SKRIPSI TEKNIK SIPIL

Aug 17, 2008   //   by admin   //   Uncategorized  //  No Comments

TINJAUAN PEMISAH ARAH PERMANEN

ABSTRAKSI

Untuk menunjang pertumbuhan ekonomi sosial dan politik diperlukan adanya prasarana dasar, yang salah satunya adalah sarana transportasi atau jalan.
Seiring dengan kemajuan zaman dan pertumbuhan diberbagai aspek kehidupan, dari sini dapat kita simpulkan yakni terjadi peningkatan arus lalu lintas pada jalan-jalan pekotaan yang mengakibatkan bertambahnya permasalahan-permasalahan lalu lintas.
Untuk mengoptimalkan fungsinya, jalan harus memiliki kinerja yang standar dan direncanakan. Jalan S.Parman merupakan bagian dari jalan utama yang ada di kota Banjarmasin yang mana aktivitas di daerah jalan ini cukup besar. Selain itu pula ruas jalan ini merupakan jalur transportasi darat yang digunakan masyarakat bila hendak masuk dan keluar kota Banjarmasin ke kabupaten lain (Marabahan) ataupun ke propinsi tetangga (Kalimantan Tengah).
Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa arus lalu lintas pada jalan S. Parman setelah adanya pemisah arah, sehingga dapat diketahui seberapa besarnya pengaruh pemisah arah terhaadap kapasitas jalan. Berdasarkan perhitungan didapat bahwa Derajat Kejenuhan akan menjadi lebih kecil bila menggunakan pemisah arah dibandingkan dengan tidak menggunakan pemisah arah.Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan bagi pengelola dan pemakai jalan, agar dapat lebih meningkatkan kinerja jalan S. Parman sebagai jalan perkotaan, maupun sebagai jalur transportasi antar kota.

B A B I

P E N D A H U L U A N

UMUM
Dengan semakin majunya perkembangan pembangunan saat ini, kebutuhan akan penggunaan jalan amatlah penting. Baik untuk masyarakat yang berada di perkotaan maupun di pedesaan, terlebih dalam pemenuhan perekonomian masyarakat itu sendiri yang nantinya diharapkan dapat menciptakan keselarasan dan kesejahteraan masyarakat sehingga negara kita dapat maju dan dapat tercapainya tujuan pembangunan itu sendiri.

ANALISIS PENENTUAN AKSES JALAN MASUK DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER MENGGUNAKAN METODE PEMBEBANAN LALU LINTAS

abstraks:

AN ANALYSIS OF DECISION OF ENTRANCE ACCESS IN UNIVERSITY OF JEMBER BY USING TRAFFIC ASSIGNMENT METHOD

By:
Nanin Meyfa Utami – NIM. 041910301001

Advisor :
Sonya Sulistyono, ST., MT. and Akhmad Hasanuddin, ST., MT.

ABSTRACT
The main entrance gate serving as one of UNEJ identities, which is not easily seen, is one of the poor aspects resulting from UNEJ accessibility. A previous research carried out by Hidayah (2006) using the decision support system analysis with reference to three circulation patterns included in the “Master Plan UNEJ 2005-2015” states that the second alternative (i.e. three entry accesses) is the choice of community. In view of reason, this research was conducted by technically analyzing available circulation patterns in UNEJ campus. Such technical analysis was an investigation of traffic assignment in UNEJ campus roads for each circulation pattern by referring to the four-stage transportation models (e.i. Trip Attraction, Trip Distribution, Mode Split, and Trip Assignment), whereas the method of Unlimited Analogy was used to analyse the model of movement distribution. By means of CONTRAM, it was possible to analyse the three alternatives by examining indicators of traffic theory regarding its output. The second alternative was an ideal choice for UNEJ campus accessibility that was indicated by the lowest V/C ratio of 0,083 out of the three alternatives and the number of vehicles traveling around the campus, i.e. 394 vehicles/our.

Key word: traffic assignment, V/C ratio, main entrance

BAB.1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

ANALISA CACAT CORAN DAN SIFAT MEKANIS PADA PRODUK CORAN SPRING SEAT ( DUDUKAN PER / PEGAS DAUN )

ABSTRAK

Dengan banyaknya komponen-komponen mesin yang pembuatannya dilakukan dengan proses pengecoran, maka diperlukan teknologi pengecoran yang dapat menghasilkan produk coran yang memenuhi standar yang ditetapkan. Pengecoran adalah suatu proses pembuatan produk dengan cara mencairkan logam dan menuangkannya kedalam cetakan kemudian dibiarkan membeku.
Pada penelitian ini dilakukan analisa mengenai sebab-sebab terjadinya cacat-cacat pada produk Spring Seat. Kemudian dilakukan pengujian-pengujian untuk mengetahui sifat mekanisnya, yang meliputi : pengujian komposisi kimia, pengujian kekerasan (Vickers) dan pengujian metalografi.
Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa cacat-cacat permukaan yang dilihat dari foto-foto hasil dari pengujian metalografi adalah cacat lubang jarum, cacat rongga penyusutan, cacat inklusi pasir. Nilai kekerasan tertinggi adalah 218 VHN pada daerah A dan nilai kekerasan terendah adalah 212 VHN pada daerah A, B, dan D. dan mempunyai struktur mikro yaitu ferit yang berwarna putih (lebih terang) dan perlit berwarna hitam (gelap). Komposisi kimia yang telah distandarkan dengan hasil pengujian tidak melampaui batas yang ditentukan sehingga komposisi kimianya telah memenuhi syarat yang distandarkan.

