Browsing articles tagged with "Campuran Archives - Page 4 of 8 - segalamacam.com"

SKRIPSI KESEHATAN MASYARAKAT

Aug 8, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  5 Comments

Parasitologi kesehatan

abstraks:

Parasitologi mengenai helmintologi (berupa cacing) yang dispesifikasikan pada Toxocara canis dan Toxocara cati merupakan bahasan yang akan kami uraikan selanjutnya. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Parasitologi, yang menjadi pembelajaran bagi kami agar bertambahnya wawasan kami mengenai kesehatan, terutama pada kesehatan manusia.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan apa yang kami harapkan.

Makalah Parasitologi mengenai helmintologi (berupa cacing) yang dispesifikasikan pada Toxocara canis dan Toxocara cati merupakan bahasan yang akan kami uraikan selanjutnya. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Parasitologi, yang menjadi pembelajaran bagi kami agar bertambahnya wawasan kami mengenai kesehatan, terutama pada kesehatan manusia.

PEMERIKSAAN ZAT WARNA PADA AGAR-AGAR JELLY DENGAN METODE KROMATOGRAFI

ABSTRAK

Telah dilakukan pemeriksaan bahan pewarna dari beberapa merek Agar-agar Jelly yang beredar di Kota Medan secara kualitatif dengan menggunakan metode kromatografi kertas.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sampel berwarna merah menggunakan pewarna dengan harga Rf = 0,3571 dan Red Amaran dengan harga Rf = 0,4714. Sampel berwarna hijau menggunakan pewarna Grape LH dengan harga Rf = 0,2857, Edicol Green dengan harga Rf = 0,3357, Deed Apple Green dengan harga Rf = 0,3928, dan FD & C Green dengan harga Rf = 0,3857. Sampel yang berwarna kuning menggunakan pewarna Sunset Yellow dengan harga Rf = 0,45, Tartrazine dengan harga Rf = 0,4642, Edicol Yellow dengan harga Rf = 0,4071, Egg Yellow dengan harga Rf = 0,4571.
Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 722/Menkes/Per/IX/88. Semua pewarna yang digunakan pada Jelly yang diperiksa masih dalam kelompok pewarna yang aman dan diizinkan untuk makanan dan minuman.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Keamanan pangan menjadi suatu hal yang sangat penting diperhatikan karena makanan yang aman akan menjadi salah satu input yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia, salah satu pesan dasar gizi seimbang yang terkait dengan masalah keamanan pangan adalah “makanlah makanan yang aman bagi kesehatan”, makanan yang aman dalam hal ini adalah makanan yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya (resourceswebmaster@deptan.go.id).

HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PENGEMUDI TAKSI BLUE BRID WARUNG BUNCIT JAKARTA SELATAN

ABSTRAK

Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fisioterapi
Jurusan Kesehatan Masyarakat
Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Universitas Indonusa Esa Unggul

“Hubungan Perilaku dengan Kecelakaan Kerja
Pada Pengemudi Taksi Blue Bird Group Pool Warung Buncit
Jakarta Selatan Tahun 2005”

6 Bab, 90 halaman, 33 tabel, 4 lampiran.

Dalam peringatan hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia Tahun 2005 ILO atau Humas Organisasi Buruh Dunia menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja terburuk jika bandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, Begitu pula dengan status keselamatan dan kesehatan kerja transportasi di Indonesia, tercatat dalam data Kepolisian RI pada tahun 2003 jumlah kecelakaan di jalan mencapai 13.399 kejadian dengan jumlah kematian mencapai 9.865 orang, 6.142 orang mengalami luka berat dan 8.694 luka ringan, dengan data itu rata-rata setiap hari terjadi 40 kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 30 orang meninggal dunia. Data Departemen Perhubungan menyebutkan mayoritas penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah karna faktor perilaku manusia yaitu pengemudi kendaraan itu sendiri.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku (variabel independen) dengan kecelakaan kerja (variabel dependen) pada pengemudi taksi Blue Bird Group Warung Buncit Jakarta Selatan, dengan menggunakan data sekunder yang didapat berdasarkan laporan kejadian kecelakaan kerja di Blue Bird Group Warung Buncit Jakarta Selatan dan data primer didapat melalui tehnik kuesioner dengan menggunakan uji korelasi regresi dimana pvalue 0,000 < 0,005 mengartikan adanya hubungan antara 2 variabel tersebut, pengetahuan dan keterampilan, stabilitas emosi, alat operasional, serta kebijakan perusahaan adalah 4 faktor yang diduga dapat menggambarkan perilaku pengemudi.

