skripsi ekonomi pembangunan

Aug 6, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  1 Comment

STRUKTUR, PERILAKU, DAN KINERJA INDUSTRI KAOS DI JALAN SURAPATI-P.H.H MUSTOPA KOTA BANDUNG

ABSTRAK

Nama : Hendra Iskandar
Judul : Struktur, perilaku, dan kinerja industri kaos di jalan surapati-P.H.H Mustopa kota bandung.

Industri kaos merupakan salah satu industri yang sangat potensial dan dapat memberikan pendapatan yang cukup besar bagi pemiliknya dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dalam tiga tahun terakhir jumlah unit usaha kaos di jalan Surapati-P.H.H Mustopa cenderung meningkat rata-rata sebesar 6,54%. Bertambahnya jumlah unit usaha tentunya dapat berdampak pada tingginya persaingan. Persaingan yang dirasakan oleh industri kaos masih sangat ketat, indikasi ini terlihat dari tingkat persaingan harga diantara para produsen. Maraknya tawaran dengan potongan harga sampai 50% untuk jenis kaos tertentu yang memiliki kualitas bahan relatif baik menunjukkan bahwa persaingan dalam merebut pembeli sangat tinggi. Melihat adanya persaingan dalam usaha kaos di daerah tersebut, maka menjadi penting untuk memperkukuh struktur industri kaos agar dapat bersaing dengan industri lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk struktur, perilaku dan kinerja industri kaos di jalan Surapati-P.H.H Mustopa Bandung. Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif untuk menggambarkan, menganalisis, dan menarik kesimpulan tentang objek yang diteliti berdasarkan pada data yang diperoleh dari lokasi penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar industri kaos Suci berbentuk pasar persaingan sempurna. Hal ini terlihat dari jumlah pelaku usaha industri kaos suci banyak, dengan jenis produk yang homogen serta hambatan untuk masuk industri mudah dan tingkat penguasaan pasar yang rendah. Sedangkan perilaku industrinya adalah persaingan monopolistik, hal ini terlihat dari strategi harga yang hanya bersifat penyesuaian dan strategi promosi yang lebih memfokuskan pada persaingan non-harga yang ditunjukan untuk membangun nama merek. Sementara itu kinerja industri kaos di dilihat dari indikator efisiensi adalah sedang dan keuntungan yang diperoleh pelaku usaha normal.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan industri kecil termasuk industri rumah tangga yang bersifat informal merupakan bagian dari perkembangan industri dan ekonomi nasional secara keseluruhan. Industri kecil mempunyai peranan yang strategis dalam hal pemerataan penyebaran lokasi usaha yang mendukung pembangunan daerah, pemerataan kesempatan kerja, menunjang ekspor non migas serta melestarikan seni budaya bangsa (Safnita, 2003 : 203).

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 1984-2003

abstraks:

Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tumbuh 4,1 %, meningkat
dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang tercatat sebesar 3,7 %. Seluruh
komponen permintaan tumbuh positif, sehingga kontribusi komponen –
komponen tersebut dalam pertumbuhan ekonomi juga meningkat (Tabel 2.1).
pertumbuhan ekonomi masih dimotori oleh konsumsi. Sementara investasi
dan ekspor, walaupun mulai menunjukkan pertumbuhan positif, namun
perannya sebagai penggerak perekonomian relatif masih terbatas.
Pertumbuhan Ekonomi di negara Indonesia, tidak dapat dilepaskan
dari perubahan-perubahan yang terjadi pada sistem perekonomian dunia.
Liberalisasi perdagangan dan globalisasi ekonomi telah mempercepat laju
pertumbuhan negara-negara tersebut. Perubahan tersebut yang disertai
teknologi dan telekomunikasi telah mendorong berkurangnya hambatan-
hambatan lalu lintas barang dan modal antar negara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam
jangka panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting
yang dialami dunia hanya dua abad belakangan ini, dan oleh Simon Kuznets,
seorang ahli ekonomi terkemuka di Amerika Serikat yang pernah memperoleh
hadiah Nobel dinyatakan bahwa, proses pertumbuhan ekonomi tersebut
dinamakannya sebagai Modern Economic Growth. Dalam periode tersebut,
dunia telah mengalami perkembangan pembangunan yang sangat nyata

