surfing dibayar + naikkan traffic
Bukan Sekedar Traffic Exchange
Surfing atau berselancar di internet memang menjadi kegiatan yang asik kalo dinikmati. Apalagi kalo surfing menghasilkan uang. Selain dapat informasi dari situs-situs yang kita kunjungi, setiap situs yang kita kunjungi juga akan memberi dampak keuntungan ganda. Bagaimana cara mendapat uang lewat internet sambil surfing saja?
Saya lupa sejak kapan ya saya jadi hobi surfing?
Mungkin sejak kegiatan ini tidak hanya memberi keuntungan berupa informasi dan wawasan, tapi juga uang dan arus pengunjung gratis ke situs kita.
Traffic Exchange
Kalau anda punya website atau blog, dan ingin mendapat pengunjung dengan mudah tanpa harus memikirkan strategi SEO ( Search Engine Optimization ), anda bisa memanfaatkan program ini untuk mendapat keuntungan bukan saja sekedar traffic exchange, melainkan juga uang.
Anda mungkin memiliki website atau blog yang di dalamnya terdapat link-link afiliasi / referral link untuk mempromosikan suatu produk atau jasa. Tentunya, dengan mengirim pengunjung ke situs affiliate merchant melalui referral link anda, maka anda akan mendapat komisi atas transaksi penjualan atau hanya sekedar “klik” iklan saja. Nah.., persoalan yang klasik dimiliki oleh para affiliate baru adalah soal “mendapatkan traffic ( arus pengunjung )”. Semakin banyak traffic, semakin banyak peluang melakukan penjualan dan menghasilkan uang lewat internet.
Traffic Exchange ini memberi kita kemudahan. Kita akan mengunjungi dan dikunjungi. Beda dengan strategi Link Exchange. Yaitu kita hanya memasang link situs seseorang di situs kita dan link kita di pasang di situsnya. Saat situs Anda dikunjungi dan link diklik, maka dia mendapat traffic gratis dari situs anda. Tapi belum tentu saat situsnya dikunjungi link anda diklik. Karena tempat atau posisi link anda di pasang mempengaruhi apakah link anda besar kemungkinan di klik atau tidak. Kalau link anda di pasang di pojok paling bawah halaman, atau di halaman yang ke sekian kali, atau warna tulisan dibikin sama dengan warna background halamannya, sudah tentu anda tidak akan mendapat klik satupun.
Traffic Exchange Menghasilkan Uang
Yang pasti dengan anda beraktivitas dalam traffic exchange, anda mendapat point credit yang terakumulasi dan bisa ditukar dengan uang / cash balance. Ditambah lagi saat situs anda juga dikunjungi orang lain, anda punya kesempatan menjual produk afiliasi anda dan mendapat uang / komisi penjualan.
Atau JIKA anda tidak punya situs, promosikan saja refrral link dari program afiliasi yang anda ikuti untuk bertukar traffic.
Jadi…, Anda tidak perlu memiliki sebuah website atau blog untuk mengikuti traffic exchange ini untuk mendapat uang. Gabung saja dan lakukan surfing, maka poin anda akan jadi cash balance yang bisa anda tarik sebagai penghasilan atas kegiatan online anda.
Berikut ini saya merekomendasikan program-program traffic exchange terbaik yang bisa menghasilkan uang dan BENAR-BENAR MEMBAYAR.
Sebelum saya jelaskan bagaimana anda bisa menghasilkan uang dari program ini, tentu Anda ingin tahu bagaimana Anda akan dibayar oleh mereka. Jadi, simak penjelasan singkat berikut;
Pembayaran bisa anda terima dengan e-gold. Beberapa program memberi kemudahan No Minimum Payout, artinya anda bisa ambil uang anda dalam jumlah terkecil. Biasanya sih $0.01.
Kalau anda tidak mengerti apa itu e-gold, saya akan coba jelaskan sedikit. E-gold adalah alat transaksi digital yang mudah dan cepat. Anda bisa menerima pembayaran kapan saja, dan mencairkan e-gold anda ke Rupiah, atau anda gunakan untuk berbisnis internet / bisnis online seperti forex atau e-gold investment lainnya.
Sudah siap dengan e-gold Anda ?
Mari baca berikut ini:
Traffic Exchange Yang Menghasilkan Uang
Tidak hanya arus pengunjung yang akan anda peroleh, melainkan juga pendapatan berupa cash yang akan masuk ke rekening e-gold Anda.