Dari hasil perhitungan didapatkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara perilaku dengan kecelakaan kerja, ada hubungan antara pengetahuan dan keterampilan dengan kecelakaan kerja, ada hubungan yang kuat antara stabilitas emosi dengan kecelakaan kerja ,adanya hubungan yang sedang antara alat operasional dengan kecelakaan kerja dan signifikan dan berbanding terbalik tapi sangat erat kaitanya, ada hubungan antara kebijakaan perusahaan dengan kecelakaan kerja, signifikan dan berbanding terbalik tapi sangat erat hubungannya.

A. Latar Belakang

studi tentang intensitas pencahayaan alam pada rumah sehat sederhana dan non rumah sehat sederhana

abstraks:

rumah sehat sederhana

pencahayaan alam pada rumah sehat sederhana dan non rumah sehat sederhana

Model Tarif Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Puskesmas Di Kabupaten Muna

abstraks:

Tariff Model Of Outpatients Health Services At The Public Health Center In Muna Regency
La Ode Mahajaya Tariff Model of Outpatients Health Services at the Public Health Center in Muna Regency (Supervised by Indrianty Sudirman and Alimin Maidin)

The aim of the study was to discover the cost that must be provided by the regional government in Muna regency in the from of subsidy to several tariff models to be made effective. The study was descriptive using a cross sectional approach. The number of samples was 375 patients selected by using cluster sampling. The analysis used in the study was unit cost analysis to improve the cost recovery according to ability to pay (ATP) / willingness to pay (WTP) of the community. The results of the study indicate that the unit cost in each public health center is between Rp. 4.257 and Rp. 33.562 which is affected by fixed cost, semi variable cost, variable cost, and quantity. The amount of the ability to pay and willingness to pay is ATP1 Rp. 6.553, ATP2 Rp. 6.934, actual WTP Rp. 6.973, and normative WTP Rp. 6.544. The subsidy that must be provided by the regional government depends on the fixed tariff model. The tariff model of perda No.09/1999 (tariff 1), the subsidy is as much as Rp. 135.819.581 up to Rp. 827.531.720, the optimum tariff model by ATP/WTP approach (tariff 2A), the subsidy is as much as Rp.46.491.965 up to Rp. 602.411.720, the tariff model by unit cost minimal approach (tariff 2B), the subsidy is as much as Rp.747.581 up to Rp.692.459.720, and the free tariff model approach (tariff 3), the subsidy is as much as Rp.203.355.581 up to Rp.895.067.720 at the seven public health centers in Muna regency.

SKRIPSI KEDOKTERAN HEWAN

Aug 8, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  No Comments

Perbandingan Jumlah Total Bakteri Ikan Tuna yg Dibandingkan Dlm Kombinasi Es&Garam Dapur Dgn Es&garam Beryodium

abstraks:

penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan jumlah total bakteri yang terdapat pada ikan tuna yang dibandingkan dalam kombinasi es dan garam dapur dengan es dan garam beryodium. sampel yang digunakan dalam penelitian ini 36 ekor ikan tuna jenis tongkol dengan berat berkisar 200-300 gram. ikan dibagi atas 3 perlakuan, yang masing-masing kelompok terdiri atas 12 ekor ikan dan dibagi lagi ke dalam 4 buah coolbox. untuk 4 kali pengamatan dengan jarak waktu pengamatan setiap 5 hari sekali. pada kelompok I ikan hanya dibandingkan dengan menggunkan kristal es. kelompok II ikan didinginkan dengan mrnggunakan kombinasi es dangaram beryodium. data penelitian dianalisis secara deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pendinginan ikan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium, jumlah koloni yang tumbuh hanya 23 koloni sampai hari kedua puluh. hasil ini menujukkan bahwa tidak melewati ambang batas 100 koloni per gram sesuai standart kesehatan internasional untuk pangan hasil laut yang masih layak dikonsumsi manusia. Dapat disimpulkan, kadar yodium yang terkandung dalam garam menambah efektivitas dalam menekan pertumbuhan bakteri pada ikan yang didinginkan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium.

kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pendinginan ikan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium menunjukkan penghambatan pertumbuhan bakteri yang maksimal sampai hari ke-20. Dengan kategori jumlah bakteri yang tumbuh masih di bawah normal.

Saran-saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan identifikasi untuk mengetahui jenis-jenis bakteri patogen yang terdapat pada ikan tuna yang disimpan dengan cara pendinginan.

