Browsing articles tagged with "Campuran Archives - Page 2 of 8 - segalamacam.com"

Virus Thumbs.vbs & Autorun.inf

Sep 21, 2008   //   by admin   //   Blog  //  1 Comment

Menghilangkan virus thumbs.vbs & autorun.inf

Jika PC Anda terinfeksi oleh file ini, jangan panik karena tidak akan merusak, menghapus file dokumen ataupun merusak sistem. Biasanya efek samping jika terinfeksi file ini, setiap partisi yang ada di PC kita akan terkunci [tidak akan bisa didouble klik maupun diklik kanan ‘explore’ satu2nya jalan adalah lewat Windows Explorer.

Ok langsung saja, PC anda harus dalam kondisi 3 step dibawah ini

1. Pastikan System Restore pada PC Anda menjadi Turn off

Klik kanan My Computer – pilih Properties – cari Tab System Restore – checklist Turn off system restore for all drive.

2. Matikan Autoruns pada semua drive.

Klik Start – pilih Run – pada kolom Run ketik gpedit.msc – klik User Configuration – klik Administrative Templates – klik System – cari Turn off Autoplay – cheklist bagian Enable – pilih All Drive pada opsi Turn off Autoplay on…

* U/ melakukan hal diatas posisi user di PC Anda harus Administrator atau setara Administrator

3. Aktifkan Show hidden files and folders

Double klik My Computer – pilih Tools – Folder options – View – checklist bagian Show hidden files and folders.

Ok broer saatnya beraksi…

1. Pada keyboard tekan Ctrl – Alt – Del – pilih Task Manager – pilih Tab Processes – cari & klik proses wscript.exe – klik End Process.

2. Klik Start – pilih Run – pada kolom Run – ketik msconfig – pilih Tab Startup – cari dan uncheck Thumbs – klik Ok – pilih Exit Without Restart.

3. Cek satu persatu partisi yang ada di PC kita, misalkan PC Cyd! Ada 3 partisi yakni C:\, D:\, E:\ . Pertama di C:\ DELETE *Delete secara permanen file Thumbs.vbs & autorun.inf, kedua di C:\WINDOWS delete file Thumbs.vbs selanjut partisi2x berikutnya, seperti D:\ & E:\

4. Restart PC Anda, cek kembali langkah2x pada 4 – 5 – 6 apakah masih timbul file si pengganggu tsb kalau tidak ada, Hidup Cyd! :) kalau file tsb masih ngotot ada ulangi langkah 4 – 5 – 6

Anda tetap harus waspada terhadap media yang ada hubungannya dengan ‘memori’ atau ‘storage‘, seperti flashdisk, HP, kamera digital, dll, karena 2 hal yang disebutkan terakhir HP & kamera digital sudah menggunakan storage yang umum digunakan di PC & itu menjadi sumber penyebaran virus maupun worm. Selalu Update Antivirus yang Anda miliki.

Mungkin Anda akan menemukan problem yang tidak sama, karena variant2x dari file pengganggu ini terus mengUpgrade dirinya, namun secara umum langkah2x pembersihannya tidak akan jauh berbeda.

SKRIPSI TARBIYAH

Aug 13, 2008   //   by admin   //   Blog  //  No Comments

KONSEP ADOPSI DALAM ISLAM DAN KAITANNYA DENGAN PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA

abstraks:

Dalam situasi darurat baik karena terjadinya bencana alam atau para pengungsi lintas negara maupun pengungsi Dalam Negeri, selalu menempatkan Anak pada posisi paling rentan, Rentan terhadap gangguan kejiawaan, dan tidak terpenuhinya kebutuhan fisik yang pokok, juga rentan terhadap upaya eksploitasi. Hal ini menimbulkan banyaknya simpati masyarakat untuk meringankan beban anak-anak dalam situasi darurat ini, melalui mekanisme pengangkatan anak (adopsi). Adapun yang menjadi pokok permasalahan adalah bagaimana adopsi menurut agama Islam, dan bagaimana kaitannya dengan Pembinaan Sumber Daya manusia untuk mengisi pembangunan Negara. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersifat normatif. Kepentingan terbaik anak adalah dengan mengakui hak-hak anak atas keluarga, adalah asas yang dijunjung tinggi dalam pengasuhan anak, sehinggu kepentingan terbaik anak dapat terlindungi.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Islam adalah agama yang universal yang mengatur segenap tatanan hidup manusia. Sistem dan konsep yang dibawa Islam sesungguhnya padat nilai dan memberikan manfaat yang luar biasa kepada umat manusia. Konsepnya tidak hanya berguna pada masyarakat muslim tetapi dapat dinikmati oleh siapapun. Sistem Islam ini tidak mengenal batas, ruang dan waktu, tetapi selalu baik kapan dan di mana saja tanpa menghilangkan faktor-faktor kekhususan suatu masyarakat. Semakin utuh konsep itu diaplikasikan, semakin besar manfaat yang diraih.

KONSEP UL? AL-ALB?B DALAM AL-QUR’AN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (PENDEKATAN TEMATIS, FILOSOFIS, PEDAGOGIS-KRITIS)

abstraks:

IZZATUL LAILA. Konsep Ulū al-Albāb dalam al-Qur’an dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam (Pendekatan Tematis, Filosofis, Pedagogis-Kritis). Skripsi. Yogyakarta, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, 2006.
Pendidikan Islam sesungguhnya mempunyai tugas untuk melahirkan generasi yang mampu melaksanakan misi raḥmatan li al-‘ālamīn. Akan tetapi, realitas yang terjadi saat ini ternyata kejahatan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai justeru banyak dilakukan oleh penjahat kerah putih (white collar crime), yaitu kaum atau golongan yang sesungguhnya adalah kaum yang terpelajar, terdidik, para pengusaha, para pejabat yang seharusnya mampu memberikan teladan kepada masyarakat luas. Sebagai contoh, gelar akademik seperti doktor, magister, dokter, insinyur, ekonom saat ini justeru diperdagangkan, dan yang membeli dari berbagai kalangan: pemimpin, elit politik, bahkan agamawan. Al-Qur’an sebagai rujukan utama dalam pendidikan Islam, menawarkan satu konsep cendekiawan muslim; ulama sekaligus pemikir, yaitu ulū al-albāb. Konsep ini yang menjadi jawaban atas kesenjangan antara das Sollen dan das Sein tersebut.
Penelitian literer ini menggunakan pendekatan interdisipliner yang terdiri atas pendekatan tematis, filosofis dan critical pedagogy. Dalam penggalian data terhadap sumber primer dan sekunder, digunakan pendekatan tematis (mauḍū‘iy) dengan metode penafsiran secara mauḍū‘iy. Analisis data hasil penelitian menggunakan pendekatan filosofis yaitu untuk menemukan hakikat ulū al-albāb dalam konteks saat ini, dengan menggunakan metode hermeneutik dan berpola sintetik-analitik (konteks  teks  konteks). Sementara itu, pendekatan critical pedagogy digunakan untuk menganalisis dan mengidentifikasikan implementasi konsep ulū al-albāb dalam pendidikan Islam.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

UPAYA KEPALA MADRASAH HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

abstraks:

Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal, dan pendidikan tersebut bermaksud agar peserta didik dapat menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaan. Potensi kemanusiaan merupakan benih untuk kehidupan masa yang akan datang, yang harus lebih maju dari kehidupan sekarang, baik dalam bidang ilmu pengetahuan yang bersifat ukhrawi (keagamaan) atau ilmu pengetahuan dan duniawi (teknologi).
Kepala madrasah merupakan adminitrator dan dinamisator dalam kemajuan suatu madrasah yang dipimpinnya, di samping itu kepala madrasah sebagai pengurus di lingkungan madrasah baik sebagai administrator maupum sebagai supervisor. Menurut A. M. Arifin ( 1995 : 156 ), mengatakan bahwa : “Kepala madrasah sebagai pemimpin di lingkungan madrasah tidak hanya wajib melaksanakan tugas-tugas administratif, tetapi juga menyangkut tugas-tugas bagaimana harus mengatur seluruh program madrasah, ia harus memimpin dan mengarahkan aspek-aspek baik administratif maupun proses pembelajaran kependidikan di madrasah, sehingga lembaga yang di pimpinnya menjadi lembaga yang dinamis dalam usaha inovasi pembelajaran”

Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal, dan pendidikan tersebut bermaksud agar peserta didik dapat menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaan. Potensi kemanusiaan merupakan benih untuk kehidupan masa yang akan datang, yang harus lebih maju dari kehidupan sekarang, baik dalam bidang ilmu pengetahuan yang bersifat ukhrawi (keagamaan) atau ilmu pengetahuan dan duniawi (teknologi).

SIKAP SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR

ABSTRAK

A P I P U D I N NIM/NIMKO : 003 11491/06 06794, Judul: Sikap Siswa Terhadap Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Hubungannya Dengan Prestasi Belajar (Studi di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah Kabupaten Serang Propinsi Banten).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang sikap siswa terhadap mata pelajaran akidah akhlak serta pengaruh yang ditimbulkan terhadap prestasi belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah Leuwinanggung.
Penelitian dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah Kabupaten Serang Propinsi Banten pada tahun pelajaran 2007/2008. Penelitian ini mengunakan metode deskriftif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan angket. Sedangkan jumlah populasi adalah seluruh siswa Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah Leuwinanggung sejumlah 198 siswa dengan presentase 20 % x 198 = 40 dan yang dijadikan sample 40 siswa.
Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa koefiesien korelasi antara variabel X (Sikap Siswa Dalam Mata Pelajaran Aqidah Akhlak) dengan variabel Y (Prestasi Belajar Siswa) mencapai harga 0,72. Angka tersebut menunjukan adanya korelasi yang baik, dan berada pada arah 0,71 – 0,90. artinya senakin tinggi sikap siswa dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak akan semakin tinggi prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran tersebut. Adapun kontribusi antara variabel X terhadap variabel Y dengan menggunakan coefisien determinasi (cd), diperoleh hasil 51,84 % persepsi siswa terhadap prilaku guru agama ( variabel X ) terhadap akhlak siswa siswa (variabel Y), sedangkan sisanya sebesar 48,16 % dipengaruhi oleh faktor lain.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
“Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar anak didik baik dalam bentuk pendidikan formal atau non formal” (HM. Arifin, 1976:12).

Implementasi Test Formatif Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Di SMP Negen 2 Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi

abstraks:

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana Implementasi Test Formatif Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 2 Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Implementasi Test Formatif Bidang Studi Pendidikan Agma Islam Di SMP Negeri 2 Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif dan persentase, dan penulis gunakan adalah dengan rumus:

P =
Keterangan
P : Angka persentase
F : Frekewensi yang sedang dicari
N : Jumlah Frekwensi

Adapun hasil penelitian Implementasi Test Formatif Bidang Studi pendidikan agama Islam di SMP Negeri 2 Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. yang dilakukan oleh guru adalah “kurang Baik” hal ini terlihat dad hasil yang diperoleh adalah 46% dan berada
pada kategori kurang dari 50% . Dan faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Test Formatif Bidang Studi Pendidikan Agama Islam adalah masih kurangnya pengetahuan yang dimiliki guru, terbatasnya waktu dan kesempatan guru dalam implementasi test formatif dan kurangnya kontrol dari kepala sekolah untuk melakukan implementasi test formatif.

A. Latar Belakang

Penerapan Metode Menghafal Dan Problematikanya Dalam Pembelajaran Al Qur’an Hadits Di MTs Hidayatus Syubban Genuk Semarang

abstraks:

Madrasah Tsanawiyah Hidayatus Syubban Genuk Semarang adalah salah satu lembaga yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan metode menghafal dalam pengajaran al-Qur’an Hadits yang mempunyai tujuan agar semua siswa yang lulus dari Madrasah tersebut dapat menguasai baik itu baca tulis, maksud dari pengajaran al-Qur’an Hadits yang nantinya agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam pelaksanaan penerapannya tidak hanya membutuhkan tahap klasikal tetapi juga tahap privat hanya saja guru dan siswa masih mengalami beberapa problematika..

Madrasah Tsanawiyah Hidayatus Syubban Genuk Semarang adalah salah satu lembaga yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan metode menghafal dalam pengajaran al-Qur’an Hadits yang mempunyai tujuan agar semua siswa yang lulus dari Madrasah tersebut dapat menguasai baik itu baca tulis, maksud dari pengajaran al-Qur’an Hadits yang nantinya agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam pelaksanaan penerapannya tidak hanya membutuhkan tahap klasikal tetapi juga tahap privat hanya saja guru dan siswa masih mengalami beberapa problematika..

ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I (Studi Analisis Deskriptif Pada Mahasiswa Tingkat I Program P

abstraks:

Bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi. bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakan seseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Dengan bahasa pula maka manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Andaikata tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapat melakukan hal tersebut diatas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kita mengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kita selalu membutuhkan bahasa.
Tidak dapat disangkal, bahwa seseorang yang mempelajari suatu bahasa asing akan mendapati kesulitan-kesulitan, yang mana kesulitan-kesulitan ini dapat diperkecil apabila dia memiliki faktor-faktor pendorong yang sangat kuat atau dengan kata lain dia memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa tersebut.
Objek penelitian di sini ialah Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab____. Sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat I Program Pendidikan Bahasa Arab____tahun ajaran 2004/2005 yang telah menyelesaikan pembelajaran mata kuliah Istima’ I. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan angket.

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Nilai-nilai Edukatif Dalam Hadits Nabi SAW (Studi Analisis Terhadap Hadits Tentang Adzan di Telinga Bayi yang Baru Lahir)

abstraks:

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hikmah yang terkandung dalam Hadits tentang Adzan di telinga bayi yang baru lahir ; (2) Nilai-nilai Edukatif dalam hadīs tentang Adzan di telinga bayi yang baru lahir ; (3) Pengaruh Adzan di telinga bayi yang baru lahir terhadap pendidikan anak.