Feature:
- 1:1 Traffic Exchange. Anda mengunjungi satu situs, Anda juga mendapat kunjungan satu kali.
- Manual Surfing
- Free Membership
- 20 detik timmer
- No surfing limit! Bisa surfing spuas-puasnya untuk mendapatkan kredit poin yang lebih bayak
- Guaranteed 24 hours unique hits
- 5 levels referral program (10%-5%-3%-2%-1%), dapat uang lbih dengan membangun jaringan / downline
- Dapat uang untuk aktifitas anda ($0.30 untuk 1000 situs yang anda lihat)
- “Top Surfer” bonus setiap harinya
- Surfing and referral contests
- 50 free credits on sign-up (after you surf 50 sites)
- Promote your site with unlimited banners
- Convert earned credits to banner impressions
- Site listing in our directory
- Great anti-cheating protection
Ditambah lagi, Anda akan mendapat tambahan $0.10 Setiap downline anda yang mengunjungi 100 situs. Jika Anda punya 100 downline yang aktif suring setiap harinya, tidak hanya credit point yag akan banyak didapat, juga $300 gratis akan masuk ke e-gold Anda.
Uang anda bisa ditarik setelah mencapai minimum saldo $3. Program ini BENAR-BENAR MEMBAYAR dan sudah saya buktikan. Sekarang giliran anda membuktikannya!
Sebagai tambahan,
Manfaatkan program ini bukan hanya untuk mendapat uang secara online saja. Anda bisa mendaftar URL referral / affiliate link Anda untuk traffic exchange ini.
Dengan potensi mendapat kunjungan internasional, itu sangat bagus untuk mepromosikan produk / jasa ( link afiliasi Anda ). Mengingat orang di luar sana banyak duit dan terbiasa berbelanja secara online.
Jadi, yang perlu anda lakukan adalah 3 hal:
1. JOIN GRATIS
2. PASANG LINK AFFILIATE ANDA untuk bertukar traffic
3. SURFING SETIAP HARI UNTUK MENDAPATKAN DOLLAR GRATIS
Hanya itu.
skripsi pendidikan bahasa indonesia
ABSTRAK
KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA TAMAN ISLAM CIBUNGBULANG BOGOR.
Skripsi, Jakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, April 2007.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI SMA Taman Islam Cibungbulang Bogor. Penelitian dilakukan di SMA Taman Islam Cibungbulang Bogor pada bulan Januari – Maret 2007 dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMA Taman Islam sebanyak 166 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dan sampel penelitian sejumlah 50 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket kebiasaan membaca dan tes kemampuan membaca pemahaman.
Metode penelitian yaitu analisis korelasional. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi product moment, sehingga diperoleh hasil r hitung sebesar 0,619 lebih besar dari r tabel yakni 0,288 dengan batas signifikasi 5%. Dengan demikian hipotesis penelitian (H1) dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat dinyatakan bahwa terdapat korelasi yang positif antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA TAMAN ISLAM CIBUNGBULANG BOGOR
ABSTRAK
KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA TAMAN ISLAM CIBUNGBULANG BOGOR.
Skripsi, Jakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, April 2007.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI SMA Taman Islam Cibungbulang Bogor. Penelitian dilakukan di SMA Taman Islam Cibungbulang Bogor pada bulan Januari – Maret 2007 dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMA Taman Islam sebanyak 166 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dan sampel penelitian sejumlah 50 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket kebiasaan membaca dan tes kemampuan membaca pemahaman.
