Browsing articles tagged with "Campuran Archives - Page 7 of 8 - segalamacam.com"

skripsi ekonomi pembangunan

Aug 6, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  1 Comment

STRUKTUR, PERILAKU, DAN KINERJA INDUSTRI KAOS DI JALAN SURAPATI-P.H.H MUSTOPA KOTA BANDUNG

ABSTRAK

Nama : Hendra Iskandar
Judul : Struktur, perilaku, dan kinerja industri kaos di jalan surapati-P.H.H Mustopa kota bandung.

Industri kaos merupakan salah satu industri yang sangat potensial dan dapat memberikan pendapatan yang cukup besar bagi pemiliknya dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dalam tiga tahun terakhir jumlah unit usaha kaos di jalan Surapati-P.H.H Mustopa cenderung meningkat rata-rata sebesar 6,54%. Bertambahnya jumlah unit usaha tentunya dapat berdampak pada tingginya persaingan. Persaingan yang dirasakan oleh industri kaos masih sangat ketat, indikasi ini terlihat dari tingkat persaingan harga diantara para produsen. Maraknya tawaran dengan potongan harga sampai 50% untuk jenis kaos tertentu yang memiliki kualitas bahan relatif baik menunjukkan bahwa persaingan dalam merebut pembeli sangat tinggi. Melihat adanya persaingan dalam usaha kaos di daerah tersebut, maka menjadi penting untuk memperkukuh struktur industri kaos agar dapat bersaing dengan industri lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk struktur, perilaku dan kinerja industri kaos di jalan Surapati-P.H.H Mustopa Bandung. Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif untuk menggambarkan, menganalisis, dan menarik kesimpulan tentang objek yang diteliti berdasarkan pada data yang diperoleh dari lokasi penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar industri kaos Suci berbentuk pasar persaingan sempurna. Hal ini terlihat dari jumlah pelaku usaha industri kaos suci banyak, dengan jenis produk yang homogen serta hambatan untuk masuk industri mudah dan tingkat penguasaan pasar yang rendah. Sedangkan perilaku industrinya adalah persaingan monopolistik, hal ini terlihat dari strategi harga yang hanya bersifat penyesuaian dan strategi promosi yang lebih memfokuskan pada persaingan non-harga yang ditunjukan untuk membangun nama merek. Sementara itu kinerja industri kaos di dilihat dari indikator efisiensi adalah sedang dan keuntungan yang diperoleh pelaku usaha normal.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan industri kecil termasuk industri rumah tangga yang bersifat informal merupakan bagian dari perkembangan industri dan ekonomi nasional secara keseluruhan. Industri kecil mempunyai peranan yang strategis dalam hal pemerataan penyebaran lokasi usaha yang mendukung pembangunan daerah, pemerataan kesempatan kerja, menunjang ekspor non migas serta melestarikan seni budaya bangsa (Safnita, 2003 : 203).

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 1984-2003

abstraks:

Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tumbuh 4,1 %, meningkat
dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang tercatat sebesar 3,7 %. Seluruh
komponen permintaan tumbuh positif, sehingga kontribusi komponen –
komponen tersebut dalam pertumbuhan ekonomi juga meningkat (Tabel 2.1).
pertumbuhan ekonomi masih dimotori oleh konsumsi. Sementara investasi
dan ekspor, walaupun mulai menunjukkan pertumbuhan positif, namun
perannya sebagai penggerak perekonomian relatif masih terbatas.
Pertumbuhan Ekonomi di negara Indonesia, tidak dapat dilepaskan
dari perubahan-perubahan yang terjadi pada sistem perekonomian dunia.
Liberalisasi perdagangan dan globalisasi ekonomi telah mempercepat laju
pertumbuhan negara-negara tersebut. Perubahan tersebut yang disertai
teknologi dan telekomunikasi telah mendorong berkurangnya hambatan-
hambatan lalu lintas barang dan modal antar negara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam
jangka panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting
yang dialami dunia hanya dua abad belakangan ini, dan oleh Simon Kuznets,
seorang ahli ekonomi terkemuka di Amerika Serikat yang pernah memperoleh
hadiah Nobel dinyatakan bahwa, proses pertumbuhan ekonomi tersebut
dinamakannya sebagai Modern Economic Growth. Dalam periode tersebut,
dunia telah mengalami perkembangan pembangunan yang sangat nyata

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

abstraks:

Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tumbuh 4,1 %, meningkat
dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang tercatat sebesar 3,7 %. Seluruh
komponen permintaan tumbuh positif, sehingga kontribusi komponen –
komponen tersebut dalam pertumbuhan ekonomi juga meningkat (Tabel 2.1).
pertumbuhan ekonomi masih dimotori oleh konsumsi. Sementara investasi
dan ekspor, walaupun mulai menunjukkan pertumbuhan positif, namun
perannya sebagai penggerak perekonomian relatif masih terbatas.
Pertumbuhan Ekonomi di negara Indonesia, tidak dapat dilepaskan
dari perubahan-perubahan yang terjadi pada sistem perekonomian dunia.
Liberalisasi perdagangan dan globalisasi ekonomi telah mempercepat laju
pertumbuhan negara-negara tersebut. Perubahan tersebut yang disertai
teknologi dan telekomunikasi telah mendorong berkurangnya hambatan-
hambatan lalu lintas barang dan modal antar negara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam
jangka panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting
yang dialami dunia hanya dua abad belakangan ini, dan oleh Simon Kuznets,
seorang ahli ekonomi terkemuka di Amerika Serikat yang pernah memperoleh
hadiah Nobel dinyatakan bahwa, proses pertumbuhan ekonomi tersebut
dinamakannya sebagai Modern Economic Growth. Dalam periode tersebut,
dunia telah mengalami perkembangan pembangunan yang sangat nyata

Pengaruh konsumsi dan investasi terhadap PDB

abstraks:

Produk domestik bruto merupakan hal yang sangat penting didalam suatu negara, karena PDB dapat mengukur kesejahteraan suatu bangsa. Oleh karena itu penting rasanya untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhinya.
Menurut teori terdapat empat faktor yang mempengaruhi PDB, yaitu konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan net export. Selain itu terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi keempat faktor diatas, seperti tingkat harga, tingkat suku bunga, money supply, inflasi, nilai tukar antar negara.
Makalah ini berupaya mencari tahu apakah terdapat hubungan yang simultan (dua arah) antara konsumsi, investasi dengan PDB. Dengan menggunakan data kuartalan Indonesia periode tahun 2000 sampai 2005, didapatkanlah hasil bahwa terdapat hubungan simultan antara konsumsi dan investasi dengan PDB. Tidak lupa ditambahkan Variabel lag dengan maksud menambah keakuratan.

A. Latar Belakang
Produk domestik bruto (PDB), adalah pendapatan total dan pengeluaran total nasional atas output barang dan jasa dalam periode tertentu. PDB ini dapat mencerminkan kinerja ekonomi, sehingga semakin tinggi PDB sebuah negara, dapat dikatakan semakin bagus pula kinerja ekonomi dinegara tersebut. Karena begitu pentingnya peran PDB di dalam suatu perekonomian, maka perlu kiranya untuk menganalisa faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi PDB

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERJANGKA PADA BANK UMUM DI INDONESIA

abstraks:

Abstract
This research has a purpose to provide empirical evident about factors that affect
interesr rate of deposit. The examined factors on this research are financial ratio and
macroeconomic variables. The factors that are examined on this research are CAR
(Capital Adequacy Ratio), ROA (Return On Assets), LDR (Loan to Deposit), inflation,
liquidity of economic and growth of economic.The samples consist of 139 bank. The
statistic method used to test on the research hypothesis is multiple regression. The
result show that Return On Assets (ROA), Loan to Deposit (LDR) and inflation is a
significant variables in determinant interst rate of deposit.

Keywords: interst rate of deposit, capital adequacy ratio, return on assets, loan to
deposit.

PENDAHULUAN
Krisis moneter yang dimulai dengan merosotnya nilai rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian, termasuk perbankan.
Inflasi merupakan salah satu dampak dari terjadinya krisis ekonomi berkepanjangan
yang melanda suatu negara. Inflasi adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan hargaharga
secara tajam (absolute) yang berlangsung secara terus-menerus dalam jangka
waktu yang cukup lama yang diikuti dengan semakin merosotnya nilai riil (intrinsik)
mata uang suatu negara (Tajul Kahalwaty, 2000 : 5).

PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH DAN EKSPEKTASI INFLASI TERHADAP INFLASI IHK

abstraks:

Inflasi merupakan salah satu penyakit dalam sebuah perekonomian yang dialami oleh suatu Negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang. Beberapa penyebab inflasi yaitu kondisi nilai tukar rupiah yang mempengaruhi pembentukan ekspektasi masyarakat terhadap tingkat inflasi IHK.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisa pengaruh nilai tukar rupiah dan ekspektasi inflasi terhadap Inflasi IHK di Sulawesi Utara Tahun 1997-I sampai tahun 2005-IV.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

PENGUJIAN KAUSALITAS GRANGER ANTARA NILAI TUKAR, SUKU BUNGA DEPOSITO DAN HARGA SAHAM DI LIMA NEGARA ASEAN SEBELUM DAN SESUDAH K

abstraks:

Pengujian Kausalitas Granger Antara Nilai Tukar, Suku Bunga Deposito dan Harga Saham di Lima Negara Asean Sebelum dan Sesudah Krisis Periode 1995.1 – 2004.6
+135 halaman ; 30 tabel ; 17 grafik ; 14 lampiran; 2005

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antar nilai tukar, suku bunga deposito dan harga saham periode 1995.1 – 2004.6 di lima negara anggota Asean yang terkena pukulan krisis keuangan Asia yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini bersifit kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mendapatkan penggambaran deskriptif tentang perubahan nilai tukar, perubahan suku bunga deposito dan perubahan harga saham di masing-masing negara. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji kausalitas granger dua arah.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam periode sebelum krisis keuangan Asia 1997, hanya Indonesia, Filipina dan Thailand yang menunjukan hubungan kointegrasi antara ketiga variabel. Sementara itu pada periode setelah krisis tidak ditemui adanya hubungan kointegrasi untuk semua negara. Ditemukan bahwa arah kausalitas seringkali menunjukan hit and run behaviour dan berganti arah seiring dengan lag periode yang dipilih. Hal ini mengimplikasikan perlunya kehati-hatian dalam menginterpretasikan hasil dari kausalitas granger.

Kata kunci : Nilai tukar, Suku bunga deposito, Harga saham, Kausalitas, Asean, Krisis
PENGUJIAN KAUSALITAS GRANGER ANTARA NILAI TUKAR, SUKU BUNGA DEPOSITO DAN HARGA SAHAM DI LIMA NEGARA ASEAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS MONETER PERIODE 1995.1 – 2004.6

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN DAN INVESTASI SWASTA DI INDONESIA PERIODE 1984-2003

abstraks:

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN DAN INVESTASI SWASTA DI INDONESIA PERIODE 1984-2003

jurusan ekonomi pembangunan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri (foreign debt) dan Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

ABSTRACT

Indonesia, as a development country, has a good economic growth in 1990’s. It shows by increasing of GDP year by year, stabilization of inflation, etc. But since 1997’s crisis economic in Asia’s countries, Indonesia’s economic growth had been decrease. It affected the monetary sector and real sector, and added again with progressively the amount of foreign debt of Indonesia so that effect of Rupiah rate which progressively weaken because foreign debt of Indonesia altogether in the form of US Dollar.
This paper will analyze the foreign debt, also foreign capital investment, on the economic growth of Indonesia. By using the OLS model on Indonesia yearly data from 1986-2005 and confirm the significant of these independent variable as the factors that affected the economic growth of Indonesia.
Foreign debt and foreign capital investment represent the way of able to be gone through by government in overcoming deficit of national saving utilize to push the national development to get the good economics growth.
Pursuant to things told above, Writer try to study the problem of economic growth in Indonesia in its relation with the foreign debt and foreign capital investment (PMA) by lifting title “Analysis Influence of The Foreign Debt and Foreign Capital investment (PMA) to Economic Growth of Indonesia”.

Keywords: GDP, economic growth, foreign debt, foreign capital investment.

ABSTRAK

Indonesia, sebagai negara sedang membangun, memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus di tahun 1990-an. Ini ditunjukkan dengan peningkatan GDP tahun per tahun, stabilitas inflasi, dan sebagainya. Tetapi sejak tahun 1997 krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan. Itu berakibat pada sektor moneter dan sektor riil, dan ditambah lagi dengan semakin meningkatnya jumlah utang luar negeri Indonesia sebagai akibat dari nilai tukar rupiah yang semakin terus menurun karena utang luar negeri Indonesia seluruhnya dalam bentuk Dollar Amerika.
Tulisan ini akan menganalisa pengaruh utang luar negeri dan penanaman modal asing, terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan menggunakan model kuadrat terkecil (OLS) data tahunan yang diperoleh dari tahun 1986-2005 dan yang mana menghasilkan variabel independen yang berpengaruh nyata dan siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Utang luar negeri dan penanaman modal asing merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia guna mengatasi defisit tabungan nasional yang mana dapat mendorong pembangunan nasional untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang baik.
Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan diatas, Penulis mencoba untuk membahas masalah pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam hubungannya dengan utang luar negeri (foreign debt) dan penanaman modal asing (PMA) dengan mengangkat judul “Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri (Foreign Debt) dan Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”.

Kata kunci: GDP, pertumbuhan ekonomi, utang luar negeri, penanaman modal asing.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

analisis faktor2 produksi perusaan genteng pres dijetis desa klepu kecamatan ceper kabupaten klaten tahun 2007

abstraks:

Penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Produksi Perusahaan Genteng Pres di Jetis Desa Klepu Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten Tahun2007” dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi perusahaan genteng pres di Jetis Desa Klepu Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten tahun 2007.
Metode analisis yang digunakan adalah model persamaan regresi liniear berganda. Agar hasil estimasi yang valid dilakukan pengujian, kriteria asumsi klasik dan statistik.
Pengujian asumsi klasik untuk heteroskedastisitas tidak ada masalah dalam pengujian. Tapi dalam pengujian asumsi klasik yang multikoliniearitas ditemukan penyimpangan yaitu terjadi pada upah tenaga kerja dan biaya bahan baku. Hal ini tidak begitu berarti dan model ini bisa digunakan untuk estimasi.
Berdasarkan uji aotokorelasi yang digunakan uji Durbin-Watson dan dalam persamaan tidak dapat disimpulkan karena tidak lolos uji autokorelasi
Berdasarkan uji t, menunjukan bahwa upah tenaga kerja dan bahan baku berpengaruh (signifikan) terhadap produksi genteng pres, sedangkan pengeluaran biaya transportsi dan biaya pembakaran tidak berpengaruh terhadap produksi genteng pres.
Berdasarkan uji F, secara bersama-sama variabel independen (upah tenaga kerja, pengeluaran biaya transportasi, biaya pembakaran, biaya bahan baku) berpengaruh terhadap produksi genteng pres. R2 menunjukan variasi variabel dependen (produksi genteng pres) dapat dijelaskan oleh variabel independen (biaya tenaga kerja, pengeluaran biaya transportasi, biaya pembakaran, biaya bahan baku) sebesar 79,6%, sedangkan sisanya 20,4% dijelaskan oleh variabel bebas lain diluar model.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kondisi perekonomian yang terus meningkat di Indonesia ini semakin meningkat sehingga memunculkan penganguran yang cukup banyak di Indonesia. Tetapi jumlah penduduk yang banyak bukan masalah jika didukung dengan ekonomi negara yang dapat dapat menyerap pertumbuhan angkatan kerja, sebab penduduk yang besar berfungsi juga sebagai tenaga kerja. Di satu sisi adalah faktor produksi yang dapat neningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB) dan satu sisi lainya adalah konsumen yang akan menyerap hasil output yang dihasilkan.

