 toko penulis mengambil sampel sebanyak 10 toko. Langkah pertama dalam pembahasan respon konsumen ini adalah melakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi respon konsumen terhadap mie instant produk indofood. Dalam pembahasan pertama ini analisis dilakukan untuk mengetahui tingkat kepercayaan konsumen terhadap suatu atribut produk. Kepercayaan ini adalah kekuatan kepercayaan bahwa suatu produk memiliki atribut tertentu. Langkah kedua dalam pembahasan respon konsumen ini adalah melakukan analisis terhadap frekuensi tingkat kepercayaan konsumen terhadap atribut suatu produk. Pada dasarnya sikap seorang konsumen terhadap suatu objek akan ditentukan oleh sikapnya terhadap berbagai atribut yang dimiliki oleh objek tersebut. Konsumen akan mengungkapkan kepercayaan terhadap berbagai atribut yang dimiliki suatu merek dan produk yang dievaluasinya.

Langkah ini digambarkan oleh bi yang mengukur kepercayaan konsumen terhadap atribut yang dimiliki oleh produk mie instant. Kepercayaan tersebut sering disebut sebagai object-attribute linkages, yaitu kepercayaan konsumen tentang kemungkinan adanya hubungan antara sebuah objek dengan atributnya yang relevan.

Penerapan Balanced Score Card

abstraks:

Pengukuran kinerja merupakan suatu hal penting bagi sebuah unit bisnis.
Ini dikarenakan pengukura kinerja dapat digunakan untuk menilai
keberhasilan suatu perusahaan. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk
melakukan penyusunan strategi-strategi bisnis yang cocok dan dapat dijadikan
sebagai dasar dalam penyususnan system imbalan. Selama ini pengukuran
kinerja yang sering digunakan adalah pengukuran kinerja yang hanya
mengukur kinerja keuangan, tidak dapat mengambarkan kinerja perusahaan
secara keseluruan. Pengukuran kinerja keuangan hanya menilai kinerja untuk
jangka pendek dan tidak memperhitungkan harta-harta tak nampak yang
dimiliki rumah sakit. Dengan adanya kekurangan tersebut, maka diciptakan
suatu metode pengukuran kinerja yang mempertimbangkan aspek keuangan
dan non-keuangan yang dikenal dengan istilah Balance Scarecard. Pengukuran
kinerja Balance Scorecard menyangkut empat perspektif yaitu : Perspektif
Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis Internal dan
Perspektif Belajar dan Berkembang. Penulis memilih menggunakan Rumah
Sakit Kristen Tayu karena selama ini pengukuran kinerja yang dilakukan
perusahaan masih menitik beratkan pada aspek keuangan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan skunder.
Tehnik pengmbilan sample yang digunakan adalah metode penelitian sensus,
yaitu mencatat semua elemen yang diselidiki ( Marzaki, 1997:41). Metode
pengujian instrument penelitian yang digunakan yaitu pengujian validitas dan
pengujian realibilitas. Sedangkan untuk metode analisis penulis menggunakan
metode kualitatif (untuk analisis tidak dengan angka) dan metode kwantitatif
(untuk analisis menggunakan angka-angka) yang nilai kinerja Rumah Sakit
melalui empat perspektif Balance Scorecard.

Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif, manajemen perusahaan yang
baik merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Oleh
karena itu perusahaan memerlukan sistem manajemen yang didesain sesuai
dengan tuntutan lingkungan usahanya, karena dengan menggunakan sistem
manajemen yang sesuai dengan tuntutan lingkungan usaha maka perusahaan akan
mampu bersaing dan berkembang dengan baik.
Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi
sebuah perusahaan. Pengukuran tersebut, dapat digunakan untuk menilai

ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

ABSTRACT

In this research, the writer carries out a thesis entitled “The analysis of the relationship of the motivation factors related to the satisfaction by the workers in the Orthopedic Hospital Prof. DR. Soeharso in Surakarta. The aims of the research are: (1) to identify whether exist or not about the relationship of the motivation factors to the satisfaction of the workers; (2) to analyze the level of the relationship between working motivation factor and the working satisfaction of the workers. The proposed hypotheses are: (1) It is predicted that working motivation in which consists of the salary, guarantee, and working environment has the closed relationship to the working satisfaction of the workers; (2) It is also predicted that the level of salary is a dominant variable which influences the working satisfaction of the workers.
In solving the problem, it is needed the data that taken from observation, interview, documentation, and questioner. From the respondents’ answers, it will be analyzed by using the qualitative analysis in which is counted through the age, the education level, the working time and the sex. The next analysis uses quantitative analysis i.e. an analysis tool in the numbers form or statistic that is used to examine the hypothesis.
The quantitative analysis is in the form of validity test and reliability and also doubled regression analysis, T test, F test, Classical assumption test, and doubled correlation analysis test.
From the result of validity test and reliability taken from items of instrument with 15 question, all of them are valid and reliable which is shown r counting > r table.
Based on the doubled regression analysis, it can be gotten the similarity Y= 13, 0747+ 0,0000045X1 + 0,0000059X2+ 0,3516X3. However, the result of T test, it can be gotten the value of tcounting for the salary as many as 5,641, the guarantee as many as 3,614 and the working environment as many as 2,918. The value of ttable is as many as 2,000, it is because tcounting > ttable so the salary, guarantee, and working environment are simultaneously related positively to the working satisfaction.
However, to analyze the determination co-efficiency analysis, it can be gotten the value R2= 65,4%, it means that the salary, guarantee and working environment influence significantly to the working satisfaction as many as 65,4%, however the other 34,6% is influenced by the other variable which is not analyzed by the writer.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pengaruh Stress Kerja, Konflik dan Dukungan Sosial pada Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Purwore

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stress kerja, konflik dan dukungan sosial pada kepuasan kerja pegawai Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan data primer, yang diperoleh secara langsung dari kuesioner yang diisi oleh para karyawan.
Teknik pengambilan sampel yang dengan teknik Accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,538 menunjukkan bahwa sebesar 53,8% variasi perubahan yang terjadi pada variabel kepuasan kerja dipengaruhi oleh variabel stress kerja, konflik dan dukungan sosial , sedangkan 46,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian. Pengujian hipotesis melalui uji t menunjukkan variabel stress kerja memiliki nilai t hitung (-2,326) lebih kecil dari nilai t tabel 1,987 atau p value (0,036) lebih kecil dari α (0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan pada kepuasan kerja pegawai. Variabel konflik memiliki nilai t hitung (-2,123) lebih kecil dari t tabel 1,987 atau p value 90,036) lebih kecil dari α (0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan dukungan sosial pada kepuasan kerja pegawai. Pengujian melalui uji F menunjukkan nilai F hitung (2,7070) berarti secara bersama-sama (simultan) variabel stress kerja, konflik dan dukungan sosial mempunyai pengaruh secara signifikan pada variabel kepuasan kerja pegawai.
Untuk meningkatkan kepuasan kerja pegawai, hendaknya Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Purworejo lebih memperhatikan faktor dukungan soaial karena dukungan sosial merupakan faktor utama yang akan mendorong pegawai untuk lebih berprestasi dan menghasilkan kepuasan kerja yang maksimal.

Kata kunci: stres kerja, konflik, dukungan sosial dan kepuasan kerja.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan atau organisasi dalam mengelola, mengatur, memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan (Anwar, 2002: 1).

PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN KARTU PRA BAYAR IM3

ABSTRACT

Influence of Marketing mix to loyalitas of consumer of card of prabayar IM3 ( study case of student of STAIN Surakarta). Accurate variable is product, price, place, and promotion in its influence to loyalitas consumer. This research use the sampel consumer using and have used the card of prabayar IM3 that is student of STAIN Surakarta, While analyzer used doubled linear regresi using program spss 11.5.
Target of this research is ( 1) Knowing whether 4 the variable marketing mix have an effect on to loyalitas consumer either through parsial and also bersama-sama.(2) To know the which variable which most dominant influence the loyalitas consumer.
Equation Regresi yielded is most dominant Y=0.959+0.214.X1+0.161.X2+0.238.X3+0.150.X4 variable is having value 0.238 that is place.
Test the F yield the F count/calculate equal to 22,950 with the value probalilitas ( sig) yielded by under level signifikan 0.05 or 5% hence matter of this means ( X1) Product, ( X2) Price, ( X3) Place, ( X4) Promotion by together have an effect on to variable Y( loyalitas consumer)
Test the t yield the ( X1) Product 2.017, ( X2) Price 2.164, ( X3) Place 2.471, ( X4) Promotion 2.020. Because its probability value below/under level signifikan 0.05 or 5% hence meaning all factor by parsial have an effect on the signifikan to variable Y ( loyalitas consumer).
Result of R2=0.491 matter of means that ( X1) Product, ( X2) Price, ( X3) Place, ( X4) Promotion have an effect on to loyalitas consumer of equal to 49.1% for a while 50.9% because of other factors is which do not there are in this research.

Keyword : product, price, place, promotion, loyalitas consumer

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PERANAN GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DAN SITUASI KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PLTU PAITON

abstraks:

Dengan banyaknya perusahaan bermunculan di Indonesia baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil maka perusahaan akan semakin membutuhkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu memberikan perhatian terhadap gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan yang berlaku di perusahaan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor : a). untuk mengetahui pengaruh secara serempak antara gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan dan situasi kepemimpinan terhadap kinerja karyawan PLTU Paiton, b) Untuk mengetahui variabel mana diantara gaya kepemimpinan dan situasi. Kepemimpinan yang memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan PLTU Paiton.
Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari jawaban responden atas daftar pertanyaan dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan model Regresi Linier Berganda yang selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dimana Fhitung sebesar 262,041 berada di luar Ftabel 3,093. Pengujian hipotesis uji t untuk gaya kepemimpinan dimana thitung sebesar 6,380 berada di luar ttabel sebesar 1,9847 yang berarti bahwa adanya pengaruh gaya kepemimpinan kepala bagian terhadap kinerja karyawan pada bagian PLTU Paiton. Sedangkan thitung situasi sebesar 4,241 berada di luar ttabel sebesar 1,9847 yang berarti bahwa adanya pengaruh situasi terhadap kinerja karyawan pada bagian PLTU Paiton.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dewasa ini di Indonesia banyak bermunculan perusahaan baru baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil yang bergerak dalam berbagai jenis bidang usaha. Dengan demikian banyak muncul perusahaan besar maupun perusaan kecil maka perusahaan akan semakin membutuhkan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai tujuan perusahaan.

PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA APARTEMEN SEJAHTERA DIYOGYAKARTA

abstraks:

Apartemen Sejahtera merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang jasa penginapan yang terletak dikawasan Universitas Sanata Drama. Jumlah karyawan Apartemen Sejahtera pada tahun 2006 sebanyak 95 orang. Apartemen Sejahtera Yogyakarta terletak di Jalan Pringgodani No 16, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Yogyakarta sehingga memudahkan transportasi keluar masuknya pengguna penginapan ke Apartemen Sejahtera.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Analisis Penggunaan Selebritis Sebagai Endorser Terhadap Brand Assosiation Produk Jamu Tolak Angin Sido Muncul”

abstraks:

Trend hidup masyarakat dalam bidang pengobatan agaknya sudah mulai bergeser dari pengobatan modern menuju ke pengobatan tradisional.Masyarakat mulai menyukai menggunakan ramuan-ramuan tradisional daripada obat-obat kimia.banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah harga obat-obat kimia yang semakin mahal. Gaya hidup “back to nature” ini membuat persaingan bisnis jamu menjadi semakin ketat,banyak produsen jamu berlomba-lomba untuk dapat memenangkan persaingan dan memperoleh konsumen atau pangsa pasar baru. Penggunaan media-media baik melalui media cetak (surat kabar,majalah,tabloid) maupun media elektronik (televisi,radio) serta media internet akan dimanfaatkan secara optimal guna mengembangkan usaha atau bisnisnya.
Persaingan dunia usaha yang semakin ketat khususnya dalam bidang pengobatan mengharuskan para produsen jamu bersaing di pasar untuk mempertahankan produknya. Pemasaran yang terjadi saat ini merupakan pertempuran persepsi konsumen dan bukan lagi sekedar pertempuran produk. Produk yang memiliki kualitas, model dan features yang relatif sama dapat memiliki kinerja yang berbeda da pasar, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan persepsi di benak konsumen. Salah satu aset yang dapat digunakan untuk membangun persepsi adalah merek (brand). Menurut Kotler (1997), merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi hal-hal tersebut yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing.

5.1. Kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis dan bahasan dalam bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
• Dari semua kesan yang ada atau terbentuk dari artis Shophia Latjuba sebagai endorser produk jamu Tolak Angin Sidomuncul tidak semua kesan tersebut akan membentuk assosiasinya, tetapi hanya ada empat kesan yang membentuk brand asotiation dari endorser. Asosiasi-asosiasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Berpengetahuan
2. Berkualitas
3. Populer
4. Menarik

ANALISA STRATEGI PENGEMBANGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PADANG

abstraks:

DESRI HENDRI (04.1002.6530.028) “Analisa Strategi Pengembangan Pada RSUD Kota Padang”

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh RSUD Kota Padang, untuk meningkatkan pangsa pasar dalam industri kesehatan selayaknya memiliki strategi yang tepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal dan internal RSUD Kota Padang serta untuk mengetahui strategi bersaing RSUD Kota Padang ke depannya.
Jenis penelitian ini digolongkan kepada penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode analisa kualitatif (analisa SWOT), yaitu memandingkan antara faktor eksternal dengan faktor internal dalam bentuk matriks EFAS dan matriks IFAS, kemudian disatukan dalam penempatan posisi sembilan sel pada I-E matriks.
Hasil dari pembahasan analisa data maka diperoleh skor tertimbang untuk analisa internal adalah 3,05 dan skor tertimbang untuk analisa eksternal adalah 2,85. Berdasarkan komposisi ini maka RSUD Kota Padang berada pada ruang IV pada I-E matriks yang merupakan posisi pada growth and build, pada posisi ini strategi yang tepat digunakan adalah strategi intensif atau integratif.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam Undang-undang No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah: keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal (UU Kesehatan, 1995).

ANALISIS PERSEPSI BRAND ASSOCIATION MENURUT PELANGGAN SABUN MANDI CAIR LUK PADA PT. UNILEVER INDONESIA, Tbk

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan (1) Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berkeinginan untuk membeli sabun mandi cair Lux dalam persepsi brand association pada PT Unilever Indonesia, Tbk. (2) Bagaimana persepsi brand association menurut pelanggan sabun mandi cair Lux pada PT Unilever Indonesia, Tbk.

