SKRIPSI ILMU KOMUNIKASI

Aug 7, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  1 Comment

Gatekeeper Media Dalam Penyajian Berita-Berita Internasional

abstraks:

Tesis ini mencoba memotret bagaimana para pekerja pers yang berperan dalam seleksi berita internasional, khususnya terkait krisis Irak, melakukan rekonstruksi berita-beritanya dari berbagai sumber berita asing seperti kantor berita transnasional, web jaringan televisi global, dll, untuk kemudian disajikan kepada khalayak pembaca masing-masing.

Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gatekeeper yang dikaitkan dengan teori rekonstruksi sosial dan teori-teori lainnya, seperti teori strukturasi dan teori ekonomi politik, yang diharapkan mampu menjelaskan proses rekonstruksi berita oleh gatekeeper media serta fenomena-fenomena lain yang melingkupinya.

Proses seleksi terhadap item berita krisis Irak yang akan disajikan masing-masing media dipengaruhi sejumlah hal yang bisa dikategorikan kedalam faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi unsur nilai-nilai berita (news values) yang melekat pada suatu peristiwa serta bagaimana public meaning peristiwa tersebut bagi masyarakat luas. Sedangkan faktor ekstrinsik lebih menekankan pada aspek implikasi berita tersebut terhadap suatu negara dari perspektif kepentingan politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Pada konteks Irak, Kompas memosisikan krisis itu sebagai kelanjutan propaganda dan keangkuhan AS memerangi terorisme pasca peristiwa 11 September 2001. Sedangkan Republika dan Media Indonesia lebih melihat Irak sebagai korban penjajahan dan ketidak adilan yang harus dilawan dengan varian penyajian masing-masing yang senada. Kendati demikian, diantara ketiga media massa cetak ini tidak terlihat perbedaan signifikan. Secara umum ketiga media sama-sama memberikan penekanan bahwa opini yang akan mereka bangun adalah konstruksi penentangan terhadap invasi AS dan sekutunya.

Di era globalisasi saat ini, berbagai peristiwa yang terjadi di suatu tempat dapat menyebar ke seluruh dunia dalam beberapa detik saja. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadikan tempat mengirim dan menerima berita tidak lagi menjadi sebuah masalah penting seperti sebelumnya. Radio gelombang pendek yang sangat kuat, misalnya, telah membuat seseorang senantiasa memperoleh berita setiap hari dimana pun ia berada.

Ruang Publik Perkotaan dalam Komik(Studi Semiotik Representasi Ruang Publik Perkotaan dalam Jogja in Comic)

abstraks:

Intisari
Persoalan ruang publik kota Yogyakarta kembali dijadikan isu utama dalam bentuk kumpulan komik Jogja in Comic oleh para komikus lokal Yogyakarta. Diangkatnya isu ruang publik dalam sebuah karya komik menunjukkan bahwa isu tersebut memang benar-benar penting. Oleh karena itu, menarik untuk dikaji bagaimana sebuah kumpulan komik dapat merepresentasikan kondisi ruang publik perkotaan di kota Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan metode semiotik analitik, yaitu suatu pendekatan untuk memperlihatkan makna yang tersembunyi dari suatu gambar maupun teks dalam suatu media. Metode semiotik yang dipakai dalam penelitian ini didasarkan pada pemikiran Charles Sanders Peirce tentang Teori Segitiga Makna. Penelitian ini dibatasi pada tiga jenis tanda, yaitu ikon, indeks dan simbol. Tujuannya agar mempermudah penjelasan dalam proses signifikasi.
Penelitian ini menunjukkan bagaimana sebuah komik dapat merepresentasikan kondisi ruang publik kota Yogyakarta. Secara implisit, dalam komik tersebut mengangkat isu tentang semakin tersingkirnya permainan tradisional akibat dari minimnya ruang publik sebagai ruang bermain anak. Selanjutnya, para komikus juga mengangkat tentang isu keseharian mereka, khususnya tentang ketiadaan ruang publik dalam ranah seni rupa serta semakin tersingkirnya seniman tradisional dalam penggunaan ruang publik Malioboro. Selain itu, konflik perebutan
ruang pun tak lepas dari perhatian komikus untuk diangkat. Terakhir, adalah isu mengenai ruang publik baru dalam bentuk mal dan angkringan.
Kata kunci : Komik, ruang publik, dan semiotik