PERBANDINGAN PROFITABILITAS DALAM PENGGUNAAN BIJI JARAK PAGAR DAN KELAPA SAWIT SEBAGAI KONSUMSI ENERGI ALTERNATIF

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara profitabilitas kelapa sawit dan jarak pagar sebagai sumber energi alternatif dengan menggunakan pendekatan: deskripsi kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan metode multi period PAM (Policy Analysis Matrix) dari kedua komoditas tersebut dengan perhitungan rasio – rasio untuk mengukur keunggulan komperatif dan kompetitif.
Penelitian ini mengukur dampak intervensi dari kebijakan pemerintah dan menemukan aspek keunggulan komparatif dari produksi BioFuel dari Sawit dan Jarak Pagar terhadap BBM bumi atau fosil karena lebih kecilnya kemungkinan fluktuasi harga BioFuel dari keduanya akibat gejolak harga pasar dunia.Pada aspek keunggulan kompetitif keduanya sama, namun dari segi financial, social opportunity cost dan aspek teknis sawit lebih mahal dibandingkan jarak, mengingat Jarak Pagar tergolong tanaman non pangan. Pada kebijakan ini juga dapat menentukan seberapa besar sumberdaya yang harus dialokasikan untuk berbagai program dan pengembangan serta kegiatan yang berkaitan dalam pengembangan biofuel ini. Analisis aspek kebijakan menemukan bahwa mekanisme proteksi untuk input maupun output biofuel ternyata tidak efisien karena mengakibatkan rendahnya harga privat dibanding social meningkatkan daya saing industri dalam negeri, pemerataan pembangunan juga memperkuat ketahanan nasional

Kata Kunci : Biofuel, Energi, Kebijakan

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

PENGARUH KONSUMSI DAN INVESTASI TERHADAP PDB

abstraks:

Produk domestik bruto merupakan hal yang sangat penting didalam suatu negara, karena PDB dapat mengukur kesejahteraan suatu bangsa. Oleh karena itu penting rasanya untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhinya.
Menurut teori terdapat empat faktor yang mempengaruhi PDB, yaitu konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan net export. Selain itu terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi keempat faktor diatas, seperti tingkat harga, tingkat suku bunga, money supply, inflasi, nilai tukar antar negara.
Makalah ini berupaya mencari tahu apakah terdapat hubungan yang simultan (dua arah) antara konsumsi, investasi dengan PDB. Dengan menggunakan data kuartalan Indonesia periode tahun 2000 sampai 2005, didapatkanlah hasil bahwa terdapat hubungan simultan antara konsumsi dan investasi dengan PDB. Tidak lupa ditambahkan Variabel lag dengan maksud menambah keakuratan.

A. Latar Belakang
Produk domestik bruto (PDB), adalah pendapatan total dan pengeluaran total nasional atas output barang dan jasa dalam periode tertentu. PDB ini dapat mencerminkan kinerja ekonomi, sehingga semakin tinggi PDB sebuah negara, dapat dikatakan semakin bagus pula kinerja ekonomi dinegara tersebut. Karena begitu pentingnya peran PDB di dalam suatu perekonomian, maka perlu kiranya untuk menganalisa faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi PDB.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI SWASTA DI INDONESIA

abstraks:

Dalam pembangunan ekonomi negara-negara sedang berkembang, penggangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah.

Keadaan di negara-negara sedang berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sangggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada

skripsi ekonomi manajemen

Aug 6, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  No Comments

PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN HOTEL PELANGI MALANG

ABSTRAK

Sasano, Febrian. 2008. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Hotel Pelangi Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Gatot Isnani, M.Si, (II) Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si.

Kata kunci: Kualitas Layanan, Kepuasan Pelanggan.

Dewasa ini, kemajuan zaman dan pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi mengakibatkan peningkatan taraf hidup rakyat dan juga persaingan dalam bisnis termasuk bisnis jasa. Kualitas layanan pada bidang jasa sangat diperhitungkan dalam dunia bisnis, karena kualitas layanan berdampak pada kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh kualitas layanan yang dikehendaki pelanggan, sehingga jaminan kualitas menjadi prioritas utama sebagai tolak ukur keunggulan daya saing perusahaan. Untuk mencapai kepuasan itu maka diperlukan variabel-variabel yang dijadikan sebagai sarana dalam pencapaiannya. Variabel-variabel tersebut meliputi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Hotel Pelangi Malang, berusaha dapat memenuhi kelima variabel tersebut dengan harapan dapat memberikan kepuasan yang maksimal kepada pelanggannya serta para pelanggannya tersebut akan menjadi pelanggan loyal bagi Hotel Pelangi Malang.

Bab I
pendahuluan

A.Latar Belakang Masalah

Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Lokasi, Pelayanan dan Prosedur Kredit terhadap Keputusan Nasabah Dalam Pengambilan Kredit

ABSTRAK

Peluang lembaga keuangan di kecamatan Banyumanik sangat besar. Hal tersebut terlihat dari jumlah UKM yang menempati jumlah mayoritas dari total unit usaha yang ada. Saat ini para pengusaha UMKM masih banyak yang kesulitan permodalan. Di sisi lain PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik seharusnya dapat memanfaatkan kondisi ini. Ternyata pertumbuhan kredit PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik selama bulan Mei Tahun 2007 – April 2008 sangat fluktuatif.
Variabel penelitian yang digunakan tingkat suku bunga (X1), lokasi (X2), pelayanan (X3) prosedur kredit (X4) dan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y). Penelitian ini menggunakan 100 sampel dengan menggunakan alat pengambilan data berupa angket. Metode analisis data meliputi analisis korelasi sederhana, analisis korelasi berganda, analisis regresi sederhana, analisis regresi berganda, koefisien determinasi dan pengujian hipotesis.
Dari analisis regresi dapat diketahui ada pengaruh positif signifikan antara variabel tingkat suku bunga (X1) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 0,589 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (3,598) > ttabel (1,661). Juga ditemukan ada pengaruh positif signifikan antara variabel lokasi (X2) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat nilai koefisien regresi = 0,388 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (3,979) > ttabel (1,661). Ditemukan pula ada pengaruh positif signifikan antara variabel pelayanan (X3) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 0,837 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (5,519) > ttabel (1,661). Ditemukan pula ada pengaruh positif signifikan antara variabel prosedur kredit (X4) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 1,088 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (14,631) > ttabel (1,661). Secara simultan variabel penilaian tentang tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit mempunyai pengaruh positif signifikan yang ditunjukkan dengan besarnya Fhitung (109,427) > Ftabel (2,469) dan tingkat signifikasi (0,000) < signifikasi α (0,05).

Kata-kata kunci : tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan, prosedur kredit dan keputusan nasabah.

BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH
Di era globalisasi ini persaingan dalam bisnis perbankan sangat ketat. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi antar bank, tetapi persaingan juga datang dari lembaga keuangan lain yang berhasil mengembangkan produk-produk keuangan baru. Persaingan dan perkembangan yang cukup pesat pada usaha perbankan tersebut menjadikan masing-masing lembaga perbankan harus berlomba untuk memenangkan persaingan bisnis.

ANALISA PENGARUH ROI, DER DAN CASH RATIO TERHADAP DIVIDEN PAYOUT RATIO PADA PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA, Tbk

abstraks:

Influence Analysis among ROI, DER, and Cash Ratio toward DPR at Hanajaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd.

ABSTRACT

The Objectives of the study were : 1) To find out whether or not there was an influence among Return On Investment (ROI), Debt to Equity Ratio (DER), and Cash Ratio toward Dividend Payout Ratio (DPR) at Hanjaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd. 2) To find out what factor which gave dominant influence toward Dividend Payout Ratio (DPR).
The data of this study was from Hanjaya Mandala Sampoerna Corporation, Ltd finances report which paid dividend from 2002-2006 periods in Jakarta stock exchange. The sample was taken by purposive sampling method. The data were analyzed by using correlation analysis, regression analysis, and multiple regression analysis (stepwise method).
The result of the study proved that there was a simultaneous influence among Return On Investment, Debt to Equity Ratio (DER), and Cash Ratio variable toward dividend decision. The significance grade was 0,05. Partially, only Debt to Equity Ratio (DER) which had significant influence toward Dividend Payout Ratio (DPR) while Return On Investment (ROI) and Cash Ratio did not have significant influence toward Dividend Payout Ratio.
Based on regression analysis calculation, coefficient correlation ROI R square (R ) was 4%, DER R square (R ) was 77,6% and Cash Ratio R square (R ) was 24,3%. While coefficient multiple correlation regression (R ) was 99,8%. R value showed that variation dividend policy value which could be explained by Return On Investment (ROI), Debt to Equity Ratio (DER) and Cash Ratio were 99,8%, and the other (0,2%) was explained by another variable which did not include in regression model which was used on this study.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

ANALISIS KONTRIBUSI PENGAWASAN TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA CABANG BANDARLAMPUNG

ABSTRAK

ANALISIS KONTRIBUSI PENGAWASAN TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA
CABANG BANDARLAMPUNG

Oleh :

FIRNANDO SUBRATA

Keberhasilan suatu perusahaan sebagai organisasi tergantung pada unsur manusia di dalamnya karena besarnya kontribusi sumber daya manusia jauh melampaui peran yang diberikan oleh sumber-sumber daya lainnya. Oleh karena itu pendayagunaan sumber daya manusia sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas agar disiplin kerja dalam lingkungan organisasi dapat terus ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan disiplin kerja adalah dengan melakukan pengawasan. Salah satu perusahaan yang menghendaki peningkatan disiplin kerja karyawannya adalah Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Masalah yang ada adalah berfluktuasinya tingkat absensi kerja karyawan dengan rata-rata perbulan sebesar 4,42 %, sedangkan standar absensi yang dapat ditolelir untuk perusahaan maksimal 4 %. Tingkat absensi ysng tinggi mencerminkan disiplin kerja karyawan yang masih rendah. Disamping itu jumlah surat peringatan yang telah dikeluarkan oleh perusahaan sebanyak 17 buah yang diberikan kepada 14 orang karyawan. Banyaknya surat peringatan yang diberikan menunjukkan masih rendahnya tingkat ketaatan kerja karyawan.
Permasalahan dalam penulisan ini adalah apakah pengawasan memiliki kontribusi yang positif terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung. Adapun tujuan dan kegunaan penulisan ini adalah untuk mengetahui kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan dan memberikan sumbangan pikiran untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Data yang digunakan bersumber dari Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung yang diperoleh berdasarkan kuisioner yang disebar kepada 56 orang karyawan sebagai objek penelitian. Hipotesis yang dirumuskan adalah pengawasan yang dilakukan memiliki kontribusi yang positif terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung.
Alat analisis yang digunakan untuk megetahui kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan pada Toko Buku Gramedia Cabang Bandarlampung adalah product moment, sedangkan untuk megetahui seberapa besar kontribusi pengawasan terhadap peningkatan disiplin kerja karyawan menggunakan koefisien penentu (KP).

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Setiap organisasi baik swasta maupun pemerintah dalam rangka mencapai tujuannya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut perlu diarahkan secara efektif dan efesien melalui manajemen yang baik. Selain sumber-sumber alam dan modal, faktor penting lainnya adalah sumber daya manusia. Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manusia maka organisasi dapat mencapai tujuannya.

ANALISIS DAMPAK BAITUL MAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KAUM DHU’AFA DI KABUPATEN ACEH TIMUR

ABSTRAKSI

Baitul Mal merupakan Lembaga daerah yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat dan harta agama lainnya di Kabupaten Aceh Timur. Baitul Mal dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang diangkat dan bertanggung jawab kepada Gubernur atau Bupati untuk periode tertentu. Badan Baitul Mal adalah Lembaga daerah non struktural yang di dalam melaksanakan tugasnya bersifat independent. Badan Baitul Mal mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan zakat, pembinaan mustahiq dan muzakki serta pemberdayaan harta agama sesuai ketentuan Syariat Islam.
Penelitian yang dilakukan ini dengan tujuan diantaranya yaitu untuk melihat pengaruh Baitul Mal dalam meningkatkan kesejahteraan kaum dhu’afa dan untuk mengetahui jumlah kaum dhu’afa yang dibantu oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur dalam penyaluran dana ZIS tersebut.
Untuk memperoleh data yang diperlukan pada penelitian ini, maka penulis mengunakan 2 (dua) cara pengumpulan data yaitu penelitian lapangan yang merupakan cara untuk mendapatkan data yang bersifat primer yang penulis lakukan dengan kunjungan secara langsung pada objek penulisan. Penulisan lapangan ini dilakukan dengan cara: wawancara dan observasi, serta penelitian kepustakaan yaitu merupakan cara untuk memperoleh data yang penulis lakukan dengan membaca buku–buku dari perpustakaan UNSAM Langsa serta bacaan lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini
Dalam mengolah data penulis menganalisis dengan bantuan formula regresi linier berganda dengan rumus :
Y = a + bx1 + bx2 + c
Dan Dari hasil penelitian didapat bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,988 ini berarti keeratan hubungan antara variabel terikat yaitu kesejahteraan kaum dhu’afa (Y) dengan variabel bebas (zakat, dan bukan zakat) adalah tinggi atau kuat dan positif karena hampir mendekati +1. Sedangkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,977 atau 97,70% yang mengartikan bahwa 97,70% kesejahteraan kaum dhu’afa dipengaruhi oleh faktor zakat dan bukan zakat, sedangkan sisanya sebesar 2,30% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Faktor lain tersebut seperti keprofesionalan Baitul Mal dalam mengelola dana ZIS, penyaluran dana yang bukan bentuk uang (seperti ternak, becak motor dll).

1. Latar Belakang Permasalahan
1.1. Latar Belakang

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii
DAFTAR TABEL v
DAFTAR GAMBAR vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Permasalahan 1
1.2. Gambaran Umum Obyek Penelitian 3
1.2.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan 3
1.2.2. Struktur Organisasi Perusahaan 4
1.2.3. Bidang Usaha Perusahaan 12
1.2.4. Analisa SWOT 13
1.3. Perumusan dan Pembatasan Masalah 14
1.4. Tujuan Penelitian 14
1.5. Manfaat Penelitian 15
1.6. Sistematika Penulisan 15
BAB II LANDASAN PEMIKIRAN TEORITIS
2.1. Tinjauan Pustaka 17

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Alex S.Nitisemito, Marketing, cetakan keempat, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2000

Assauri, Sofjan, Manajemen Pemasaran Modern : Dasar, Konsep, dan Strategi, Edisi I, Cetakan Keenam, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1999

Basu Swastha DH. Azas-azas Marketing, Edisi kelima, Liberty, Yogyakarta, 2001

, Saluran Pemasaran, Konsep, dan Strategi Analisa Kuantitatif, penulis PPFE-UGM, Edisi Pertama, Yogyakarta,2001

Kotler, Philip, Principal of Marketing, Terjemahan Drs. Alexander Sindoro,Jilid satu dan dua, Edisi Tujuh, Jakarta, 2001.

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1. Pelaksanaan Distribusi pada PT Canggih Presisi Industri

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek dan Subjek Penelitian
Penelitian dilakukan pada PT Canggih Presisi Industri yang berlokasi di jalan Kampung Pasir Awi RT 02 / RW 02 Desa Suka Asih, Pasar Kemis Kawasan Industri Tangerang.
Waktu penelitian tanggal 7 – 26 Maret 2005.

