SKRIPSI TEKNIK MESIN

Aug 17, 2008   //   by admin   //   Uncategorized  //  No Comments

PERANCANGAN ALAT PEMBALIK SLAB DENGAN MEMANFAATKAN CRANE MAGNET SEBAGAI TENAGA PENGGERAK

ABSTRAK

Dalam proses penanganan akhir slab, slab perlu dibersihkan kedua sisi permukaannya dan diperiksa cacat permukaan. Kedua sisi slab yang akan dibersihkan, diperlukan proses pembalikan slab.

Cara pembalikan slab yang lama mengunakan crane magnet, dimana slab yang akan dibalik dengan cara dimiringkan oleh crane kemudian slab dilepaskan. Pada saat slab dilepaskan dari crane, bangunan pabrik bergetar, baut-baut rel over head crane menjadi kendur dan slab menjadi rusak akibat benturan yang keras dengan tanah. Untuk menghindari kerusakan atau ganguan akibat cara pembalikan yang dilakukan sekarang, maka di lakukan “Perancangan Alat Pembalik Slab”

Alat yang dirancang memanfaatkan crane magnet sebagai alat penggeraknya sehingga dalam perancangan ini menjadi lebih ekonomis dikarenakan beberapa alasan yakni :
> Dari segi ekonomi alat hasil perancangan ini mempunyai keungulan yaitu, tidak memerlukan biaya yang mahal untuk membeli penggerak yang baru dan pembuatan kontruksi alat ini dapat dikerjakan di workshop sendiri, material yang digunakan terdapat dilokasi tempat kerja.
> Dari sisi maintenance alat ini tidak memerlukan perawatan yang intensif karena disain alat ini sangat sederhana.
Dari hasil perhitungan gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat slab adalah sebesar 181.996 kN dan gaya yang dibutuhkan untuk menurunkan slab sebesar 57.0924 kN.

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah
PT. Krakatau Steel didirikan pada tanggal 31 Agustus 1970, dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No.35 tahun 1970 tentang Penyerahan Modal Negara RI untuk pendirian Perusahaan Perseroan (Persero). PT.Krakatau Steel adalah perusahaan milik negara, pada tahun 1979 dengan Keppres No.39 PT. Krakatau Steel dikukuhkan sebagai pusat pengadaan baja nasional dengan dibangunnya pabrik-pabrik yang menjadi unit produksi di PT. Krakatau Steel, salah satunya adalah Slab Steel Plant (SSP).

PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PRESS TOOLS UNTUK PRODUK METAL GASKET SUZUKI SMASH

ABSTRAK
Kendaraan bermotor merupakan salah satu produk yang padat dengan teknologi canggih yang mana jumlah komponennya tidak kurang dari 40.000 sampai 50.000 komponen untuk mobil dan kira-kira 12.000 komponen untuk sepeda motor. Gasket merupakan komponen yang selalu digunakan dalam mesin yang fungsinya menutup rongga atau celah antara dua permukan bagian mesin. Pembuatannya menggunakan mesin press dengan Punch & Dies atau Matras. Ada beberapa tipe dies dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemilihannya didasarkan pada bentuk dari produk yang akan dibuat.
Dalam pembuatan gasket silinder head Suzuki Smash ini, pilihan yang tepat adalah dengan menggunakan Compound Dies. Proses yang digunakan adalah blanking, pierching dan embossing. Pemilihan Dies ini didasarkan pada kepraktisan proses pembuatan produknya, serta relative lebih murahnya biaya pembuatan dies, dibandingkan tipe yang lain.
Selain dari pada itu pada produk metal gasket silinder head Suzuki Smash ini memiliki perbedaan dengan gasket pada mesin sepeda motor merek lain, perbedaan tersebut terlihat dengan adannya alur atau nat pada permukaan gasketnya. Individual dies memerlukan lebih dari satu dies. Progressive Dies walaupun menggunakan satu dies saja tetapi menggunakan lebih dari satu stasiun. Oleh karena itu dalam proses pembuatan produk ini keduanya memperpanjang waktu pengerjaan produk dan memperbesar biaya pembuatan dies.
Untuk perencanaan dan pembuatan Dies ini proses pengerjaannya meliputi pengaturan geometri dan strip lay-out, mengetahui kapasitas mesin press, besar gaya pemotongan, clearance, dimensi punch, dimensi dies dan alat penunjang yang digunakan. Material gasket adalah plat paduan aluminium dengan tebal 0.4 mm.

