PERBUATAN DOSA TERBESAR MANUSIA

May 14, 2024   //   by joseph   //   Blog  //  1 Comment

Sebuah alkisah menceritakan : di sebuah negeri besar yang kaya ada seorang Raja tua yang sangat baik dan mencintai rakyatnya, pada suatu hari dia ingin memberikan “anugerah” kepada beberapa orang dinegerinya, maka menyamarlah dia menjadi seorang rakyat biasa, dengan baju compang camping bagaikan seorang pengemis, berjalanlah dia dari desa ke desa, dan berkatalah dia bahwa, dia akan menganugerahkan beberapa rumah di komplek belakang istananya, namun begitu banyak orang yang tidak mau percaya kepadanya karena raja tersebut seperti rakyat biasa. Hingga satu hari ada seorang pemuda bekas narapidana yang menolong Raja tua yang sedang menyamar tersebut ketika sedang dipukuli oleh orang banyak. Dan akhirnya “pemuda yang mau percaya” inilah yang walaupun seorang bekas narapidana, dialah yang mendapatkan anugerah dari rajanya tersebut. Ketika itulah baru orang-orang yang tidak mau percaya itu menyesal, mengapa mereka “tidak mau percaya akan anugerah dari raja yang menjadi manusia/ rakyat biasa tersebut.

Seperti juga yang tertulis di dalam kitab Kejadian pasal 6 dan 7 Perjanjian Lama, “Nuh” seorang nabi Allah suatu hari mendapatkan perintah dari Allah bahwa oleh karena dunia sudah rusak dan penuh dengan kekerasan dan kejahatan, maka Allah minta agar Nuh membuat sebuah bahtera besar di atas sebuah gunung pada sore malam harinya Nuh memberitahukan kepada semua orang, bahwa agar semua orang ikut dengan Nuh naik ke bahteranya karena; “setelah bahtera itu jadi,Allah mendatangkan air bah (banjir) selama 40 hari 40 malam sehingga segala yang ada di bumi akan mati binasa” tetapi ternyata tidak ada orang yang mau percaya kepadanya, padahal pemberitaan kabar keselamatan (Injil) tersebut sudah disampaikan oleh Nuh kepada semua orang, “Ternyata orang-orang yang mendengar tentang apa yang Nuh sampaikan malah mentertawakan Nuh, bahkan sebagian menganggap Nuh itu sudah sinting; karena mana ada orang yang membuat bahtera di atas gunung? maka akibatnya, sesuai firman Allah tidak banyak orang yang diselamatkan (hanya Nuh dan keluarganya).

Dalam Injil Yohanes 14:1-2, Yesus berkata: “Janganlah gelisah hatimu; pcrcayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu, di rumah Allah Bapaku banyak tempat tinggal, jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadaMu, sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”. Yang berarti kita harus percaya kepada Allah tetapi juga harus percaya kepada Yesus, mengapa Yesus berkata begitu? Karena memang Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, Dialah satu-satu nya nama yang datangnya dari sorga seperti tertulis dalam Injil Yohanes 3:13 “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain daripada Yesus yang telah turun dari sorga dan menjadi manusia, karena Yesus memang adalah satu-satunya Juru Selamat manusia sedunia; seperti yang tertulis dalam Hosea 13:4 tetapi Akulah Tuhan Allah mu sejak di tanah Mesir, engkau tidak mengenal Allah lain kecuali Aku, dan tidak ada Juru Selamat lain selain Aku”. Juga kitab Yesaya 43:10-12 juga mencatat demikian; “sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk dan sesudah Aku tidak akan ada lagi, Aku, Akulah Tuhan Allahmu dan tidak ada Juru Selamat lain selain dari padaKu, Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan, mengabarkan, dan bukannya Allah asing yang ada diantaramu”. Dari ayat-ayat Firman Tuhan tersebut, jelas bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan hanya Yesuslah satu-satunya Juru Selamat manusia sedunia ini. Namun apa yang terjadi sekarang ini? Seperti cerita Nuh tersebut di atas ternyata begitu banyak orang yang tetap tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan satu-satunya Juru Selamat manusia, Mengapa? Karena seperti cerita Raja yang jadi rakyat jelata, maka banyak sekali orang yang tidak mau percaya, karena pikirnya mana mungkin orang yang seperti pengemis itu adalah seorang raja? Demikian pula banyak orang yang tidak mau percaya kepada Yesus, pikirnya mana mungkin Allah menjadi manusia? Bukankah Allah itu adalah roh, suci, zat yang tidak berbentuk? Orang tidak berpikir bahwa bukankah Allah kita adalah Allah yang Maha besar? Allah yang Maha Kuasa, Allah yang Maha dahsyat Allah yang Maha Bijaksana? Allah yang Maha Adil?

Maka kalau kita mau berpikir bahwa Allah kita adalah Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa berarti Allah bisa kapan saja dan dimana saja menjadi manusia, yaitu untuk menolong manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, dan karena upali dosa adalah maut/ neraka yang kekal. Juga kita harus mau berpikir bahwa Allah kita Maha Adil dan Maha Bijaksana maka kita pasti akan percaya bahwa untuk menyekmatkan manusia, Allah haruslah melakukan penyelamat manusia tersebut pula secara konstitusional, kerana pada zaman Perjanjian Lama manusia yang berdosa mencoba menghapuskan dosanya dengan jalan memberikan korban darah domba/ lembu jantan yang tidak bercatat, seperti tertulis (Ibrani 9:22) “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut penumpahan darah tidak ada pengampunan”. Padahal darah lembu jantan dan darah domba mengahapus dosa manusia seperti tertulis dalam (Ibrani 10;4) Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa (Ibrani 10:11) Maka oleh karena itu Allah rela diriNya menjadi manusia dan mati dikayu salib,darahNya tercurah untuk semua orang yang mau percaya kepadaNya seperti tertulis dalam Ibrani 9:28 : “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”

Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia”, yang berarti Yesus Kristus lahir ke dunia hingga mati dikayu salib dan darahNya untuk mengkuduskan semua dosa manusia, dan cukup hanya satu korban saja yaitu korban darah anak domba Allah yang tidak bercacat, yaitu dengan matinya Yesus Kristus dan darahNya tercurah di kayu salib untuk mengkuduskan semua dosa manusia yang mau percaya kepadaNya, bahkan suatu saat Yesus Isa Almasih akan datang kembali sebagai Imam Mahdi / Hakim Adil.

Dalam kitab Nabi Hosea pasal 3:6 Firman Tuhan berkata : “UmatKu binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau, ayat ini menjelaskan bahwa setiap orang yang tidak mau mengenal Allah dalam Yesus pasti akan binasa”, juga dalam Injil Yohanes 3:18 ditulis demikian “Barangsiapa percaya kepada-Nya (Yesus Kristus, Isa Al-Masih), ia tidak akan dihukum (berarti akan masuk sorga); tapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman (berarti akan masuk sorga), sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Ini jelas bahwa ayat-ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa barangsiapa tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan menjadi Juru Selamat satu-satunya manusia sedunia, berarti telah melakukan dosa yang terbesar atau dapat dikatakan bahwa : “tidak percaya” adalah perbutan dosa terbesar manusia.

Leave a comment





× Chat WA kami