3.2 Operasionalisasi Variabel
Variabel-variabel operasional yang digunakan dalam penelitian ialah :

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka
2.1.1. Pengertian Pemasaran dan Manajemen Pemasaran
Dewasa ini, pemasaran mempunyai arti baru, yaitu pemuasan akan kebutuhan konsumen atau pelanggan. Suatu produk akan dapat dijual dengan mudah apabila bagian pemasaran suatu perusahaan dapat memahami kebutuhan konsumen, melakukan pengembangan produk, menetapkan harga yang sesuai, melakukan pendistribusian, dan kegiatan promosi dengan efektif. Untuk lebih jelas mengenai pemasaran, penulis mengutip beberapa pendapat dari pakar-pakar ekonomi.

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI

abstraks:

Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Permasalahan
Dewasa ini dunia usaha menghadapi berbagai perubahan yang disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perkembangan perekonomian dunia, termasuk juga di Indonesia. Setiap perubahan yang terjadi akan mempengaruhi setiap kegiatan usaha yang dijalankan oleh para pelaku bisnis. Oleh karena itu, perubahan yang tejadi haruslah ditanggapi dan dihadapi secara cepat dan tepat oleh masing-masing pelaku bisnis.

Pengaruh Pelatihan Terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Huda Rachma Grupindo

ABSTRAKSI

Penelitian ini dilakukan untuk penulisan skripsi berjudul “Pengaruh Pelatihan Terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Huda Rachma Grupindo”.
Pengembangan karyawan melalui pendidikan dan latihan memberi manfaat kepada kedua belah pihak yaitu karyawan dan perusahaan. Dimana manfaat yang diperoleh karyawan adalah adanya peningkatan kemampuan atau keterampilan mereka. Sedangkan manfaat yang diperoleh keseluruhan meningkatkan produktivitas perusahaan. Masalah pelatihan merupakan masalah yang cukup penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Metode penelitian adalah suatu tata cara atau metode bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Metode penelitian ini membicarakan prosedur pelaksanaan penelitian, urutan kerja penelitian dan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data-data penelitian. Untuk menyusun tesis ini supaya dapat menganalisa dan memecahkan masalah, maka diperlukan data-data yang akurat baik data yang bersifat kuantitif maupun data yang bersifat kualitatif.
Adapun dalam penyusunan skripsi ini, penulis mempunyai maksud dan tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pelatihan dengan tingkat produktivitas kerja karyawan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya. Disini dituntut kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber-sumber daya secara terencana, terutama sumber daya manusia sebagai tenaga pelaksana operasional perusahaan untuk menghasilkan daya guna dan hasil guna dalam setiap kegiatan perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak hanya dapat mempertahankan keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dapat mempertahankan eksistensinya dalam dunia usaha.

ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBUAT PAKAIAN PADA DYNAND FARIZ HIGH FASHION CENTRE

ABSTRAKSI

Penelitian dengan judul “Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Membuat Pakaian Pada Dynand Fariz High fashion Centre Kabupaten Jember ” dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel dari bauran pemasaran secara simultan maupun parsial dan juga untuk mengetahui manakah diantara variabel-variabel bauran pemasaran tersebut yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap pengambilan keputusan konsumen membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Kabupaten Jember?
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel dari bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, lokasi, karyawan, proses, dan bukti fisik dalam pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan konsumen utuk memesan pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Kabupaten Jember. Variabel penelitian diukur dengan 24 item pertanyaan yang menggunakan skala likert yang telah dimodifikasi dengan skala 1 sampai dengan 5. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda yang sebelumnya data jawaban responden yang telah diperoleh dinaikkan skalanya dari skala pengukuran ordinal menjadi skala pengukuran interval dan penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 responden.
Berdasarkan pengujian secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa bauran pemasaran berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan konsumen untuk membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Jember. Berdasarkan uji F yang telah dilakukan diperoleh bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 153,254 > 2,3123. Selanjutnya untuk nilai Adjusted R Square adalah 0,902. Hal ini berarti 90,2 persen pengambilan keputusan konsumen membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre dipengaruhi oleh variabel bauran pemasaran dan sisanya sekitar 9,8 persen dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar model persamaan regresi yang dibuat. Sedangkan pengujian secara parsial (uji t) juga menunjukkan bahwa bauran pemasaran berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan konsumen membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Jember. Berdasarkan uji t yang telah dilakukan diperoleh nilai thitung untuk masing-masing variabel lebih besar dari ttabel, dan variabel harga mempunyai pengaruh paling dominan terhadap pengambilan keputusan konsumen membuat pakaian pada Dynand Fariz High Fashion Centre Jember yaitu sebesar 17.781

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dewasa ini persaingan untuk menjadi yang terbaik dalam dunia bisnis terjadi begitu ketat. Setiap perusahaan harus mampu untuk mengembangkan usahanya dengan cara memperhatikan apa yang diinginkan oleh konsumen. Salah satu upaya yang dilakukan oleh produsen diantaranya adalah memahami selera dari konsumen itu sendiri. Pentingnya memahami selera konsumen adalah salah satu peluang yang nantinya akan menjadikan perusahaan memperoleh kepercayaan dari konsumen sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhannnya.

HUBUNGAN BIAYA REKRUITMEN KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HERO SUPERMARKET TBK

abstraks:

Laju perkembangan dan lancarnya roda suatu perusahaan erat kaitannya dengan investasi sumber daya manusia. Investasi ini sangatlah penting karena didasarkan pada konsep pemikiran yang mendasar bahwa manusia memmpunyai nilai khusus yang sangat menentukan dalam berbagai aspek kegiatan perusahaan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan perusahaan sangat bergantung kepada investasi di bidang sumber daya manusia.
Investasi sumber daya manusia, dalam hal ini karyawan merupakan kekayaan utama bagi pelaksana dan pengendali yang selaku aktif dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Selain pelaku yang menunjang tujuan perusahaan, mereka juga mempunyai pikiran, perasaan dan kemampuan yang akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang dilakukannnya.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Laju perkembangan dan lancarnya roda suatu perusahaan erat kaitannya dengan investasi sumber daya manusia. Investasi ini sangatlah penting karena didasarkan pada konsep pemikiran yang mendasar bahwa manusia memmpunyai nilai khusus yang sangat menentukan dalam berbagai aspek kegiatan perusahaan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan perusahaan sangat bergantung kepada investasi di bidang sumber daya manusia.

ANALISA DAN PERUMUSAN STRATEGI MARKETING MIX DAN STP UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS KAFE ’X’

abstraks:

Di era persaingan yang semakin ketat ini, perusahaan yang dapat bertahan adalah perusahaan yang mengerti dan memenuhi keinginan konsumen. Untuk itu, perusahaan harus terus berusaha mengoptimalkan seluruh proses bisnisnya agar lebih efektif dan sesuai dengan keinginan, sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.
Kafe ‘X’ sebagai pendatang baru dalam dunia bisnis kafe telah berkembang pesat selama beberapa tahun ini, hal ini dapat dilihat dari outlet-outlet yang telah beroperasi di beberapa mal utama di Jakarta. Salah satu upaya untuk meningkatkan pangsa pasar di tengah persaingan yang ketat dengan kafe-kafe lain yang menawarkan produk sejenis adalah dengan menerapkan strategi marketing yang tepat agar segala usaha yang telah dan akan dilakukan tidak menjadi sia-sia. Kafe ‘X’ juga perlu mengetahui brand awareness mereka agar dapat menerapkan strategi terbaik sesuai dengan tingkat awareness masyarakat terhadap brand tersebut.
Riset menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum mengetahui keberadaan Kafe ‘X’ sebagai salah satu pemain besar dalam bisnis kafe. Di sisi lain, riset juga menunjukkan keunggulan Kafe ‘X’ dibanding dengan kafe lain yang sejenis. Dari informasi ini, media promosi serta strategi marketing, baik yang sudah dijalankan maupun yang belum pernah dijalankan akan dianalisa agar dapat menghasilkan rekomendasi yang baik dan bermanfaat bagi Kafe ‘X’.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ketatnya persaingan bisnis minuman kopi dengan konsep kafe bernuansa tenang dan nyaman sudah sangat kompleks di era modern ini. Semakin lama, semakin banyak pemain yang muncul dan berlomba-lomba menawarkan keunikan serta kelebihan produk masing-masing. Dari sekian banyak pemain dalam bisnis minuman kopi ini, beberapa pemain memiliki tingkat brand awareness lebih tinggi karena mereka memasuki bisnis minuman kopi di Indonesia, khususnya Jakarta beberapa tahun lebih awal, sebut saja Starbucks dan Coffee Bean sebagai contoh.

PENGARUH INTERNAL BRANDING TERHADAP SIKAP KARYAWAN MENGENAI BRAND PERUSAHAAN PADA BANK MANDIRI CABANG Jl. Asia Afrika BANDUNG

abstraks:

Semakin kuat brand suatu perusahaan akan semakin besar juga pengaruhnya terhadap keputusan membeli pelanggan. Oleh karena itu banyak perusahaan yang gencar melakukan strategi branding terhadap produk dan jasanya. Berbagai macam media iklan digunakan untuk kesuksesan strategi branding mereka, mulai dari media cetak sampai media televise yang memakai dana besar.
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti berdasarkan atas tujuan penelitiannya. Penelitian ini terdiri dari tiga tujuan. Tujuan penelitian pertama, yaitu untuk mengetahui pelaksanaan internal branding pada Bank Mandiri Cabang jl. Asia Afrika Bandung, menggunakan metode penelitian deskriptif. Tujuan penelitian kedua, yaitu untuk mengetahui bagaimana sikap karyawan terrhadap brand perusahaan, menggunakan metode penelitian deskriptif. Tujuan penelitian yang ketiga adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh internal branding terhadap sikap karyawan mengenai brand perusahaan, menggunakan metode penelitian explanatory research.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Analisis Strategi Bisnis Pada PT. Surya Kencana

Abstrak

PT. Surya Kencana adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan produk sepatu dan sandal dengan merk Andre Valentino dan Studio Nine. Dengan semakin banyaknya persaingan dalam dunia bisnis sekarang ini, merupakan suatu tantangan bagi perusahaan untuk dapat selalu bersaing dan bertahan didalam persaingan bisnis.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Tehnik pengumpulan data menggunakan penelitian melalui survey, yaitu melakukan wawancara dan memberikan kuisioner kepada direktur perusahaan dan manajer bagian layanan umum yang membawahi bagian penjualan. Data-data yang telah diperoleh dianalisis dengan mengunakan analisis SWOT, alasannya karena dalam membuat suatu strategi yang tepat untuk dijalankan perusahaan harus terlebih dahulu melihat dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan, dalam melakukan penelitian menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui dengan tepat strategi yang digunakan perusahaan dalam menjalankan perusahaannya.
Dari analisis SWOT yang dilakukan diketahui bahwa nilai IFAS 2,64584 dan nilai EFAS 2,32827. sehingga matrik IEnya menunjukan bahwa posisi perusahaan berada pada strategi konsentrasi melalui integrasi horisontal atau stabilitas, yaitu merupakan suatu keadaan dimana perusahaan mengalami suatu masa pertumbuhan. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa strategi yang sebaiknya digunakan adalah strategi pertumbuhan melalui integrasi horizontal, yaitu suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun outlet-outlet dan butik-butik penjualan di kota-kota besar, dan juga meningkatkan produknya dengan melakukan inovasi produk. Hasil diagram SWOT juga menunjukan bahwa perusahaan menerapkan strategi agresif atau pada kuadran 1 dimana pada kuadran 1 ini memiliki nilai positif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perusahaan sebaiknya menerapkan strategi SO (strengths – opportunities) agar dapat mempertahankan kondisi perusahaan agar dapat tetap dapat bertahan dalam bidangnya.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam menyambut era Globalisasi sekarang ini, sebuah perusahaan harus mampu untuk mengikuti perubahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar perusahaan. Tentunya untuk mengikuti perubahan – perubahan yang terjadi tersebut sangatlah tidak mudah. Perusahaan yang cenderung berpikiran tradisional dan tidak mengharapkan adanya perubahan, tentunya akan menemui banyak kesulitan dalam menghadapi operasinya.

ANALISIS PENGARUH PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT. Martina Berto

abstraks:

Tama Karina Florentina Darwanto, 241.06.01296. ANALISIS PENGARUH PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT.MARTINA BERTO. Skripsi.Jakarta.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI Jakarta.Mei 2007.

Dalam era persaingan bisnis yang ketat seperti sekarang para pemasar dituntut terus berusaha mempertahankan kesetiaan konsumen. Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup masyarakat yang sekarang ini sangat beragam, membuat perusahaan harus dapat menciptakan produk yang kreatif serta inovatif, selain itu tentunya perusahaan harus melakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan dan memasarkan produk tersebut.
PT.MARTINA BERTO salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing kosmetik dan herbal produk, berusaha selalu menciptakan produk baru untuk mempertahankan minat konsumen. Saat ini PT.MARTINA BERTO sedang melakukan peningkatan program promosi untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.
Dalam melaksanakan kegiatan pemasarannyanya PT.MARTINA BERTO menggunakan kegiatan promosi untuk memasarkan produknya terhadap konsumen. Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut penulis tertarik mengetahui lebih jelas dan mendalam tentang kegiatan biaya promosi dengan menggunakan metode analisa berdasarkan koefisien korelasi, determinasi dan persamaan regresi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keeratan hubungan dan pengaruh antara biaya promosi terhadap peningkatan hasil penjualan produk PT.MARTINA BERTO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dan pengaruh yang sangat erat dan signifikan antara biaya promosi terhadap hasil penjualan produk.
Data yang digunakan adalah data sekunder berupa biaya promosi serta hasil penjualan produk yang diperoleh dari PT.MARTINA BERTO. Data yang digunakan berupa rangkai waktu selama 3 tahun, dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PERANAN STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK JASA ASURANSI PADA PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA

abstraks:

Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan,baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi resiko yang mendasar seperti resiko kematian, atau dalam menghadapi resiko atas harta benda yang dimiliki. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan kegiatannya menghadapi berbagai resiko yang mungkin dapat mengganggu kesinambungan usahanya.
PT. SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa bagi masyarakat juga harus menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan perusahaan asuransi lainnya. Agar PT. SLFI dapat bertahan dan berkembang dengan baik maka PT.SLFI harus dapat menciptakan kemampuan bersaing baik dalam hal jenis produk, harga maupun segmen yang dituju sehingga dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing dan memenangkan persaingan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan,baik oleh perorangan maupun dunia usaha di Indonesia. Asuransi merupakan sarana finansial dalam tata kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi resiko yang mendasar seperti resiko kematian, atau dalam menghadapi resiko atas harta benda yang dimiliki. Demikian pula dunia usaha dalam menjalankan kegiatannya menghadapi berbagai resiko yang mungkin dapat mengganggu kesinambungan usahanya.

PENGARUH PENILAIAN PRESTASI KERJA KARYAWAN TERHADAP PROMOSI JABATAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK

ABSTRAK

A) Fiqhi Pramana ( 2000-11-043 )

B) Pengaruh Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Terhadap Promosi Jabatan
pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
{The Effect of Employee’s Performance Evaluation Towards Promotion at PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jakarta}

C) vi + 90 halaman; 2005; 7 gambar; 28 tabel.

D) Penilaian Prestasi Kerja Karyawan, Promosi.