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

abstraks:

Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tumbuh 4,1 %, meningkat
dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang tercatat sebesar 3,7 %. Seluruh
komponen permintaan tumbuh positif, sehingga kontribusi komponen –
komponen tersebut dalam pertumbuhan ekonomi juga meningkat (Tabel 2.1).
pertumbuhan ekonomi masih dimotori oleh konsumsi. Sementara investasi
dan ekspor, walaupun mulai menunjukkan pertumbuhan positif, namun
perannya sebagai penggerak perekonomian relatif masih terbatas.
Pertumbuhan Ekonomi di negara Indonesia, tidak dapat dilepaskan
dari perubahan-perubahan yang terjadi pada sistem perekonomian dunia.
Liberalisasi perdagangan dan globalisasi ekonomi telah mempercepat laju
pertumbuhan negara-negara tersebut. Perubahan tersebut yang disertai
teknologi dan telekomunikasi telah mendorong berkurangnya hambatan-
hambatan lalu lintas barang dan modal antar negara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam
jangka panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting
yang dialami dunia hanya dua abad belakangan ini, dan oleh Simon Kuznets,
seorang ahli ekonomi terkemuka di Amerika Serikat yang pernah memperoleh
hadiah Nobel dinyatakan bahwa, proses pertumbuhan ekonomi tersebut
dinamakannya sebagai Modern Economic Growth. Dalam periode tersebut,
dunia telah mengalami perkembangan pembangunan yang sangat nyata

Pengaruh konsumsi dan investasi terhadap PDB

abstraks:

Produk domestik bruto merupakan hal yang sangat penting didalam suatu negara, karena PDB dapat mengukur kesejahteraan suatu bangsa. Oleh karena itu penting rasanya untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhinya.
Menurut teori terdapat empat faktor yang mempengaruhi PDB, yaitu konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan net export. Selain itu terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi keempat faktor diatas, seperti tingkat harga, tingkat suku bunga, money supply, inflasi, nilai tukar antar negara.
Makalah ini berupaya mencari tahu apakah terdapat hubungan yang simultan (dua arah) antara konsumsi, investasi dengan PDB. Dengan menggunakan data kuartalan Indonesia periode tahun 2000 sampai 2005, didapatkanlah hasil bahwa terdapat hubungan simultan antara konsumsi dan investasi dengan PDB. Tidak lupa ditambahkan Variabel lag dengan maksud menambah keakuratan.

A. Latar Belakang
Produk domestik bruto (PDB), adalah pendapatan total dan pengeluaran total nasional atas output barang dan jasa dalam periode tertentu. PDB ini dapat mencerminkan kinerja ekonomi, sehingga semakin tinggi PDB sebuah negara, dapat dikatakan semakin bagus pula kinerja ekonomi dinegara tersebut. Karena begitu pentingnya peran PDB di dalam suatu perekonomian, maka perlu kiranya untuk menganalisa faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi PDB

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERJANGKA PADA BANK UMUM DI INDONESIA

abstraks:

Abstract
This research has a purpose to provide empirical evident about factors that affect
interesr rate of deposit. The examined factors on this research are financial ratio and
macroeconomic variables. The factors that are examined on this research are CAR
(Capital Adequacy Ratio), ROA (Return On Assets), LDR (Loan to Deposit), inflation,
liquidity of economic and growth of economic.The samples consist of 139 bank. The
statistic method used to test on the research hypothesis is multiple regression. The
result show that Return On Assets (ROA), Loan to Deposit (LDR) and inflation is a
significant variables in determinant interst rate of deposit.