Metode penelitian yaitu analisis korelasional. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi product moment, sehingga diperoleh hasil r hitung sebesar 0,619 lebih besar dari r tabel yakni 0,288 dengan batas signifikasi 5%. Dengan demikian hipotesis penelitian (H1) dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat dinyatakan bahwa terdapat korelasi yang positif antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KARANGAN NARASI BERDASARKAN TEKS WAWANCARA OLEH SISWA KELAS I SMPN 1 KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGA
ABSTRAK
Penelitian yang berjudul “Kemampuan Mengembangkan Karangan Narasi Berdasarkan Teks Wawancara oleh Siswa Kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis, terutama mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif Teknik penelitian ini dilakukan dengan memberikan tugas mengarang narasi berdasarkan teks wawancara kepada siswa. Instrumen yang digunakan adalah petunjuk dan batasan mengarang narasi. Objek penelitian ini adalah karangan siswa yang dinilai dari aspek substansi dan aspek kebahasaan. Aspek substansi terdiri atas kemampuan menyusun kronologis dan kemampuan menyesuaikan isi narasi dengan teks wawancara. Aspek kebahasaan meliputi kemampuan menggunakan ejaan, diksi, kalimat efektif, dan paragraf. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya sebanyak 48 orang dari jumlah siswa kelas I sebanyak 190 orang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan mereka dalam mengembangkan karangan tersebut masih kurang. Dilihat dari segi persentase, siswa memperoleh nilai pada kategori sangat baik tidak ada, kategori baik 6 orang atau 12,5%, kategori cukup 10 orang atau 20,8%, kategori kurang 7 orang atau 14,5% dan sisanya 25 orang atau 52,0% sangat kurang. Adapun skor rata-rata yang diperoleh mereka adalah 45,39 dan dibulatkan menjadi 45. Dengan demikian kemampuan mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks wawancara oleh siswa kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya tergolong kurang.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang dan Masalah
Kemampuan berbahasa dalam KBK mencakup empat aspek penting, yaitu (1) keterampilan mendengar, (2) keterampilan berbicara, (3) keterampilan membaca, dan (4) keterampilan menulis. Kemampuan berbahasa ini berhubungan erat dalam usaha seseorang memperoleh kemampuan berbahasa yang baik. Berbagai usaha dilakukan untuk membina dan mengembangkan bahasa agar benar-benar memenuhi fungsinya.
KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KARANGAN NARASI BERDASARKAN TEKS WAWANCARA OLEH SISWA KELAS I SMPN 1 KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGA
Penelitian yang berjudul “Kemampuan Mengembangkan Karangan Narasi Berdasarkan Teks Wawancara oleh Siswa Kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis, terutama mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif Teknik penelitian ini dilakukan dengan memberikan tugas mengarang narasi berdasarkan teks wawancara kepada siswa. Instrumen yang digunakan adalah petunjuk dan batasan mengarang narasi. Objek penelitian ini adalah karangan siswa yang dinilai dari aspek substansi dan aspek kebahasaan. Aspek substansi terdiri atas kemampuan menyusun kronologis dan kemampuan menyesuaikan isi narasi dengan teks wawancara. Aspek kebahasaan meliputi kemampuan menggunakan ejaan, diksi, kalimat efektif, dan paragraf. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya sebanyak 48 orang dari jumlah siswa kelas I sebanyak 190 orang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan mereka dalam mengembangkan karangan tersebut masih kurang. Dilihat dari segi persentase, siswa memperoleh nilai pada kategori sangat baik tidak ada, kategori baik 6 orang atau 12,5%, kategori cukup 10 orang atau 20,8%, kategori kurang 7 orang atau 14,5% dan sisanya 25 orang atau 52,0% sangat kurang. Adapun skor rata-rata yang diperoleh mereka adalah 45,39 dan dibulatkan menjadi 45. Dengan demikian kemampuan mengembangkan karangan narasi berdasarkan teks wawancara oleh siswa kelas I SMPN 1 Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya tergolong kurang.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang dan Masalah
Kemampuan berbahasa dalam KBK mencakup empat aspek penting, yaitu (1) keterampilan mendengar, (2) keterampilan berbicara, (3) keterampilan membaca, dan (4) keterampilan menulis. Kemampuan berbahasa ini berhubungan erat dalam usaha seseorang memperoleh kemampuan berbahasa yang baik. Berbagai usaha dilakukan untuk membina dan mengembangkan bahasa agar benar-benar memenuhi fungsinya.
REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN TERMINAL (sebuah kajian Sosiopragmatik)
Tuturan berbahasa di lingkungan terminal kerap kali terdengar kasar. Kajian mengenai realisasi kesantunan berbahasa di lingkungan terminal ini tidak cukup hanya dengan menganalisis ragam bahasanya saja, tetapi perlu juga dari aspek sosiopragmatik dan respons para penutur bahasa Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan dirumuskan sebagai berikut. 1) Bagaimana realisasi kesantunan berbahasa di lingkungan terminal? 2) Apa sajakah ujud ragam bahasa yang tidak santun yang diucapkan oleh calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur? 3) Bagaimana penyimpangan prinsip kesopanan yang diucapkan oleh calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur? 4) Bagaimana persepsi penyimak bahasa yang berasal dari luar lingkungan terminal terhadap realisasi kesantunan berbahasa di lingkungan terminal?