SKRIPSI KEDOKTERAN

Aug 8, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  No Comments

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS RAWAT INAP KEDATON

ABSTRAK

Oleh

Ferdi Firdiansyah

Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan masalah nasional yang perlu mendapatkan prioritas utama khususnya bagi ibu hamil. Masa kehamilan ini merupakan masa yang berbahaya bagi bayi/balita karena terdapat risiko infeksi yang lebih tinggi selama proses ini, dan sebaiknya untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sejak ibu merasa hamil. Selain itu, pengetahuan yang baik serta sikap yang mendukung merupakan salah satu faktor yang berhubungan terhadap perilaku,untuk melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Maka penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan. Hipotesis yang diajukan ialah adanya hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer dari wawancara terpimpin dengan kuisioner serta data sekunder dari rekam medik (keadaan sehat ibu hamil). Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung pada tanggal 28 November 2007 – 10 Januari 2008. Populasi penelitian ialah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung dengan kriteria inklusi: mulai dari ibu hamil yang berada di wilayah kerja puskesmas, sampai ibu hamil dengan keadaan normal dengan umur kehamilan trimester III. Semua populasi yang telah memenuhi kriteria inklusi digunakan sebagai sampel, sehingga diperoleh sampel sebanyak 106 orang. Analisis data secara bivariat menggunakan uji statistik Chi Square dan uji korelasi Koefisien Kontingensi dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengetahuan ibu hamil dari seluruh sampel paling banyak memiliki pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 58 orang (54,7%). Sikap Ibu hamil dari seluruh sampel, memperlihatkan sikap yang mendukung sebanyak 51 orang (48,1%), sedangkan perilaku kunjungan pemeriksaan ibu hamil yang tinggi sebanyak 61 orang (57,5%). Uji statistik memperlihatkan bahwa adanya hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil terhadap Perilaku Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan

Kata kunci : Pengetahuan ibu hamil, Sikap ibu hamil, Perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Masalah

MIKROORGANISME PENYEBAB INFEKSI PARU NON tuberkulosis dan kepekaannya terhadap beberapa antibiotika di laboratorium mikrobiologi

abstraks:

Penyakit infeksi paru merupakan masalah kesehatan yang sering dihadapi. Penegakkan diagnosa secara cepat dan tepat serta pemilihan antibiotika berdasarkan uji kepekaan akan sangat membantu dalam pelaksanaan dan terapi. Diperlukan pengetahuan dan pengalaman tentang kuman-kuman penyebab infeksi paru dan kepekaannya terhadap beberapa antibiotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran mikroorganisme penyebab infeksi paru non tuberkulosis dan pola kepekaannya terhadap beberapa antibiotika.

Sebuah penelitian deskriptif retrospektif telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi RS Dr. M. Djamil Padang. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan mikrobiologis penderita infeksi paru non tuberkulosis di Laboratorium Mikrobiologi RS Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2006.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 85 permintaan pemeriksaan mikrobiologis yang mencantumkan diagnosis klinis sebagai infeksi paru non tuberkulosis, sebagian besar ditegakkan diagnosis sebagai bronkopneumonia ( 69,42 % ), bronkitis kronik ( 20 % ), bronkiektasis ( 4,7 % ), bronkitis akut ( 3,53 % ) dan abses paru ( 2,35 % ). Dari hasil kultur kuman dapat ditemukan dan diidentifikasikan sebagai kuman penyebab yang utama adalah Streptococcus pneumoniae ( 57,14 % ), diikuti Klebsiella pneumoniae ( 30,62 % ), Staphylococcus aureus ( 6,12 % ), Pseudomonas sp. ( 4,08 % ), dan Proteus sp. ( 2,04 % ). Pola kepekaan kuman-kuman penyebab infeksi paru non tuberkulosis menunjukkan kepekaan yang rendah terhadap obat-obat antibiotika standar, kecuali chloramphenicol yang masih sensitif untuk beberapa kuman tertentu. Adapun untuk obat-obat antibiotika baru seperti meropenem, cefotaxim, sulbactam, dan ciprofloxacin masih memiliki kepekaan yang tinggi.

Kuman-kuman penyebab infeksi paru sudah menunjukkan derajat resistensi yang meningkat terhadap antibiotika standar. Maka sebaiknya digunakan antibiotika generasi baru pada penderita infeksi paru non TB sehingga dapat dihindari pemborosan waktu dan biaya pengobatan.

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Penyakit infeksi paru merupakan penyakit infeksi yang paling sering ditemukan dimasyarakat maupun yang dirawat di rumah sakit, dan masih merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Penyakit infeksi paru berkisar 60-80 % dari seluruh penyakit paru, sedangkan sisanya 20-40 % adalah penyakit non infeksi (Tjandra, 2001).