Dalam penulisan skripsi yang berjudul “Analisis Persepsi Brand Associotion Menurut Pelanggan Sabun Mandi Cair Lux Pada PT Unilever Indonesia, Tbk”, penulis menyadari akan adanya kekurangan yang terdapat didalamnya. Alhamdulillah berkat bantuan dari berbagai pihak, maka hambatan dan kekurangan yang ada didalamnya dapat sedikit demi sedikit teratasi. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tiada terkira kepada:
1. Bapak Drajat B. Prasetyo, S.E., AK., M.B.A.,selaku Ketua STIE Perbanas Jakarta.

ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI TIRTA

abstraks:

Depot air minum isi ulang yang berlokasi di Jalan Glagah Sari No. 86 Yogyakarta didirikan oleh Bapak Mulyadi, pada tanggal 30 April 2003 yang diberi nama Tirta Mulya. Pada awalnya hanya menjual produk air minum merek Aqua akan tetapi dengan adanya permintaan dari konsumen Bapak Mulyadi berani atau mencoba menjual produk air minum isi ulang yang diperoleh dari mata air Pluneng, di Desa Karang Nongko, Kecamatan Delangu, Kabupaten Klaten. Berdasarkan hasil pemeriksaan bakteriologis sampel air minum isi ulang yang dilakukan oleh Kepmenkes 907/Menkes/SK/VII/ 2002 menyatakan bahwa kadar Coliform Total dan Faecal Coli = 0 MPN/100, sehingga air minum isi ulang Tirta Mulya layak untuk dikonsumsi oleh konsumen.
Misi dan tujuan perusahaan adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada para konsumen, meningkatkan loyalitas konsumen, meningkatkan penjualan produk serta meningkatkan pendapatan perusahaan.

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Dalam keadaan perekonomian yang semakin sulit ini banyak terjadi persaingan di berbagai bidang kehidupan, termasuk didalamnya persaingan dalam dunia bisnis. Banyak perusahaan yang saling berlomba untuk mendapatkan pangsa pasar, sehingga hal ini memacu perusahaan untuk berusaha terus maju dalam memperbaiki bisnisnya. Di samping itu dengan adanya kemajuan teknologi, perusahaan dituntut pula untuk dapat mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dengan yang lainnya.

Pengaruh Harga, Promosi dan Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian Produk Alkohol One Med di Kota Semarang

abstraks:

Penelitian ini menggunakan 3 variabel bebas yaitu pengaruh harga, promosi dan kualitas serta variabel keputusan pembelian produk.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang mengambil keputusan dalam membeli produk One med pada tahun 2005 yang berjumlah 1324 orang di Semarang dengan sampel yang diambil sebanyak 93 orang responden.
Dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel harga, promosi, kualitas dan distribusi mempunyai taraf signifikan < 0,05 sehingga variabel-variabel tersebut mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk alkohol One med. Berdasarkan hasil perhitungan F hitung, secara bersama-sama variabel-variabel harga, promosi dan kualitas mempunyai taraf signifikan < 0,05, hal ini membuktikan bahwa variabel-variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk alkohol One med.
Pada uji koefisien determinasi (Adjust R Square) menunjukkan bahwa keputusan pembelian produk alat kesehatan One med dipengaruhi oleh variabel harga, promosi dan kualitas sebesar 77,2%, sedangkan persentase sisanya sebesar 22,8% dijelaskan oleh variabel yang lain atau sebab-sebab diluar model regresi penelitian ini misalnya pelayanan, saluan distribusi dan sebagainya.

Kata kunci : pengaruh harga, promosi dan kualitas terhadap keputusan pembelian produk

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penerapan Metode Penjualan Potenisal Untuk Menetapkan Tenaga Penjual Dalam Upaya Pencapaian Target Penjualan Rokok A Mild 16 Pad

abstraks:

Tingkat kesalahan (standar error) yang mungkin terjadi dalam peramalan penjualan adalah sebesar 3.875 slop. Hal ini disebabkan karena tingginya penetapan target yang ditetapkan oleh perusahaan dan terbatasnya jumlah tenaga penjual yang dipergunakan dalam kegiatan pemasaran. sebelum adanya penerapan metode penjualan untuk tahun 2005 diperkirakan sebesar 11.359 slop, demikian pula ramalan penjualan untuk 2006 diperoleh sebanyak 11.913 slop sedangkan ramalan penjualan untuk tahun 2007 adalah sebanyak 12.465 slop.
Setelah adanya penerapan metode penjualan potensial diperoleh ramalan penjualan untuk tahun 2005 adalah sebanyak 7.485 slop dengan menggunakan tenaga penjual sebanyak 8 orang, demikian pula untuk ramalan penjualan untuk tahun 2006 adalah sebanyak 8.509 slop dengan menggunakan tenaga penjual sebanyak 10 orang. Jadi dari ramalan penjualan tersebut diatas kemungkianan dapat tercapai apabila semua faktor pendukungnya dimanfaatkan secara optimal serta dengan asumsi faktor-faktor lain di anggap tetap.

Dari rumus yang terbentuk dari hasil perhitungan adalah Y = 6.935,40 + bX, yang berarti penambangan satu orang tenag penjual akan meningkatkan volume penjualan sebesar 6.935,40 unit dengan asumsi faktor-faktor lain di anggap tetap. Sedangkan hasil dari uji t hitung adalah sebesar 9,3. Hal ini menunjukkan bahwa Hi diterima karena nilai t hitung (9,3) lebih besar dari t tabel yaitu sebesar 3,182. Hal ini berarti terdapat korelasi yang signifikan antara penambahan jumlah tenaga penjual (X) dengan hasil penjualan (Y).

ANALISA PENGARUH VOLUME PENYALURAN KREDIT TERHADAP PENDAPATAN BUNGA

abstraks:

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh volume penyaluran kredit terhadap pendapatan dari bunga yang dibebankan dan mengetahui apakah volume penyaluran kredit berhubungan dengan tingkat pendapatan bunga.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data dan metode analisa yang terdiri dari analisa kualitatif dan analisa kuantitatif ( korelasi,t-test, koefisien penetu dan regresi linear sederhana )
Berdasarkan analisa yang penulis lakukan dengan menggunakan analisa regresi maka dapat disimpulkan volume penyaluran kredit berpengaruh terhadap pendapatan bunga sebesar 0,69 dan nilai korelasinya sebesar 0,95 yang menyatakan bahwa volume penyaluran kredit mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan pendapatan atas bunga yang dibebankan.
Dan berdasarkan penelitian ini penulis menyarankan kepada bank untuk dapat mengembangkan dana kredit yang dikucurkan agar dapat berjalan optimal dan mencapai sasaran kredit yang diinginkan serta menetapkan tingkat penyaluran kredit yang sesuai dengan tujuan bank.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN

ABSTRAK
“ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN (Suatu kasus pada perusahaan jasa Pelaksana Konstruksi PT MATRIX PRIMATAMA Bandung)

Oleh:
Rika Rahmawati
010432

Pembimbing I : Dra. Neti Budiwati, M.Si
Pembimbing II : Navik Istikomah, SE.M,Si

Penelitian ini berangkat dari isu terjadinya gejolak turun naiknya produktivitas yang diperoleh PT Matrix Primatama Bandung setiap proyek yang dilaksanakan.
Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh proyek yang telah dilaksanakan oleh PT Matrix Primatama Bandung selama kurun waktu enam tahun kebelang. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial terhadap produktivitas per proyek PT Matrix Primatama Bandung.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey eksplanatori (explanatory methode) yaitu suatu metode penelitian yang bermaksud menjelaskan hubungan antar variabel dengan menggunakan pengujian hipotesis. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu seluruh proyek yang telah dilaksanakan PT Matrix sebanyak 25 proyek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
1. Efektivitas modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
2. Kualitas tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
3. Kemampuan manajerial berpengaruh signifikan . terhadap produktivitas.
Besarnya koefisien determinasi (R2) dari variable efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial terhadap produktivitas adalah sebesar 78,20%.
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang dilakukan di PT Matrix Primatama adalah bahwa secara simultan efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja danm kemampuan manajerial berpengaruh signifikan terhadap produktivitas. Sedangkan secara parsial variabel efektivitas modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial berpengaruh signifikan terhadap produktivitas perusahaan.
Berkaitan dengan hal itu, maka PT Matrix Primatama Bandung harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga dapat melaksanakan pekerjaan ssuai dengan sasaran yang harus dicapai. Salah satu cara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah dengan mengikutsertakan dalam diklat yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilaksanakan..