BAB. I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENSOSIALISASIKAN BUDAYA PERUSAHAAN DI KALANGAN KARYAWAN( Di Hotel Ciputra Semarang )

ABSTRAKSI

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bentuk strategi komunikasi yang digunakan oleh manajemen Hotel Ciputra Semarang dalam menyampaikan budaya perusahaan kepada karyawan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian adalah kegiatan sosialisasi budaya perusahaan serta strategi komunikasi yang diterapkan perusahaan. Informan penelitian dipilih secara purposive dengan mengikuti prinsip “ bola salju “ ( snow ball sampling ). Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi partisipan ( observasi berperanserta ), wawancara tidak berstruktur dan wawancara mendalam ( indepth interview ). Pengecekan keakuratan data menggunakan tekhnik analisis key informants.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan strategi komunikasi memadukan perencanaan komunikasi ( communication planning ) yakni system perencanaan humas ( public relations ) berupa definisi program, penyusunan metode dan teknik penyampaian pesan, pelaksanaan program, dan evaluasi ; dengan manajemen komunikasi ( communication management ). Implementasi program komunikasi berupa program human relations, staff and managerial meeting, mediated communication, jaringan komunikasi, serta ritus dan ritual. Strategi komunikasi yang diterapkan manajemen perusahaan, diukur dari indicator audience coverage, audience respon, communication impact, serta process of influence. Strategi sosialisasi yang digunakan dalam mensosialisasikan Budaya Kerja Hotel Ciputra Semarang ( core values ) adalah strategi in house campaign. Implementasi program sosialisasi berupa metode brain washing, job coaching, dan educational and training. Evaluasi program sosialisasi core values hanya dapat diketahui oleh internal perusahaan berdasarkan hasil penilaian kinerja karyawan. Departemen Personalia dalam hal ini Human Resources Manager dan Trainning Manager berperan sebagai core people yaitu sebagai komunikator penyampaian core values sekaligus pelaksana sosialisasi core values dikalangan karyawan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

MODEL KOMUNIKASI PIMPINAN CABANG HIMMAH KOTA MEDAN DALAM MEMBANGUN ORGANISASI DI KOTA MEDAN

abstraks:

Model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Suatu model mempresentasikan secara abstrak ciri-ciri penting yang menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam dunia nyata. Model komunikasi ini selanjutnya sangat membantu proses komunikasi organisasi agar berjalan dengan efektif, sebab model komunikasi dapat membantu dan mencermati hambatan-hambatan komunikasi.
Model komunikasi organisasi yang dibangun Pimpinan Cabang HIMMAH Kota Medan Periode 2004-2007 menunjukkan model komunikasi satu arah. Model seperti ini dengan sendirinya mengakibatkan terjadinya miss communication yang berujung pada terjadinya miss understanding. Pada akhirnya, model komunikasi semacam ini berpengaruh besar pada kemunduran organisasi yang dialami oleh PC HIMMAH Kota Medan, Periode 2004-2007 khususnya.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Maslah

STUDI INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA PROSES PEMBENTUKAN KONSEP DIRI REMAJA PANTI ASUHAN SILOAM PURWOKERTO

abstraks:

Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi
Bulan Agustus
ABSTRAKSI
Liza Adelyne
F1C001039
Studi Interaksionisme Simbolik pada Proses Pembentukan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Siloam Purwokerto
xv+105 halaman+4 daftar tabel+1 daftar gambar+1 daftar lampiran+30 daftar pustaka

