TANGIS DAN SENYUM DI HARI TERAKHIR

Jul 2, 2008   //   by joseph   //   Uncategorized  //  No Comments

Seseorang yang masih muda suka sekali untuk mengingat hari ulangtahunnya dan menunggu datangnya hari itu, serta bersemangat untuk merayakannya, karena mereka berpikir bahwa usia mereka semakin bertambah dan mereka tidak akan dianggap sebagai anak kecil lagi. Tetapi tidak demikian dengan sebagian orangtua atau yang merasa sudah mulai tua, biasanya mereka tidak suka untuk mengingat, bahwa umurnya sudah semakin bertambah karena itu bisa berarti bahwa jatah waktu hidup nya atau kontraknya di dunia yang fana ini sudah semakin berkurang.

Itulah sebabnya, ada kata-kata puitis berkata : “Aku mau hidup seribu tahun lagi”, tetapi pada kenyataannya, tidak ada orangpun yang, sekarang bisa hidup dengan jangka waktu selama itu. Yang lebih mencemaskan lagi adalah bahwa tidak banyak orang yang tahu dengan pasti, bagaimana mereka akan melalui kehidupan jatah hidupnya di dunia ini habis, itulah sebabnya banyak orang yang menghindar ketika hal-hal seperti ini ditanyakan kepada mereka. Pada umumnya, mereka akan menjawab itu urusan nanti yang penting yang sekarang ini dapat saya lewati, atau yang lain berkata : yah moga-moga saja saya menikmati keadaan yang baik di surga sana.

Sesungguhnya ada dua hal yang akan dialami oleh setiap orang ketika jatah hidupnya di dunia ini habis seperti tertulis dalam Matius 25:45-46 : Maka Ia akan menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” Inilah tipe orang yang akan menangis selama-lamanya, yaitu orang-orang yang tidak termasuk dalam kategori sebagai orang benar. Mereka ini adalah seperti orang-orang yang hidup pada zaman nabi Nuh, dimana mereka tidak perduli sama sekali dengan peringatan nabi Nuh akan datangnya banjir besar, dan perlunya menyediakan kapal yang besar untuk menyelamatkan diri. Firman Tuhan menyatakan dalam Lukas 17:26-27 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Seperti orang-orang yang hidup pada zaman nabi Nuh, yang merasa tidak perlu menyediakan kapal yang besar untuk menyelamatkan diri dari banjir yang besar yang akan datang, yang bisa membinasakan mereka, demikianlah keadaan orang-orang pada zaman sekarang ini. Bagi mereka yang paling penting adalah makan, seks, membeli atau menjual, menanam atau membangun. Mereka tidak memperdulikan keselamatan akan jiwa mereka, dan ketika Yesus Kristus datang untuk menyediakan keselamatan bagi mereka, mereka-pun tidak perduli, bahkan menganggap apa yang di lakukan oleh Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia itu adalah suatu kebodohan.

Memang dahulu kitapun seperti apa yang Tuhan katakan dalam I Korintus 1:18: “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” Yang berarti bahwa orang yang tidak mau percaya dan mengikut kepada salib Kristus maka mereka pasti akan masuk ke neraka, tetapi bagi orang yang akan masuk surga pastilah dan akan percaya bahwa salib Kristus itu adalah kekuatan Allah dan tertulis juga dalam 2 Korintus 4:3 4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Yesus Kristus disalibkan bukan karena kesalahan yang Dia buat, sebab hakim yang mengadili Yesus Kristus pada waktu itu yaitu Pilatus berkata dalam Yohanes 18:38 “Aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya.” Tetapi mungkin kita terus bertanya mengapa Yesus Kristus mau disalibkan? Tidak mampukah Yesus yang bisa memelekkan orang buta, membangkitkan yang mati, membuat orang lumpuh bisa berjalan itu, melepaskan diri dari salib?. Sebenarnya suatu hal yang terlalu mudah bagi Yesus untuk melepaskan diri dari salib, tetapi kalau itu Dia lakukan, maka Di akan gagal dalam mengemban misiNya datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan manusia.

Sebab Yesus tahu tahu persis bahwa tujuan atau misiNya datang ke dalam dunia ini adalah untuk menyerahkan diriNya demi selamatan manusia seperti yang Dia sampaikan sebelum penyalibanNya kepada para muridNya. Paling sedikit 3 kali Dia menyampaikan tentang hal ini, yaitu tertulis dalam Lukas 9:22-27; Lukas 9:43; Lukas 18:31-34; ayat-ayat ini memberi bukti bahwa Yesus tahu kalau Dia harus mengalami penderitaan dan mati di salib di Yerusalem, tetapi Yesus tidak berusaha melarikan diri ke kota yang lain, bahkan Dia berjalan menuju kesana. Semuanya itu Yesus lakukan supaya di dalam Yesus kita dibenarkan oleh allah seperti tertulis di dalam 2 Korintus 5:21. “Dia yang tidak mengenal dosa telah di buatnya menjadi dosa, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”.

Selain itu mereka yang akan menangis pada hari terakhir adalah mereka yang disebut sebagai orang-orang yang jahat seperti tertulis dalam Matius 25:41-43: “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kirinya: Enyahlah dari hadapanku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika aku lapar, engkau tidak memberi aku ketika Aku haus kamu tidak memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing kamu tidak memberi Aku tumpangan, ketika Aku telanjang kamu tidak memberi Aku pakaian, ketika Aku sakit dan dalam penjara kamu tidak melawat ku. “Mereka itu adalah orang-orang yang kelihatannya beribadah atau memberi tetapi imannya mati. Itu berarti mereka mengaku mengenal Allah, tetapi tidak punya kasih kepada sesama.

Ketika orang lain tidak sepaham dengan dia, maka orang tersebut disakiti, di cemooh, bahkan merusak tempat-tempat ibadah orang lain. Firman Tuhan mencatat bahwa bangsa ini memuliakan Aku dengan bibir-nya pada hal hatinya jauh dari padaKu. Percuma mereka beribadah kepadaku. Sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah mansusia. Tertulis dalam kitab Yesaya 29:13 bagaimana supaya kita tidak menangis di hari terakhir? yang penting dan yang pertama ialah: kita harus membuka hati untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat kita dan yang kedua kita harus pastikan bahwa kita punya iman yang hidup kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat kita, dengan dibuktikan bahwa kita memiliki kasih yang tulus kepada sesama, dan itulah orang-orang yang akan tersenyum pada hari terakhir nanti, seperti yang Tuhan Yesus katakan kepada orang-orang “percaya” di hari terakhir nanti. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya, mari hai kamu yang diberkati oleh BapaKu terimalah kerjakan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan (Matius 25:34).

Leave a comment




HOSTING MURAH