Penelitian ini menggunakan Riset Kepustakaan (library research) dengan tehnik Analisis isi (content analysis). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa had?s tetang a?an di telinga bayi yang baru lahir mengandung hikmah dan nilai-nilai pendidikan agama pada anak terutama sekali pendidikan tauhid dan pendidikan ibadah, pelaksanaan a?an di telinga bayi yg baru lahir juga mempunyai pengaruh positif terhadap kecerdasan spiritual anak karena usia awal anak merupakan masa keemasan yang mampu menerima informasi dengan mudah, dan informasi keagamaan yang disampaikan melalui a?an yang disenandungkan pada saat anak lahir akan terserap dengan baik dan kemudian informasi yang tersimpan di dalam otak anak itu akan mencuat kembali ketika ia mengalami atau mempelajari agama Islam di saat ia sudah mulai bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sehingga pada saat iitu anak akan mudah menagkap informasi lanjutan tentang agama tersebut.

Hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan kepada pemerhati pendidikan anak dan semua pihak yang membutuhkan hasil penelitian ini dan khususnya bagi para orang tua, agar mereka menyadari bahwa anak sejak dilahirkan sesungguhnya adalah merupakan mahluk yang jenius dan sudah semestinya bagi orang tua untuk memberikan segala informasi yang bermanfaat bagi anak agar kejeniusan tersebut tidak terpupus.

Pelaksanaan Pendidikan Pada Madrasah Aliyah Nuruddin Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam menyelenggarakan pendidikan Madrasah Aliyah Nuruddin Kec. Samboja dimana sekolah ini merupakan sekolah yang bernuansa keIslaman yang secara otomatis memiliki tugas yang lebih berat dibandingkan dengan sekolah umum dalam meningkatkan mutu pendidikan yang bercirikan akhlakul karimah. Akan tetapi lembaga yang diharapkan untuk bisa menciptakan sumber daya manusia tersebut masih mengalami kendala atau masalah.

Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan beberapa tenaga pengajar yang kesemuanya berjumlah 8 orang.

Data dihimpun melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berarti penulis hanya mendeskripsikan hasil wawancara dari beberapa responden, yang kemudian melakukan analisis dan memberikan kesimpulan hasil wawancara tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa problema yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Madrasah Aliyah Nuruddin Kec. Samboja adalah masih kurangnya sarana dan prasarana sekolah baik fisik maupun non fisik, seperti tidak adanya gedung perpustakaan sekolah, tidak adanya buku-buku paket penunjang, masih adanya kerangkapan dalam jabatan, sampai kepada masalah dana.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan pihak lembaga adalah dari pihak lembaga itu sendiri berusaha melengkapi kekurangan – kerurangan sarana dan prasarana yang ada dan dilakukan secara bertahap dan bekerjasama dengan para donator yang ada di wilayah Samboja serta Pemerintah Kabupaten Kutai Karta Negara. Dan untuk tenaga pengajar yang rangkap jabatan pihak sekolah berusaha merekrut guru yang dikategorikan sebagai guru tetap yang mampu berkonsentrasi terhadap tugasnya sebagai guru.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Oleh karena itu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh aspek pendidikannya.1

ANAK PUTUS SEKOLAH DAN CARA PEMBINAANNYA DI KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN

ABSTRAK

Putus sekolah bukan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan penyebabnya, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain. Hal ini juga dialami oleh beberapa anak di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui dan meneliti lebih jauh tentang sebab-sebab anak putus sekolah. Pembahasan ini berjudul “Anak Putus Sekolah dan Cara Pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa yang menyebabkan anak-anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Bagaimana orang tua, masyarakat dalam mengatasi terjadinya anak putus sekolah serta bagaimana cara pembinaannya. Tujuan pembahasan ini adalah menemukan jawaban dari permasalahan di atas yaitu untuk mengetahui berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak putus sekolah, sikap orang tua, serta bagaimana cara pembinaan terhadap anak yang putus sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan dan kepustakaan. Metode lapangan dilakukan dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Secara umum masalah utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung. Sebagian lagi adalah faktor keluarga yang menyebabkan anak-anak di Kecamatan Jangka putus sekolah. Adapun orang tua dan masyarakat dalam menghadapi anak putus sekolah ada dua yaitu upaya pencegahan dan upaya pembinaan. Upaya pencegahan dilakukan sebelum putus sekolah dengan mengamati, memperhatikan permasalahan-permasalahan anak-anak dan dengan menyadarkan orang tua akan pentingnya pendidikan demi menjamin masa depan anak serta memberikan motivasi belajar kepada anak. Adapun upaya pembinaan yang dilakukan adalah dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan sosial kemasyarakatan kepada anak, serta memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya supaya anak disibukkan serta dapat menghindarinya dari pikiran yang menyimpang.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan amanah dari Allah Swt, seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah tanpa noda dan dosa, laksana sehelai kain putih yang belum mempunyai motif dan warna. Oleh karena itu, orang tualah yang akan memberikan warna terhadap kain putih tersebut; hitam, biru hijau bahkan bercampur banyak warna.

ANAK PUTUS SEKOLAH DAN CARA PEMBINAANNYA DI KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUN

ABSTRAK

Putus sekolah bukan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan penyebabnya, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain. Hal ini juga dialami oleh beberapa anak di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui dan meneliti lebih jauh tentang sebab-sebab anak putus sekolah. Pembahasan ini berjudul “Anak Putus Sekolah dan Cara Pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa yang menyebabkan anak-anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Bagaimana orang tua, masyarakat dalam mengatasi terjadinya anak putus sekolah serta bagaimana cara pembinaannya. Tujuan pembahasan ini adalah menemukan jawaban dari permasalahan di atas yaitu untuk mengetahui berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak putus sekolah, sikap orang tua, serta bagaimana cara pembinaan terhadap anak yang putus sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan dan kepustakaan. Metode lapangan dilakukan dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Secara umum masalah utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung. Sebagian lagi adalah faktor keluarga yang menyebabkan anak-anak di Kecamatan Jangka putus sekolah. Adapun orang tua dan masyarakat dalam menghadapi anak putus sekolah ada dua yaitu upaya pencegahan dan upaya pembinaan. Upaya pencegahan dilakukan sebelum putus sekolah dengan mengamati, memperhatikan permasalahan-permasalahan anak-anak dan dengan menyadarkan orang tua akan pentingnya pendidikan demi menjamin masa depan anak serta memberikan motivasi belajar kepada anak. Adapun upaya pembinaan yang dilakukan adalah dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan sosial kemasyarakatan kepada anak, serta memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya supaya anak disibukkan serta dapat menghindarinya dari pikiran yang menyimpang.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan amanah dari Allah Swt, seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah tanpa noda dan dosa, laksana sehelai kain putih yang belum mempunyai motif dan warna. Oleh karena itu, orang tualah yang akan memberikan warna terhadap kain putih tersebut; hitam, biru hijau bahkan bercampur banyak warna.