Keywords: interst rate of deposit, capital adequacy ratio, return on assets, loan to
deposit.

PENDAHULUAN
Krisis moneter yang dimulai dengan merosotnya nilai rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian, termasuk perbankan.
Inflasi merupakan salah satu dampak dari terjadinya krisis ekonomi berkepanjangan
yang melanda suatu negara. Inflasi adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan hargaharga
secara tajam (absolute) yang berlangsung secara terus-menerus dalam jangka
waktu yang cukup lama yang diikuti dengan semakin merosotnya nilai riil (intrinsik)
mata uang suatu negara (Tajul Kahalwaty, 2000 : 5).

PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH DAN EKSPEKTASI INFLASI TERHADAP INFLASI IHK

abstraks:

Inflasi merupakan salah satu penyakit dalam sebuah perekonomian yang dialami oleh suatu Negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang. Beberapa penyebab inflasi yaitu kondisi nilai tukar rupiah yang mempengaruhi pembentukan ekspektasi masyarakat terhadap tingkat inflasi IHK.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisa pengaruh nilai tukar rupiah dan ekspektasi inflasi terhadap Inflasi IHK di Sulawesi Utara Tahun 1997-I sampai tahun 2005-IV.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

PENGUJIAN KAUSALITAS GRANGER ANTARA NILAI TUKAR, SUKU BUNGA DEPOSITO DAN HARGA SAHAM DI LIMA NEGARA ASEAN SEBELUM DAN SESUDAH K

abstraks:

Pengujian Kausalitas Granger Antara Nilai Tukar, Suku Bunga Deposito dan Harga Saham di Lima Negara Asean Sebelum dan Sesudah Krisis Periode 1995.1 – 2004.6
+135 halaman ; 30 tabel ; 17 grafik ; 14 lampiran; 2005

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antar nilai tukar, suku bunga deposito dan harga saham periode 1995.1 – 2004.6 di lima negara anggota Asean yang terkena pukulan krisis keuangan Asia yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini bersifit kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mendapatkan penggambaran deskriptif tentang perubahan nilai tukar, perubahan suku bunga deposito dan perubahan harga saham di masing-masing negara. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji kausalitas granger dua arah.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam periode sebelum krisis keuangan Asia 1997, hanya Indonesia, Filipina dan Thailand yang menunjukan hubungan kointegrasi antara ketiga variabel. Sementara itu pada periode setelah krisis tidak ditemui adanya hubungan kointegrasi untuk semua negara. Ditemukan bahwa arah kausalitas seringkali menunjukan hit and run behaviour dan berganti arah seiring dengan lag periode yang dipilih. Hal ini mengimplikasikan perlunya kehati-hatian dalam menginterpretasikan hasil dari kausalitas granger.

Kata kunci : Nilai tukar, Suku bunga deposito, Harga saham, Kausalitas, Asean, Krisis
PENGUJIAN KAUSALITAS GRANGER ANTARA NILAI TUKAR, SUKU BUNGA DEPOSITO DAN HARGA SAHAM DI LIMA NEGARA ASEAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS MONETER PERIODE 1995.1 – 2004.6

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN DAN INVESTASI SWASTA DI INDONESIA PERIODE 1984-2003

abstraks:

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN DAN INVESTASI SWASTA DI INDONESIA PERIODE 1984-2003

jurusan ekonomi pembangunan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri (foreign debt) dan Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

ABSTRACT

Indonesia, as a development country, has a good economic growth in 1990’s. It shows by increasing of GDP year by year, stabilization of inflation, etc. But since 1997’s crisis economic in Asia’s countries, Indonesia’s economic growth had been decrease. It affected the monetary sector and real sector, and added again with progressively the amount of foreign debt of Indonesia so that effect of Rupiah rate which progressively weaken because foreign debt of Indonesia altogether in the form of US Dollar.
This paper will analyze the foreign debt, also foreign capital investment, on the economic growth of Indonesia. By using the OLS model on Indonesia yearly data from 1986-2005 and confirm the significant of these independent variable as the factors that affected the economic growth of Indonesia.
Foreign debt and foreign capital investment represent the way of able to be gone through by government in overcoming deficit of national saving utilize to push the national development to get the good economics growth.
Pursuant to things told above, Writer try to study the problem of economic growth in Indonesia in its relation with the foreign debt and foreign capital investment (PMA) by lifting title “Analysis Influence of The Foreign Debt and Foreign Capital investment (PMA) to Economic Growth of Indonesia”.