E) Dalam menghadapi arus globalisasi sumber daya manusia (sdm) memegang peranan yang sangat dominan dalam aktivitas atau kegiatan perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sdm-nya agar dapat mendorong kemajuan baik bagi perusahaan maupun karyawan. Salah satu caranya adalah dengan promosi jabatan. Untuk memutuskan promosi yang akan diberikan pada karyawan, maka perusahaan harus memiliki suatu sistem balas jasa yang tepat. Mekanisme untuk dapat menentukan balas jasa yang pantas bagi suatu prestasi kerja adalah dengan penilaian prestasi kerja.
Berdasarkan hasil analisa diperoleh persamaan Y = 13,188 + 0,710X. artinya setiap ada perubahan variabel X (Penilaian prestasi kerja karyawan) sebesar 0,710 maka akan terjadi perubahan pada variabel Y (promosi jabatan) sebesar 13,188. Berdasarkan hasil analisa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa nilai Rs sebesar 0,395, artinya hubungan antara penilaian prestasi kerja karyawan dan promosi jabatan positif dan cukup kuat. Nilai Kp sebesar 15,6% berarti kinerja karyawan hanya memberi kontribusi sebesar 15,6% terhadap promosi jabatan. Sisanya 84,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini bisa dilihat dari hasil perhitungan nilai t hitung (Cr) sebesar 2,687 sedangkan t tabel sebesar 1,701, artinya Ho tidak ada hubungan antara penilaian prestasi kerja karyawan dengan promosi jabatan, ditolak dan Ha, ada hubungan antara penilaian prestasi kerja karyawan dengan promosi jabatan, diterima.

F) 14 acuan ( 1987-2003)

G) Drs. Frans Bararuallo, MM._____________

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

ANALISIS NETWORK PLANNING DENGAN CPM (CRITICAL PATH METHODE) DALAM RANGKA EFISIENSI WAKTU DAN BIAYA PADA CV. KENARI JEPARA

abstraks:

JURUSAN EKONOMI MANAJEMEN

JUDUL YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENELITIAN jadi kevalitan akan data dapat dipercaya. sehingga untuk mendownloadnya dan untuk dikaji lebih lanjut akan lebih menarik.

Respon Konsumen Terhadap Mie Instan Produk Indofood (Studi Kasus di Pasar Atas Cimahi)

abstraks:

Vinda Septi Virginiawati, 2007. Respon Konsumen Terhadap Mie Instan Produk Indofood (Studi Kasus di Pasar Atas Cimahi). Dibimbing oleh Tarya J. Sugarda.

Tingginya aktivitas masyarakat yang didorong oleh semakin tingginya kebutuhan masyarakat ini menyebabkan pola konsumsi pangan masyarakat berubah. Perubahan pola atau gaya hidup, juga menjadi faktor pemicu terjadinya perubahan pola konsumsi. Pergeseran pola konsumsi masyarakat ini ternyata berdampak positif terhadap industri makanan instan, terutama industri mie instan. Salah satu produsen mie instan terbesar di Indonesia saat ini adalah Indofood. Perusahaan ini menguasai hampir 80 % dari produksi mie instan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi respon konsumen terhadap produk mie instan. 2) Mengetahui respon konsumen terhadap produk mie instan Indofood di Pasar Atas Cimahi.
Dalam penelitian ini pengambilan responden dilakukan di Pasar Atas Cimahi, di sana terdapat toko yang menjual sembako, beras, kios penjual daging, sayuran dan lain-lain. Jumlah toko yang ada di sana sebanyak 460 toko. Adapun toko yang menjual mie instan produk Indofood sebanyak 157 toko. Dari 157 toko penulis mengambil sampel sebanyak 10 toko. Langkah pertama dalam pembahasan respon konsumen ini adalah melakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi respon konsumen terhadap mie instant produk indofood. Dalam pembahasan pertama ini analisis dilakukan untuk mengetahui tingkat kepercayaan konsumen terhadap suatu atribut produk. Kepercayaan ini adalah kekuatan kepercayaan bahwa suatu produk memiliki atribut tertentu. Langkah kedua dalam pembahasan respon konsumen ini adalah melakukan analisis terhadap frekuensi tingkat kepercayaan konsumen terhadap atribut suatu produk. Pada dasarnya sikap seorang konsumen terhadap suatu objek akan ditentukan oleh sikapnya terhadap berbagai atribut yang dimiliki oleh objek tersebut. Konsumen akan mengungkapkan kepercayaan terhadap berbagai atribut yang dimiliki suatu merek dan produk yang dievaluasinya.

Langkah ini digambarkan oleh bi yang mengukur kepercayaan konsumen terhadap atribut yang dimiliki oleh produk mie instant. Kepercayaan tersebut sering disebut sebagai object-attribute linkages, yaitu kepercayaan konsumen tentang kemungkinan adanya hubungan antara sebuah objek dengan atributnya yang relevan.

Penerapan Balanced Score Card

abstraks:

Pengukuran kinerja merupakan suatu hal penting bagi sebuah unit bisnis.
Ini dikarenakan pengukura kinerja dapat digunakan untuk menilai
keberhasilan suatu perusahaan. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk
melakukan penyusunan strategi-strategi bisnis yang cocok dan dapat dijadikan
sebagai dasar dalam penyususnan system imbalan. Selama ini pengukuran
kinerja yang sering digunakan adalah pengukuran kinerja yang hanya
mengukur kinerja keuangan, tidak dapat mengambarkan kinerja perusahaan
secara keseluruan. Pengukuran kinerja keuangan hanya menilai kinerja untuk
jangka pendek dan tidak memperhitungkan harta-harta tak nampak yang
dimiliki rumah sakit. Dengan adanya kekurangan tersebut, maka diciptakan
suatu metode pengukuran kinerja yang mempertimbangkan aspek keuangan
dan non-keuangan yang dikenal dengan istilah Balance Scarecard. Pengukuran
kinerja Balance Scorecard menyangkut empat perspektif yaitu : Perspektif
Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis Internal dan
Perspektif Belajar dan Berkembang. Penulis memilih menggunakan Rumah
Sakit Kristen Tayu karena selama ini pengukuran kinerja yang dilakukan
perusahaan masih menitik beratkan pada aspek keuangan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan skunder.
Tehnik pengmbilan sample yang digunakan adalah metode penelitian sensus,
yaitu mencatat semua elemen yang diselidiki ( Marzaki, 1997:41). Metode
pengujian instrument penelitian yang digunakan yaitu pengujian validitas dan
pengujian realibilitas. Sedangkan untuk metode analisis penulis menggunakan
metode kualitatif (untuk analisis tidak dengan angka) dan metode kwantitatif
(untuk analisis menggunakan angka-angka) yang nilai kinerja Rumah Sakit
melalui empat perspektif Balance Scorecard.

Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif, manajemen perusahaan yang
baik merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Oleh
karena itu perusahaan memerlukan sistem manajemen yang didesain sesuai
dengan tuntutan lingkungan usahanya, karena dengan menggunakan sistem
manajemen yang sesuai dengan tuntutan lingkungan usaha maka perusahaan akan
mampu bersaing dan berkembang dengan baik.
Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi
sebuah perusahaan. Pengukuran tersebut, dapat digunakan untuk menilai

ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

ABSTRACT

In this research, the writer carries out a thesis entitled “The analysis of the relationship of the motivation factors related to the satisfaction by the workers in the Orthopedic Hospital Prof. DR. Soeharso in Surakarta. The aims of the research are: (1) to identify whether exist or not about the relationship of the motivation factors to the satisfaction of the workers; (2) to analyze the level of the relationship between working motivation factor and the working satisfaction of the workers. The proposed hypotheses are: (1) It is predicted that working motivation in which consists of the salary, guarantee, and working environment has the closed relationship to the working satisfaction of the workers; (2) It is also predicted that the level of salary is a dominant variable which influences the working satisfaction of the workers.
In solving the problem, it is needed the data that taken from observation, interview, documentation, and questioner. From the respondents’ answers, it will be analyzed by using the qualitative analysis in which is counted through the age, the education level, the working time and the sex. The next analysis uses quantitative analysis i.e. an analysis tool in the numbers form or statistic that is used to examine the hypothesis.
The quantitative analysis is in the form of validity test and reliability and also doubled regression analysis, T test, F test, Classical assumption test, and doubled correlation analysis test.
From the result of validity test and reliability taken from items of instrument with 15 question, all of them are valid and reliable which is shown r counting > r table.
Based on the doubled regression analysis, it can be gotten the similarity Y= 13, 0747+ 0,0000045X1 + 0,0000059X2+ 0,3516X3. However, the result of T test, it can be gotten the value of tcounting for the salary as many as 5,641, the guarantee as many as 3,614 and the working environment as many as 2,918. The value of ttable is as many as 2,000, it is because tcounting > ttable so the salary, guarantee, and working environment are simultaneously related positively to the working satisfaction.
However, to analyze the determination co-efficiency analysis, it can be gotten the value R2= 65,4%, it means that the salary, guarantee and working environment influence significantly to the working satisfaction as many as 65,4%, however the other 34,6% is influenced by the other variable which is not analyzed by the writer.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pengaruh Stress Kerja, Konflik dan Dukungan Sosial pada Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Purwore

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stress kerja, konflik dan dukungan sosial pada kepuasan kerja pegawai Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan data primer, yang diperoleh secara langsung dari kuesioner yang diisi oleh para karyawan.
Teknik pengambilan sampel yang dengan teknik Accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,538 menunjukkan bahwa sebesar 53,8% variasi perubahan yang terjadi pada variabel kepuasan kerja dipengaruhi oleh variabel stress kerja, konflik dan dukungan sosial , sedangkan 46,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian. Pengujian hipotesis melalui uji t menunjukkan variabel stress kerja memiliki nilai t hitung (-2,326) lebih kecil dari nilai t tabel 1,987 atau p value (0,036) lebih kecil dari α (0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan pada kepuasan kerja pegawai. Variabel konflik memiliki nilai t hitung (-2,123) lebih kecil dari t tabel 1,987 atau p value 90,036) lebih kecil dari α (0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan dukungan sosial pada kepuasan kerja pegawai. Pengujian melalui uji F menunjukkan nilai F hitung (2,7070) berarti secara bersama-sama (simultan) variabel stress kerja, konflik dan dukungan sosial mempunyai pengaruh secara signifikan pada variabel kepuasan kerja pegawai.
Untuk meningkatkan kepuasan kerja pegawai, hendaknya Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Purworejo lebih memperhatikan faktor dukungan soaial karena dukungan sosial merupakan faktor utama yang akan mendorong pegawai untuk lebih berprestasi dan menghasilkan kepuasan kerja yang maksimal.

Kata kunci: stres kerja, konflik, dukungan sosial dan kepuasan kerja.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan atau organisasi dalam mengelola, mengatur, memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan (Anwar, 2002: 1).

PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN KARTU PRA BAYAR IM3

ABSTRACT

Influence of Marketing mix to loyalitas of consumer of card of prabayar IM3 ( study case of student of STAIN Surakarta). Accurate variable is product, price, place, and promotion in its influence to loyalitas consumer. This research use the sampel consumer using and have used the card of prabayar IM3 that is student of STAIN Surakarta, While analyzer used doubled linear regresi using program spss 11.5.
Target of this research is ( 1) Knowing whether 4 the variable marketing mix have an effect on to loyalitas consumer either through parsial and also bersama-sama.(2) To know the which variable which most dominant influence the loyalitas consumer.
Equation Regresi yielded is most dominant Y=0.959+0.214.X1+0.161.X2+0.238.X3+0.150.X4 variable is having value 0.238 that is place.
Test the F yield the F count/calculate equal to 22,950 with the value probalilitas ( sig) yielded by under level signifikan 0.05 or 5% hence matter of this means ( X1) Product, ( X2) Price, ( X3) Place, ( X4) Promotion by together have an effect on to variable Y( loyalitas consumer)
Test the t yield the ( X1) Product 2.017, ( X2) Price 2.164, ( X3) Place 2.471, ( X4) Promotion 2.020. Because its probability value below/under level signifikan 0.05 or 5% hence meaning all factor by parsial have an effect on the signifikan to variable Y ( loyalitas consumer).
Result of R2=0.491 matter of means that ( X1) Product, ( X2) Price, ( X3) Place, ( X4) Promotion have an effect on to loyalitas consumer of equal to 49.1% for a while 50.9% because of other factors is which do not there are in this research.

Keyword : product, price, place, promotion, loyalitas consumer

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PERANAN GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DAN SITUASI KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PLTU PAITON

abstraks:

Dengan banyaknya perusahaan bermunculan di Indonesia baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil maka perusahaan akan semakin membutuhkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu memberikan perhatian terhadap gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan yang berlaku di perusahaan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor : a). untuk mengetahui pengaruh secara serempak antara gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan dan situasi kepemimpinan terhadap kinerja karyawan PLTU Paiton, b) Untuk mengetahui variabel mana diantara gaya kepemimpinan dan situasi. Kepemimpinan yang memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan PLTU Paiton.
Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari jawaban responden atas daftar pertanyaan dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan model Regresi Linier Berganda yang selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan gaya kepemimpinan dan situasi kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dimana Fhitung sebesar 262,041 berada di luar Ftabel 3,093. Pengujian hipotesis uji t untuk gaya kepemimpinan dimana thitung sebesar 6,380 berada di luar ttabel sebesar 1,9847 yang berarti bahwa adanya pengaruh gaya kepemimpinan kepala bagian terhadap kinerja karyawan pada bagian PLTU Paiton. Sedangkan thitung situasi sebesar 4,241 berada di luar ttabel sebesar 1,9847 yang berarti bahwa adanya pengaruh situasi terhadap kinerja karyawan pada bagian PLTU Paiton.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dewasa ini di Indonesia banyak bermunculan perusahaan baru baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil yang bergerak dalam berbagai jenis bidang usaha. Dengan demikian banyak muncul perusahaan besar maupun perusaan kecil maka perusahaan akan semakin membutuhkan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai tujuan perusahaan.

PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA APARTEMEN SEJAHTERA DIYOGYAKARTA

abstraks:

Apartemen Sejahtera merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang jasa penginapan yang terletak dikawasan Universitas Sanata Drama. Jumlah karyawan Apartemen Sejahtera pada tahun 2006 sebanyak 95 orang. Apartemen Sejahtera Yogyakarta terletak di Jalan Pringgodani No 16, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Yogyakarta sehingga memudahkan transportasi keluar masuknya pengguna penginapan ke Apartemen Sejahtera.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Analisis Penggunaan Selebritis Sebagai Endorser Terhadap Brand Assosiation Produk Jamu Tolak Angin Sido Muncul”

abstraks:

Trend hidup masyarakat dalam bidang pengobatan agaknya sudah mulai bergeser dari pengobatan modern menuju ke pengobatan tradisional.Masyarakat mulai menyukai menggunakan ramuan-ramuan tradisional daripada obat-obat kimia.banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah harga obat-obat kimia yang semakin mahal. Gaya hidup “back to nature” ini membuat persaingan bisnis jamu menjadi semakin ketat,banyak produsen jamu berlomba-lomba untuk dapat memenangkan persaingan dan memperoleh konsumen atau pangsa pasar baru. Penggunaan media-media baik melalui media cetak (surat kabar,majalah,tabloid) maupun media elektronik (televisi,radio) serta media internet akan dimanfaatkan secara optimal guna mengembangkan usaha atau bisnisnya.
Persaingan dunia usaha yang semakin ketat khususnya dalam bidang pengobatan mengharuskan para produsen jamu bersaing di pasar untuk mempertahankan produknya. Pemasaran yang terjadi saat ini merupakan pertempuran persepsi konsumen dan bukan lagi sekedar pertempuran produk. Produk yang memiliki kualitas, model dan features yang relatif sama dapat memiliki kinerja yang berbeda da pasar, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan persepsi di benak konsumen. Salah satu aset yang dapat digunakan untuk membangun persepsi adalah merek (brand). Menurut Kotler (1997), merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi hal-hal tersebut yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing.