PENGARUH POLA KEHIDUPAN SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SDN BANJARAN VI KECAMATAN KOTA KEDIRI

abstraks:

PROPOSAL

A. Latar Belakang Masalah
Sesuai dengan tujuan pendidikan yang dijelaskan dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 No.1, yang berbunyi:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Sebegitu jauh tujuan pendidikan tersebut, maka secara umum siswa dilatih untuk terampil mengembangkan penalaran, terutama dalam ilmu pengetahuan.
Siswa adalah makhluk biologis yang hidup di dalam masyarakat. Setiap manusia mempunyai aktifitas-aktifitas yang telah membudaya maksud membudaya di sini adalah aktivitas-aktivitas atau perilaku-perilaku yang bereksistensi secara micro atau dalam kaitan yang kecil. Dan khusus dipandang sebagai insan pelajar yang hidup dalam struktur sosial yang micro yakni keluarga dan latar belakang interaksi-interaksi sosialnya yang berlangsung.
Siswa yaitu manusia yang hidup dalam satu lingkungan sosial yang micro, yaitu keluarga sangat besar sekali pengaruhnya. Peranan keluarga sebagai pendorong perkembangan intelektualisasi (daya Penalaran) individu dipengaruhi oleh interaksi sosialnya yang dinamis dan wajar, status sosial ekonomi yang berpengaruh. Jika perekonomian cukup, lingkungan materiil yang dihadapi siswa dalam keluarganya itu lebih luas, maka ia dapat kesempatan yang luas pula untuk mengembangkan berbagai kecakapannya.
Termasuk di dalamnya menu-menu makanan guna kesehatan yang baik, serta sikapnya terhadap lingkungan keluarga, hubungan dengan orang tua dan saudaranya yang dinamis dan wajar. Faktor pendidikan pra sekolah akan mempolakan cara belajarnya di sekolah dasar, jadi dalam penelitian ini penulis secara konseptual berlandaskan pada faktor interaksi-interaksi dengan lingkungan status sosial ekonomi, kesehatan individu serta pola pendidikan pra SD (TK/RA/BA/TA) yang baik dan wajar akan dapat memberikan kesempatan berkembangnya gejala tingkat intelektual siswa.
Penelitian yang dilakukan ini sangatlah penting, mengingat subyek yang tertera dalam judul yaitu “Pola Kehidupan Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa” adalah menyangkut personality siswa dalam kurun waktu di mana ia mengadakan kegiatan penalarannya dalam sekolah. Jadi pada dasarnya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pola kehidupan siswa terhadap prestasi belajar siswa.
Sebagai siswa yang mempunyai pola-pola kehidupan yang berbeda-beda yang dapat dirangkum secara global yaitu meliputi; pola-pola budaya pra SD, pola-pola makanan, pola-pola interaksi dalam keluarga, dan pola sosio ekonomi dan media yang tidak seluruhnya sama dan tidak pula seluruhnya mempunyai pola yang baik. Sudah barang tentu ada konflik-konflik yang akan berakibat pada perkembangan kejiwaan siswa tersebut yang jelas kesemuanya ini berpengaruh pada prestasi-prestasi belajar yang dicapainya, tergantung pada bagaimana pola kehidupannya. Jadi faktor-faktor yang telah terpola di atas mempunyai bentuk-bentuk yang berbeda-beda.

PROPOSAL

A. Latar Belakang Masalah
Sesuai dengan tujuan pendidikan yang dijelaskan dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 No.1, yang berbunyi:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MANBAIL FUTUH

abstraks:

PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH MANBAIL FUTUH
BEJI – JENU – TUBAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum berasal dari bahasa Inggris “Curriculum” berarti Rencana Pelajaran. (S. Wojowasito-WJS. Poerwadarminta, 1980 : 36.).
Secara istilah, kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. (Depag. RI. Dir. Jen. Kelembagaan Agama Islam, 2004 : 2).

Nilai-nilai Edukatif Dalam Hadits Nabi SAW (Studi Analisis Terhadap Hadits Tentang Adzan di Telinga Bayi yang Baru Lahir)

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hikmah yang terkandung dalam Hadits tentang Adzan di telinga bayi yang baru lahir ; (2) Nilai-nilai Edukatif dalam hadīs tentang Adzan di telinga bayi yang baru lahir ; (3) Pengaruh Adzan di telinga bayi yang baru lahir terhadap pendidikan anak.

Penelitian ini menggunakan Riset Kepustakaan (library research) dengan tehnik Analisis isi (content analysis). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan pendekatan induktif.

PERANAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR SISWA

abstraks:

Pentingnya bimbingan dan penyuluhan di sekolah menengah pada saat ini sangat diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan. Karenanya sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang memerlukan tenaga pembimbing yang professional. Di mana pembimbing tidak hanya menguasai bahan pelajar, tetapi juga menguasai nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka siswa dipengaruhi oleh proses pembimbing.
Di antara pertimbangan pokok yang mendasari pembahasan tersebut adalah persoalan ini merupakan persoalan esensial. Sebab terletak di tangan pembimbing kemungkinan berhasil atau tidak pencapaian belajar. Oleh karena itu perlu dilihat bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa.
Membahas tentang peranan bimbingan dan penyuluhan sekolah tidak terlepas dari proses belajar mengajar dalam proses antara pembimbing dan siswa bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Secara definitif bimbingan dan penyuluhan adalah orang yang pekerjaannya mengajar dan mendidik serta sebagai pembimbing, sedangkan siswa atau anak adalah yang sedang belajar.
Berasarkan hal tersebut di atas, pembahasan skripsi ini adalah tentang peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa MTs. Wali Songo. Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah tentang bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan berlajar siswa MTs. Wali Songo
Sedangkan yang menjadi sub pokok permasalahan ini adalah tentang bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam peanggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan yang bersifat preventif dan bimbingan yang bersifat kuraitif di MTs. Wali Songo.
Penelitian di lapangan dijadikan bahan masukkan untuk mengetahui situasi yang sebenarnya dan kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan di MTs. Wali Songo.
Dari hasil penelitian lapangan diperoleh kesimpulan bahwa peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penaggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan baik bimbingan yang bersifat preventif maupun yang bersifat kuratif adalah cukup atau sedang, hal ini nampak pada aktifitas bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di MTs. Wali Songo
Demikian abstrak skripsi ini, yang setidaknya akan dapat memberikan gambaran umum tentang isi dari skripsi ini secara keseluruhan.

PERANAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR SISWA
DI MADRASAH TSANAWIYAH NURUL HASANIYAH
DESA SAMBIRAMPAK KIDUL KECAMATAN KOTAANYAR KABUPATEN PROBOLINGGO

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

SKRIPSI PENDIDIKAN FISIKA

Aug 12, 2008   //   by admin   //   Blog  //  No Comments

Prestasi Belajar Fisika Pokok Bahasan Getaran dan Gelombang melalui Pendekatan Problem Posing Berbasis Aktivitas di SMUN I BJM

abstraks:

Jurusan : Pendidikan Fisika
Pembelajaran IPA (sains) saat ini masih menggunakan sistem pembelajaran yang bersifat konvensional yaitu pembelajaran terpusat pada guru (teacher centered). Sistem pembelajaran tersebut juga diterapkan di SMUN I BJM, hal itu akan dapat menyebabkan siswa menjadi pasif.
Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui prestasi belajar fisika manakah yang lebih tinggi antara siswa yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional, (2) mengetahui kemampuan siswa dalam merumuskan soal pada kelas yang diajar dengan pendekatan problem posing berbasis aktivitas.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SMUN I BJM tahun ajaran 2002/2003. Diantara 10 kelas yang ada dilakukan pengambilan sampel secara acak. Penelitian ini bersifat eksperimental semu, yang melibatkan variabel perlakuan berupa model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing berbasis aktivitas yang dikenakan pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol menggunakan pendekatan konvensional untuk pokok bahasan getaran dan gelombang. Rancangan ini melibatkan dua kelas sampel, maka desain penelitian yang digunakan adalah Pre-test dan Post-test Control Group Desain. Kerangka rancangan dimulai dari uji coba instrumen dan pengambilan data, analisis uji instrumen dan analisis data serta uji hipotesis menggunakan uji-t satu pihak.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) prestasi belajar fisika bagi siswa yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar fisika bagi siswa yang diajar melalui pendekatan konvensional, yang terlihat dari nilai rata-rata prestasi untuk kelas eksperimen adalah 84,47 sedangkan nilai rata-rata prestasi untuk kelas kontrol adalah 68,50 dan juga dilihat dari thitung > ttabel yaitu diperoleh thitung = 7,426 sedangkan ttabel (72; .05) = 2,647 (2) kemampuan merumuskan soal bagi kelas yang diajar melalui pendekatan problem posing berbasis aktivitas tergolong sangat baik yaitu mencapai 84,7 %.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Belajar merupakan hal yang sangat mendasar yang tidak bisa lepas dari kehidupan semua orang. Seiring dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan yang meningkat, pemerintah berupaya untuk meningkatkan dunia pendidikan. Hal yang harus dilakukan oleh dunia pendidikan tentunya harus mempersiapkan sumber daya manusia yang kreatif, mampu memecahkan persoalan-persoalan yang aktual dalam kehidupan dan mampu menghasilkan teknologi baru yang merupakan perbaikan dari sebelumnya.

SKRIPSI PENDIDIKAN BIOLOGI

Aug 12, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  9 Comments

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SAINS MELALUI PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES

ABSTRAKS

Judul Skripsi : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SAINS
MELALUI PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES

Kemudian dari permasalahan pokok pada judul skripsi tersebut diatas, dapat dijabarkan kedalam masalah mayor dan minor, yaitu :
Bagaimana guru dapat mengelola pembelajaran untuk meningkatkan ketrampilan proses siswa.
Bagaimana pendekatan ketrampilan proses dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Bagaimana guru dapat meningkatkan minat siswa dalam proses pembelajaran

Adapun tujuan penelitian tindakan kelas dapat dirumuskan sebagai berikut:
Meningkatkan ketrampilan proses siswa melalui metode eksperimen.
Meningkatkan prestasi hasil belajar siswa meliputi aspek kognitif, afektif dan praktek.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam penggunaan alat-alat pratikum dan meningkatkan hasil prestasi belajara aspek penilaian, kognitif, afektif dan praktek.

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH
Kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh kwalitas pendidikan suatu negara upaya untuk menaikkan kwalitas sumberdaya manusia (SDM) melalui pendidikan mutlak diperlukan.

KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENGAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

abstraks:

Pendidikan saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin meningkat, baik ragam,
lebih-lebih kualitasnya, termasuk pendidikan pada Madrasah Aliyah Ponpes Nurul Haramain
Putri Lombok Barat. Di sisi lain, berdasarkan hasil evaluasi dengan kurikulum 1994,
diketahui bahwa siswa belum mencapai kemampuan optimalnya. Siswa hanya tahu banyak
fakta tetapi kurang mampu memanfaatkannya, oleh sebab itu sistem pendidikan saat ini dan
di masa depan harus dikembangkan agar lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat dan
tantangan yang akan dihadapi.
Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk; (1) Mengembangkan
perangkat pembelajaran biologi SMU/MA yang bercirikan model pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw, dan (2) Mengetahui kualitas proses dan hasil belajar biologi melalui penerapan
perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) Tahap Pengembangan Perangkat, dan
(2) Tahap Pembelajaran Nyata. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Materi
Ajar, Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Instrumen Tes Hasil Belajar.
Hasil penelitian menunjukkan; (1) Guru mampu melakukan keseluruhan aspek
pembelajaran dengan kategori baik, (2) Aktivitas guru yang dominan adalah mengelola KBM
sesuai kaidah pembelajaran kooperatif, dan melatihkan siswa keterampilan kooperatif, (3)
Aktivitas siswa yang dominan adalah membaca Materi Ajar, LKS, dan menulis yang relevan,
(4) Keterampilan kooperatif siswa yang dominan adalah mengambil giliran dan berbagi
tugas, (5) Siswa menyatakan senang dan baru terhadap perangkat dan model pembelajaran,
(6) Guru menganggap perangkat pembelajaran cukup membantu dan bermanfaat, dan (7)
KBM yang menerapkan perangkat dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat
menuntaskan belajar siswa.

A. Latar Belakang Masalah
Hasil Belajar fisika siswa SMA masih rendah jika dibandingkan dengan materi pelajaran yang lain. Hal ini ditunjukkan oleh Nilai Ujian Akhir Siswa pada tahun 2001/2002 s.d. 2002/2003. Dapat dilihat pada grafik di bawah ini:
Sumber : Data dari KanwilDiknas Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 2002.

HUBUNGAN ANTARA PERGAULAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS VII SMP UNGGULAN AN-NUR WONOSOBO KECAMATAN SRONO KABU

ABSTRASI
Nama : Andres Mayapada
Nim : 52061711
Jurusan : FKIP Biologi
Judul skripsi : Hubungan Antara Pergaulan Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Diri Siswa Kelas VII SMP Unggulan An-Nur Wonosobo.

Kata kunci : Pergaulan sebaya, penyesuaia diri siswa

Bergaul merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang anak untuk memperoleh kesenangan, bersosialisasi tanpa pertimbangan hasil ahkir. Pergaulan yang dilakukan oleh anak lebih menyenagkan jika dilakukan dengan teman-teman seusianya. Hubungna sosial dengan teman bermain dapat menimbulkan dampak positif atau negatifnyaanak dapat bercerita dengan lugas, tanpa canggung dan sebagainnya. Tetapi dampak negatif yang diperolehanak juga tidak sedikit, misalnyaberbohong karena tekanan teman-temannya, berkata kotor, berjudi dan sebagainnya. Kondisi seperti ini akan dipengaruhi penyesuaian diri terhadap lingkungan.
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan pergaulan teman sebaya dengan penyesuaian diri siswa SMP Unggulan An-Nur Wonosobo kecamatan srono kabupaten banyuwangi.
Populasi penelitian adalah siswa kelas VII di SMP Unggulan An-Nur tahun ajaran 2007/2008 yang berjumlah 40 siswa. Dalam penelitian diambil satu kelas yaitu kelas VII A. Teknik pengambilan sampel dengan purposif sampling. Teknik pengambilan datanya adalah angket. Sedangkan teknik analisa diskrit dan teknik korelasi moment bantuan fasilitas SPSS.
Hasil penelitaian adalah (1) pergaulan teman sebaya siswa kelas VII SMP An-Nur diperoleh skore minimal sebesar 17 dan skor maksimal adalah 69 dengan rata-rata 37,56 dan dikatagorikan kurang baik dalam pergaulan dengan skala 5 frekuensi yang paling banyak ada katagori cukup baik pergaulan yaitu sebesar 28,8 %, (2) penyesuaian diri siswa kelas VII SMP Unggulan An-Nur data siswa terdiri dari 40 siswa, mempunyai rentang 5, 83 sampai dengan 8,6 diperolehrata-rata 6,67 dan dengan kualifikasi cukup baik. Nilai siswa jika dikelompokan menjadi empat maka yang paling banyak ada pada kelompok dua (3)ada hubungan antara pergaulan teman sewbaya dengan penyesuaian diri siswa kelas VII SMP Unggulan An-Nur Wonosobo. Hal ini dibuktikan dengan korelasi sebesar 0,5 jatuh pada tingkat seknifikan 0.000 berarti tingkay signifikasinya < dari 0,005 oleh karena itu jika hasil penyesuaian diri siswa kurang baik maka berkaitan dengan adanya pergaulan dengan teman sebaya yang kurang mendukung proses penyesuain diri siswa.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masa remaja dapat di katakan sebagai masa peralihan antara masa anak ke masa dewasa.anak yang menginjak masa remaja sudah tidak dianggap sebagai anak iagf tetapi belum diterima sebagai orang dewasa.Dari pemyataan diatas maka banyak anak padu masa remaja berusaha melepaskan diri dari orang tua dan ingin mencari idenlitas diri dengan memmjukkan berbagai cara-cara tertentu.