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Potensi usaha jasa konstruksi sangat berperan dalam kegiatan perekonomian, khususnya dalam kegiatan pembangunan. Baik pembangunan sarana umum, pembangunan gedung maupun pembangunan lainnya. Dengan adanya industri jasa konstruksi akan memberikan peluang yang besar bagi penyerapan tenaga kerja yang memiliki keahlian dibidang industri jasa konstruksi dan bangunan, dengan tersedianya lapangan pekerjaan maka akan menciptakan pendapatan bagi tenaga kerja dan mengurangi tingkat pengangguran.

PENGARUH ADVERTISING TERHADAP PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS SERTA DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECAP ABC

abstraks:

Sandi Permana, Pengaruh Advertising terhadap pembentukan Brand Awareness serta dampaknya pada Keputusan Pembelian Produk Kecap ABC (Survey Pada Ibu-ibu PKK Pengguna Kecap ABC di Kelurahan Antapani Kecamatan Cicadas Kota Bandung, di bawah bimbingan Dr. Agus Rahayu, M.Si dan Drs. Girang Razati, M.Si.

Era globalisasi telah menuntut adanya perubahan paradigma lama dalam segala bidang, salah satunya adalah bidang pemasaran. Semakin tingginya tingkat persaingan di bisnis lokal maupun global dan kondisi ketidakpastian memaksa perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage) agar mampu memenangkan persaingan di bisnis global. Seiring perkembangan tersebut masyarakat dihadapkan pada berbagai pilihan dalam mengkonsumsi kebutuhannya sehari-hari. Dengan perkembangan teknologi dan informasi, perkembangan industri semakin tinggi dan kompleks. Salah satu industri yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah jenis industri makanan dan minuman kategori kecap.
Persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan kecap menggunakan berbagai strategi dan berusaha mendapatkan dan mempertahankan konsumen agar tetap menjadi pelanggannya. Para pemasar menyadari dalam persaingan yang semakin ketat dan untuk mencapai laba, mempertahankan kontinuitas perusahaan, mereka harus menciptakan strategi agar kontinuitas perusahaan tetap terjaga. Salah satu strategi yang berkembang adalah advertisng, untuk itulah Perusahaan Kecap ABC menggunakan program advertising untuk meningkatkan brand awareness dan keputusan pembelian konsumennya.
Yang menjadi objek penelitian adalah ibu-ibu PKK Pengguna Kecap ABC di Kelurahan Antapani Kecamatan Cicadas Kota Bandung. Variabel bebas (X) adalah Pelaksanaan Program Advertisng dan Variabel bebas (Y) adalah Pembentukan Brand Awareness. Sedangkan untuk variabel terikat (Z) adalah Keputusan Pembelian Konsumen. Jenis penelitian ini menggunakan jenis deskriptif verifikatif, dan metode yang digunakan adalah survei dengan teknik cluster random sampling, maka diperoleh jumlah sampel sebesar 120 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik regresi linier sederhana dengan menggunakan koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t, dan uji F.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program Advertising berpengaruh terhadap Pembentukan Brand Awareness sebesar 68,8%, kemudian Brand Awareness berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian sebesar 91,9%, dan pelaksanaan program Advertising berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian sebesar 69,0%.
Oleh karena itu, saran untuk Perusahaan Kecap ABC hendaknya lebih meningkatkan program advertising Kecap ABC dengan program yang lebih menarik dan menggunakan media yang lebih tepat guna meningkatkan brand awareness serta keputusan pembelian Konsumen Kecap ABC. Selain itu, Perusahaan Kecap ABC sebaiknya mempertimbangkan sarana promosi lainnya di samping advertising agar kinerja dan tujuan perusahaan dapat tercapai dengan lebih baik.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini terdapat dua kekuatan besar yang mendasari laju perubahan ekonomi dunia yaitu globalisasi dan kemajuan teknologi. Kedua kekuatan ini telah menyebabkan persaingan diantara berbagai perusahaan menjadi semakin ketat baik pada tingkat domestik maupun pada tingkat internasional.

Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Guru Di SMK YKTB 2 Bogor

ABSTRAK

AGUSTAMA. 200434201144. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Guru Di SMK YKTB 2 Bogor.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap prestasi kerja guru di SMK YKTB 2 Bogor. Teknik analisis data dengan menggunakan metode statistik, sebelum penarikan kesimpulan. Di dalam penelitian ini analisis statistik dengan menggunakan program SPSS Versi 11.00 for Windows. Pada tahap itu, diinterprestasikan hasil dari tahap-tahap sebelumnya. Setelah itu, dibuat kesimpulan yang merupakan titik akhir suatu permasalahan, berupa keputusan atau rencana yang menjadi jawaban terbaik dari permasalahan tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa adanya pengaruh positif yang erat antara kompensasi dengan prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor.

Kata Kunci : Kompensasi, Prestasi Kerja

B A B I
P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang
Prestasi kerja pengajar dari suatu lembaga pendidikan, selalu menekankan pelaksanaan tugas pengajar, sedangkan tugas-tugas yang harus dilaksanakan adalah bagian dari pekerjaan atau posisi dalam lembaga pendidikan.
Para pimpinan lembaga pendidikan secara rutin menilai keefektifan individu melalui proses evaluasi prestasi kerja, evaluasi prestasi kerja ini menjadi dasar untuk kenaikan gaji, promosi, insentif, kompensasi dan jenis imbalan lain yang diberikan lembaga bimbingan belajar itu.

TINJAUAN ATAS PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG TEGALLEGA

ABSTRAK

Tinjauan Atas Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai
di Kantor Pelayanan Pajak Bandung Tegallega

Dalam peningkatan dan pembangunan nasional Pemerintah memerlukan suatu penerimaan yang rutin, maka pemerintah menempatkan perpajakan sebagai pengadaan dana yang merupakan perwujudan peran aktif masyarakat yang dalam hal ini adalah dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Sehubungan dengan hal diatas, penulis melakukan penelitian dengan judul “Tinjauan Atas Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Pada Kantor Pelayanan Pajak Bandung Tegallega”, sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana target dan realisasi Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hal-hal apa saja yang menyebabkan tidak tercapainya target Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai serta upaya-upaya untuk mencapai realisasi target Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Kantor Pelayanan Pajak Bandung Tegallega.
Metode yang digunakan yaitu dengan metode pengumpulan sumber data. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi dalam negeri baik jasa maupun barang dengan tarif tunggal. Maka dengan peranan yang begitu penting perlu mendapatkan perhatian yang khusus terutama aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dimana hal tersebut sangat didukung oleh kesadaran wajib pajak dalam melaporkan pajak terutangnya.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap masyarakat. Oleh karena itu negara menempatkan perpajakan sebagai perwujudan salah satu kewajiban kenegaraan dalam rangka kegotong royongan nasional sebagai peran serta aktif masyarakat dalam membiayai pembangunan.