5.1. Kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis dan bahasan dalam bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
• Dari semua kesan yang ada atau terbentuk dari artis Shophia Latjuba sebagai endorser produk jamu Tolak Angin Sidomuncul tidak semua kesan tersebut akan membentuk assosiasinya, tetapi hanya ada empat kesan yang membentuk brand asotiation dari endorser. Asosiasi-asosiasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Berpengetahuan
2. Berkualitas
3. Populer
4. Menarik

ANALISA STRATEGI PENGEMBANGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PADANG

abstraks:

DESRI HENDRI (04.1002.6530.028) “Analisa Strategi Pengembangan Pada RSUD Kota Padang”

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh RSUD Kota Padang, untuk meningkatkan pangsa pasar dalam industri kesehatan selayaknya memiliki strategi yang tepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal dan internal RSUD Kota Padang serta untuk mengetahui strategi bersaing RSUD Kota Padang ke depannya.
Jenis penelitian ini digolongkan kepada penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode analisa kualitatif (analisa SWOT), yaitu memandingkan antara faktor eksternal dengan faktor internal dalam bentuk matriks EFAS dan matriks IFAS, kemudian disatukan dalam penempatan posisi sembilan sel pada I-E matriks.
Hasil dari pembahasan analisa data maka diperoleh skor tertimbang untuk analisa internal adalah 3,05 dan skor tertimbang untuk analisa eksternal adalah 2,85. Berdasarkan komposisi ini maka RSUD Kota Padang berada pada ruang IV pada I-E matriks yang merupakan posisi pada growth and build, pada posisi ini strategi yang tepat digunakan adalah strategi intensif atau integratif.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam Undang-undang No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah: keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal (UU Kesehatan, 1995).

ANALISIS PERSEPSI BRAND ASSOCIATION MENURUT PELANGGAN SABUN MANDI CAIR LUK PADA PT. UNILEVER INDONESIA, Tbk

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan (1) Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen berkeinginan untuk membeli sabun mandi cair Lux dalam persepsi brand association pada PT Unilever Indonesia, Tbk. (2) Bagaimana persepsi brand association menurut pelanggan sabun mandi cair Lux pada PT Unilever Indonesia, Tbk.

Dalam penulisan skripsi yang berjudul “Analisis Persepsi Brand Associotion Menurut Pelanggan Sabun Mandi Cair Lux Pada PT Unilever Indonesia, Tbk”, penulis menyadari akan adanya kekurangan yang terdapat didalamnya. Alhamdulillah berkat bantuan dari berbagai pihak, maka hambatan dan kekurangan yang ada didalamnya dapat sedikit demi sedikit teratasi. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tiada terkira kepada:
1. Bapak Drajat B. Prasetyo, S.E., AK., M.B.A.,selaku Ketua STIE Perbanas Jakarta.

ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI TIRTA

abstraks:

Depot air minum isi ulang yang berlokasi di Jalan Glagah Sari No. 86 Yogyakarta didirikan oleh Bapak Mulyadi, pada tanggal 30 April 2003 yang diberi nama Tirta Mulya. Pada awalnya hanya menjual produk air minum merek Aqua akan tetapi dengan adanya permintaan dari konsumen Bapak Mulyadi berani atau mencoba menjual produk air minum isi ulang yang diperoleh dari mata air Pluneng, di Desa Karang Nongko, Kecamatan Delangu, Kabupaten Klaten. Berdasarkan hasil pemeriksaan bakteriologis sampel air minum isi ulang yang dilakukan oleh Kepmenkes 907/Menkes/SK/VII/ 2002 menyatakan bahwa kadar Coliform Total dan Faecal Coli = 0 MPN/100, sehingga air minum isi ulang Tirta Mulya layak untuk dikonsumsi oleh konsumen.
Misi dan tujuan perusahaan adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada para konsumen, meningkatkan loyalitas konsumen, meningkatkan penjualan produk serta meningkatkan pendapatan perusahaan.

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Dalam keadaan perekonomian yang semakin sulit ini banyak terjadi persaingan di berbagai bidang kehidupan, termasuk didalamnya persaingan dalam dunia bisnis. Banyak perusahaan yang saling berlomba untuk mendapatkan pangsa pasar, sehingga hal ini memacu perusahaan untuk berusaha terus maju dalam memperbaiki bisnisnya. Di samping itu dengan adanya kemajuan teknologi, perusahaan dituntut pula untuk dapat mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dengan yang lainnya.

Pengaruh Harga, Promosi dan Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian Produk Alkohol One Med di Kota Semarang

abstraks:

Penelitian ini menggunakan 3 variabel bebas yaitu pengaruh harga, promosi dan kualitas serta variabel keputusan pembelian produk.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang mengambil keputusan dalam membeli produk One med pada tahun 2005 yang berjumlah 1324 orang di Semarang dengan sampel yang diambil sebanyak 93 orang responden.
Dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel harga, promosi, kualitas dan distribusi mempunyai taraf signifikan < 0,05 sehingga variabel-variabel tersebut mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk alkohol One med. Berdasarkan hasil perhitungan F hitung, secara bersama-sama variabel-variabel harga, promosi dan kualitas mempunyai taraf signifikan < 0,05, hal ini membuktikan bahwa variabel-variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk alkohol One med.
Pada uji koefisien determinasi (Adjust R Square) menunjukkan bahwa keputusan pembelian produk alat kesehatan One med dipengaruhi oleh variabel harga, promosi dan kualitas sebesar 77,2%, sedangkan persentase sisanya sebesar 22,8% dijelaskan oleh variabel yang lain atau sebab-sebab diluar model regresi penelitian ini misalnya pelayanan, saluan distribusi dan sebagainya.

Kata kunci : pengaruh harga, promosi dan kualitas terhadap keputusan pembelian produk

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penerapan Metode Penjualan Potenisal Untuk Menetapkan Tenaga Penjual Dalam Upaya Pencapaian Target Penjualan Rokok A Mild 16 Pad

abstraks:

Tingkat kesalahan (standar error) yang mungkin terjadi dalam peramalan penjualan adalah sebesar 3.875 slop. Hal ini disebabkan karena tingginya penetapan target yang ditetapkan oleh perusahaan dan terbatasnya jumlah tenaga penjual yang dipergunakan dalam kegiatan pemasaran. sebelum adanya penerapan metode penjualan untuk tahun 2005 diperkirakan sebesar 11.359 slop, demikian pula ramalan penjualan untuk 2006 diperoleh sebanyak 11.913 slop sedangkan ramalan penjualan untuk tahun 2007 adalah sebanyak 12.465 slop.
Setelah adanya penerapan metode penjualan potensial diperoleh ramalan penjualan untuk tahun 2005 adalah sebanyak 7.485 slop dengan menggunakan tenaga penjual sebanyak 8 orang, demikian pula untuk ramalan penjualan untuk tahun 2006 adalah sebanyak 8.509 slop dengan menggunakan tenaga penjual sebanyak 10 orang. Jadi dari ramalan penjualan tersebut diatas kemungkianan dapat tercapai apabila semua faktor pendukungnya dimanfaatkan secara optimal serta dengan asumsi faktor-faktor lain di anggap tetap.

Dari rumus yang terbentuk dari hasil perhitungan adalah Y = 6.935,40 + bX, yang berarti penambangan satu orang tenag penjual akan meningkatkan volume penjualan sebesar 6.935,40 unit dengan asumsi faktor-faktor lain di anggap tetap. Sedangkan hasil dari uji t hitung adalah sebesar 9,3. Hal ini menunjukkan bahwa Hi diterima karena nilai t hitung (9,3) lebih besar dari t tabel yaitu sebesar 3,182. Hal ini berarti terdapat korelasi yang signifikan antara penambahan jumlah tenaga penjual (X) dengan hasil penjualan (Y).

ANALISA PENGARUH VOLUME PENYALURAN KREDIT TERHADAP PENDAPATAN BUNGA

abstraks:

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh volume penyaluran kredit terhadap pendapatan dari bunga yang dibebankan dan mengetahui apakah volume penyaluran kredit berhubungan dengan tingkat pendapatan bunga.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data dan metode analisa yang terdiri dari analisa kualitatif dan analisa kuantitatif ( korelasi,t-test, koefisien penetu dan regresi linear sederhana )
Berdasarkan analisa yang penulis lakukan dengan menggunakan analisa regresi maka dapat disimpulkan volume penyaluran kredit berpengaruh terhadap pendapatan bunga sebesar 0,69 dan nilai korelasinya sebesar 0,95 yang menyatakan bahwa volume penyaluran kredit mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan pendapatan atas bunga yang dibebankan.
Dan berdasarkan penelitian ini penulis menyarankan kepada bank untuk dapat mengembangkan dana kredit yang dikucurkan agar dapat berjalan optimal dan mencapai sasaran kredit yang diinginkan serta menetapkan tingkat penyaluran kredit yang sesuai dengan tujuan bank.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN

ABSTRAK
“ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN (Suatu kasus pada perusahaan jasa Pelaksana Konstruksi PT MATRIX PRIMATAMA Bandung)

Oleh:
Rika Rahmawati
010432

Pembimbing I : Dra. Neti Budiwati, M.Si
Pembimbing II : Navik Istikomah, SE.M,Si

Penelitian ini berangkat dari isu terjadinya gejolak turun naiknya produktivitas yang diperoleh PT Matrix Primatama Bandung setiap proyek yang dilaksanakan.
Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh proyek yang telah dilaksanakan oleh PT Matrix Primatama Bandung selama kurun waktu enam tahun kebelang. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial terhadap produktivitas per proyek PT Matrix Primatama Bandung.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey eksplanatori (explanatory methode) yaitu suatu metode penelitian yang bermaksud menjelaskan hubungan antar variabel dengan menggunakan pengujian hipotesis. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu seluruh proyek yang telah dilaksanakan PT Matrix sebanyak 25 proyek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
1. Efektivitas modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
2. Kualitas tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
3. Kemampuan manajerial berpengaruh signifikan . terhadap produktivitas.
Besarnya koefisien determinasi (R2) dari variable efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial terhadap produktivitas adalah sebesar 78,20%.
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang dilakukan di PT Matrix Primatama adalah bahwa secara simultan efektivitas modal kerja, kualitas tenaga kerja danm kemampuan manajerial berpengaruh signifikan terhadap produktivitas. Sedangkan secara parsial variabel efektivitas modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, kualitas tenaga kerja dan kemampuan manajerial berpengaruh signifikan terhadap produktivitas perusahaan.
Berkaitan dengan hal itu, maka PT Matrix Primatama Bandung harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga dapat melaksanakan pekerjaan ssuai dengan sasaran yang harus dicapai. Salah satu cara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah dengan mengikutsertakan dalam diklat yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilaksanakan..

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Potensi usaha jasa konstruksi sangat berperan dalam kegiatan perekonomian, khususnya dalam kegiatan pembangunan. Baik pembangunan sarana umum, pembangunan gedung maupun pembangunan lainnya. Dengan adanya industri jasa konstruksi akan memberikan peluang yang besar bagi penyerapan tenaga kerja yang memiliki keahlian dibidang industri jasa konstruksi dan bangunan, dengan tersedianya lapangan pekerjaan maka akan menciptakan pendapatan bagi tenaga kerja dan mengurangi tingkat pengangguran.

PENGARUH ADVERTISING TERHADAP PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS SERTA DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECAP ABC

abstraks:

Sandi Permana, Pengaruh Advertising terhadap pembentukan Brand Awareness serta dampaknya pada Keputusan Pembelian Produk Kecap ABC (Survey Pada Ibu-ibu PKK Pengguna Kecap ABC di Kelurahan Antapani Kecamatan Cicadas Kota Bandung, di bawah bimbingan Dr. Agus Rahayu, M.Si dan Drs. Girang Razati, M.Si.

Era globalisasi telah menuntut adanya perubahan paradigma lama dalam segala bidang, salah satunya adalah bidang pemasaran. Semakin tingginya tingkat persaingan di bisnis lokal maupun global dan kondisi ketidakpastian memaksa perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage) agar mampu memenangkan persaingan di bisnis global. Seiring perkembangan tersebut masyarakat dihadapkan pada berbagai pilihan dalam mengkonsumsi kebutuhannya sehari-hari. Dengan perkembangan teknologi dan informasi, perkembangan industri semakin tinggi dan kompleks. Salah satu industri yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah jenis industri makanan dan minuman kategori kecap.
Persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan kecap menggunakan berbagai strategi dan berusaha mendapatkan dan mempertahankan konsumen agar tetap menjadi pelanggannya. Para pemasar menyadari dalam persaingan yang semakin ketat dan untuk mencapai laba, mempertahankan kontinuitas perusahaan, mereka harus menciptakan strategi agar kontinuitas perusahaan tetap terjaga. Salah satu strategi yang berkembang adalah advertisng, untuk itulah Perusahaan Kecap ABC menggunakan program advertising untuk meningkatkan brand awareness dan keputusan pembelian konsumennya.
Yang menjadi objek penelitian adalah ibu-ibu PKK Pengguna Kecap ABC di Kelurahan Antapani Kecamatan Cicadas Kota Bandung. Variabel bebas (X) adalah Pelaksanaan Program Advertisng dan Variabel bebas (Y) adalah Pembentukan Brand Awareness. Sedangkan untuk variabel terikat (Z) adalah Keputusan Pembelian Konsumen. Jenis penelitian ini menggunakan jenis deskriptif verifikatif, dan metode yang digunakan adalah survei dengan teknik cluster random sampling, maka diperoleh jumlah sampel sebesar 120 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik regresi linier sederhana dengan menggunakan koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t, dan uji F.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program Advertising berpengaruh terhadap Pembentukan Brand Awareness sebesar 68,8%, kemudian Brand Awareness berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian sebesar 91,9%, dan pelaksanaan program Advertising berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian sebesar 69,0%.
Oleh karena itu, saran untuk Perusahaan Kecap ABC hendaknya lebih meningkatkan program advertising Kecap ABC dengan program yang lebih menarik dan menggunakan media yang lebih tepat guna meningkatkan brand awareness serta keputusan pembelian Konsumen Kecap ABC. Selain itu, Perusahaan Kecap ABC sebaiknya mempertimbangkan sarana promosi lainnya di samping advertising agar kinerja dan tujuan perusahaan dapat tercapai dengan lebih baik.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini terdapat dua kekuatan besar yang mendasari laju perubahan ekonomi dunia yaitu globalisasi dan kemajuan teknologi. Kedua kekuatan ini telah menyebabkan persaingan diantara berbagai perusahaan menjadi semakin ketat baik pada tingkat domestik maupun pada tingkat internasional.

Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Guru Di SMK YKTB 2 Bogor

ABSTRAK

AGUSTAMA. 200434201144. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Guru Di SMK YKTB 2 Bogor.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap prestasi kerja guru di SMK YKTB 2 Bogor. Teknik analisis data dengan menggunakan metode statistik, sebelum penarikan kesimpulan. Di dalam penelitian ini analisis statistik dengan menggunakan program SPSS Versi 11.00 for Windows. Pada tahap itu, diinterprestasikan hasil dari tahap-tahap sebelumnya. Setelah itu, dibuat kesimpulan yang merupakan titik akhir suatu permasalahan, berupa keputusan atau rencana yang menjadi jawaban terbaik dari permasalahan tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa adanya pengaruh positif yang erat antara kompensasi dengan prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor.