Keywords: GDP, economic growth, foreign debt, foreign capital investment.

ABSTRAK

Indonesia, sebagai negara sedang membangun, memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus di tahun 1990-an. Ini ditunjukkan dengan peningkatan GDP tahun per tahun, stabilitas inflasi, dan sebagainya. Tetapi sejak tahun 1997 krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan. Itu berakibat pada sektor moneter dan sektor riil, dan ditambah lagi dengan semakin meningkatnya jumlah utang luar negeri Indonesia sebagai akibat dari nilai tukar rupiah yang semakin terus menurun karena utang luar negeri Indonesia seluruhnya dalam bentuk Dollar Amerika.
Tulisan ini akan menganalisa pengaruh utang luar negeri dan penanaman modal asing, terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan menggunakan model kuadrat terkecil (OLS) data tahunan yang diperoleh dari tahun 1986-2005 dan yang mana menghasilkan variabel independen yang berpengaruh nyata dan siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Utang luar negeri dan penanaman modal asing merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia guna mengatasi defisit tabungan nasional yang mana dapat mendorong pembangunan nasional untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang baik.
Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan diatas, Penulis mencoba untuk membahas masalah pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam hubungannya dengan utang luar negeri (foreign debt) dan penanaman modal asing (PMA) dengan mengangkat judul “Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri (Foreign Debt) dan Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”.

Kata kunci: GDP, pertumbuhan ekonomi, utang luar negeri, penanaman modal asing.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

analisis faktor2 produksi perusaan genteng pres dijetis desa klepu kecamatan ceper kabupaten klaten tahun 2007

abstraks:

Penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Produksi Perusahaan Genteng Pres di Jetis Desa Klepu Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten Tahun2007” dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi perusahaan genteng pres di Jetis Desa Klepu Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten tahun 2007.
Metode analisis yang digunakan adalah model persamaan regresi liniear berganda. Agar hasil estimasi yang valid dilakukan pengujian, kriteria asumsi klasik dan statistik.
Pengujian asumsi klasik untuk heteroskedastisitas tidak ada masalah dalam pengujian. Tapi dalam pengujian asumsi klasik yang multikoliniearitas ditemukan penyimpangan yaitu terjadi pada upah tenaga kerja dan biaya bahan baku. Hal ini tidak begitu berarti dan model ini bisa digunakan untuk estimasi.
Berdasarkan uji aotokorelasi yang digunakan uji Durbin-Watson dan dalam persamaan tidak dapat disimpulkan karena tidak lolos uji autokorelasi
Berdasarkan uji t, menunjukan bahwa upah tenaga kerja dan bahan baku berpengaruh (signifikan) terhadap produksi genteng pres, sedangkan pengeluaran biaya transportsi dan biaya pembakaran tidak berpengaruh terhadap produksi genteng pres.
Berdasarkan uji F, secara bersama-sama variabel independen (upah tenaga kerja, pengeluaran biaya transportasi, biaya pembakaran, biaya bahan baku) berpengaruh terhadap produksi genteng pres. R2 menunjukan variasi variabel dependen (produksi genteng pres) dapat dijelaskan oleh variabel independen (biaya tenaga kerja, pengeluaran biaya transportasi, biaya pembakaran, biaya bahan baku) sebesar 79,6%, sedangkan sisanya 20,4% dijelaskan oleh variabel bebas lain diluar model.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kondisi perekonomian yang terus meningkat di Indonesia ini semakin meningkat sehingga memunculkan penganguran yang cukup banyak di Indonesia. Tetapi jumlah penduduk yang banyak bukan masalah jika didukung dengan ekonomi negara yang dapat dapat menyerap pertumbuhan angkatan kerja, sebab penduduk yang besar berfungsi juga sebagai tenaga kerja. Di satu sisi adalah faktor produksi yang dapat neningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB) dan satu sisi lainya adalah konsumen yang akan menyerap hasil output yang dihasilkan.