PENGARUH IMPLEMENTASI RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP CUSTOMER LOYALTY

ABSTRAC

The purpose of this research is to examine the influences of understanding customer expectation, building service partnership, total quality management, and empowering employees toward customer loyalty.
The sample of this research is customer who is saving in Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cik Di Tiro in Yogyakarta. The technique sampling in this research is convenience sampling. We are used quesioner to collect the primer data, and the respondents are 100.
We used regression analysis to know the influences of understanding customer expectation, building service partnership, total quality management, and empowering employees toward customer loyalty
Results indicate simultan understanding customer expectation, building service partnership, total quality management and empowering employees have influences toward customer loyalty. Parsial understanding customer expectation, building service partnership, total quality management and empowering employees have influences toward customer loyalty.

Keyword: understanding customer expectation, building service partnership, total quality management, empowering employees, and customer loyalty.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Perubahan dalam dunia usaha yang semakin cepat mengharuskan perusahaan untuk merespon perubahan yang terjadi, problem sentral yang dihadapi perusahaan-perusahaan saat ini adalah bagaimana perusahaan tersebut menarik pelanggan dan mempertahankanya agar perusahaan tersebut dapat bertahan dan berkembang, tujuan tersebut akan tercapai jika perusahaan melakukan proses pemasaran.

PENGARUH BUDAYA KAIZEN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI SAE PUJON KABUPATEN MALANG

abstraks:

Koesmono (2006 : 1) menyebutkan bahwa salah satu masalah nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah penanganan terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia. Jumlah sumber daya manusia yang besar apabila dapat didayagunakan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menunjang gerak lajunya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Melimpahnya sumber daya manusia yang ada saat ini mengharuskan berfikir secara seksama yaitu bagaimana dapat memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal.

Handoko (2000 : 10) menyatakan, Agar di masyarakat tersedia sumber daya manusia yang handal diperlukan pendidikan yang berkualitas, penyediaan berbagai fasilitas sosial, lapangan pekerjaan yang memada

PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT TELKOM CABANG BOYOLALI

abstraks:

Komunikasi yang baik antara pimpinan dan karyawan, dan pimpinan-pun mengerti akan kebutuhan dan keinginan-keinginan karyawan maka akan menghasilkan kinerja karyawan yang berpengaruh pula terhadap kinerja perusahaan.

Dalam skripsi ini terdapat tiga permasalahan yang dapat dikemukakan vaitu : pertama, Bagaimana kepuasan kerja karyawan PT TELKOM Cabang Boyolali?

antivirus paling bagus

Nov 19, 2022   //   by joseph   //   Blog  //  1 Comment

sudah bertahun-tahun dan sudah berpuluh-puluh antivirus saya coba dan dari sekian banyak antivirus yang pernah aku coba akhirnya saya memutuskan untuk memakai AVG dan atau nod32.

kelebihan antivirus ini adalah ringan dan lebih ampuh untuk membunuh berbagai macam virus. meskipun masih ada juga virus yang lolos dari deteksi, namun kedua antivirus diatas dalam hal membasmi virus mereka tetap memiliki prosentase lebih besar dibanding antivirus yang lain.

untuk download AVG silakan klik link di bawah ini :

AVG 8 (28 MB)

untuk download nod32 silakan klik link yang ini :

NOD 32 V.3 (27 MB)

Skripsi Manajemen dan Keuangan

Nov 17, 2022   //   by joseph   //   Blog  //  1 Comment

Analisis Kompetensi Finansial Perbankan (Kasus Bank-bank Go Publik di Indonesia)

abstraks:

The purpose of this research is to analyze banking health level, to analyze public banking map in Indonesia and their readiness to apply the Indonesian Banking Architecture. Data were collected from 25 annual reports of public banking in Indonesia for 2005. CAMEL method and Biplot analysis are used for data analysis. The result shows that 21 of all samples are in healthy bank category, three banks are in sufficiently and one bank is less healthy bank category. Biplot analysis showed that ROA has a positive correlation with LDR or CAR and NPL has a positive correlation with BDR or CAD. Negative correlation is showed by the correlation between ROA and NPL, BDR, or CAD and also between LDR or CAR and NCM or BOPO. Most banks have the same characteristic of financial ratio, except for BNI, Bank Ekspor Indonesia, and Bank Eksekutif Internasional. Generally, public banking in Indonesia are ready to apply the Indonesian Banking Architecture, especially the implementation of the first principal about minimum accomplishment and CAR of 8%. BASEL II can be implemented gradually from 2005 until 2012.

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK ASING

abstraks:

Bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Dari definisi tersebut memberikan tekanan bahwa bank dalam melakukan usahanya terutama menghimpun dana dalam bentuk simpanan yang merupakan sumber dana bank dan menyalurkan dana dalam bentuk kredit kepada masyarakat. Sehubungan dengan fungsi menghimpun dan menyalurkan dana, bank sering pula disebut sebagai lembaga kepercayaan. Terpeliharanya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank selain tergantung pada keahlian pengelolaannya, juga tergantung pada integritas mereka.
Dunia perbankan mempunyai peran penting dalam mewujudkan perekonomian suatu negara, terutama dalam memperlancar transaksi perdagangan baik nasional maupun internasional. Bahkan kehidupan dari dunia perbankan bila dikaitkan dengan kemajuan suatu negara adalah sangat relevan, terutama bila dilihat dari keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan produk dan jasa-jasa bank.
Dalam menghadapi situasi yang sangat ketat saat ini maka setiap bank perlu meningkatkan kinerja keuangannya dari waktu ke waktu. Karena hanya bank yang memiliki kinerja yang baik yang akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk menyimpan dan menempatkan sumber dana dari masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kondisi bank-bank yang berpusat di Eropa pada ratio-ratio tersebut masih lebih rendah dibandingkan bank-bank yang berpusat di Amerika, sehingga sebaiknya pihak manajemen bank-bank yang berpusat di Eropa melakukan upaya untuk meningkatkan kinerja keuangannya terutama pada Cash Ratio, APB dan CAR.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

ANALISA KELAYAKAN INVESTASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

abstraks:

Hasil penelitian dengan menggunakan analisa kelayakan invetasi, dilihat dari
aspek teknis, lokasi, pasar, keuangan, sosial, ekonomi dapat disimpulkan bahwa
CV. Bersaudara Jaya memberikan keuntungan bagi kehidupan perekonomian pada
umumnya. Hal ini dapat disimpulkan karena adanya keuntungan yang dirasakan
pengusaha, peningkatan kesempatan kerja, pemberdayaan masyarakat, pemerataan
kehidupan ekonomi, peningkatan penghasilan masyarakat, penghasilan
pemerintah melalui pajak atas usaha sehingga memudahkan realisasi dari tujuan
utama pemerintah yaitu peningkatan kesempatan kerja dan penanggulangan
kemiskinan. Secara umum kegiatan usaha tersebut layak untuk dilanjutkan, karena
hasil memperlihatkan angka diatas batas yang telah ditentukan.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah satu
fokus pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mencapai kesejahteraan.
Sedemikian pentingnya sektor perekonomian ini sehingga dalam setiap pembuatan
kebijakan harus mempertimbangkan segala aspek yang mungkin dapat
mempengaruhinya baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif (Saleh,
1986:1).
Menurut Rustian Kamaluddin (1999:159), pembangunan pada hakekatnya adalah
proses perubahan yang terus menerus yang menuju kearah perbaikan cita-cita yang

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK

abstraks:

MUHAMMAD ARDI. Analysis Factors Affecting The Financial Performances at Berdikari United Livestock Corporation. ( Supervised by A. Rakhaman Laba and Yansor Djaya).