Kata Kunci : Kompensasi, Prestasi Kerja

B A B I
P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang
Prestasi kerja pengajar dari suatu lembaga pendidikan, selalu menekankan pelaksanaan tugas pengajar, sedangkan tugas-tugas yang harus dilaksanakan adalah bagian dari pekerjaan atau posisi dalam lembaga pendidikan.
Para pimpinan lembaga pendidikan secara rutin menilai keefektifan individu melalui proses evaluasi prestasi kerja, evaluasi prestasi kerja ini menjadi dasar untuk kenaikan gaji, promosi, insentif, kompensasi dan jenis imbalan lain yang diberikan lembaga bimbingan belajar itu.

TINJAUAN ATAS PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK BANDUNG TEGALLEGA

ABSTRAK

Tinjauan Atas Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai
di Kantor Pelayanan Pajak Bandung Tegallega

Dalam peningkatan dan pembangunan nasional Pemerintah memerlukan suatu penerimaan yang rutin, maka pemerintah menempatkan perpajakan sebagai pengadaan dana yang merupakan perwujudan peran aktif masyarakat yang dalam hal ini adalah dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Sehubungan dengan hal diatas, penulis melakukan penelitian dengan judul “Tinjauan Atas Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Pada Kantor Pelayanan Pajak Bandung Tegallega”, sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana target dan realisasi Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hal-hal apa saja yang menyebabkan tidak tercapainya target Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai serta upaya-upaya untuk mencapai realisasi target Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Kantor Pelayanan Pajak Bandung Tegallega.
Metode yang digunakan yaitu dengan metode pengumpulan sumber data. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi dalam negeri baik jasa maupun barang dengan tarif tunggal. Maka dengan peranan yang begitu penting perlu mendapatkan perhatian yang khusus terutama aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dimana hal tersebut sangat didukung oleh kesadaran wajib pajak dalam melaporkan pajak terutangnya.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap masyarakat. Oleh karena itu negara menempatkan perpajakan sebagai perwujudan salah satu kewajiban kenegaraan dalam rangka kegotong royongan nasional sebagai peran serta aktif masyarakat dalam membiayai pembangunan.

PENGARUH IMPLEMENTASI RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP CUSTOMER LOYALTY

ABSTRAC

The purpose of this research is to examine the influences of understanding customer expectation, building service partnership, total quality management, and empowering employees toward customer loyalty.
The sample of this research is customer who is saving in Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cik Di Tiro in Yogyakarta. The technique sampling in this research is convenience sampling. We are used quesioner to collect the primer data, and the respondents are 100.
We used regression analysis to know the influences of understanding customer expectation, building service partnership, total quality management, and empowering employees toward customer loyalty
Results indicate simultan understanding customer expectation, building service partnership, total quality management and empowering employees have influences toward customer loyalty. Parsial understanding customer expectation, building service partnership, total quality management and empowering employees have influences toward customer loyalty.

Keyword: understanding customer expectation, building service partnership, total quality management, empowering employees, and customer loyalty.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Perubahan dalam dunia usaha yang semakin cepat mengharuskan perusahaan untuk merespon perubahan yang terjadi, problem sentral yang dihadapi perusahaan-perusahaan saat ini adalah bagaimana perusahaan tersebut menarik pelanggan dan mempertahankanya agar perusahaan tersebut dapat bertahan dan berkembang, tujuan tersebut akan tercapai jika perusahaan melakukan proses pemasaran.

PENGARUH BUDAYA KAIZEN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI SAE PUJON KABUPATEN MALANG

abstraks:

Koesmono (2006 : 1) menyebutkan bahwa salah satu masalah nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah penanganan terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia. Jumlah sumber daya manusia yang besar apabila dapat didayagunakan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menunjang gerak lajunya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Melimpahnya sumber daya manusia yang ada saat ini mengharuskan berfikir secara seksama yaitu bagaimana dapat memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal.

Handoko (2000 : 10) menyatakan, Agar di masyarakat tersedia sumber daya manusia yang handal diperlukan pendidikan yang berkualitas, penyediaan berbagai fasilitas sosial, lapangan pekerjaan yang memada

PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT TELKOM CABANG BOYOLALI

abstraks:

Komunikasi yang baik antara pimpinan dan karyawan, dan pimpinan-pun mengerti akan kebutuhan dan keinginan-keinginan karyawan maka akan menghasilkan kinerja karyawan yang berpengaruh pula terhadap kinerja perusahaan.

Dalam skripsi ini terdapat tiga permasalahan yang dapat dikemukakan vaitu : pertama, Bagaimana kepuasan kerja karyawan PT TELKOM Cabang Boyolali?

skripsi ekonomi

Aug 6, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  14 Comments

ANALISIS PERHITUNGAN BAGI HASIL TABUNGAN UMMAT

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pembukaan rekening Tabungan Ummat, Transaksi Tabungan Ummat, dan cara perhitungan bagi hasil Tabungan Ummat pada Bank Muamalat Indonesia. Ini dimaksudkan untuk melihat apakah prosedur tersebut telah sesuai dengan syariah. Sebagai acuan yang digunakan adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
Data diperoleh dari observasi langsung di Bank Muamalat Indonesia Cabang Yogyakarta. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif analisis guna memberikan gambaran pada masalah yang diteliti, paparan analisis memberikan jawaban atas pertanyaan what dan how.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, besarnya bagi hasil yang diberikan oleh bank kepada nasabah, jumlah yang seharusnya telah sesuai dengan yang tertera dalam rekening koran milik salah satu nasabah Bank Muamalat Indonesia yaitu sebesar Rp. 18.594,64.
Berdasarkan hasil analisis perhitungan bagi hasil, metode perhitungan bagi hasil yang diterapkan oleh Bank Muamalat Indonesia Cabang Yogyakarta belum sepenuhnya sesuai dengan syariah, yaitu keuntungan yang diperoleh akan dibagihasilkan setelah diakumulasikan selama satu bulan, dengan kata lain digunakan metode saldo rata-rata harian. Seharusnya bank syariah menggunakan metode saldo harian, yaitu keuntungan yang diperoleh bank syariah pada hari itu dibagikan langsung (ditampung dalam rekening khusus) kepada nasabah sesuai dengan nisbah dan saldo pada hari itu. Selain itu Bank Muamalat Indonesia Cabang Yogyakarta perlu mempertahankan pola perhitungan bagi hasil yang sesuai dengan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah.

Upgrade member special indoskripsi :
username aa2605 dengan skripsi yang berjudul ANALISIS PERHITUNGAN BAGI HASIL TABUNGAN UMMAT jurusan EKONOMI ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan perbankan di Indonesia sejak adanya revisi UU No.

PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN KINERJA BERBENTUK BADAN USAHA

abstraks:

Pengukuran kinerja merupakan suatu hal penting bagi sebuah unit
bisnis. Pengukuran kinerja Balance Scorecard menyangkut empat perspektif
yaitu : Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis
Internal dan Perspektif Belajar dan Berkembang. Penulis memilih
menggunakan Rumah Sakit Kristen Tayu karena selama ini pengukuran
kinerja yang dilakukan perusahaan masih menitik beratkan pada aspek
keuangan. Metode pengujian instrument penelitian yang digunakan yaitu
pengujian validitas dan pengujian realibilitas.Berdasarkan hasil penelitian
yang sudah dilakukan penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai
berikut,Perspektif Keuangan,pertumbuhan ROI dan Rasio Efisiensi
mengalami peningkatan, menujukan keuangan meningkat. Perspektif
Pelanggan, mampu mempertahankan dan menarik minat pelanggan dan
mampu memuaskan pelanggan. Perspktif Proses Bisnis Internal, mampu
memberikan fasilitas pelayanan yang baik walaupun pelayanan pencegahan
dan kecepatan kurang memadai. Perspektif Belajar dan Berkembang,
mampu mempertahankan karyawan dan mampu memuaskan karyawan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif,
manajemen perusahaan yang baik merupakan faktor penting yang
harus diperhatikan oleh perusahaan. Oleh karena itu perusahaan
memerlukan sistem manajemen yang didesain sesuai dengan tuntutan
lingkungan usahanya, karena dengan menggunakan sistem manajemen
yang sesuai dengan tuntutan lingkungan usaha maka perusahaan akan
mampu bersaing dan berkembang dengan baik.
Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat
penting bagi sebuah perusahaan. Pengukuran tersebut, dapat

Penerapan Activity Based Costing untuk meningkatkan akurasi dalam perhitungan harga pokok konstruksi di PT. “X

abstraks:

tentang penerapan ABC dalam perhitungan harga poko produk

BAB I (mohon text dirapikan, jangan asal copy paste)
BAB II,
BAB III,
BAB IV,
Daftar Pustaka lengkap dengan tahunnya, apabila terdapat kutipan maka disertakan asal kutipan tersebut,
Lampiran, mohon disertakan lampiran-lampiran yang digunakan dalam mendukung skripasi tersebut. dan data-data apa saja yang diperlukan dalam penyusunan skripsi tersebut mohon juga disertakan.
terima kasih

Analisis Kinerja Keuangan pada PDAM Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005

abstraks:

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perkembangan kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif model analisis dokumenter. Populasi adalah laporan keuangan (laporan laba/rugi dan neraca) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Kinerja keuangan dari tahun 2002-2005 adalah cukup. (2) Secara keseluruhan dari 10 (sepuluh) indikator ada 5 (lima) indikator yang sudah baik kinerjanya yaitu : rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas rasio total aktiva terhadap total utang, rasio aktiva produktif terhadap penjualan air, jangka waktu penagihan piutang, dan efektivitas penagihan. (3) Sedangkan indikator kinerja keuangan yang belum maksimal nilainya adalah : Rasio laba terhadap aktiva produktif, rasio laba terhadap penjualan, rasio aktiva lancar terhadap utang lancar, rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi, dan rasio laba operasi sebelum biaya penyusutan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Negara seperti negara di dunia pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Tujuan negara ini diwujudkan dalam penyelenggaraan negara. Penyelenggaraan negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam segala aspek oleh penyelenggara negara. Konsep pembangunan secara umum adalah usaha untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat, melalui pembangunan diusahakan ada perbaikan dari kondisi pasif, statis, dan tertinggal manjadi aktif, dinamis, serta masyarakat yang lebih maju.

Analisis pengaruh pelatihan terhadap prestasi karyawan Pada PT. Perkebunan Nusantara XIV(Studi kasus Pabrik Gula Bone)

abstraks:

Sumber daya yang besar harus dapat diubah menjadi suatu asset yang bermanfaat bagi pengembangan perusahaan. Untuk itu berbagai keahlian, keterampilan dan kesempatan harus dibekalkan kepada sumber daya manusia sesuai dengan kemampuan demi mencapai tujuan yang diinginkan, baik yang menyangkut kepentingan karyawan maupun bagi kemajuan perusahaan sehingga perusahaan dapat mempertahankan hidup dan tumbuh lebih besar. Tujuan pertama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh program pelatihan dan pengembangan terhadap prestasi kerja yang dapat dicapai oleh seorang karyawan, dengan meneliti pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan dan prestasi kerja yang dihasilkan karyawan tersebut melalui penilaian prestasi pekerjaan secara individu. Tujuan kedua adalah untuk mengetahui pengaruh prestasi kerja seorang karyawan terhadap pengembangan karir yang dapat dicapai oleh karyawan tersebut dengan meneliti kondisi kerja dan bagaimana kelangsungan karir yang bersangkutan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di negara kita terlihat adanya perkembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat khususnya pada bidang ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya perusahaan yang didirikan, baik perusahaan kecil maupun besar yang menyebabkan persaingan antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya.
Dalam hubungan yang demikian bahwa manusialah sebagai tenaga kerja untuk menggerakkan satu perusahaan, oleh karena itu untuk menghadapi persaingan antara satu perusahaan dengan yang lainnya maka dibutuhkan faktor produksi seperti tenaga kerja modal dan skill.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGANPASKA KEPUTUSAN BAPEPAM

abstraks:

This research aims is to know factors influencing timeliness of financial
reporting pasca decision BAPEPAM Number: KEP-36/PM/2003 that is with
testing whether there is difference between factors influencing timeliness of
financial reporting before and after specified by Decision BAPEPAM Number:
KEP-36/PM/2003 specifying deadline of financial reporting from 120 day become
90 day.
Population of Research is 156 manufacture firms listed in Jakarta Stock
Exchange year 2004. Amount of Sampel 70 manufacture firms selected by using
method of simple random sampling. This research use data of sekunder coming
from annual report of manufacture firms for year of book ending 31 December
2004 publicized in Jakarta Stock Exchange .
Method used in analysing data that is logistic regression multivariate
model. Result after existence of Decision of BAPEPAM Number: KEP-
36/PM/2003 at level signifikan 10%, variable of age of firm (AGE) have an effect
on by signifikan to timeliness of financial reporting with direction which are
positive that is excelsior of AGE hence the excelsior also the reporting timeliness.
While variable of ratio gearing (GEAR), profitability (PROFIT), size of firm
(SIZE), extra ordinary item and/or kontijensi (EXTRA), and structure of
ownership (OWN) not have an effect on to timeliness of financial statement
reporting.

1.1. Latar Belakang
Pasar modal di Indonesia mengalami perkembangan yang ditandai dengan
banyaknya jumlah perusahaan yang go-public dalam kurun waktu sepuluh tahun
terakhir. Sejalan dengan itu, jumlah laporan yang disajikan oleh emiten juga
semakin meningkat. Laporan keuangan menyediakan informasi keuangan suatu
entitas yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk dasar
pembuatan keputusan-keputusan ekonomi (Sutikno dan Sabeni, 2000:226).
Banyak pihak yang percaya bahwa ketepatan waktu laporan (timeliness)

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL (Studi Pada Perusahaan yang Termasuk Kategori JII di BEJ)

abstraks:

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada saham-saham yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index. Periode penelitian ini antara bulan Juli-Desember 2005 dengan judul “ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL (Studi Pada Perusahaan Yang Termasuk Kategori JII Di BEJ).”
Penelitian ini menggunakan data indeks harga saham JII periode Juli-Desember 2005, data keuangan perusahaan yang masuk JII per 31 Desember dari tahun 2002 sampai dengan 2005, serta informasi lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk tingkat pengembalian (return) menggunakan harga saham penutupan bulanan (JSX Monthly Statistic).
Hasil analisis menunjukkan saham JII yang memberikan tingkat pengembalian (return) tertinggi untuk periode Juli-Desember 2005, yaitu Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar 0.0759 dan return terendah dimiliki oleh Gajah Tunggal Tbk (GJTL) sebesar -0.0483. Sedangkan risiko terendah untuk saham JII untuk periode Juli-Desember 2005, yaitu Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar 0.0444 dan risiko tertinggi, yaitu Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar 0.1293. Dengan analisis model indeks tunggal terdapat 4 saham yang dapat memberikan keuntungan dengan portofolio optimal, yaitu AALI (Astra Agro Lestari Tbk), ANTM (Aneka Tambang Tbk), TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk) dan UNVR (Unilever Indonesia Tbk). Saham-saham tersebut masuk dalam portofolio optimal karena mempunyai harga saham yang relatif stabil mengalami kenaikan, nilai beta positif, ERB positif dan ERB C*. Proporsi dana untuk masing-masing, yaitu AALI 38.57%, ANTM 6.68%, UNVR 39.26% dan TLKM 15.49%. Dengan susunan portofolio tersebut, memberikan keuntungan 2.9% dan risiko 3%.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan investor sebaiknya lebih cermat dan teliti dengan memilih saham-saham yang terletak pada rangkaian portofolio optimal karena portofolio tersebut akan memberikan tingkat pengembalian tinggi pada tingkat risiko yang rendah. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan lebih dari satu metode dalam perhitungannya, misalnya model Markowitz maupun Capital Asset Pricing Model (CAPM) sebagai pembanding. Selain itu, sebaiknya periode pengamatannya lebih lama dengan menggunakan data harian serta tidak hanya dengan analisis fundamental, tetapi juga menggunakan analisis teknikal sehingga hasil penelitian akan lebih tepat dan akurat.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lahirnya Islam sekitar 15 abad yang lalu meletakkan dasar penerapan prinsip syariah dalam industri keuangan. Islam menerapkan prinsip ini dikarenakan adanya kaidah muamalah yang mengatur hubungan antarmanusia, termasuk di dalamnya perdagangan dalam arti luas. Namun, perkembangan penerapan prinsip syariah terhambat dalam kurun waktu relatif lama saat negara-negara Eropa menjajah negara-negara di Timur Tengah dan negara-negara Islam lainnya.