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa para calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur di lingkungan terminal. Untuk mencari tahu ragam bahasa yang digunakan oleh calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur di lingkungan terminal. Mendeskripsikan penyimpangan prinsip kesopanan yang diucapkan oleh para calo, pedagang asongan, supir dan kondektur di lingkungan terminal dan mengetahui persepsi penyimak bahasa di luar lingkungan terminal terhadap kesantunan berbahasa para calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan kartu data. Sumber data penelitian ini adalah para calo, pedagang asongan, supir dan kondektur yang terdapat di lingkungan terminal Cicaheum Bandung dan terminal Harjamukti Cirebon. Data/korpus dalam penelitian ini adalah tuturan para calo, pedagang asongan, supir dan kondektur yang mengandung kata-kata kasar dan pelanggaran Prinsip Kesantunan Leech.
Hasil penelitian realisasi kesantunan berbahasa di lingkungan terminal menunjukkan bahwa tuturan para calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur yang ada di lingkungan terminal banyak yang melanggar Prinsip Kesantunan Leech. Pelanggaran yang paling dominan terjadi pada maksim kebijaksanaan. Ujud ragam bahasa di lingkungan terminal sangat tidak enak didengar, menyakitkan hati, bicara dengan kepahitan, olok-olok atau sindiran pedas dan mengandung celaan getir.
Mendengar kata pedagang asongan, supir, kondektur, dan calo mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Pedagang asongan adalah para pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di sekitar terminal dan di dalam bus-bus. Mereka selalu berupaya untuk menarik pembeli agar membeli dagangannya, yang kadang juga suka terlihat agak memaksa. Supir adalah para pengemudi bus atau angkot yang selalu terlihat di lingkungan terminal. Kondektur adalah orang yang membantu supir untuk menarik penumpang ke dalam angkot atau bus, sedangkan calo adalah perantara atau reseller.
BAHASA SAKRAL PADA UPACARA SEDEKAH LAUT DI MASYARAKAT NELAYAN CILACAP
ABTRAKS
(MAHMUD SAEFI)
NIP.131870585
Penelitian ini berlatar belakang bahwa di daerah Cilacap, ada tradisi kebudayaan, yaitu Gelar Budaya Tradisional Sedekah Laut, yang diselenggarakan oleh masyarakat nelayan Cilacap. Pada upcara tradisional ini digunakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi alat komunikasi yang digunakan oleh nelayan pada waktu upacara tradisional sangat berlainan dengan bahasa yang digunakan masyarakat pada umumnya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Bahasa Sakral pada Upacara Sedekah Laut di Masyarakat Nelayan Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seluk beluk serta Tradisi Gelar Budaya Tradisional Sedekah laut di Cilacap dan bahasa sakral yang digunakan pada upacara tradisional. Metode yang digunakan adalah studi literer, observasi dan wawancara dengan sejumlah tokoh nelayan dan masyarakat yang secara langsung terlibat dalam upacara tersebut.
Penelitian dilakukan di daerah nelayan yaitu di daerah Tritih, kecamatan Cilacap Utara. Dan dilaksanakan mulai tanggal 5 Februari 2006 sampai dengan 1 Juli 2006.
Kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah bahwa sedekah laut merupakan wujud syukur para nelayan Cilacap atas keselamatan dan limpahan rezeki berupa ikan dan hasil laut lainnya. Serta merupakan ajaran Sunan Kalijaga yang menyamar sebagai Santri Gudik agar nelayan selalu bersyukur. Bahasa Sakral yang digunakan berupa doa-doa, dialog-dialog serta gending-gending pada saat upacara sedekah laut.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa memegang peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahasa diperlukan untuk berkomunikasi, berinteraksi sosial dan melaksanakan aktivitas hidup lainnya.
Bahasa sebagai wahana berpikir dan berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat meliputi beberapa ragam bahasa yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungann masyarakat dimana ia tinggal, tingkat pendidikan, sikap penuturnya, jenis pemakaiannya dan bidang persoalan yang dibicarakan.