Pengaruh Teknik Relaksasi Bernafas Terhadap Respon Adaptasi Nyeri Pada Pasien Inpartu Kala I

abstraks:

Setiap tahun lebih dari 200 juta wanita hamil. Sebagian besar kehamilan berakhir dengan kelahiran bayi hidup pada ibu yang sehat walaupun demikian, pada beberapa kasus kelahiran bukanlah peristiwa membahagiakan tetapi menjadi suatu masa yang penuh dengan rasa nyeri, rasa takut, penderitaan dan bahkan kematian (WHO, 2003).
Rasa nyeri pada persalinan dalam halini adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis, peruabahan tekanan darah, denyut jantung, pernafasan dengan warna kulit dan apabila tidak segera diatas I maka akan meningkatkan rasa khawatir, tegang, takut dan stress (Bobak, 2004).Nyeri persalinan dapat mempengaruhi kontraksi uterus melalui sekresi kadar katekolamia dan kartisol yang menaikkan dan akibatnya mempengaruhi durasi persalinan. Nyeri juga dapat menyebabkan aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi yang akan mengakibatkan persalinan lama. Adapun nyeri persalinan yang berat dan lama dapat mempengharuhi sverifikasi sirkulasi maupun metabolisme yang harus segera diatasi karma dapat menyebabkan kematian gania (Rosemary Mander, 2003).

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melaluiu tercitpanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduk yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seuruh wilayah Republik Indonesia.

PENILAIAN STANDAR PELAYANAN RUMAH SAKIT MELALUI KEPATUHAN PROSEDUR KERJA DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

abstraks:

Peningkatan standar pelayanan kesehatan dari RSGM FKG Universitas Jember dibutuhkan agar RSGM memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku. Penelitian tentang penilaian standar pelayanan rumah sakit melalui kepatuhan prosedur kerja dilakukan di RSGM FKG Universitas Jember untuk mengetahui standar pelayanan rumah sakit yang diukur dari kepatuhan prosedur kerja yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat profesi FKG Universitas Jember dalam melakukan perawatan pulpektomi pada Laboratorium Konservasi Gigi, perawatan ekstraksi gigi pada Laboratorium Bedah Mulut, perawatan pembersihan karang gigi (scalling) pada Laboratorium Periodonsia dan perawatan ulkus traumatikus pada Laboratorium Oral Medicine (OM)

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sehat adalah keadaan sejahtera, baik dari segi badan, mental spiritual (dirinya sendiri) maupun segi sosial budaya (lingkungannya). Sehat merupakan kehendak semua pihak, tidak hanya oleh perorangan, tetapi oleh keluarga, kelompok dan masyarakat. Keadaan sehat membutuhkan banyak hal, salah satu diantaranya adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan (Azwar, 1996).

MIKROORGANISME PENYEBAB INFEKSI PARU NON TUBERKULOSIS DAN KEPEKAANYA TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIKA DI LABORATORIUM MIKROBIOLOGI RS DR. M. DJAMIL PADANG PADA TAHUN 2006

abstract

OLEH:

RAMADHANIATI

Penyakit infeksi paru merupakan masalah kesehatan yang sering dihadapi. Penegakkan diagnosa secara cepat dan tepat serta pemilihan antibiotika berdasarkan uji kepekaan akan sangat membantu dalam pelaksanaan dan terapi. Diperlukan pengetahuan dan pengalaman tentang kuman-kuman penyebab infeksi paru dan kepekaannya terhadap beberapa antibiotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran mikroorganisme penyebab infeksi paru non tuberkulosis dan pola kepekaannya terhadap beberapa antibiotika.

Sebuah penelitian deskriptif retrospektif telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi RS Dr. M. Djamil Padang. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan mikrobiologis penderita infeksi paru non tuberkulosis di Laboratorium Mikrobiologi RS Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2006.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 85 permintaan pemeriksaan mikrobiologis yang mencantumkan diagnosis klinis sebagai infeksi paru non tuberkulosis, sebagian besar ditegakkan diagnosis sebagai bronkopneumonia ( 69,42 % ), bronkitis kronik ( 20 % ), bronkiektasis ( 4,7 % ), bronkitis akut ( 3,53 % ) dan abses paru ( 2,35 % ). Dari hasil kultur kuman dapat ditemukan dan diidentifikasikan sebagai kuman penyebab yang utama adalah Streptococcus pneumoniae ( 57,14 % ), diikuti Klebsiella pneumoniae ( 30,62 % ), Staphylococcus aureus ( 6,12 % ), Pseudomonas sp. ( 4,08 % ), dan Proteus sp. ( 2,04 % ). Pola kepekaan kuman-kuman penyebab infeksi paru non tuberkulosis menunjukkan kepekaan yang rendah terhadap obat-obat antibiotika standar, kecuali chloramphenicol yang masih sensitif untuk beberapa kuman tertentu. Adapun untuk obat-obat antibiotika baru seperti meropenem, cefotaxim, sulbactam, dan ciprofloxacin masih memiliki kepekaan yang tinggi.