Kata Kunci : Compound Dies, Piercing, Blanking, Embossing, Nat, Clearance.

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

“ ANALISA PENGARUH WAKTU TAHAN TERHADAP BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE PACK CARBURIZING

abstraks:

Baja karbon rendah adl material yg dlm penggunaannya kebanyakan sbg bahan dr kontruksi umum. Krn baja karbon rendah mempunyai keuletan yg tinggi dan mudah dimachining, tetapi kekerasannya rendah dan tdk tahan aus. Hal ini dpt diatasi dgn merubah sifat2 material yg tersedia yaitu dgn proses perlakuan panas.
Sdgkan perlakuan panas adl cara yg plg umum digunakan utk merubah sifat2 tersebut. Perlakuan panas bkn tujuan umum dr kontruksi tetapi hanya merupakan sarana utk mencapai ekonomi yg lbh baik. Dgn mengalami proses perlakuan panas maka akan diperoleh sifat2 mekanis yg kita inginkan spt kekerasan bertambah, tahan aus dan lain2. Perlakukan panas yg salah dpt menimbulkan kerugian.
Salah satu cr dgn menggunakan pengerasan permukaan yaitu dgn proses Karburasi. Karburasi adl salah satu proses perlakuan panas utk mendapatkan kulit yg lbh keras dr sebelumnya.
Dr uraian diatas, mk dpt diketahui bahwa baja karbon rendah tdk lbh dr 0,25%C yg dlm penggunaannya kebanyakan sbg kontruksi umum, dgn mengalami proses perlakuan panas diharapkan memperoleh sifat2 yang diinginkan seperti kekerasan bertambah, tahan aus, dan lain2.
Proses penelitian perlakuan panas yg penulis lakukan dgn material baja karbon rendah, yg mana setelah dilakukan uji spektrometer, material tersebut mempunyai kadar karbon 0,07%C.
Pada proses perlakukan panas ini suhu pemanasan adalah 875 C, bahan bubuk karbon 60% dan Barium Karbonat 40% sebagai energizer yg mempercepat proses, waktu penahanan adalah 15 menit, 30 menit, dan 50 menit dgn media pendinginan adl oli SAE 20–50.
Setelah dilakukan proses perlakuan panas dari material tersebut, mk dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian spektrometer di Balai Latihan Kerja Industri Surabaya. Adapun hasilnya adl kekerasan tertinggi adl material yg mengalami proses perlakuan panas dgn penahanan waktu paling lama yaitu 50 menit. Dan kadar karbon paling tinggi dari hasil difusi diperoleh dari material yg mengalami proses penahanan waktu paling lama.
Dari data hasil pengujian mekanik kekerasan dan metallography dpt ditarik suatu kesimpulan bahwa dgn perlakuan panas didapatkan material yg mempunyai kekerasan tinggi pd permukaannya dan masih lunak pd bagian dalamnya.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Pendahuluan
Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jamanpun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia bertambah maju maka bidang teknologipun ikut berkembang sangat pesat dengan harapan segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan baik.

PENGARUH HASIL PENGELASAN LISTRIK DAN ASETELIN PADA PELAT BAJA ST 37 TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO

abstraks:

Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian atau lebih dengan menggunakan energi panas. Pengelasan dengan busu listrikmerupakan salah satu jenis proses pengelasan yang sering djumpai karena pelaksanaannya cukup sederhana, fleksibel dan tidak memerlukan peralatan yangmahal. Pengelasan asetilin diperoleh lewat proses reaksi kimia dalam bentuk gas. Pada umumnya prose pengelasan jenis ini banyaknya dipergunakan pada bengkel las besar atau kecil.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelat baja St 37, dengan pengelasan listrik dan asetilin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekerasan, kekuatan tarik, dan struktur mikro. Benda uji untuk uji tarik 8 buah, sedangkan untuk kekerasan dan uji metalografi masing-masing 1 buah.
Dari hasil pengujian yang dilaksanakan, diperoleh data-data yang menunjukkan bahwa benda uji yang dilas asetilin pada daerah lasan mempunyai nilai rata-rata kekerasan yang tinggi, dibanding dengan yang menggunakan las listrik, rata-rata pada daerah lasan untuk las asetilin 46,4 HRA, untuk las listrik yaitu 45,3 HRA. Hasil uji tarik pada las listrik adalah 34,12 kg/mm2, sedangkan pasa las asetilin yaitu 21,33 kg/mm2. Untuk metalografi pada las listrik terlihat bahwa besar butiran struktur mikronya lebih halus dari pada las asetilin.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan zaman yang disertai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat dewasa ini menciptakan era globalisasi dan keterbukaan yang menuntut setiap individu untuk ikut serta didalamnya, sehingga sumber daya manusia harus menguasai IPTEK serta mampu mengaplikasikannya dalam setiap kehidupan.

DESAIN DAN KENDALI PROTOTIPE ROBOT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RODA TRACKING

ABSTRAK
Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan membuat MALPRAX; sebuah prototipe mobile robot dengan tracking-wheels untuk memadamkan api. Dalam pembahasannya dibahas mengenai simulasi pemadaman api dan analisa perhitungan baik dari segi kinematik mobile robot, jauh semprotan air pemadam api, dan efisiensi pemakaian daya power suplai dengan kaitannya pada torsi motor yang digunakan. Robot ini memiliki sistem full automatic dalam melaksanakan tugasnya, karena telah diberikan artificiall inteligence.

ABSTRACT
The goal of this paper was designed and made MALPRAX; a prototipe of mobile robot with tracking wheels that used for firefigthing. The discussion discuss about firefigthing simulation and the analize of calculation for kinematic mobile robot, the distance of waterflow from firefighter, and the efficiency of power supply energy that used for motor torque. This robot had full automatic system during the mission, tough had given an artificiall inteligence.

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mobile Robot merupakan salah satu jenis robot yang sangat digemari sekarang ini. Berbagai institusi berlomba dalam riset pengembangan jenis robot ini. Baik mobile robot yang memiliki sistem kendali manual, semi-automatic bahkan yang full-automatic.

Proses Pengelasan pada Bengkel konstruksi Divisi Produksi Unit Produksi Jakarta II

abstraks:

Teknik Mesin
DJULKIFLI20499235
Proses pengelasan kontruksi kapal divisi produksi Di PT.DOK & Perkapalan
kodja bahari.
P.I Teknik mesin,Fakultas Teknologi industri,Universitas gunadarma,2006
Kata kunci : Proses pengelasan
( X + 55 + Lampiran )
Teknologi pengelasan merupakan suatu proses untuk menyambung atau
menggabungkan dua material logam menjadi satu.
Pada masa sekarang ini perkembangan teknologi pengelasan sudah semakin
modern,dengan tersedianya jenis-jenis teknik/cara-cara pengelasan yang
bermacam-macam yang diantaranya akan saya bahas dipenulisan ilmiah.
Teknologi pengelasan mempunyai peranan penting dalam perkembangan
teknologi perindustrian,contohnya : teknologi kontruksi,tegnologi
automotif,perkapalan dan sebagainya.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
P a da zaman sekarang ini yang t6eknologi berkembang dan modern, kapal laut
merupakan alat transportasi yang murah untuk menghubungkan masyarakat, barang dan
jasa dari sustu negara kenegara yang lain, dari pulau yang satu kepulau yang lainya.
Dinegara-negara yang sudah maju dalam perindustrianya, industri perkapalan sangatlah
dibutuhkan untuk membuat kapal-kapal barang dan tanker untuk membawa hasil-hasil
industri yang tidak bias dibawa oleh transportasi lain, karena biaya yang sangat besar dan

Leave a comment




HOSTING MURAH