PERBEDAAN EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN SELEDRI, JERAMI DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKEMBANGBIAKAN Paramaecium sp

RINGKASAN

Perbedan Efektivitas Rebusan Daun Seledri, Jerami dan Air Kelapa Muda terhadap Perkembangbiakan Paramaecium sp (Sebagai Sumber Belajar Biologi di SMA).
Minahur Rohman, 020210103233, 2006,

Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa karena pendidikan merupakan tempat untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada permasalahan yang berat tentang pendidikan, terutama terkait dengan kualitas, relevansi dan efisiensi pendidikan. Untuk itu perlu diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diharapkan mampu memenuhi tujuan pendidikan nasional serta sesuai dengan kekhasan, kondisi, dan potensi satuan pendidikan.

KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENGAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

Abstrak
Oleh : Yusuf
Pendidikan saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin meningkat, baik ragam,
lebih-lebih kualitasnya, termasuk pendidikan pada Madrasah Aliyah Ponpes Nurul Haramain
Putri Lombok Barat. Di sisi lain, berdasarkan hasil evaluasi dengan kurikulum 1994,
diketahui bahwa siswa belum mencapai kemampuan optimalnya. Siswa hanya tahu banyak
fakta tetapi kurang mampu memanfaatkannya, oleh sebab itu sistem pendidikan saat ini dan
di masa depan harus dikembangkan agar lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat dan
tantangan yang akan dihadapi.
Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk; (1) Mengembangkan
perangkat pembelajaran biologi SMU/MA yang bercirikan model pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw, dan (2) Mengetahui kualitas proses dan hasil belajar biologi melalui penerapan
perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) Tahap Pengembangan Perangkat, dan
(2) Tahap Pembelajaran Nyata. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Materi
Ajar, Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Instrumen Tes Hasil Belajar.
Hasil penelitian menunjukkan; (1) Guru mampu melakukan keseluruhan aspek
pembelajaran dengan kategori baik, (2) Aktivitas guru yang dominan adalah mengelola KBM
sesuai kaidah pembelajaran kooperatif, dan melatihkan siswa keterampilan kooperatif, (3)
Aktivitas siswa yang dominan adalah membaca Materi Ajar, LKS, dan menulis yang relevan,
(4) Keterampilan kooperatif siswa yang dominan adalah mengambil giliran dan berbagi
tugas, (5) Siswa menyatakan senang dan baru terhadap perangkat dan model pembelajaran,
(6) Guru menganggap perangkat pembelajaran cukup membantu dan bermanfaat, dan (7)
KBM yang menerapkan perangkat dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat
menuntaskan belajar siswa.

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Hasil Belajar fisika siswa SMA masih rendah jika dibandingkan dengan materi pelajaran yang lain. Hal ini ditunjukkan oleh Nilai Ujian Akhir Siswa pada tahun 2001/2002 s.d. 2002/2003. Dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENGAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MADRASAH AL

abstraks:

Pendidikan saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin meningkat, baik ragam,
lebih-lebih kualitasnya, termasuk pendidikan pada Madrasah Aliyah Ponpes Nurul Haramain
Putri Lombok Barat. Di sisi lain, berdasarkan hasil evaluasi dengan kurikulum 1994,
diketahui bahwa siswa belum mencapai kemampuan optimalnya. Siswa hanya tahu banyak
fakta tetapi kurang mampu memanfaatkannya, oleh sebab itu sistem pendidikan saat ini dan
di masa depan harus dikembangkan agar lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat dan
tantangan yang akan dihadapi.
Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk; (1) Mengembangkan
perangkat pembelajaran biologi SMU/MA yang bercirikan model pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw, dan (2) Mengetahui kualitas proses dan hasil belajar biologi melalui penerapan
perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) Tahap Pengembangan Perangkat, dan
(2) Tahap Pembelajaran Nyata. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Materi
Ajar, Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Instrumen Tes Hasil Belajar.
Hasil penelitian menunjukkan; (1) Guru mampu melakukan keseluruhan aspek
pembelajaran dengan kategori baik, (2) Aktivitas guru yang dominan adalah mengelola KBM
sesuai kaidah pembelajaran kooperatif, dan melatihkan siswa keterampilan kooperatif, (3)
Aktivitas siswa yang dominan adalah membaca Materi Ajar, LKS, dan menulis yang relevan,
(4) Keterampilan kooperatif siswa yang dominan adalah mengambil giliran dan berbagi
tugas, (5) Siswa menyatakan senang dan baru terhadap perangkat dan model pembelajaran,
(6) Guru menganggap perangkat pembelajaran cukup membantu dan bermanfaat, dan (7)
KBM yang menerapkan perangkat dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat
menuntaskan belajar siswa.

BAB IV
HASIL PENELITIAN

Penelitian ini telah dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) Tahap
Pengembangan Perangkat Pembelajaran, dan (2) Tahap Pembelajaran Nyata (real
teaching). Oleh sebab itu, hasil temuan pada masing-masing tahap penelitian
tersebut, akan disajikan secara terpisah pada bab ini.
A. Hasil Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran dengan mengadopsi model
pengembangan Kemp et al. (1994) telah berhasil mengembangkan perangkat
pembelajaran yang diperlukan dalam proses belajar mengajar biologi pokok

PENGGUNAAN MODEL SYNECTIK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SD INPRES RAPPOKALLING I MAKASSAR

abstraks:

Skripsi ini membahas tentang “Penggunaan Model Synectik dalam Proses Belajar Mengajar di SMU Negeri 1 Bajeng Kabupaten Gowa”. Adapun pokok permasalahannya adalah bagaimana teknik penggunaan penerapan model synectik dalam proses belajar mengajar di SMU Negeri 1 Bajeng Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Dan faktor apakah yang menunjang bagi penerapan model synectik dalam proses dalam belajar mengajar di SMU Negeri 1 Bajeng Kec. Bajeng Kab. Gowa.
Untuk menjawab permasalahan tersebut di atas, penulis mengadakan pengumpulan data melalui studi pustaka dan penelitian lapangan, dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan angket, setelah data terkumpul penulis mengolah dengan memakai metode induktif, deduktif, tabulasi dan komperatif.
Kemudian dari pengolahan data tersebut maka hasilnya dapat diketahu bahwa teknik penerapan Model synectik oleh guru yakni guru berusaha memaparkan sesuatu yang baru, mengenal keanehan, dan hal ini akan membantu para siswa memahami masalah, ide atau produk dalam sesuatu yang baru. Jadi peranan guru hanya memberikan gambaran atau informasi tentang sesuatu bahan pelajaran, kemudian siswa tersebut mengolahnya sendiri, nantipada tahap akhir baru guru memberikan bimbingan lagi. Jadi peranan guru hanya memberikan bimbingan pada tahap awal dan tahap akhir kegiatan. Sedangkan yang menjadi faktor penunjang bagi penggunaan penerapan model synectik ini adalah adanya sarana prasarana pendidikan yang lengkap dan juga didukung oleh guru-guru yang profesional dalam bidangnya masing-masing.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam proses belajar mengajar pada dasarnya merupakan proses interaksi antara yang belajar (siswa) dengan pengajar (guru). Seorang siswa telah dikatakan belajar apabila ia telah mengetahui sesuatu yang sebelumnya ia tidak dapat mengetahuinya, termasuk sikap tertentu yang sebelumnya belum dimilikinya. Sebaliknya, seorang guru dikatakan telah mengajar apabila ia telah membantu siswa atau orang lain untuk memperoleh perubahan yang dikehendaki.

EFEKTIVITAS PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PENGAJARAN IPA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SD INPRES PAJJAI MAKASSAR

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktikum lapangan terhadap hasil belajar IPA siswa SLTP Negeri 3 Pangkajene Kabipaten Pangkep. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental, dimana terdapat dua kelompok sampel (eksperimen dan kontrol). Data dalam peneltian dikumpul dengan menggunakan instrumen berupa soal (test) hasil belajar yang dilakukan setelah pengajaran berlangsung (praktikum lapangan dengan konvensional). Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianamisi dengan statistik infresial uji t (t-test) untuk mengetahui variabel bebas terhadap variebel terikat. Hasil analis menunjukkan dengan db = 39, t hitung = 0,321, dan t tabel = 1,70 yang dikonsultasikan dengan syarat penerimaan dan penolakan hipotesis, ternyata hipotesis yang diajukan (H1) di tolak. Berarti praktikum lapangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa SLTP Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Penolakan H1 oleh penulis diduga karena faktor-faktor kurangnya penguasaan materi siswa sebelum praktikum, kelengkapan alat dan bahan, serta pengalaman praktikum yang sangat minim. Meski demikian jika data diprosentasekan menunjukkan hasil siswa yang memperoleh nilai 7 dengan praktikum lapangan sebesar 42,5 % dengan pengajaran konvensional (ceramah) sebesar 37,5 %, memperoleh nilai 8 dengan praktikum sebesar 30 % dengan pengajaran konvensional sebesar 5 %.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masalah pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks, karena terkait dengan masalah kuantitas, masalah kualitas, masalah relevansi dan masalah efektivitas. Masalah kuantitas timbulsebagai akibat hubungan antara pertumbuhan sistem pendidikan dan pertumbuhan penduduk.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA SD INPRES BERTINGKAT MAMAJANG I MAKASSAR

abstraks:

Penelitian ini termasuk jenis penelitian ekspremintal dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media gambar terhadap prestasi belajar biologi siswa SLTP Negeri I Soppeng Riaja Kab. Barru. Sampel penelitian adalah kelas dua yang terambil dengan teknik Cluster Random sampling. Instrumen, yang digunakan dalam pengambilan atau pengumpulan data berupa test yang dilakukan setelah proses belajar mengajar berlangsung. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dengan statistik analisis varians satu faktor yang dalam analisisnya digunakan chi-Kuadrat satu pihak. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Chi-Kuadrat daftar pada taraf signifikan 5 % ( X20,95 = 43,8 < X2h =68,80) yang berarti media gambar berpengaruh secara positif terhadap prestasi /hasil belajar biologi siswa SLTP Negeri I Soppeng Riaja Kab. Barru.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

HUBUNGAN ANTARA MINAT DAN PERHATIAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA PADA SDN LABUANG BAJI I MAKASSAR

abstraks:

N a m a : St. Nurhaedah Nur
Judul Skripsi : Hubungan Antara Minat dan Perhatian dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas II Mata Pelajaran IPA pada SLTP Negeri 1 Pangkajene Kab. Pangkep

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat korelasional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat dan perhatian belajar siswa dengan prestasi belajar siswa kelas II SLTP Negeri 1 Pangkajene pada mata pelajaran IPA. Populasi penelitian adalah keseluruhan siswa kelas II dengan sampel sebesar 20 % dan populasi (60 orang siswa). Data penelitian dikumpul dengan menggunakan instrumen berupa angket untuk data minat dan perhatian belajar siswa dan dokumentasi untuk data prestasi belajar. Data selanjutnya diolah dan dianalisis, dengan statistik korelasi untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil analisis menunjukkan nilai r hitung sebesar 0,53 dan r tabel 0,254 yang lebih kecil dari r hitung, berarti dapat dikatakan terdapat hubungan yang positif antara minat/perhatian belajar siswa dengan prestasi belajar IPA siswa SLTP Negeri 1 Pangkajene Kelas II. Berarti pula hipotesis yang diajukan di terima.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Disadari atau tidak, menurunnya kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Walaupun seorang guru sudah berbuat yang terbaik menurut prosedur yang ada tanpa dukungan dari berbagai pihak, niscaya tujuan pendidikan tidak akan tercapai dengan baik. Di sinilah kita perlu memadukan antara faktor lingkungan dengan faktor alami berupa potensi yang dimiliki anak itu sendiri.

STUDI TENTANG MINAT SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN IPA PADA SD NEGERI LABUANG BAJI I MAKASSAR

abstraks:

Hanilang : 2002 : Studi Tentang Minat Siswa Terhadap Mata Pelajaran Biologi Pada SLTP Negeri 2 Pangkajene Kabupaten Pangkep.
Skripsi ; STKIP-PI YASPI Makassar

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat belajar Biologi siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada SLTP Negeri 2 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas 2 sebanyak 2 kelas yang terambil secara acak. Data dalam penelitian ini dikumpul dengan menggunakan instrumen berupa angket. Data yang terkumpul selanjutnya di analisis dengan statistik deskriptif berupa persentase.
Hasilnya menunujukkan minat belajar biologi siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata skor minat sebesar 115,48 dari 150 skor tertinggi yang mungkin dicapai. Terdapat 63,83 % siswa yang minat belajarnya sedang, 29,79 % tinggi, dan 4,26 % siswa yang minatnya rendah. Sedangkan faktor-faktor kurikulum, 72,34 % faktor dari diri siswa, 70,39 % faktor metode mengajar, dan faktor sarana dan prasarana sebesar 70,07 %.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kualitas dan kuantitas pendidikan sampai saat ini masih merupakan suatu masalah yang paling menonjol dalam setiap usaha pembaharuan sistem pendidikan nasional. Kedua masalah tersebut sulit ditangani secara simultan sebab dalam upaya meningkatkan kualitas, masalah kuantitas terabaikan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu tidak mengherankan bila masalah pendidikan tidak pernah tuntas dimanapun, termasuk di negara yang maju sekalipun.