Kuman-kuman penyebab infeksi paru sudah menunjukkan derajat resistensi yang meningkat terhadap antibiotika standar. Maka sebaiknya digunakan antibiotika generasi baru pada penderita infeksi paru non TB sehingga dapat dihindari pemborosan waktu dan biaya pengobatan.

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Penyakit infeksi paru merupakan penyakit infeksi yang paling sering ditemukan dimasyarakat maupun yang dirawat di rumah sakit, dan masih merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Penyakit infeksi paru berkisar 60-80 % dari seluruh penyakit paru, sedangkan sisanya 20-40 % adalah penyakit non infeksi (Tjandra, 2001).

DAYA HAMBAT VITAMIN C TERHADAP KERUSAKAN MEMBRAN SEL DARAH MERAH AKIBAT FOTOSENSITISER OFLOKSASIN YANG DIINDUKSI ULTRAVIOLET

abstraks:

Ofloksasin merupakan derivat flouroquinolon yang memiliki efektivitas dan spektrum yang luas sebagai antibiotik, namun ofloksasin juga dapat berperan sebagai fotosensitiser sehingga menyebabkan fotohemolisis. Untuk dapat menghambatnya digunakan vitamin C. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh vitamin C sebagai penghambat fotohemolisis akibat fotosensitiser ofloksasin yang diinduksi sinar ultraviolet (UV). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan empat l sel darah merah yang dimasukkan kemkelompok perlakuan, yaitu P0=10 dalam kotak tanpa radiasi UV. P1 = Kelompok yang di dalam tabung berisi l sel darah merah dengan penyinaran radiasi UV. P2 = Kelompok yangm10 l sel darah merah, 1 ml ofloksasin denganmdi dalam tabung berisi 10 lmpenyinaran radiasi UV. P3 = Kelompok yang di dalam tabung berisi 10 l vitamin C dengan penyinaranmsel darah merah, 1 ml ofloksasin dan 1 radiasi UV. Pengukuran hemolisis sel darah merah menggunakan metode = 546 nm. Berdasarkan uji statistiklspektrofotometri yang diukur pada ini disimpulkan bahwa vitamin C mempunyai peran dalam menghambat fotohemolisis akibat fotosensitiser ofloksasin yang diinduksi sinar UV.

KATA KUNCI : Fotosensitiser, ofloksasin, vitamin C, hemoglobin.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permasalahan

Fotosensitisasi adalah reaktivitas suatu senyawa sensitiser terhadap substrat biologis akibat sinar buatan atau sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet. Apabila substrat biologis tersebut berupa membran sel darah merah hingga menyebabkan lisis, maka proses tersebut dinamakan fotohemolisis (1,2).

HUBUNGAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI SISWA-SISWI SMA 2 PAYAKUMBUH

abstraks:

Kesegaran jasmani seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni, faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud faktor internal adalah sesuatu yang sudah terdapat dalam tubuh seseorang yang bersifat menetap misalnya genetik, umur, jenis kelemin. Sedangkan faktor eksternal diantaranya aktivitas fisik, lingkungan dan kebiasaan merokok (Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Upaya Kesehatan Puskesmas, 1994; Abdullah, 1994).

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sehat adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia (Ichsan, 1988). Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif dan ekonomis (UU No.23 1992).
Kepentingan kesegaran jasmani dalam pemeliharaan kesehatan tidak diragukan lagi, semakin tinggi tingkat kesehatan, maka kesegaran jasmani akan semakin baik pula (Yasrin, 1996). Manusia yang sehat dan memiliki tingkat kesegaran yang baik akan mampu berprestasi dalam pekerjaan sehingga tingkat produktivitas akan meningkat (Pradono, 1999).