BAB V
PENUTUP

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap baja cor Spring Seat maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Baja cor Spring Seat yang digunakan adalah baja karbon rendah dengan kadar karbon kurang dari 0.2 % dengan beberapa unsur pemadu dalam jumlah kecil untuk meningkatkan kekuatan dan keuletan.

Pengaruh gradasi udara pada campuran aspal

abstraks:

Perubahan gradasi pada agregat dalam hal ini persentasi gradasi sangat berpengaruh terhadap kriteria Marshall khususnya rongga udara dalam campuran (Void In Mix / VIM) dan oleh karena itu perbedaan komposisi gradasi akan menghasilkan nilai-nilai kriteria Marshall yang berbeda pula.
Sasaran yang diteliti adalah pengaruh dari perubahan variasi gradasi terhadap kriteria Marshall khususnya nilai VIM ditinjau terhadap campuran aspal panas jenis AC-BC. dengan menggunakan agregat dari sumber yang sama.
Rancangan campuran yang dibuat terdiri dari lima variasi gradasi agregat gabungan. Untuk menentukan variasi gradasi agregat gabungan dilakukan dengan cara coba-coba (trial and error) yang mengabaikan batas-batas titik kontrol dan daerah larangan (Restriction Zone) yang disyaratkan oleh Dep. Prasarana dan Permukiman Wilayah (spesifikasi 2003)
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap nilai VIM maka didapat nilai VIM yang memenuhi hanya pada variasi 1 dan variasi 2 pada kadar aspal 5%, variasi 3 pada kadar aspal 5% sampai dengan 6%, untuk dibawah lengkung fuller variasi 4 pada kadar aspal 7% sedangkan lainnya tidak memenuhi. Gradasi yang berada diatas lengkung fuller memiliki nilai VIM yang kecil sedangkan gradasi yang berada dibawah lengkung fuller menghasilkan nilai VIM yang besar.
Jadi perubahan gradasi agregat gabungan sangat berpengaruh terhadap VIM.

Perubahan gradasi pada agregat dalam hal ini persentasi gradasi sangat berpengaruh terhadap kriteria Marshall khususnya rongga udara dalam campuran (Void In Mix / VIM) dan oleh karena itu perbedaan komposisi gradasi akan menghasilkan nilai-nilai kriteria Marshall yang berbeda pula.
Sasaran yang diteliti adalah pengaruh dari perubahan variasi gradasi terhadap kriteria Marshall khususnya nilai VIM ditinjau terhadap campuran aspal panas jenis AC-BC. dengan menggunakan agregat dari sumber yang sama.

PEMBANGUNAN APLIKASI WEB UNTUK PEMANTAUAN PERGERAKAN KENDARAAN PADA SISTEM PENJEJAKAN BERBASIS GPS

abstraks:

Aplikasi Fleet Management System dewasa ini mengalami perkembangan
yang cukup pesat seiring dengan berkembangnya teknlogi GPS, Sistem
Informasi Geografis (SIG) dan komunikasi data. Aplikasi ini sangat bermanfaat di
bidang transportasi untuk pemantauan pergerakan armada kendaraan sehingga
mempermudah pihak pengelola untuk melakukan manajemen dan perencanaan.
Di sisi lain perkembangan teknologi internet khususnya teknologi web memungkinkan informasi dapat beredar dengan cepat tanpa ada batasan waktu dan tempat. Integrasi teknologi web ke dalam aplikasi fleet management system akan mempermudah proses pemantauan sehingga posisi kendaaan tidak hanya dapat diakses pada pusat kontrol saja melainkan kapan dan dimana melalui internet tanpa ada batasan waktu dan tempat.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Aplikasi GPS (Global Positioning System) dalam bidang transportasi khususnya pada sistem pemantauan armada kendaraan atau Fleet Management System merupakan integrasi dari tiga teknologi yaitu teknologi penentuan posisi dengan GPS, teknologi SIG (Sistem Informasi Geografis) dan teknologi komunikasi data. Dalam sistem ini, GPS berfungsi sebagai alat penentuan posisi kendaraan, SIG sebagai penyedia informasi spasial dan sebagai “latar belakang” posisi kendaraan yang akan dipantau dan jaringan komunikasi data sebagai

Leave a comment




HOSTING MURAH