The purposes of this reseach are : (1) to determine whether or not the amount of fixed assets, long term debt and equity in simultaneusly would affect the financial performances at Berdikari Livestock Limited; (2) to determine whether or not the amount of fixed assets, long term debt and equity, in partially would affect the financial performances at Berdikari Livestock Limited.

This reseach was undertaken at Bila Villages, Pituriase Sub Adistict, Sidrap Regency,. Metode of analysis used is quantitative descriptive by the use of secondary data including financial repots at Berdikari Livestock Limited during the priod 2000-2004.

This thesis also used the Letter of Rules arranged by the Minister of National Owned Firms No. 100/MBU/2002, furthermore the analysis also used multiple regression analysis.

The results indicated that based on the letters of rules by Minister of National Owned Firms, indicated that performances in average achieved 56,3 score (80,43%). The fixed assets, long term debt and equity, in simultateous way, have affected the Berdikari Livestock’s Financial Performances with the value of 0.019 for fixed assets. In partial way, the value indicated that the fixed assets contributed 0.019, long term with the value of 0.0807 and equity with the value of 0.0269 with  of 0.05.

MUHAMMAD ARDI. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan PT. Berdikari United Livestock (dibimbing oleh A. Rachman Laba dan Yansor Djaya)

skripsi matematika

Nov 15, 2022   //   by joseph   //   Blog  //  4 Comments

MASALAH PENJADWALAN JOB-SHOP MULTITUJUAN FUZZY DENGAN ALGORITMA GENETIKA

abstraks:

ob-shop scheduling problems (JSP) merupakan satu dari masalah penjadwalan mesin yang menentukan urutan proses operasi pada tiap mesin dengan tujuan meminimumkan waktu penyelesaian maksimum. Masalah penjadwalan job-shop melibatkan perubahan beberapa parameter yang tidak pasti sehingga lebih efektif jika mengenalkan logika fuzzy dan merumuskan masalah menjadi optimisasi fuzzy.
Untuk mendapatkan hasil penjadwalan yang optimal ( makespan minimum ) dengan banyaknya kemungkinan dan kombinasi solusi yang berkembang secara eksponensial seiring meningkatnya jumlah pekerjaan dan sumberdaya/mesin, maka lebih efektif digunakan algoritma genetika. Algoritma genetika merupakan proses yang menyerupai cara-cara terjadinya evolusi biologis. Algoritma genetika berusaha mendapatkan individu (solusi) terbaik dengan melakukan kombinasi diantara individu yang baik. Hasil operasi genetika akan diubah kembali menjadi sebuah jadwal yang mudah difahami oleh pengguna.

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah
Pada sebuah sistem produksi yang kompleks dapat terjadi penumpukan barang atau pekerjaan yang membentuk antrian panjang yang belum tentu dapat diselesaikan secara optimal. Sistem produksi yang melibatkan banyak mesin dan banyak proses dengan waktu yang bervariasi akan menemui banyak hambatan bila tidak ada metode penjadwalan yang tepat. Sistem yang tidak dapat bekerja secara efektif dan efisien, pada akhirnya dapat mempengaruhi proses produksi secara keseluruhan.

ANALISA PEMBAGIAN LAHAN REAL ESTAT DENGAN MEMANFAATKAN GOAL PROGRAMMING

abstraks:

Salah satu masalah yang dihadapi pengembang real estate adalah menentukan pembagian jumlah rumah yang dibangun sesuai tipe-tipenya di real estate. Inilah yang mendorong perusahaan real estate untuk mencari teknik pengambilan keputusan yang tepat.
PT. Panca Teja Sentana, selaku pengembang juga mengalami hal yang sama. Pembagian lahan dilakukan dengan cara mengira-ngira jumlah rumah yang akan dibangun sesuai tipenya. Memang apa yang dibangun pada tahun 2004, yaitu Taman Pondok Jati, telah mendatangkan keuntungan. Keuntungan yang diperoleh belum maksimal, sementara muncul masalah dengan banyak target. Perusahaan mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan.
Pada tugas akhir ini, penulis memanfaatkan goal programming untuk mengolah data pada real estate yang menghasilkan pembagian lahan yang sesuai dengan pembagian jumlah tipe-tipe rumah. Metode ini merupakan pemrograman tujuan ganda dan merupakan solusi yang dapat mencapai semuanya secara optimal pada waktu bersamaan berdasarkan kendala-kendala yang dimilikinya.
Keuntungan aktual yang didapat oleh PT. Panca Teja Sentana sebesar Rp. 2.252.000.000. Kemudian dari solusi optimal yang diperoleh, keuntungan tersebut mengalami kenaikan 1,5 % menjadi Rp. 2.285.000.000. Solusi optimal yang diperoleh tersebut yaitu jumlah rumah tipe 36 sebanyak 15 unit, tipe 45 sebanyak 28 unit, tipe 54 sebanyak 22 unit dan tipe 70 sebanyak 27 unit.

Kata kunci: goal programming, prioritas, target/goal.

1.1. LATAR BELAKANG

Pengambilan keputusan merupakan fungsi utama dari seorang manajer atau seorang pengusaha dalam suatu organisasi atau perusahaan. Seorang pengusaha atau manajer perusahaan kerap kali mengalami kebingungan dalam mengambil keputusan dari beberapa permasalahan. Akibatnya, lambat laun ia jatuh dalam keadaan tidak dapat mengambil keputusan untuk menentukan tujuan utama dari perusahaannya.

PENGENALAN POLA SIDIK JARI MANUSIA DENGAN METODE PROBABILISTIC NEURAL NETWORK (PNN)

Abstrak
Pengenalan sidik jari merupakan salah satu perkembangan teknologi biometrika yang digunakan untuk mengenali sidik jari manusia. Sidik jari telah terbukti cukup akurat, aman, mudah, dan nyaman bila dibandingkan dengan sistem biometrik yang lainnya seperti bentuk wajah, warna suara dan retina mata. Dalam penelitian ini metode yang digunakan sebagai proses pengenalan sidik jari adalah Probabilistic Neural Network (PNN). PNN dilihat dari cara pendekatannya merupakan metode pengklasifikasian pola yang menggunakan penggabungan secara statistik dan jaringan syaraf. tiruan. PNN memiliki 4 lapisan terdiri dari lapisan input, lapisan pola, lapisan penjumlahan dan lapisan keluaran.
Seperti dalam sistem jaringan syaraf tiruan lainnya, PNN memerlukan proses pelatihan (training) untuk sidik jari yang akan dikenali. Pola–pola sidik jari yang digunakan untuk proses PNN merupakan hasil dari FFT yamg berupa nilai spektrum. Keputusan diambil menggunakan keputusan Bayes berdasarkan nilai pada lapisan penjumlahan yang tertinggi.
Uji coba sistem dilakukan terhadap 9 orang dimana 4 pria dan 5 wanita. Setiap orang memiliki masing–masing 40 sampel yaitu 20 ibu jari tangan kanan dan 20 ibu jari tangan kiri. Dari data-data ini, 10 data sebagai digunakan untuk data training dan 10 data sebagai untuk data testing. Dilihat dari hasil uji coba yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa PNN sesuai dalam mengenali sidik jari. Hasil pengenalan sidik jari rata-rata bisa mencapai 81,67% dengan ukuran gambar diperkecil hingga 25% dari ukuran gambar asli, 91,39% dengan ukuran gambar diperkecil hingga 50% dari ukuran gambar asli, 92,5% dengan ukuran gambar diperkecil hingga 75% dari ukuran gambar asli dan 93,06% dengan ukuran gambar asli.