SKRIPSI ILMU PEMERINTAHAN

Aug 8, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  No Comments

PERS DALAM DEMOKRATISASI DI INDONESIA

abstraks:

Dalam berbagai deskripsi para ahli, diakui bahwa pers Indonesia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan reformasi atau revolusi Mei 1998 yang mencapai momen bersejarah dengan pengunduran diri presiden Soeharto, setelah berkuasa selama 32 tahun. Meskipun pers bukanlah pelopor dari gerakan revolusi itu, namun pers telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam peristiwa tersebut dengan penyajian berita-berita yang kritis sehingga melemahkan legitimasi rezim Orde Baru yang berkuasa pada waktu itu. Wacana tentang peranan pers dalam peristiwa revolusi Mei 1998 dapat digeneralisasikan bahwa wacana mengenai kontribusi signifikan pers dalam memicu perubahan masyarakat seakan mengikuti teori klasik komunukasi massa yang telah populer sejak lama, yaitu teori serba media. Diasumsikan bahwa media massa (dalam hal ini pers) mempunyai kekuatan yang besar untuk mempengaruhi masyarakat, bukan saja dalam membentuk opini dan sikap tetapi juga dalam memicu terjadinya gerakan sosial.
Berangkat dari teori dan realita diatas penulis mencoba melakukan penelitian dengan judul “Pers Dalam Demokratisasi di Indonesia, Kajian Tentang Peranan Pers Dalam Peristiwa Revolusi Mei 1998”, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peranan pers dalam peristiwa revolusi Mei 1998 serta mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh pers dalam menjalankan peranannya tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif dan literatu atau yang dikenal juga dengan studi kepustakaan, yakni dengan menganalisa dan menggambarkan peranan pers dalam peristiwa revolusi Mei 1998 melalui buku-buku, jurnal, artikel, dokumen dan hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Latar belakang penetapan topik penelitian ini mengingat pers sebagai suatu lembaga sosial yang mempunyai kekuatan dalam sistem politik dan berdasarkan pengamatan penulis bahwa pers selama orde baru senantiasa dibatasi ruang geraknya oleh pemerintah, dengan kata lain dilakukannya kontrol yang ketat oleh pemerintah terhadap pers, namun dalam situasi dan kondisi seperti itu pers tetap mampu berperan dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia, khususnya dalam peristiwa revolusi Mei 1998.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Demokrasi sebagai dasar hidup berbangsa pada umumnya memberikan pengertian bahwa adanya kesempatan bagi rakyat untuk ikut memberikan ketentuan dalam masalah-masalah pokok yang mengenai kehidupannya, termasuk dalam menilai kebijakan pemerintah, oleh karena kebijakan tersebut menentukan kehidupannya. Dengan kata lain dalam suatu negara demokrasi terdapat kebebasan-kebebasan masyarakat untuk berpartisipasi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pelaksanaan Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Banjarbaru

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan retribusi parkir di tepi jalan umum sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah Kota Banjarbaru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan tipe deskriptif analitik. Responden subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Perhubungan, Kabag Teknik Sarana dan Prasarana, dan Kasi Perparkiran dan Responden Objek 20 orang tukang parkir. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan kuisioner. Data yang didapat diolah kedalam bentuk tabel frekuensi dan persentase.

Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis dari hasil penelitian dapat kita simpulkan pelaksanaan retribusi parkir di tepi jalan umum sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah Kota Banjarbaru sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator pelaksana. Diketahui bahwa dari kemampuan melayani pengguna jasa parkir dari 20 orang responden (100%) menyatakan bahwa mereka sudah mampu memberikan pelayanan dengan baik. Sarana yang berguna bagi kelancaran pelaksanaan retribusi parkir di tepi jalan umum juga telah digunakan oleh para tukang parkir. Selanjutnya mengenai waktu pemungutan untuk lokasi parkir di instansi pemerintah dilaksanakan dari hari senin sampai dengan hari sabtu dari jam 8 pagi sampai dengan jam 1 siang. Di luar instansi pemerintah waktu pemungutan retribusi parkir dilakukan dari hari senin sampai dengan hari minggu, dengan lama pemungutan yang bervariasi. Prosedur pemungutan yang dilakukan juga sudah cukup baik. Tarif retribusi parkir yang dikenakan kepada pengguna jasa parkir telah sesuai dengan yang dicantumkan dalam Perda No. 16 tahun 2003 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum bahwa tarif parkir untuk kendaraan roda dua Rp. 500, roda empat Rp. 1000 dan roda enam sebesar Rp. 2500.

Disarankan kepada Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru perlu memberikan seragam parkir dan tanda pengenal kepada para tukang parkir.Kepada Walikota Banjarbaru dan DPRD Kota Banjarbaru perlu melakukan revisi Perda Nomor 16 tahun 2003 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum, yaitu mencantumkan dasar penetapan biaya setoran retribusi parkir perbulan yang harus diserahkan oleh kolektor parkir kepada Dinas Perhubungan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah telah menyebabkan perubahan yang mendasar mengenai pengaturan hubungan Pusat dan Daerah, khususnya dalam bidang administrasi pemerintahan maupun dalam hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yang dikenal sebagai era otonomi daerah.