PENGARUH MINAT BELAJAR SISWA SLTP NEGERI 7 MAKASSAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI

abstraks:

Muh. Saleh Yuppa : Pengaruh Praktikum Lapangan Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SLTP Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktikum lapangan terhadap hasil belajar IPA siswa SLTP Negeri 3 Pangkajene Kabipaten Pangkep. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental, dimana terdapat dua kelompok sampel (eksperimen dan kontrol). Data dalam peneltian dikumpul dengan menggunakan instrumen berupa soal (test) hasil belajar yang dilakukan setelah pengajaran berlangsung (praktikum lapangan dengan konvensional). Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianamisi dengan statistik infresial uji t (t-test) untuk mengetahui variabel bebas terhadap variebel terikat. Hasil analis menunjukkan dengan db = 39, t hitung = 0,321, dan t tabel = 1,70 yang dikonsultasikan dengan syarat penerimaan dan penolakan hipotesis, ternyata hipotesis yang diajukan (H1) di tolak. Berarti praktikum lapangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa SLTP Negeri 3 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Penolakan H1 oleh penulis diduga karena faktor-faktor kurangnya penguasaan materi siswa sebelum praktikum, kelengkapan alat dan bahan, serta pengalaman praktikum yang sangat minim. Meski demikian jika data diprosentasekan menunjukkan hasil siswa yang memperoleh nilai 7 dengan praktikum lapangan sebesar 42,5 % dengan pengajaran konvensional (ceramah) sebesar 37,5 %, memperoleh nilai 8 dengan praktikum sebesar 30 % dengan pengajaran konvensional sebesar 5 %.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

HUBUNGAN PARTISIPASI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA KELAS V PADA SD INPRES RAPPOKALLING 2 MAKASSAR

abstraks:

Syamsuddin S. : HUBUNGAN PARTISIPASI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SLTP NEGERI 13 MAKASSAR.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan partisipasi orang tua dengan prestasi belajar biologi siswa kelas II SLTP Negeri 13 Makassar. Data dalam penelitian ini terambil dengan menggunakan instrumen berupa angket yang sifatnya tertutup. Data penelitian selain dianalisis dengan statistik deskriptif juga dianalisis dengan statistik inferensial. Hasil analis dengan statistik korelasi menunjukkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,77 > 0,308) yang berarti hipotesis yang diajukan (Ha) diterima. Dengan kata lain terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi orang tua dengan prestasi belajar biologi siswa kelas II SLTP Negeri 13 Makassar.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap manusia yang telah dimulai sejak dari buaian hingga ke liang lahat. Oleh sebab itu, setiap manusia wajib untuk belajar baik melalui jalur pendidikan formal, informal, maupun non formal karena belajar merupakan kunci untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Tanpa belajar maka tak ada ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh.

PENGARUH PEMBERIAN TUGAS SETIAP AKHIR PERTEMUAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V PADA SD INPRES BUTTATIANANG I MAKASSAR

abstraks:

St. Hasnah A. : Efektivitas Metode Pemberian Tugas Terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa SLTP Negeri 1 Pangkajene Kab. Pangkep
Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar IPA siswa SLTP Negeri 1 Pangkajene Kab. Pangkep. Dengan sampel penelitian adalah siswa kelas dua sebanyak 2 kelas. Data penelitian ini terkumpul dengan instrumen berupa test. Selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan statistik deskriptif/statistik infrensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan dan memungkinkan penolakan hipotesis nol (H0). Ini berarti bahwa hipotesis alternatif yang diterima. Dengan kata lain penggunaan metode pemberian tugas efektif terhadap pencapaian prestasi belajar IPA siswa SLTP Negeri 1 Pangkajene Kab. Pangkep.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Konsep mengenai pendidikan yang dikembangkan saat ini, merupakan rangkaian upaya manusia Indonesia untuk meningkatkan sumber daya yang akhir-akhir ini santer diperbincangkan sehubungan dengan peningkatan sumber daya manusia pembangunan.

SKRIPSI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

Aug 12, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  No Comments

AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ABILITY IN READING PASSAGE THROUGH GROUP WORK OF STUDENTS AT LANGUAGE PROGRAM OF

ABSTRACT

The title of this paper is “an analysis of students’ ability in reading passage through group work of students at language program of Man 2 Pekanbaru”.
This research was carried out at MAN 2 Model pekanbaru. It is a descriptive research, the writer took one class (II language program) consisting of 30 students, as population of this research. In collecting data, the writer used test to find out the students’ ability in reading passage through group work. To analyze the data the writer used the formula as follows:

P = ∑fx x 100 %
N

The result shows that the students’ ability in reading passage through group work is categories Fair (59). So, its find that the students’ ability in reading passage of Man 2 Model pekanbaru is enough.

CHAPTER I
INTRODUCTION

A. Background

STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT WITH TRADITIONAL ASSESSMENT AND PORTFOLIO ASSESSMENT

A B S T R A C T

Isabella, Paramita. 2008. Student’s Learning Achievement with Traditional Assessment and Portfolio Assessment. A Thesis. English Study Program of Language and Arts Department. Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University. The First Advisor, Drs. Yon Adlis, M.Pd. The Second Advisor, Drs. Marzul Hidayat, M.A.

Traditionally, assessment is held at the conclusion of a unit of study. Certain grade is used to decide the understanding degree of the students to the subject. Traditional assessment includes multiple-choice questions and asking students to respond the questions with short answers.
Portfolio assessment is a purposeful collection of student work that tells the story of the student’s effort, progress, or achievement in given areas. Portfolio can be viewed as a systematic and organized collection of evidence used by the teacher and student to monitor the growth of student’s knowledge, skills, and attitudes in a specific content area. The indicators of portfolio assessment are daily test result, structured tasks, anecdotal record, and report of the student’s activity out of school.
The purposes of this research are to describe the student’s learning achievement with traditional assessment and portfolio assessment, and then find out the difference between the student’s learning achievement with traditional assessment and portfolio assessment.
The design of this research is ex post facto. The population is the 1st class of students of SMP 4 Jambi. In selecting the sample is used clustered random sampling. The students of class 1A and 1B of SMP 4 Jambi are chosen as the sample. The data collection is done by observation and collecting the documentation. T-test is used to analysis the difference between the students’ learning achievement with traditional assessment and portfolio assessment

CHAPTER I
INTRODUCTION

1.1 Background of the Research
Language learning is important for human’s social development. As a language which is used by more than a half of population in the world, English holds the key as international language. English is a tool of communication among peoples of the world to get trade, social-cultural, science, and technology goals. Moreover, English competence is important in career development, therefore students need to understand and use English to improve their confidence to face global competition.

UPAYA PENINGKATAN KEEFEKTIFAN DAN EFISIENSI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SEWON, BANTUL

abstraks:

Jika dilihat dari sudut pandang siswa, keefektifan dalam pembelajaran listening bergantung pada konsentrasi mereka selama proses belajar mengajar, penguasaan kosakata, dan pronunciation. Seperti pada reading, agar pembelajaran listening lebih efektif maka siswa harus terlebih dahulu mengetahui kebutuhannya, sehingga mereka tahu apa yang harus mereka dengarkan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah




HOSTING MURAH