PERBANDINGAN PROFITABILITAS DALAM PENGGUNAAN BIJI JARAK PAGAR DAN KELAPA SAWIT SEBAGAI KONSUMSI ENERGI ALTERNATIF

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara profitabilitas kelapa sawit dan jarak pagar sebagai sumber energi alternatif dengan menggunakan pendekatan: deskripsi kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan metode multi period PAM (Policy Analysis Matrix) dari kedua komoditas tersebut dengan perhitungan rasio – rasio untuk mengukur keunggulan komperatif dan kompetitif.
Penelitian ini mengukur dampak intervensi dari kebijakan pemerintah dan menemukan aspek keunggulan komparatif dari produksi BioFuel dari Sawit dan Jarak Pagar terhadap BBM bumi atau fosil karena lebih kecilnya kemungkinan fluktuasi harga BioFuel dari keduanya akibat gejolak harga pasar dunia.Pada aspek keunggulan kompetitif keduanya sama, namun dari segi financial, social opportunity cost dan aspek teknis sawit lebih mahal dibandingkan jarak, mengingat Jarak Pagar tergolong tanaman non pangan. Pada kebijakan ini juga dapat menentukan seberapa besar sumberdaya yang harus dialokasikan untuk berbagai program dan pengembangan serta kegiatan yang berkaitan dalam pengembangan biofuel ini. Analisis aspek kebijakan menemukan bahwa mekanisme proteksi untuk input maupun output biofuel ternyata tidak efisien karena mengakibatkan rendahnya harga privat dibanding social meningkatkan daya saing industri dalam negeri, pemerataan pembangunan juga memperkuat ketahanan nasional

Kata Kunci : Biofuel, Energi, Kebijakan

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

PENGARUH KONSUMSI DAN INVESTASI TERHADAP PDB

abstraks:

Produk domestik bruto merupakan hal yang sangat penting didalam suatu negara, karena PDB dapat mengukur kesejahteraan suatu bangsa. Oleh karena itu penting rasanya untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhinya.
Menurut teori terdapat empat faktor yang mempengaruhi PDB, yaitu konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan net export. Selain itu terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi keempat faktor diatas, seperti tingkat harga, tingkat suku bunga, money supply, inflasi, nilai tukar antar negara.
Makalah ini berupaya mencari tahu apakah terdapat hubungan yang simultan (dua arah) antara konsumsi, investasi dengan PDB. Dengan menggunakan data kuartalan Indonesia periode tahun 2000 sampai 2005, didapatkanlah hasil bahwa terdapat hubungan simultan antara konsumsi dan investasi dengan PDB. Tidak lupa ditambahkan Variabel lag dengan maksud menambah keakuratan.

A. Latar Belakang
Produk domestik bruto (PDB), adalah pendapatan total dan pengeluaran total nasional atas output barang dan jasa dalam periode tertentu. PDB ini dapat mencerminkan kinerja ekonomi, sehingga semakin tinggi PDB sebuah negara, dapat dikatakan semakin bagus pula kinerja ekonomi dinegara tersebut. Karena begitu pentingnya peran PDB di dalam suatu perekonomian, maka perlu kiranya untuk menganalisa faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi PDB.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI SWASTA DI INDONESIA

abstraks:

Dalam pembangunan ekonomi negara-negara sedang berkembang, penggangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah.

Keadaan di negara-negara sedang berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sangggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada

Leave a comment




HOSTING MURAH