PERS DALAM DEMOKRATISASI DI INDONESIA

ABSTRAK

Dalam berbagai deskripsi para ahli, diakui bahwa pers Indonesia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan reformasi atau revolusi Mei 1998 yang mencapai momen bersejarah dengan pengunduran diri presiden Soeharto, setelah berkuasa selama 32 tahun. Meskipun pers bukanlah pelopor dari gerakan revolusi itu, namun pers telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam peristiwa tersebut dengan penyajian berita-berita yang kritis sehingga melemahkan legitimasi rezim Orde Baru yang berkuasa pada waktu itu. Wacana tentang peranan pers dalam peristiwa revolusi Mei 1998 dapat digeneralisasikan bahwa wacana mengenai kontribusi signifikan pers dalam memicu perubahan masyarakat seakan mengikuti teori klasik komunukasi massa yang telah populer sejak lama, yaitu teori serba media. Diasumsikan bahwa media massa (dalam hal ini pers) mempunyai kekuatan yang besar untuk mempengaruhi masyarakat, bukan saja dalam membentuk opini dan sikap tetapi juga dalam memicu terjadinya gerakan sosial.
Berangkat dari teori dan realita diatas penulis mencoba melakukan penelitian dengan judul “Pers Dalam Demokratisasi di Indonesia, Kajian Tentang Peranan Pers Dalam Peristiwa Revolusi Mei 1998”, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peranan pers dalam peristiwa revolusi Mei 1998 serta mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh pers dalam menjalankan peranannya tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif dan literatu atau yang dikenal juga dengan studi kepustakaan, yakni dengan menganalisa dan menggambarkan peranan pers dalam peristiwa revolusi Mei 1998 melalui buku-buku, jurnal, artikel, dokumen dan hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Latar belakang penetapan topik penelitian ini mengingat pers sebagai suatu lembaga sosial yang mempunyai kekuatan dalam sistem politik dan berdasarkan pengamatan penulis bahwa pers selama orde baru senantiasa dibatasi ruang geraknya oleh pemerintah, dengan kata lain dilakukannya kontrol yang ketat oleh pemerintah terhadap pers, namun dalam situasi dan kondisi seperti itu pers tetap mampu berperan dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia, khususnya dalam peristiwa revolusi Mei 1998.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Demokrasi sebagai dasar hidup berbangsa pada umumnya memberikan pengertian bahwa adanya kesempatan bagi rakyat untuk ikut memberikan ketentuan dalam masalah-masalah pokok yang mengenai kehidupannya, termasuk dalam menilai kebijakan pemerintah, oleh karena kebijakan tersebut menentukan kehidupannya. Dengan kata lain dalam suatu negara demokrasi terdapat kebebasan-kebebasan masyarakat untuk berpartisipasi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pretty Prudent Partisans: Polarization in American Public Opinion on the Use of Military Force, 1980-1999

abstraks:

This thesis asks when and why Democrats and Republicans respond differently to American military interventions abroad. Using quantitative and case-study methodology for conflicts in the post-Vietnam era, it concludes that partisans in the mass public respond to conflicts in ways that comport with their basic worldviews and deeply held values.
THIS THESIS IS not about the war in Iraq in which the United States of America presently finds itself engaged. But it most certainly is inspired by that war. Pundits and scholars will debate for decades the consequences of President George W. Bush’s fateful decision to topple Saddam Hussein’s government in the spring of 2003. One such consequence, though, is so readily apparent that it has already served as fodder for dozens of articles in the popular press and for a handful of academic works. It is that members of the Republican Party are profoundly more supportive of the war than are members of the Democratic Party. Among all the cleavages in American society—race, religion, class, region, gender, education—none exerts anywhere near as strong an influence on an individual’s likelihood to favor the American presence in Iraq as party affiliation does.

Partisanship in American politics is not new, but the intensity with which it now manifests itself on a basic question of war and peace is.

PERANAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA KEPALA DESA DI KAB. SIDENRENG RAPPANG

abstraks:

MUH. FAUZY SAAD, 2007. Peranan Tingkat Pendidikan Terhadap Kinerja
Kepala Desa Di Kabupaten Sidenreng Rappang ( dibimbing oleh
Hj. Nurjannah Nonci, dan Muliani.S ).
Implementasi dari peraturan pemerintah daerah tentang pemerintahan desa
telah menunjukkan Kepala Desa khususnya di Kabupaten Sidrap memiliki latar
belakang atau tingkat pendidikan yang berbeda-beda,. Serta yang tidak dapat dibantah
pula bahwa disamping itu, kepala desa di Kab. Sidrap juga menghasilkan kinerja
yang beragam dalam menjalankan pemerintahan di desa nya. Berdasarkan latar
belakang yang telah dikemukakan diatas, maka penulis merumuskan permasalahan
sebagai berikut : “Apakah faktor tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kinerja
Kepada Desa di Kabupaten Sidenreng Rappang ?” , ”Apakah ada perbedaan kinerja
antara Kepala Desa yang berpendidikan SLTP kebawah dengan Kepala Desa yang
berpendidikan diatas SLTP ?”
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan tingkat pendidikan
terhadap kinerja Kepala Desa di Kabupaten Sidenreng Rappang, menganalisis
peranan tingkat pendidikan terhadap kinerja Kepala Desa di Kabupaten Sidenreng
Rappang, dan mengetahui perbedaan kinerja antara Kepala Desa yang berpendidikan
SLTP kebawah dengan Kepala Desa yang berpendidikan di atas SLTP.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi
Sulawesi Selatan, dengan populasinya adalah seluruh Kepala Desa yang ada
Kabupaten Sidenreng Rappang sebanyak 67 Orang. Sampel dalam penelitian ini
adalah sampel total (jenuh) yang sama jumlahnya dengan populasi.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan kepala desa di
Kabupaten Sidenreng Rappang berperan sangat besar terhadap peningkatan
kinerjanya. Disamping itu Kepala Desa yang memiliki tingkat pendidikan diatas
SLTP memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan Kepala Desa yang
berpendidikan SLTP.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Memasuki Era Reformasi, kita dihadapkan pada perubahan arah
pembangunan yang bertumpu pada peningkatan sumber daya aparatur pemerintah
sebagai kunci pokok tercapainya cita-cita bangsa yang merdeka dan berkembang.
Upaya peningkatan Sumber Daya Aparatur yang berkualitas harus dimulai
pada tingkat pemerintahan yang paling bawah, dalam hal ini dimulai pada tingkat
Pemerintahan di Desa dengan asumsi bahwa tingginya kualitas aparatur pemerintah
dalam menjalankan tugasnya sangat bergantung dari kualitas sumber daya
manusianya.

INTERNET GRATIS APA INTERNET MURAH ?

Aug 8, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  No Comments
INI TRIK YANG SAYA DAPAT DARI WEB TETANGGA. SUDAH SETAHUN INTERNET GRATIS NDAK BISA LAGI KOK MASIH ADA AJA ORANG CARI-CARI INTERNET GRATIS. DASAR ORANG INDONESIA SENANGNYA YANG GRATIS-GRATIS (SAMA SEPERTI SAYA JUGA DING… HI… HI…).
TAPI PERLU SAYA KASIH TAHU BAHWA INTERNET GRATIS SEPERTI YANG TAHUN KEMARIN MEMANG SUDAH TIDAK ADA. KALO TETAP AJA ADA YANG JUAL ITU BERARTI BOHONG-BOHONGAN. SARAN SAYA SIH JANGAN CARI-CARI YANG GRATISAN PALING-PALING HANYA BUANG-BUANG WAKTU DAN TENAGA AJA DAN DIJAMIN PASTI KECEWA. KALO MAU YANG BENAR-BENAR GRATIS YA….. SILAKAN KLIK DISINI. SAYA JAMIN ANDA BISA PAKE INTERNET SEPUASNYA. dan ndak akan menyesal.

INI parameter yang digunakan untuk koneksi dgn chip/kartu StarOne, YANG KATANYA GRATIS… PADALAH BOHONG BESAR…..
nomor dial = #777
username/login= wap
password= wap
jika anda menggunakan mozilla pilih Tool=>option=>advanced=>network=>setting=>pilih manual proxy configuration, kemudian masukkan proxy berikut :
http proxy: 66.29.36.95 port: 554 atau 1745
tinggal daftar di http://pps.nntime.com/
kemudian centang use this proxy for all protocol.
proxy ini bagus karena bisa membuka halaman2 dengan ssl 128 bit seperti yahoomail,e-gold, gmail, internet banking, dan semuanya, tentu saja bisa membuka halaman friendster yang menjadi kegemaran anda
lakukan dial cdma anda, kemudian mulailah browsing….
good luck.
entah bener ato ndak, yang jelas trik internet starone model begini banyak banget di internet. Klo mau buktiin, cari aja di google pake keyword gratis star1 ato gratis sutarwan hehehe..




HOSTING MURAH