Penelitian dengan judul “ Studi Interaksionisme Simbolik pada Proses Pembentukan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Siloam” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan konsep diri remaja panti asuhan terjadi ketika segenap nilai-nilai pribadi terbentur dengan nilai yang berada di luar mereka. Hal ini dapat dipelajari melalui simbol-simbol bermakna yang muncul dalam setiap proses komunikasi mereka.
Penelitian ini menerapkan studi interaksionisme simbolik sebagai metodenya. Individu yang berpikir dan sadar diri adalah mustahil secara logika tanpa didahului adanya kelompok sosial. Kehidupan remaja dengan ciri perkembangan yang melihat bahwa fase ini merupakan fase pencarian ‘bentuk diri’ menjadi hal yang menarik untuk ditelaah. Proses ini diidentifikasi melalui bagaimana remaja berinteraksi dengan panti asuhan maupun keluarga asli dan interaksi dengan teman-teman sebaya. Dari dua pengkategorian kelompok interaksi yang terjadi dalam kehidupan manusia tersebut, akan dilihat bagaimana proses pemaknaan mereka terhadap nilai-nilai apa yang dibawa oleh orang-orang terdekat mereka (significant other). Pembentukan selanjutnya adalah bagaimana individu tersebut menempatkan diri sebagai obyek dari lingkungan sekitar (significant other) dimana dia diharapkan untuk menjadi seperti apa yang lingkungan tersebut inginkan.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa remaja panti asuhan memang masuk ke dalam jalur-jalur interaksi tersebut, akan tetapi mereka memliki kecenderungan untuk kental pada salah satu jalur tersebut. Terdapat remaja yang menyetujui nilai-nilai yang dianggap sesuai dengan perkembangan remaja maupun yang menolaknya. Di sisi lain ada yang memilih menyesuaikan diri dengan apa yang diyakini sebagai kebebaran idealis dari diri mereka. Remaja panti asuhan memiliki kesadaran untuk tanggung jawab terhadap diri sendiri akan apa yang mereka ambil, sekalipun hal tersebut dianggap merugikan.

Kata kunci : interaksi, simbol, remaja

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

MODEL KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PARA PEDAGANG DI PUSAT KYA-KYA KEMBANG JEPUN (PK3J) SURABAYA

abstraks:

Di Surabaya, kawasan yang dikenal sebagai kawasan Pecinan adalah
kawasan Kembang Jepun. Kawasan ini merupakan tempat berkumpulnya
pedagang dari bermacam-macam etnis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui model komunikasi antarbudaya dari kelompok etnis yang
berbeda, serta model komunikasi yang mereka gunakan dalam interaksi seharihari
di Pusat Kya-Kya Kembang Jepun (PK3J) Surabaya.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif
melalui in depth interview dengan para narasumber yang diambil menggunakan
theoritical sampling dengan teknik snowballing. Hasil dari penelitian ini
dideskriptifkan melalui pemaparan berbagai informasi dari temuan selama
penelitian.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model komunikasi
antarbudaya para pedagang di Pusat Kya-Kya Kembang Jepun dapat berjalan
dengan efektif karena antara pedagang yang satu dengan yang lainnya saling
menyesuaikan diri. Selain itu, hubungan diantara mereka tetap dapat terjalin
harmonis karena adanya sikap saling pengertian antar sesama pedagang. Hal ini
dapat terlihat dari kemampuan tiap pedagang untuk menerima setiap perbedaan
yang ada di antara mereka.

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di Indonesia, komunikasi antarbudaya belum secara serius mendapatkan
tempat sebagai suatu kajian penting, sehingga sampai saat ini masih sulit ditemui
buku yang menjelaskan secara lengkap tentang definisi dari komunikasi
antarbudaya itu sendiri. Padahal komunikasi antarbudaya di Indonesia sangatlah
penting, karena pada kenyataannya kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia
sangatlah heterogen, yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, agama, ras,
budaya, dan adat isitiadat. Sebagaimana dituangkan dalam semboyan Bhinneka

ANALISIS EKUITAS MEREK XL BEBAS

abstraks:

skripsi tahun 2008

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dibandingkan dengan industri-industri lain, telekomunikasi merupakan industri yang tingkat pertumbuhannya paling tinggi. Tidaklah berlebihan bila industri telekomunikasi dianggap sebagai golden industry, karena tidak ada yang mampu menyamai tingkat pertumbuhannya. Data dari Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) menyebutkan, jumlah pelanggan seluler pada 2004 berjumlah 32 juta. Sampai pada akhir Desember 2006 lalu jumlahnya meningkat mencapai 63 juta nomor. Kemudian, pada tahun 2007 ini diperkirakan pelanggannya akan mencapai 76 juta nomor.

peranan media komunikasi (radio swasta) dalam meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat di kota madya yogyakarta

abstraks:

epintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secara lebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dari berbagai segi.