Peranan Perencanaan Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya.

ABSTRAK

Peranan Perencanaan Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya. Program Studi Pendidikan Ekonomi/Tata Niaga. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Siliwangi.

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mngetahui seberapa besar peranan perencanaan pemasaran dalam menigkatkan volume penjualan pada Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya, dan hambatan-hambatan yang dihadapi dan cara mengatasi masalah oleh Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya.
Agar penelitian mencapai sasaran yang diinginkan, maka dalam penelitian ini digunakan metode deskriftif analisis dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan penyebarab angket. Untuk mengolah data yang telah diperoleh di gunakan uji regresi dan uji korelasi.
Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana didapat kesimpulan bahwa setiap perencanaan pemasaran satu satuan, maka penigkatan penjualan akan bertambah. Data diperoleh hasil penelitian diolah dengan tujuan untuk mengethui peranan variabel X (peranan perencanaan pemasaran) terhadap variabel Y (menigkatkan volume penjualan). Berdasarkan hasil pengujian yang diperoleh melalui uji kooefisien korelasi menunjukan bahwa peranan perencanaan (variabel X) berpengaruh sangat kuat dalam meningkatkan volume penjualan (variabel Y).
Melalui uji t. dari hasil pengujian tersebut diperoleh t hitung > t tabel. Maka itu diperoleh hasil bahwa peranan perencanaan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan volume penjualan pada Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peranan manajemen sangat penting untuk menunjang perekonomian yang mana pemasaran merupakan ujung tombak bagi suatu perusahaan. Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk tetap hidup dan berkembang serta untuk memperoleh penghasilan dari keuntungan usahanya. Hal ini akan mengakibatkan tingkat persaingan semakin tajam dikalangan usaha yang akan berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku dan pola pembelian masyarakat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETNIS CHINA-NON MUSLIM MENJADI NASABAH BANK SYARI’AH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STRATEGI PEMASARA

abstraks:

Faktor-faktor yang mempengaruhi etnis China non-muslim menjadi nasabah Bank Syari’ah
(studi kasus : PT Bank Syari’ah Mega Indonesia)
Ratu Humaemah (NPM : 7104091105)

Ekonomi dan Keuangan Syari’ah

Abstrak
Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi etnis China non muslim menjadi nasabah Bank Syari’ah Mega Indonesia. Pertama, melihat apa sebenarnya yang menjadi faktor dominan tersebut. Untuk menjawab permasalahan ini digunakan tehnik analisis faktor (factor analysis). Kedua, bagaimana implikasinya terhadap pemasaran Bank Syari’ah Mega Indonesia. Dalam menjawab permasalahan ini dengan memberikan gambaran secara deskriptif dari analisis hasil pengolahan data.
Penelitian ini menghasilkan jawaban-jawaban atas kedua permasalahan diatas. Faktor dominan yang mempengaruhi keputusan etnis China non muslim untuk menggunakan jasa Bank Syari’ah Mega Indonesia yaitu; faktor promosi, yang terdiri dari enam atribut, yaitu promosi melalui iklan dimedia massa (tv dan koran), promosi di mall-mall, promosi lebih dikemas lebih kreatif dan menarik, sosialisasi, promosi melalui figur seorang tokoh, promosi awal atas suatu produk Bank Syari’ah dengan bahasa komunikasi tanpa menggunakan simbol islam. Faktor dominan tersebut ternyata tidak sesuai dengan dugaan awal penelitian yang beratribut pada faktor syari’ah.

Kata kunci : faktor, keputusan, nasabah, Bank Syari’ah Mega Indonesia

RINGKASAN EKSEKUTIF

ANALISIS PENGARUH PEMBERIAN KREDIT TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG KECIL PD. BPR BKK PURWODADI CABANG KEDUNGJATI KABUPATEN GROBOGAN

abstraks:

Dari jumlah penduduk yang ada dengan mata pencahariannya yang berbeda – beda jika dibandingkan dengan penyaluran kredit yang diberikan oleh PD. BPR BKK Purwodadi Cabang Kedungjati masih sangat sedikit, jadi masih dimungkinkan penyaluran kredit bagi pedagang kecil di tambah expansinya baik nasabah maupun kredit yang diberikan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan pembangunan disamping untuk meningkatkan pendapatan nasional sekaligus harus menjamin pembagian yang merata bagi seluruh rakyat. Hal ini bukan hanya dalam meningkatkan produksi saja tetapi juga untuk mencegah melebarnya jurang pemisah antara kaya dan miskin sehingga tercipta masyarakat yang adil dan makmur, sesuai dengan tujuan pembangunan di Indonesia.

MENGEMBANGKAN KONSEP BISNIS KOPERASI

abstraks:

Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan kompetensi inti dan konsep bisnis koperasi sesuai realitas bisnis berkoperasi masyarakat Indonesia berbasis ekonomi rakyat.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif, yaitu Beyond Structuralism. Beyond Structuralism mensinergikan antropologi strukturalis sinkronis (kontekstual) dan postrukturalis diakronis (masa lalu). Metodologi dijalankan dengan metode Constructivist Structuralism-nya Pierre Bourdieu untuk mengetahui secara empiris (habitus, capital, field dan practice) aktivitas bisnis koperasi di Indonesia.
Tahap pertama, teoritisasi antropologis melalui sinergi antropologi sinkronis (realitas bisnis koperasi kontekstual) dan antropologi diakronis (realitas bisnis koperasi fase awal). Tahap kedua, melakukan sinergi keduanya untuk menemukan benang merah konsep kemandirian berbisnis koperasi secara empiris di lapangan Teoritisasi diperlukan untuk merumuskan Konsep Kemandirian Koperasi.
Hasilnya, konsep kemandirian, kompetensi inti kekeluargaan dan sinergi produktif-intermediasi-retail merupakan substansi pengembangan koperasi sesuai realitas masyarakat Indonesia yang unik. Meskipun perkembangannya saat ini banyak tereduksi intervensi kebijakan dan subordinasi usaha besar. Diperlukan kebijakan, regulasi, supporting movement, dan strategic positioning berkenaan menumbuhkan kembali konsep kemandirian, kompetensi inti kekeluargaan dan sinergi produktif-intermediasi-retail yang komprehensif.

1. PENDAHULUAN
Perkembangan ekonomi dunia saat ini merupakan saling pengaruh dua arus utama, yaitu teknologi informasi dan globalisasi,. Teknologi informasi secara langsung maupun tidak langsung kemudian mempercepat globalisasi. Berkat teknologi informasi, perjalanan ekonomi dunia makin membentuk ”dirinya” yang baru, menjadi Kapitalisme Baru berbasis Globalisasi (Capra 2003; Stiglitz 2005; Shutt 2005). Perkembangan ekonomi inilah yang biasa disebut Neoliberalism. Gelombang besar neoliberalism merupakan puncak pelaksanaan 10 kebijakan Washington Consencus tahun 1989.

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN ANTAR KABUPATEN/KOTA

ABSTRAKSI

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN
ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PROPINSI RIAU TAHUN 2001-2005

OLEH

DIAN HAYUNINGTYAS

Penelitian ini dilakukan di kabupaten/kota yang ada di Propinsi Riau setelah adanya pemekaran wilayah yang menjadi 9 kabupaten dan 2 kota, yang berlangsung dari Mei sampai dengan Juli 2007. Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui klasifikasi kabupaten/kota berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita, serta untuk mengetahui ketimpangan pembangunan antar daerah di Propinsi Riau telah dicapai dari 2001-2005. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Riau.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan kuantitatif, yakni Klasen Typology dan Indeks Ketimpangan Williamson. Dari hasil perhitungan yang diperoleh selama periode pengamatan (2001-2005) adalah sebagai berikut : (a) Berdasarkan Klassen Typology, kabupaten/kota di Propinsi Riau dapat diklasifikasikan berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB perkapita menjadi tiga kelompok, yaitu daerah yang cepat maju dan cepat tumbuh (Kota Pekanbaru), daerah yang maju tapi tertekan (Kabupaten Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hilir dan Pelalawan), daerah yang relatif tertinggal (Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Kampar, Rokan Hilir dan kota Dumai). (b) Berdasarkan Indeks Ketimpangan Williamson pada periode pengamatan 2001-2005 terjadi kecenderungan yang relatif stabil pada ketimpangan yang dianalisis dengan indeks ketimpangan Williamson. Tahun 2001 nilainya sebesar 0,22. Pada tahun 2002 dan 2003 nilainya stabil yaitu 0,21. Namun pada tahun 2004 dan 2005 nilainya naik menjadi 0,22 dan 0,24. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan antar kabupaten/kota di Propinsi Riau semakin kecil atau semakin merata.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PENENTUAN KOMBINASI JUMLAH PRODUK DENGAN LINEAR PROGRAMMING ( STUDI KASUS PT COCA COLA BOTTLING INDONESIA

abstraks:

Penentuan Kombinasi Jumlah Produk yang Optimal dengan Linear Programming
(Studi Kasus pada PT Coca cola Amatil Indonesia)

Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Manajemen Operasi Lanjutan
Dosen Pengampu : Drs. Susanto Tirto Projo

Disusun Oleh :
Aditya Wijanarko
( F1206002 )

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN NON REGULER
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2008
A. ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis lingkungan internal dan eksternal dari PT. Coca-Cola Bottling Indonesia yaitu untuk mengetahui faktor- faktor apa yang menjadi kekuatan serta kelemahan dari perusahaan serta mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan serta merumuskan strategi pemasaran yang terbaik dan cocok bagi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia dengan memperhitungkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (ancaman dan peluang) untuk menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan pada industri minuman.
Kekuatan PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah Riset and Development yang intensif, pertumbuhan penjualan, Brand Image, loyalitas konsumen, keadaan distribusi dan pangsa pasar, harga produk yang kompetitif dan SDM yang besar dan terlatih. Kelemahannya adalah: ketersediaan bahan baku dan biaya produksi yang tinggi, yang menjadi peluang PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah segmen pasar, pertumbuhan pasar, respon terhadap promosi, kestabilan struktur harga dan perkembangan produk dan ancaman dari PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah persaingan produk teh, kebijakan pemerintah, perubahan selera konsumen, masuknya pesaing baru, perang harga dan fluktuasi nilai tukar asing.
Posisi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia berada pada kuadran I dengan wilayah kekuatan lebih besar dari pada peluang sehingga perusahaan harus bisa menggunakan kekuatan dengan memanfaatkan peluang. Perusahaan harus menerapkan strategi pemasaran yang cukup agresif agar dapat tetap mempertahankan persaingan pada industri minuman ringan.

I. PENDAHULUAN

A. ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis lingkungan internal dan eksternal dari PT. Coca-Cola Bottling Indonesia yaitu untuk mengetahui faktor- faktor apa yang menjadi kekuatan serta kelemahan dari perusahaan serta mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan serta merumuskan strategi pemasaran yang terbaik dan cocok bagi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia dengan memperhitungkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (ancaman dan peluang) untuk menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan pada industri minuman.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Kuasi Di Indonesia

abstraks:

YUDI PRAMA AGUSTINO 44935/2003 : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Kuasi Di Indonesia, Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Padang. Dibawah bimbingan Bapak Idris dan Bapak Alianis.

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat (1) Pengaruh Pendapatan Nasional terhadap Jumlah Uang Kuasi di Indonesia. (2) Pengaruh Nilai Tukar terhadap Jumlah Uang Kuasi di Indonesia. (3) Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito terhadap Jumlah Uang Kuasi di Indonesia. (4) Pengaruh Pendapatan Nasional, Nilai Tukar, Dan Tingat Suku Bunga Deposito terhadap Jumlah Uang Kuasi di Indonesia.
Ruang lingkup penelitian ini adalah jumlah uang kuasi di Indonesia dengan menggunakan data time series periode 1991 sampai dengan 2005. Jenis penelitian ini digolongkan penelitian deskriptif dan asosiatif. Variabel bebas penelitian ini adalah Pendapatan Nasional, Nilai Tukar, Dan Tingkat Suku Bunga Deposito dan variabel terikatnya adalah Jumlah Uang Kuasi di Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan induktif.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu studi yang masih menimbulkan kontroversi hingga saat ini, khususnya dibidang moneter, adalah tentang permintaan uang. Kontroversi tersebut berawal dari dua kutub utama dalam permintaan uang, yaitu mashab keynes dan mashab monetaris. Kunci utama pemikiran keynes terletak pada suku bunga sedangkan mashab monetaris mengacu pada stok uang. Perdebatan kedua mashab tersebut tidak terbatas pada perdebatan teoritis, namun juga merambat pada perdebatan empiris.

PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL DAN KESESUAIAN KOMPENSASI TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN RITEL DI KO

ABSTRAK
Pengaruh Pengendalian Internal dan Kesesuaian Kompensasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi pada Perusahaan Ritel di Kota Manado, kota Tomohon dan kota Bitung (dibawah bimbingan Jullie. J Sondakh dan Jantje Tinangon).