SKRIPSI KEDOKTERAN HEWAN
Perbandingan Jumlah Total Bakteri Ikan Tuna yg Dibandingkan Dlm Kombinasi Es&Garam Dapur Dgn Es&garam Beryodium
penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan jumlah total bakteri yang terdapat pada ikan tuna yang dibandingkan dalam kombinasi es dan garam dapur dengan es dan garam beryodium. sampel yang digunakan dalam penelitian ini 36 ekor ikan tuna jenis tongkol dengan berat berkisar 200-300 gram. ikan dibagi atas 3 perlakuan, yang masing-masing kelompok terdiri atas 12 ekor ikan dan dibagi lagi ke dalam 4 buah coolbox. untuk 4 kali pengamatan dengan jarak waktu pengamatan setiap 5 hari sekali. pada kelompok I ikan hanya dibandingkan dengan menggunkan kristal es. kelompok II ikan didinginkan dengan mrnggunakan kombinasi es dangaram beryodium. data penelitian dianalisis secara deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pendinginan ikan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium, jumlah koloni yang tumbuh hanya 23 koloni sampai hari kedua puluh. hasil ini menujukkan bahwa tidak melewati ambang batas 100 koloni per gram sesuai standart kesehatan internasional untuk pangan hasil laut yang masih layak dikonsumsi manusia. Dapat disimpulkan, kadar yodium yang terkandung dalam garam menambah efektivitas dalam menekan pertumbuhan bakteri pada ikan yang didinginkan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium.
kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pendinginan ikan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium menunjukkan penghambatan pertumbuhan bakteri yang maksimal sampai hari ke-20. Dengan kategori jumlah bakteri yang tumbuh masih di bawah normal.
Saran-saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan identifikasi untuk mengetahui jenis-jenis bakteri patogen yang terdapat pada ikan tuna yang disimpan dengan cara pendinginan.
SKRIPSI ILMU HUKUM
KONSEKUENSI YURIDIS DALAM HAL BANK GAGAL MENCAPAI MODAL INTI MINIMUM SEBAGAI IMPLEMENTASI ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA
Dengan memperhatikan tantangan dunia global, bank-bank di Indonesia dituntut untuk dapat bersaing tidak hanya dengan bank-bank nasional, tetapi bank-bank Indonesia harus siap berhadapan dan bersaing baik secara langsung maupun tidak langsung dengan bank yang berskala internasional. Untuk menghadapi itu, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Dalam Pilar satu API disyaratkan bahwa seluruh bank umum harus memenuhi Modal Inti minimum Rp. 100 miliar pada akhir tahun 2010. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis mengambil permasalahan dalam upaya hukum bank untuk mencapai pemenuhan Modal Inti minimum sebagai implementasi API, strategi BI dalam menciptakan dunia perbankan Indonesia berdasarkan Modal Inti minimum yang telah ditetapkan dalam API, serta konsekuensi yuridis yang akan didapatkan bank yang gagal mencapai Modal Inti minimum sesuai visi API.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini ialah melalui pendekatan yuridis normatif, yaitu suatu pendekatan dengan mengkaji, menguji dan menerapkan asas-asas hukum pada peraturan perundang-undangan yang berlaku ke dalam permasalahan yang terjadi pada kegiatan dunia perbankan, khususnya mengenai Modal Inti minimum bank. Spesifikasi penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif analisis berupa penggambaran, penelaahan dan penganalisaan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Tahapan penelitian terdiri atas penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa upaya-upaya hukum bank dalam hal mencapai pemenuhan Modal Inti minimum dilakukan secara organik dan penambahan modal dari para pemegang saham pengendali dan ini menunjukkan bahwa konsekuensi yuridis yang diinginkan bank adalah kemandirian. Di lain pihak BI mengeluarkan signal percepatan konsolidasi dan berbagai macam insentif dalam rangka konsolidasi perbankan dan ini menunjukkan konsekuensi yuridis yang diinginkan BI adalah merger atau konsolidasi. Konsekuensi yang sesuai dengan visi API adalah bagaimana agar dapat menciptakan suatu bank yang sehat dan kuat. Bank yang sehat dan kuat adalah bank yang memenuhi seluruh unsur kiteria tingkat kesehatan bank dan mampu untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal serta mampu untuk memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah negara berkembang yang saat ini sedang menjalankan pembangunan nasional. Pembangunan nasional merupakan suatu kegiatan untuk mencapai sasaran di masa depan yang menyangkut transformasi dari sikap dan cara-cara yang memperhatikan keseluruhan aspek kehidupan dalam keterkaitan serta implikasinya antara yang satu dengan yang lainnya (holistik), dengan menggunakan strategi dan pendekatan serta memperhatikan potensi dan peluang yang terbuka maupun permasalahan dan kendala-kendala yang menghadang.
Tinjauan Yuridis terhadap Penahanan atas Aung San Suu Kyi oleh Pemerintah Myanmar menurut International Covenant on Civil..