Kata Kunci : Biometrika, Probabilistic Neural Network (PNN), Fast Fourier Transform (FFT), spektrum, sidik jari.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Kebutuhan akan teknologi pengenalan karakteristik alami manusia semakin meningkat sangat cepat dalam beberapa dekade ini, seiring dengan bertambahnya kompleksitas dalam bidang keamanan dan kriminalitas. Untuk mengindentifikasi seseorang dapat dilihat dari ciri–ciri fisik karena setiap orang memiliki ciri–ciri yang unik dan tidak ada yang sama.

SELEKSI KARYAWAN PADA JABATAN TERTENTU MENGGUNAKAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) (STUDI KASUS PT. PLN )

Abstrak

Berkembangnya penemuan-penemuan baru dari pengembangan metode Soft Computing semakin mempermudah manusia dalam menyelesaikan permasalahan di berbagai bidang. Salah satu metode Soft Computing yang sering digunakan adalah ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System). ANFIS merupakan metode yang menggunakan jaringan syaraf tiruan untuk mengimplementasikan sistem inferensi fuzzy.
Keunggulan sistem fuzzy adalah dapat menerjemahkan pengetahuan dari pakar dalam bentuk aturan-aturan, namun biasanya dibutuhkan waktu yang lama untuk menetapkan fungsi keanggotaannya. Oleh sebab itu dibutuhkan teknik pembelajaran dari jaringan syaraf tiruan untuk mengotomatisasi proses tersebut sehingga dapat mengurangi waktu pencarian Hal tersebut menyebabkan metode ANFIS sangat baik diterapkan pada berbagai bidang [8].
Telah dibuktikan pada penelitian sebelumnya bahwa ANFIS dapat digunakan untuk prediksi curah hujan [5], pengenalan suara [9] dan lain-lain.. Dalam tugas akhir ini penulis ingin mengaplikasikan ANFIS dalam bidang sumber daya manusia. Tes masuk sebagai salah satu dari serangkaian tes untuk menyeleksi tenaga kerja sangat dibutuhkan bagi pihak manajemen sumber daya manusia (SDM). ANFIS akan dilatih dengan menggunakan algoritma Least Square Estimator pada arah maju dan Gradient Descent pada arah mundur untuk menentukan nilai akhir dan rangking dari tiap calon karyawan untuk memudahkan pemilihan calon karyawan.

Kata Kunci: ANFIS, Seleksi Karyawan, Least Square Estimator, Gradient Descent

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Sejak ditemukannya metode soft computing oleh Lotfi A Zadeh pada tahun 1992, perkembangan penelitian sebagai langkah lanjut terhadap teori tersebut telah menghasilkan penemuan – penemuan baru. . Soft computing merupakan koleksi dari beberapa metodologi dan merupakan pendekatan untuk melakukan komputasi dengan meniru akal manusia dan memiliki kemampuan untuk menalar dan belajar pada lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian dan ketidaktepatan [6].

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI KARYAWAN PADA JABATAN TERTENTU MENGGUNAKAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM

Abstrak

Berkembangnya penemuan-penemuan baru dari pengembangan metode Soft Computing semakin mempermudah manusia dalam menyelesaikan permasalahan di berbagai bidang. Salah satu metode Soft Computing yang sering digunakan adalah ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System). ANFIS merupakan metode yang menggunakan jaringan syaraf tiruan untuk mengimplementasikan sistem inferensi fuzzy.
Keunggulan sistem fuzzy adalah dapat menerjemahkan pengetahuan dari pakar dalam bentuk aturan-aturan, namun biasanya dibutuhkan waktu yang lama untuk menetapkan fungsi keanggotaannya. Oleh sebab itu dibutuhkan teknik pembelajaran dari jaringan syaraf tiruan untuk mengotomatisasi proses tersebut sehingga dapat mengurangi waktu pencarian Hal tersebut menyebabkan metode ANFIS sangat baik diterapkan pada berbagai bidang [8].
Telah dibuktikan pada penelitian sebelumnya bahwa ANFIS dapat digunakan untuk prediksi curah hujan [5], pengenalan suara [9] dan lain-lain.. Dalam tugas akhir ini penulis ingin mengaplikasikan ANFIS dalam bidang sumber daya manusia. Tes masuk sebagai salah satu dari serangkaian tes untuk menyeleksi tenaga kerja sangat dibutuhkan bagi pihak manajemen sumber daya manusia (SDM). ANFIS akan dilatih dengan menggunakan algoritma Least Square Estimator pada arah maju dan Gradient Descent pada arah mundur untuk menentukan nilai akhir dan rangking dari tiap calon karyawan untuk memudahkan pemilihan calon karyawan.

Kata Kunci: ANFIS, Seleksi Karyawan, Least Square Estimator, Gradient Descent

Aplikasi Analisis Komponen Utama Untuk Menentukan Variabel yang Berpengaruh Terhadap Citra Malang Town Square (MATOS)

abstraks:

Kata Kunci : Analisis Komponen Utama, Matriks Korelasi, Citra.

Analisis komponen utama sebagai salah satu bagian dari statistik yang dapat digunakan untuk memudahkan perusahaan mengambil keputusan dalam meningkatkan pelayanan yang akan diberikan kepada konsumen, karena analisis komponen utama dapat digunakan perusahaan untuk terfokus pada beberapa komponen utama saja dari banyak variabel yang mempengaruhi tingkat citra konsumen sehingga terbentuk citra yang bagus dalam benak para konsumen.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di pusat perbelanjaan Malang Town Square (MATOS), dengan sumber data menggunakan data primer yang dilakukan dengan membagikan angket kepada pengunjung Malang Town Square yang berisi 6 pertanyaan mewakili 6 variabel khusus.

Dengan metode analisis Komponen utama terbentuk dua komponen utama yaitu komponen utama pertama, besar koefisien variabel X1 (Tempat nyaman, bersih dan interior menarik), X2 (Kemudahan mencapai lokasi), X3 (Pelayanan personal baik), X4 (Kualitas produk baik) secara berurut adalah sebesar 0.499, 0.456, 0.360 dan 0.473 dengan skor/nilai variabel X1, X2, X3, X4 adalah 0.702, 0.641, 0.506 dan 0.665, keempat variabel ini masuk dalam komponen internal pembentuk citra MATOS. Komponen utama kedua, besar koefisien variabel X5 (Pilihan produk lengkap) dan X6 (Harga relatif mahal) secara berurut adalah sebesar -0.489 dan 0.659 dan skor/nilai sebesar -0.571 dan 0.768, dua variabel ini masuk dalam komponen eksternal pembentuk citra MATOS.
Keragaman total pembentuk citra MATOS pada komponen internal sebesar 32.98% dan pada komponen eksternal sebesar 22.62%, sehingga diketahui bahwa komponen internal adalah komponen yang paling dominan dan lebih berpengaruh terhadap pembentuk citra MATOS daripada komponen eksternal.

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

Aplikasi Analisis Komponen Utama Untuk Menentukan Variabel yang Berpengaruh Terhadap Citra Malang Town Square (MATOS)

abstraks:

Kata Kunci : Analisis Komponen Utama, Matriks Korelasi, Citra.