Kecurangan akuntansi telah berkembang di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Di USA kecurangan akuntansi telah berkembang secara luas. Spathis (2002) menjelaskan bahwa di USA kecurangan akuntansi menimbulkan kerugian yang sangat besar di hampir seluruh industri. Kerugian dari kecurangan akuntansi di pasar modal adalah menurunnya akuntabilitas manajemen. Keinginan yang tidak sama antara manajemen dan pemegang saham menimbulkan kemungkinan manajemen bertindak merugikan pemegang saham, antara lain berperilaku tidak etis dan cenderung melakukan kecurangan akuntansi. Jalan keluar untuk memecahkan permasalahan kecurangan akuntansi dengan memberi kompensasi yang sesuai kepada manajemen dan karyawan, serta mengeluarkan biaya monitoring. Untuk mendapatkan hasil monitoring yang baik, diperlukan pengendalian internal perusahaan yang efektif.
Adapun objek yang dipilih dalam melakukan penelitian skripsi ini adalah perusahaan-perusahaan Ritel di Kota Manado, kota Tomohon, dan kota Bitung.
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi..
Untuk mengetahui pengaruh variabel X1 (pengendalian internal), X2 (kesesuaian kompensasi) terhadap variabel Y (kecenderungan kecurangan akuntansi), penulis menggunakan analisis regresi linear berganda, sementara untuk mengetahui besarnya sumbangan variabel X yang mempunyai pengaruh linear terhadap naik turunnya Y digunakan koefisien determinasi (R2), sedangkan untuk pengujian hipotesis digunakan pengujian statistik uji t dan uji F. Adapun secara keseluruhan analisis data ini menggunakan bantuan komputer Software Program SPSS Version 12.0 for windows.
Berdasarkan pembahasan, hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan persamaan Y=13,244 + 0,264X1 – 0,115X2. Konstanta α sebesar 13,244 memberikan pengertian bahwa jika pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi pada manajer supermarket dan karyawan bagian keuangan yang bekerja di perusahaan ritel di kota Manado, kota Tomohon dan kota Bitung konstan atau sama dengan nol (0), maka besarnya tingkat kecenderungan kecurangan akuntansi pada manajer supermarket dan karyawan bagian keuangan yang bekerja di perusahan ritel sebasar 13,244 satuan. Koefisien regresi X1 sebesar +0,264 dapat diartikan, jika pengendalian internal (X1) mengalami peningkatan sebesar 1 unit, maka kecenderungan kecurangan akuntansi akan bertambah sebanyak 0,264 unit. Koefisien regresi X2 sebesar -0,115 dapat diartikan, jika kesesuaian kompensasi (X2) mengalami peningkatan sebesar 1 unit, maka kecenderungan kecurangan akuntansi akan berkurang sebanyak 0,115 unit. Berdasarkan hasil koefisien determinasi dilihat bahwa tingkat kecenderungan kecurangan akuntansi dipengaruhi oleh tingkat pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi sebesar 17,7 %, sedangkan sisanya 82,3% dipengaruhi oleh faktor lain atau variabel lain diluar penelitian. Hasil uji F menunjukkan Fhitung = 2,043 dan Ftabel = 2,86. jadi dapat dilihat bahwa Fhitung < Ftabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel pengendalian internal dan variabel kesesuaian kompensasi tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Hasil uji t untuk variabel X1 (pengendalian internal) menunjukkan nilai thitung = 1,621 dan ttabel = 1,717. dapat dilihat bahwa thitung < ttabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Hasil uji t untuk variabel X2 (kesesuaian akuntansi) menunjukkan nilai thitung = -0,523 dan ttabel = 1,717. dapat dilihat bahwa thitung < ttabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel kesesuaian kompensasi tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

ATRIBUT-ATRIBUT SWALAYAN YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PT. HERO SUPERMARKET, Tbk

abstraks:

Perkembangan bisnis eceran tidak terlepas dari faktor meningkatnya jumlah penduduk dan pendapatan perkapita penduduk Indonesia sehingga menyebabkan taraf hidup masyarakat Indonesia yang semakin meningkat. Hal ini membawa dampak kepada pola berbelanja seseorang untuk menuntut dimana tempat berbelanja yang nyaman dan dapat menyediakan segala kebutuhan konsumen dalam satu lokasi semakin dibutuhkan. Oleh karena itu PT. Hero Supermarket, Tbk, harus mengetahui dan mengevaluasi atribut-atribut swalayan apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam memilih suatu swalayan yang terdiri dari delapan dimensi yaitu harga, lokasi, keragaman dan mutu barang, fisik swalayan, iklan, promosi penjualan, pramuniaga, dan pelayanan.

Metode penelitian yang digunakan penulis adalah deskriftif kualitatif dan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden dengan pengambilan sampel convinience. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa atribut-atribut swalayan yang mempengaruhi konsumen dalam memilih Hero Supermarket berdasarkan kriteria penilaiannya dapat disimpulkan sebagai berikut : 1). Kriteria sangat baik yang meliputi harga produk yang sesuai dengan segmen pasar, letak yang strategis, kelengkapan variasi dan jenis barang, dan pelayanan transaksi yang cepat. 2).

PENGARUH NET EKSPOR DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN TIMUR

abstraks:

Globalisasi ekonomi merupakan mendunianya kegiatan dan keterkaitan perekonomian. Kegiatan-kegiatan perekonomian tidak lagi sekedar internasional tapi bahkan nasional, dan transnasionalisasi kegiatan-kegiatan perekonomian, bukan lagi terbatas pada aspek-aspek perdagangan dan keuangan, tetapi meluas ke aspek produksi dan pemasaran, bahkan sumber daya manusia konsekuensi dari semua ini. Perekonomian antar Negara semakin berkaitan erat, peristiwa ekonomi di sebuah Negara dengan cepat dan mudah merambah ke negara-negara lain

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Globalisasi ekonomi merupakan mendunianya kegiatan dan keterkaitan perekonomian. Kegiatan-kegiatan perekonomian tidak lagi sekedar internasional tapi bahkan nasional, dan transnasionalisasi kegiatan-kegiatan perekonomian, bukan lagi terbatas pada aspek-aspek perdagangan dan keuangan, tetapi meluas ke aspek produksi dan pemasaran, bahkan sumber daya manusia konsekuensi dari semua ini. Perekonomian antar Negara semakin berkaitan erat, peristiwa ekonomi di sebuah Negara dengan cepat dan mudah merambah ke negara-negara lain.

skripsi biologi

Aug 6, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  1 Comment

JENIS TANAMAN OBAT DI PELARANGAN PENDUDUK DESA KANDANG ACEH SELATAN

abstraks:

Membudidayakan berbagai tanaman dalam rangka mewujudkan apotik hidup yang dapat dikembangkan pada lahan-lahan pekarangan rumah atau dalam mengembangkannya pada sebidang tanah yang khusus diperuntukkan tanaman-tanaman yang dapat digunakan untuk dikonsumsi, seperti sayur, buah-buahan atau tanaman yang berkhasiat obat-obatan, tanaman ini perlu pengelolaan yang baik, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tanaman obat apa saja yang terdapat di pekarangan penduduk desa Kandang. Kegiatan penelitian dilakukan pada tanggal 7-10 Februari 2007. Sampel yang diteliti adalah 63 rumah yang ada pekarangan dan menanam tanaman obat, pengolahan data dilakukan dengan metode deskriptif yaitu menentukan jenis tanaman obat. Hasil penelitian bahwa jenis tanaman obat yang sudah dikenal oleh masyarakat Desa Kandang 21 jenis. Tanaman obat yang kurang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kandang adalah 14 jenis. Kesimpulannya adalah masyarakat belum sepenuhnya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman obat, karena masih banyak tanaman obat yang belum ditemukan di pekarangan rumah penduduk.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Perbandingan Kualitas Koji Asal Edamame dan Kedelai Lokal Menggunakan Aspergillus sojae

abstraks:

(The Quality Comparasion Between Kojic From Edamame and Local Bean Using
Aspergillus sojae)

Telah diteliti perbandingan kualitas koji asal edamame dan kemungkinannya digunakan untuk bahan baku kecap. Kualitas koji edamame dibandingkan dengan koji kedelai lokal. Inokulum yang digunakan dalam fermentasi koji adalah Aspergillus sojae. Parameter yang diamati meliputi sifat kimia terdiri dari kadar protein terlarut, total padatan terlarut, kadar total asam, derajat keasaman (pH) dan penghitungan Jumlah jamur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor A yaitu jenis kedelai terdiri dari kedelai edamame dan lokal, sedangkan faktor B yaitu lama fermentasi terdiri dari 0 sampai 4 hari. Hasil penelitian menunjukkan jumlah protein terlarut koji kedelai lokal sebesar 0,298 gr sedangkan koji edamame sebesar
0,176 gr. Total asam koji kedelai lokal sebesar 2,64% sedangkan koji edamame sebesar 1,38 % dan total jamur untuk kedelai lokal sebesar 1,8 x 108 cfu/gr sedangkan pada koji edamame sebesar 1,5 x 108 cfu/gr. Kualitas koji kedelai lokal lebih baik dibandingkan dengan koji edamame.

Kata kunci: Koji, edamame, kedelai lokal, Aspergillus sojae

PENDAHULUAN

Koji merupakan salah satu tahapan pada proses pembuatan kecap yang memanfaatkan jamur. Berbagai bahan dasar dapat digunakan dalam pembuatan koji, antara lain biji kecipir, koro benguk, atau lamtoro dan yang sangat terkenal terbuat dari kedelai hitam/putih. Bahan lain yang belum biasa digunakan untuk koji adalah edamame. Edamame merupakan salah satu jenis kedelai yang memiliki komposisi zat makanan lebih lengkap dibandingkan dengan kedelai lokal.

Efektivitas Bakteri Pelarut Fosfat dan Pupuk P terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Tanah Masam

abstraks:

The acid soil that is having low pH was a problem that often found in the soils at the humid tropics district includes Indonesia. Acid mineral soils constitude 127,3 million ha of Indonesia’s land area. However before used for this aim necessary to take notice of several constrain that to be found in the acid soil. The main constrain of acid mineral soil is Al, Fe and Mn toxicity. While the efficiency of very low phosphate fertilizing (± 10 – 15%) to such P fertilizer given caused by Al, Fe and Mn fixation. The aim of this research is to study effectivity of phosphate-solubilizing bacteria (BPF) and P fertilizer on the growth of maize (Zea mays L.) in an acid soil. This experiment was arranged factorial randomized complete design with 3 replicates. The treatments tested were combinations of BPF isolate; BPF isolate of without isolate (I0), P. putida (I1), P. aeruginosa (I2) and combination of P. putida
and P. aeruginosa (I3), and P fertilizer consist of without P fertilizer (P0), SP-36 fertilizer (P1) and rock phosphate fertilizer (P2). The results of this experiment showed that P. putida, P. aeruginosa isolate and (P. putida and P. aeruginosa) mixing with both SP-36 fertilizer and rock phosphate can increase P content in the shoot, although its increasing no significant, the use of rock phosphate without BPF isolate can increase P content in the shoot. Combination of P. putida with SP-36 (P1I1) and P. aeruginosa with SP-36 (P1I2) to the increase the plant height 10 days after planting. The treatment BPF with fertilizer and without P fertilizer decrease of the fresh weight of shoot, but can increase dry weight of shoot. Fresh weight of root increased with SP-36 fertilizer and P. putida, while leaf area can increased with P.
putida combined with SP-36 and rock phosphate. It’s shows that BPF treatment can increase the growth of plant in the acid soil. P. putida more effective than P. aeruginosa or combination of it. P fertilizer treatment can increase the growth at the plant height parameter and P content in the shoot. The treatment of P fertilizer combine with BPF to increase the growth at dry weight of shoot parameter with the same a good influence for all combination treatment.

Key word: effectivity, phosphate-solubilizing bacteria, growth, acid soil

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tanah masam banyak dijumpai di wilayah beriklim tropika basah, termasuk Indonesia. Luas areal tanah bereaksi asam seperti podsolik, ultisol, oxisols dan spodosol, masing-masing sekitar 47,5, 18,4, 5,0 dan 56,4 juta ha atau seluruhnya sekitar 67% dari luas total tanah di Indonesia (Nursyamsi, dkk., 1996). Luasnya tanah masam tersebut sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan usaha pertanian, tetapi sampai sekarang masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal mengingat beberapa kendala yang terdapat pada tanah masam.

Perbandingan Kualitas Moromi Kedelai Edamame dan Moromi Kedelai Lokal Menggunakan Kultur Tunggal Lactobacillus delbrueckii FNCC-

abstraks:

(The Quality Comparison between Edamame Soybean Moromies and Local Soybean Moromies used Single Culture Lactobacillus delbrueckii FNCC-045)
Telah dilakukan penelitian perbandingan kualitas moromi kedelai
edamame dan moromi kedelai lokal menggunakan kultur tunggal L. delbrueckii
FNCC-045. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas moromi kedelai
edamame dan kedelai lokal menggunakan kultur tunggal bakteri L. delbrueckii
yang didasarkan pada analisis protein terlarut, total padatan terlarut, total asam
dan pH. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap. Hasil
penelitian ini didapatkan bahwa nilai protein terlarut, total padatan terlarut, total
asam dan pH pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4 tidak berbeda nyata. Nilai
untuk protein terlarut moromi kedelai edamame sebesar 0,42% dan moromi
kedelai lokal sebesar 0,35%, total padatan terlarut untuk moromi kedelai
edamame sebesar 19,20% dan moromi kedelai lokal sebesar 18,40%, total asam
untuk moromi kedelai edamame sebesar 1,797% dan moromi kedelai lokal
sebesar 1,653% dan pH untuk moromi kedelai edamame sebesar 6,5 dan moromi
kedelai lokal sebesar 6,21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas
moromi dengan menggunakan kedelai edamame sama baiknya dengan
menggunakan kedelai lokal.
Kata kunci : Bakteri L. delbrueckii, kedelai edamame, moromi
ABSTRACT
It was researched about quality comparison between edamame soybean
moromies and local soybean moromies used single culture Lactobacillus
delbrueckii FNCC-045. This research aims are know about moromies quality of
edamame soybean and local soybean used single cultures L. delbrueckii that based
on the soluble protein analysis, total suspended solid matter, total acid and degree
of acidity (pH). The research used completly rendemized design method. The
result are soluble protein value, total suspended solid matter, total acid and pH at
second week to fourth week undifferent real. Value for soluble protein edamame
soybean moromies is 0,42% and local soybean moromies is 0,35%, total
suspended solid matter for edamame soybean moromies is 19,20% and local
soybean moromies is 18,40%, total acid for edamame soybean moromies is
1,797% and local soybean moromies is 1,653% and pH for edamame soybean
moromies is 6,5 and local soybean moromies is 6,21. So it can concluded that
moromies quality which is used edamame soybean as good as local soybean .
Key words : Bacteria L. delbrueckii , edamame soybean, moromies

PENDAHULUAN
Kedelai di Indonesia digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kecap
yang oleh masyarakat digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Pada
umumnya masyarakat sering menggunakan kedelai lokal untuk membuat kecap,
namun ada salah satu jenis kedelai lain (memiliki komposisi kandungan zat
makanan sedikit berbeda dibandingkan kedelai lokal) yaitu kedelai edamame.
Keunggulan kedelai edamame adalah memiliki rasa yang enak, renyah, gurih,
tidak langu, disukai oleh konsumen, bentuk dan ukuran besar dan mempunyai

STUDI POLA PENYEBARAN TUMBUHAN SUKU ASTERACEAE PADA ZONA DATAR DAN ZONA MIRING

abstraks:

STUDI POLA PENYEBARAN TUMBUHAN SUKU ASTERACEAE PADA ZONA DATAR DAN ZONA MIRING
DI KAWASAN COBAN RONDO KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG
Kata kunci : Studi Pola Penyebaran, Asteraceae, Coban Rondo.

Tumbuhan suku Asteraceae atau sembung-sembungan merupakan kelompok yang terdiri dari 1.100 marga yang meliputi 20.000 spesies, suku Asteraceae memiliki multi fungsi antara lain dari segi ekonomi yaitu sebagai tanaman hias, sayur, dan obat. dikaji dari aspek ekologi mempunyai peranan yang penting menjaga keseimbangan ekosistem yang terdapat dikawasan Coban Rondo.

Penilitian ini bersifat deskriptif eksploratif yang dilakukan pada 15 Mei – 15 Juli 2006. sampel penelitian ini adalah tumbuhan suku Asteraceae yang terdapat di kawasan Coban Rondo, pada ketinggian 1200 m dpl. Dengan luas 80 hektar dengan curah hujan 1721 mm/tahun dan suhu berkisar 22 – 240C. Lokasi pengambilan sampel dibagi dua wilayah yaitu zona datar dan zona miring, dengan membuat plot berukuran 2×2 m2 sebayak 50. Data yang diperoleh berupa frekuensi, kepadatan, luas penutup, Indek Nilai Penting (INP), dan Indek Morisita.

SCRIPT DAN WEB DESIGN GRATIS

Jul 15, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  4 Comments

DOWNLOAD TEMPLATE

DOWNLOAD SCRIPT

Catatan :

Kalau ada file yang pake password silakan minta ke saya dengan kirim email ke m4rnos@yahoo.com atau langsung posting comment ntar pasti aku kasih cuma-cuma alias gratis.

Bagi pemula yang ingin menggunakan Script diatas kami sarankan untuk mempelajari dasar-dasar pembuatan website terlebih dahulu,download ebooknya klik disini




HOSTING MURAH