ABSTRAK
Aung San Suu Kyi merupakan tokoh politik Myanmar yang menjadi oposisi pemerintah Myanmar. Pada tanggal 29 Juli 1989 Aung San Suu Kyi ditahan oleh pemerintah Myanmar. Berkaitan dengan hal ini timbul permasalahan apakah penahanan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar terhadap Aung San Suu Kyi merupakan penahanan sewenang-wenang dan apakah tanggung jawab pemerintah Myanmar terhadap penahanan Aung San Suu Kyi. Penulisan ini menggunakan tipe penelitian normatif, dan sifat penelitiannya deskriptif. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, sedangkan pengambilan kesimpulan secara induktif. Dalam hukum HAM internasional, penahanan sewenang-wenang diatur di dalam DUHAM, ICCPR, dan Body of Principles. Dinyatakan dalam ICCPR Pasal 9 ayat (1), bahwa setiap orang berhak atas kebebasan dan keamanan pribadi, tidak seorang pun dapat ditangkap atau ditahan secara sewenang-wenang, tidak seorang pun dapat dirampas kebebasannya kecuali berdasarkan alasan atau sesuai dengan prosedur yang ditetapkan hukum. Pada kenyataannya pemerintah Myanmar tidak memberi alasan mengapa Aung San Suu Kyi ditahan dan Aung San Suu Kyi ditahan tanpa prosedur yang jelas. Dalam peristiwa penahanan Aung San Suu Kyi, pemerintah Myanmar terbukti melakukan banyak pelanggaran terhadap hak-hak individu Aung San Suu Kyi. Oleh karena itu, pemerintah Myanmar harus melepaskan Aung San Suu Kyi dari tahanan rumah dan melakukan judicial remedy serta rehabilitasi terhadap Aung San Suu Kyi.
(F) 15 buku(1986-2006), 1 artikel, 23 internet, dan 6 instrumen hukum.
(G) Andrey Sujatmoko S.H., M.H. ( )
(H) Handy Trinova ( )
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hak (right) adalah hak (entitlement). Hak adalah tuntutan yang dapat diajukan seseorang terhadap orang lain sampai kepada batas-batas pelaksanaan hak tersebut. Dia tidak mencegah orang lain melaksanakan hak-haknya. Hak-hak tersebut mungkin saja dilanggar tetapi tidak pernah dapat dihapuskan.
EKSISTENSI GRASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA
Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum. Undang-undang Dasar 1945 menetapkan bahwa Negara Republik Indonesia itu suatu negara hukum (rechstsaat) dibuktikan dari ketentuan dalam Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan Undang-undang Dasar 1945. Ide negara hukum, terkait dengan konsep the rule of law dalam istilah Inggris yang dikembangkan oleh A.V. Dicey. Tiga ciri penting setiap negara hukum atau yang disebutnya dengan istilah the rule of law oleh A.V. Dicey, yaitu: 1) supremacy of law; 2) equality before the law; 3) due process of law.
Dalam Amandemen Undang-undang Dasar 1945, teori equality before the law termaktub dalam Pasal 27 ayat (1) yang menyatakan “Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Teori dan konsep equality before the law seperti yang dianut oleh Pasal 27 (1) Amandemen Undang-undang Dasar 1945 tersebut menjadi dasar perlindungan bagi warga negara agar diperlakukan sama di hadapan hukum dan pemerintahan.
Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum. Undang-undang Dasar 1945 menetapkan bahwa Negara Republik Indonesia itu suatu negara hukum (rechstsaat) dibuktikan dari ketentuan dalam Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan Undang-undang Dasar 1945. Ide negara hukum, terkait dengan konsep the rule of law dalam istilah Inggris yang dikembangkan oleh A.V. Dicey. Tiga ciri penting setiap negara hukum atau yang disebutnya dengan istilah the rule of law oleh A.V. Dicey, yaitu: 1) supremacy of law; 2) equality before the law; 3) due process of law.
