SKRIPSI PENGEMBANGAN SDM

Aug 12, 2008   //   by admin   //   Uncategorized  //  No Comments

D:\skripsi\Analisis Kebutuhan Pendidikan Multikultural Berbasis Kompetensi Pada Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di

abstraks:

Kekisruhan etnik yang merebak di banyak tempat di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia merupakan bagian dari krisis multi dimensi
yang dihadapi oleh negara dan bangsa Indonesia sejak pertengahan tahun
1997. Kekisruhan etnik tersebut telah menggugah kesadaran baru diantara
komponen bangsa Indonesia bahwa kebanggaan akan kehidupan berbangsa
satu di atas kebhinekaan adalah sebuah bayang-bayang semu (cf.Anderson,
2001; Widja, 2001; Azra, 2002; Marsianto dan Kuntjara, 2002).

Kerangka konseptual yang digunakan untuk mengembangkan model
pendidikan multikultural terdiri dari tiga unsur. Pertama, uraian secara
konseptual tentang asumsi teoritik (premis) yang digunakan untuk
mengembangkan pendidikan multikultural. Kedua, definisi tautologis dan
oprasional tentang pendidikan multikultural. Ketiga, pembahasan pedoman
umum dalam menterjemahkan teori ke dalam sebuah tindakan mendidik
(educational endeavors). Keempat, prinsip dasar pengembangan silabus dan
model pembelajaran multikultural berdasarkan kompetensi.
A. Premis (Asumsi Teoritik)

Analisis Potensi Wilayah Untuk Pengembangan Usaha

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di daerah Kecamatan Lubuk Alung ini yang bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, yaitu ; (I) Potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki kecamatan Lubuk Alung, (2) Potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada di kecamatan Lubuk Alung untuk pengembangan usaha ternak sapi potong, dan (3) Untuk mengetahui lembaga pengembangan sapi potong di Kecamatan Lubuk Alung. Waktu penelitian dari tanggal 30 Juli sampai dengan tanggal 30 Agustus 2007. Penelitian ini menggunakan metode survei yaitu suatu metode penelitian yang mengambil sampel dari salah satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. Pengambilan responden ditetapkan secara Quota, sebanyak 45 KK RTF yang tersebar pada sepuluh kelurahan yang ada di Kecamatan Lubuk Alung, dari 45 KKRTP di Stratakan menjadi 3 kelompok, dari yang terbanyak, sedang, dan sedikit.
Di tinjau dari aspek sumber daya alam yang dimiliki, Kecamatan Lubuk Alung memiliki potensi yang dapat menunjang pengembangan usaha sapi potong. Sedangkan dilihat dari aspek sumber daya manusia yang terdiri dari ; (I) Umur yang produktir untuk berusaha (15-64 th = 97.78%), (2) pengalaman beternak (> 10 th – 55,56%), (3) jumlah anggota keluarga (3-4 orang = 48.89%), (4) jumlah ternak sapi yang dipelihara (1-3 ekor =84.44%) dan (5) pekerjaan utama (petani = 60 %).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Lubuk Alung belum memiliki potensi untuk dilakukan peningkatan populasi sapi potong ditinjau dari sumber daya alam yang tersedia, hal ini ditunjukkan dengan didapatnya nilai KPPTR SL sapi potong yaitu sebesar -8 380.81 ST. Kelembagaan yang tersedia yeng dapat mendukung pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Lubuk Alung diantaranya adalah Dinas Peternakan, Pertanian dan Kehutanan, Lembaga Keuangan (Bank Nagari). Kelompok peternak. Sedangkan kelembagaan pendukung yang tersedia lainnya seperti pos keswan, RPH tempat ini telah tersedia tapi tidak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya peternak. .

Kata Kunci : Potensi, Pengembangan, Sapi Potong, KPPTR SL

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Strategi pembangunan peternakan mempunyai prospek yang baik dimasa depan, karena permintaan akan bahan-bahan yang berasal dari ternak akan terus meningkat seiring dengan permintaan jumlah penduduk, pendapatan dan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan bergizi tinggi sebagai pengaruh dari naiknya tingkat pendidikan rata-rata penduduk (Santosa, 1997).

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN MANAJER TERHADAP KEPUASAN PEKERJA DI CV. JABAR KARYA UTAMA UNTUK PEKERJAAN OPTIMALISASI MESJID DI DIN

abstraks:

Menurut William H.Newman (1968) (Miftah Thoha, 2003;262) kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa kepemimpinan tidak harus dibatasi oleh aturan-aturan atau tata karma birokrasi. Kepemimpinan bisa terjadi dimana saja, asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang lain kearah tercapainya suatu tujuan tertentu.
Dengan kata lain, seorang pemimpin selain memiliki hak dan kekuasaan untuk memerintah dan memiliki kewajiban untuk memerintah / mengatur segala sesuatunya dengan benar sesuai dengan tujuan organisasi. Tetapi juga harus memiliki gaya kepemimpinan yang dapat diterima oleh orang lain dalam hal ini bawahanya, karena secara langsung maupun tidak langsung seorang pemimpin juga akan mendapat penilaian dari cara dia memimpin dan tanggung jawab.

1.2 Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang masalah, maka dapat kita lihat bagaimana pentingnya suatu pembahasan mengenai perilaku manusia (pekerja) dalam melaksanakan aktivitasnya disuatu organisasi (perusahaan), dimana manajemen sebagai suatu alat pengontrol kegiatan dalam menggerakkan dan mengarahkan sejumlah karyawan untuk menuju suatu tujuan dan sasaran-sasaran perusahaan.

Pengaruh Stres kerja terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan PT HM Sampoerna tbk Surabaya

abstraks:

Abstrak skripsi ini ada dalam file attachment

Seluruh dokumen skripsi ini ada di file attachment yang dapat di download, mulai cover daftar isi, content dan lampiran ada 21 file :

Leave a comment




HOSTING MURAH