Analisis komponen utama sebagai salah satu bagian dari statistik yang dapat digunakan untuk memudahkan perusahaan mengambil keputusan dalam meningkatkan pelayanan yang akan diberikan kepada konsumen, karena analisis komponen utama dapat digunakan perusahaan untuk terfokus pada beberapa komponen utama saja dari banyak variabel yang mempengaruhi tingkat citra konsumen sehingga terbentuk citra yang bagus dalam benak para konsumen.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di pusat perbelanjaan Malang Town Square (MATOS), dengan sumber data menggunakan data primer yang dilakukan dengan membagikan angket kepada pengunjung Malang Town Square yang berisi 6 pertanyaan mewakili 6 variabel khusus.

Dengan metode analisis Komponen utama terbentuk dua komponen utama yaitu komponen utama pertama, besar koefisien variabel X1 (Tempat nyaman, bersih dan interior menarik), X2 (Kemudahan mencapai lokasi), X3 (Pelayanan personal baik), X4 (Kualitas produk baik) secara berurut adalah sebesar 0.499, 0.456, 0.360 dan 0.473 dengan skor/nilai variabel X1, X2, X3, X4 adalah 0.702, 0.641, 0.506 dan 0.665, keempat variabel ini masuk dalam komponen internal pembentuk citra MATOS. Komponen utama kedua, besar koefisien variabel X5 (Pilihan produk lengkap) dan X6 (Harga relatif mahal) secara berurut adalah sebesar -0.489 dan 0.659 dan skor/nilai sebesar -0.571 dan 0.768, dua variabel ini masuk dalam komponen eksternal pembentuk citra MATOS.
Keragaman total pembentuk citra MATOS pada komponen internal sebesar 32.98% dan pada komponen eksternal sebesar 22.62%, sehingga diketahui bahwa komponen internal adalah komponen yang paling dominan dan lebih berpengaruh terhadap pembentuk citra MATOS daripada komponen eksternal.

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

PEMBUKTIAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PENGGUNAAN PENDEKATAN KONSTEKTUAL PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA

abstraks:

Proses pengajaran akan lebih hidup dan menjalin kerjasama diantara siswa, maka proses pembelajaran dengan paradigma lama harus diubah dengan paradigma baru yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir, arah pembelajaran yang lebih kompleks tidak hanya satu arah sehingga proses belajar mengajar akan dapat meningkatkan kerjasama diantara siswa dengan guru, siswa dengan siswa maka dengan demikian siswa yang kurang akan dibantu oleh siswa yang lebih pintar sehingga proses pembelajaran lebih hidup dan hasilnya lebih baik. Pernyataan ini berdasarkan pendapat Johnson dan Smith (dalam Anita Lie, h. 5) bahwa, “Kegiatan pendidikan adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antar pribadi. Belajar adalah suatu proses pribadi, tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing masing orang berhubungan dengan yang lain dan membangun pengertian dan pengetahuan bersama”.
Berdasarkan pandangan diatas, maka permasalahan yang muncul adalah bagaimana upaya guru untuk meningkatkan hasil balajar siswa dengan pendekatan yang tepat. Salah satu pendekatan pembelajaran yang yang dapat meningkatkan kreativitas siswa adalah pendekatan kontektual. Dengan pendekatan kontekstual, siswa diarahkan untuk mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Melihat hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu penelitian ilmiah untuk menemukan sebuah alternatif pemecahan masalah dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran guna meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu solusinya yaitu dengan mengembangkan suatu pendekatan pembelajaran yang membuat siswa lebih senang dan lebih termotivasi untuk belajar.

Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data dan analisis data, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
Respon siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan konstektual rata-rata 78,8 % setuju, 4,55 % tidak setuju, 16,65 % tidak tahu, sedangkan respon siswa terhadap soal-soal dalam pembelajaran dengan pendkatan konstektual rata-rata 75 % setuju, 9,93 % tidak setuju, dan 15,07 % tidak tahu.
Beberapa kelemahan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan konstektual diantaranya tidak semua siswa mampu mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan sebab hampir setiap presentasi hanya ketua kelompoknya saja yang maju mempresentasikannya.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1 Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
Nana Sudjana dan Daeng Arifin (1989. h. 19) mengemukakan, “Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa belajar, mengajar adalah mengatur dan mengorganisasikan lingkungan yang ada disekitar siswa, sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan balajar”.

SUPER EDGE MAGIC LABELING pada Graph Ulat Model dengan Panjang n Titik

abstraks:

Kata kunci: graph, pelabelan, total sisi ajaib.

Pelabelan total sisi ajaib super (edge magic total labeling) pada suatu graph
(V, E) dengan order p dan ukuran q adalah fungsi bijektif f dari V È E ke himpunan
{1, 2, 3, …, p + q} sehingga untuk masing-masing sisi xy di G berlaku f(x) + f(xy) +
f(y) = k, dengan k konstanta. Pelabelan total sisi ajaib yang memetakan V ke {1, 2, …,
p} disebut pelabelan sisi ajaib super (super edge-magic labeling). Graph yang dapat
dikenakan pelabelan sisi ajaib super disebut graph sisi ajaib super. Pada karya tulis
ini akan dijelaskan bahwa graph ulat model “ ” dengan panjang n, untuk n
bilangan asli, adalah sisi ajaib super.

Saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah
sebagai berikut.
a. Kepada pembaca yang tertarik pada teori graph disarankan untuk melakukan
penelitian mengenai pelabelan super sisi ajaib pada jenis-jenis graph ulat lainnya.
b. Kepada pembaca yang tertarik pada teori graph disarankan untuk melakukan
penelitian mengenai pelabelan super sisi ajaib pada jenis graph yang lain.
c. Kepada pembaca, khususnya mahasiswa jurusan matematika yang tertarik pada
teori graph, disarankan untuk melakukan penelitian serupa yakni mengenai
pelabelan super sisi ajaib pada graph ulat model dengan panjang n, n
bilangan asli. Hal ini dilakukan karena pelabelan merupakan pengkonstruksian
fungsi, maka dimungkinkan peneliti yang lain menemukan rumus fungsi yang
lain sehingga graph ulat tersebut tetap super sisi ajaib.

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masalah pelabelan dalam teori graph mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an.

PENGEMBANGAN MODEL AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KENDALI

abstraks:

Makalah ini membahas pengembangan model audit sistem informasi berbasis kendali untuk mencegah terjadinya kegagalan sistem informasi guna menyelamatkan aset informasi, menjaga integritas data dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pencapaian tujuan suatu organisasi. Model ini dikembangkan berdasarkan konsep fungsional dan kendali sistem informasi dengan menggunakan sistem penilaian kualitatif berbasis standar manajemen mutu ISO 9001-2000.

Informasi merupakan salah satu sumber daya strategis suatu organisasi, oleh karena itu, untuk mendukung tercapainya visi dan misi suatu organisasi, pengelolaan informasi menjadi salah satu kunci sukses

MODEL MATEMATIKA SISTEM PERSEDIAAN DENGAN PENGADAAN DARURAT

abstraks:

Sistem persediaan dengan pengadaan darurat adalah sistem yang menerapkan dua macam pengadaan yaitu pengadaan regular yang mengikuti kebijakan base stock dan pengadaan darurat dengan waktu ancang lebih singkat tetapi dengan biaya tambahan lebih mahal.

Kami mengasumsikan biaya yang harus dibayarkan untuk kompensasi kekurangan persediaan lebih mahal dibandingkan dengan biaya pemesanan darurat. Variabel keputusan dari model adalah S (tingkat

Pages:12345678»