ANALISA HUKUM ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG
Transaksi pembiayaan konsumen kendaraan bermotor melibatkan tiga pihak. Pertama, kreditur selaku badan usaha yang melakukan pembiayaan pengadaan angsuran kebutuhan konsumen (motor atau mobil) dengan sistem pembayaran angsuran atau berkala. Kedua, debitur selaku nasabah yang menerima fasilitas pembiayaan dari kreditur guna pembelian kendaraan bermotor. Ketiga, dealer selaku perusahaan yang menyediakan barang kebutuhan konsumen (motor atau mobil) dalam rangka pembiayaan konsumen. Hubungan antara resiko dan asuransi merupakan hubungan yang erat satu dengan yang lain. Dari sisi manajemen resiko, asuransi malah dianggap sebagai salah satu cara yang terbaik untuk menangani suatu resiko. Dalam pasal 246 KUHD memberikan batasan perjanjian asuransi sebagai berikut : Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan meminta suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tertentu.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
EKSISTENSI KEBIJAKAN DAERAH YANG DEMKORATIS DALAM SISTEM PEMERINTAHAN YANG BERSIH BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME
Seiring dengan dilaksanakannya program otonomi daerah, pada umumnya masyarakat mengharapkan adanya peningkatan kesejahteraan dalam bentuk peningkatan mutu pelayanan masyarakat, partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam pengambilan kebijakan publik, yang sejauh ini hal tersebut kurang mendapat perhatian dari pemerintahan pusat. Namun kenyataannya sejak diterapkannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah sejak Januari 2001, belum menunjukkan perkembangan yang signifikan bagi pemenuhan harapan masyarakat tersebut.
Dalam era transisi desentralisasi kewenangan itu telah melahirkan berbagai penyimpangan kekuasaan atau korupsi, kolusi dan nepotisine (KKN) termasuk didalamnya bidang politik di daerah, KKN yang palin
Implementasi Peraturan Daerah Kota Palu Yang berorientasi bagi kepentingan masyarakat dalam menunjang otonomi daerah
Ratnawati Latief. The Implementasion Of Regional Regulation of Palu City Oriented for the community Interest in Supporting the Regional Autonomy (Under the supervision of muh. Guntur Hamzah and Muh. Yamin Nahar).
This research aimend at finding out if regional regulations, especially tax and original contribution related to original real income have fulfilled the criteria for creating proper regional regulation. By looking at the requirements of creating a regional regulation starting from the preparation of regional regulation up to the legitimating and regulating the regional paper of Palu City. Method used in thus thesis writing was normative study with the stressing on normative juridical approsch, that was an approach based on the regulations. The result of this research shaw that the regional regulations of Palu City was regenerally arranged based on the community vision and mission without preceded by the arrangement of academic text and the community did not involve directly in the making of the draft of regional regulations, especially those related to tax or retribution in which the community became the subject/object of it. As the result, the arranged regional regulations have not reffered fully to requirements of making Palu City that have been cancelled by the central government.
TANGIS DAN SENYUM DI HARI TERAKHIR
Seseorang yang masih muda suka sekali untuk mengingat hari ulangtahunnya dan menunggu datangnya hari itu, serta bersemangat untuk merayakannya, karena mereka berpikir bahwa usia mereka semakin bertambah dan mereka tidak akan dianggap sebagai anak kecil lagi. Tetapi tidak demikian dengan sebagian orangtua atau yang merasa sudah mulai tua, biasanya mereka tidak suka untuk mengingat, bahwa umurnya sudah semakin bertambah karena itu bisa berarti bahwa jatah waktu hidup nya atau kontraknya di dunia yang fana ini sudah semakin berkurang.
Itulah sebabnya, ada kata-kata puitis berkata : “Aku mau hidup seribu tahun lagi”, tetapi pada kenyataannya, tidak ada orangpun yang, sekarang bisa hidup dengan jangka waktu selama itu. Yang lebih mencemaskan lagi adalah bahwa tidak banyak orang yang tahu dengan pasti, bagaimana mereka akan melalui kehidupan jatah hidupnya di dunia ini habis, itulah sebabnya banyak orang yang menghindar ketika hal-hal seperti ini ditanyakan kepada mereka. Pada umumnya, mereka akan menjawab itu urusan nanti yang penting yang sekarang ini dapat saya lewati, atau yang lain berkata : yah moga-moga saja saya menikmati keadaan yang baik di surga sana.
Sesungguhnya ada dua hal yang akan dialami oleh setiap orang ketika jatah hidupnya di dunia ini habis seperti tertulis dalam Matius 25:45-46 : Maka Ia akan menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” Inilah tipe orang yang akan menangis selama-lamanya, yaitu orang-orang yang tidak termasuk dalam kategori sebagai orang benar. Mereka ini adalah seperti orang-orang yang hidup pada zaman nabi Nuh, dimana mereka tidak perduli sama sekali dengan peringatan nabi Nuh akan datangnya banjir besar, dan perlunya menyediakan kapal yang besar untuk menyelamatkan diri. Firman Tuhan menyatakan dalam Lukas 17:26-27 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
Seperti orang-orang yang hidup pada zaman nabi Nuh, yang merasa tidak perlu menyediakan kapal yang besar untuk menyelamatkan diri dari banjir yang besar yang akan datang, yang bisa membinasakan mereka, demikianlah keadaan orang-orang pada zaman sekarang ini. Bagi mereka yang paling penting adalah makan, seks, membeli atau menjual, menanam atau membangun. Mereka tidak memperdulikan keselamatan akan jiwa mereka, dan ketika Yesus Kristus datang untuk menyediakan keselamatan bagi mereka, mereka-pun tidak perduli, bahkan menganggap apa yang di lakukan oleh Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia itu adalah suatu kebodohan.
Memang dahulu kitapun seperti apa yang Tuhan katakan dalam I Korintus 1:18: “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” Yang berarti bahwa orang yang tidak mau percaya dan mengikut kepada salib Kristus maka mereka pasti akan masuk ke neraka, tetapi bagi orang yang akan masuk surga pastilah dan akan percaya bahwa salib Kristus itu adalah kekuatan Allah dan tertulis juga dalam 2 Korintus 4:3 4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Yesus Kristus disalibkan bukan karena kesalahan yang Dia buat, sebab hakim yang mengadili Yesus Kristus pada waktu itu yaitu Pilatus berkata dalam Yohanes 18:38 “Aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya.” Tetapi mungkin kita terus bertanya mengapa Yesus Kristus mau disalibkan? Tidak mampukah Yesus yang bisa memelekkan orang buta, membangkitkan yang mati, membuat orang lumpuh bisa berjalan itu, melepaskan diri dari salib?. Sebenarnya suatu hal yang terlalu mudah bagi Yesus untuk melepaskan diri dari salib, tetapi kalau itu Dia lakukan, maka Di akan gagal dalam mengemban misiNya datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan manusia.
Sebab Yesus tahu tahu persis bahwa tujuan atau misiNya datang ke dalam dunia ini adalah untuk menyerahkan diriNya demi selamatan manusia seperti yang Dia sampaikan sebelum penyalibanNya kepada para muridNya. Paling sedikit 3 kali Dia menyampaikan tentang hal ini, yaitu tertulis dalam Lukas 9:22-27; Lukas 9:43; Lukas 18:31-34; ayat-ayat ini memberi bukti bahwa Yesus tahu kalau Dia harus mengalami penderitaan dan mati di salib di Yerusalem, tetapi Yesus tidak berusaha melarikan diri ke kota yang lain, bahkan Dia berjalan menuju kesana. Semuanya itu Yesus lakukan supaya di dalam Yesus kita dibenarkan oleh allah seperti tertulis di dalam 2 Korintus 5:21. “Dia yang tidak mengenal dosa telah di buatnya menjadi dosa, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”.
Selain itu mereka yang akan menangis pada hari terakhir adalah mereka yang disebut sebagai orang-orang yang jahat seperti tertulis dalam Matius 25:41-43: “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kirinya: Enyahlah dari hadapanku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika aku lapar, engkau tidak memberi aku ketika Aku haus kamu tidak memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing kamu tidak memberi Aku tumpangan, ketika Aku telanjang kamu tidak memberi Aku pakaian, ketika Aku sakit dan dalam penjara kamu tidak melawat ku. “Mereka itu adalah orang-orang yang kelihatannya beribadah atau memberi tetapi imannya mati. Itu berarti mereka mengaku mengenal Allah, tetapi tidak punya kasih kepada sesama.
Ketika orang lain tidak sepaham dengan dia, maka orang tersebut disakiti, di cemooh, bahkan merusak tempat-tempat ibadah orang lain. Firman Tuhan mencatat bahwa bangsa ini memuliakan Aku dengan bibir-nya pada hal hatinya jauh dari padaKu. Percuma mereka beribadah kepadaku. Sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah mansusia. Tertulis dalam kitab Yesaya 29:13 bagaimana supaya kita tidak menangis di hari terakhir? yang penting dan yang pertama ialah: kita harus membuka hati untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat kita dan yang kedua kita harus pastikan bahwa kita punya iman yang hidup kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat kita, dengan dibuktikan bahwa kita memiliki kasih yang tulus kepada sesama, dan itulah orang-orang yang akan tersenyum pada hari terakhir nanti, seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada orang-orang “percaya” di hari terakhir nanti. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya, mari hai kamu yang diberkati oleh BapaKu terimalah kerjakan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan (Matius 25:34).