Pertama, dipandang dari segi luas, komunikasi hanya berarti dalam konteks lingkungan hidup. Pada intinya. komunikasi adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya Tanpa komunikasi manusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain, manusia berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, meskipun caranya berbeda tergantung lingkungan yang dihadapi, umpamanya dengan lingkungan sosial tertentu.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sepintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secara lebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dari berbagai segi.

Pengaruh Komunikasi Interpersonal Antar Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang

ABSTRAK

Komunikasi merupakan sarana untuk mengadakan koordinasi antara berbagai subsistem dalam perkantoran. Kompetensi komunikasi yang baik antar karyawan akan mampu memperoleh dan mengembangkan tugas yang diembannya, sehingga tingkat kinerja suatu organisasi (perkantoran) menjadi semakin baik dan sebaliknya.
Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik korelasional untuk melukiskan secara sistematis, faktual, dan cermat dan berusaha memberikan gambaran tentang apa saja yang ada hubungannya dengan penelitian kemudian menganalisanya untuk menemukan pemecahan masalah yang dihadapi. Populasinya adalah karyawan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang dengan sampel sebanyak 21 orang.
Cara pengukuran validitas angket kompetensi menggunakan teknik korelasi dengan r pearson atau koefisien korelasi product momen pearson dengan taraf signifikan 5%. Hasil dari penelitian ini Terdapat hubungan positif antara komunikasi interpersonal pegawai dengan tingkat kinerja pegawai namun agak rendah yaitu dengan indeks koefisien korelasi sebesar rxy =0,486.
Saran yang diajukan penulis yaitu perlu dilakukan perlu dimaksimalkan kegiatan-kegiatan yang melibatkan semua karyawan seperti acara arisan darma wanita karyawan dan koperasi, ditingkatkan pembinaan dan pelatihan pada karyawana, serta membuat program kerja yang melibatkan keaktifan dari semua fungsi unit kerja.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesamanya. Dalam kehidupannya manusia sering dipertemukan satu sama lainnya dalam suatu wadah baik formal maupun informal.

Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang Perusahaannya Dari

abstraks:

Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang Perusahaannya Dari Media Cetak
Di Bandung

Penelitian ini ditulis oleh Furi Sudaryanti, dengan pembimbing utama Ibu
Dr. Atie Rachmiatie. Dra. M.Si dan Ibu Melly Maulin P. S.Sos sebagai pembimbing ke dua. Judul penelitian ini adalah Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang Perusahaannya dari Media Cetak di Bandung.
Tujuan dari dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan humas PT. PLN (Persero) DJBB mengenai pemberitaan tentang perusahaanya, tanggapan humas PT. PLN (Persero) DJBB mengenai penyajian berita, dan tanggapan humas PT. PLN (Persero) DJBB mengenai pemanfaatan guntingan berita.
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian survey deskriptif, sedangkan dalam pengumpulan data penelitian penulis menggunakan angket, wawancara dan studi literatur. Sampel dari penelitian ini seluruh jumlah karyawan PT. PLN bagian humas, jumlah banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 12 orang karyawan
Kesimpulan dari penelitian yang dilaksanakan oleh penulis menunjukkan bahwa berita tentang perusahaan dari publik eksternal sangat bermanfaat karena dapat membantu para karyawan bagian humas dalam mendapatkan informasi-informasi terbaru tentang perusahaannya, sehingga dapat membuat karyawan meningkatkan kinerja kerjanya. Sedangkan penyajian berita, pihak humas mampu dan mengerti terhadap istilah-istilah yang digunakan. Dan mengenai pemanfaatan guntingan berita, pihak humas sangat terbantu sekali akan keberadaannya.
Saran penulis setelah melaksanakan penelitian ini sebaiknya pihak humas lebih mempelajari istilah dan bahasa yang ada pada berita selain itu pihak humas pun harus mampu membantu top manajeman dalam mengambil keputusan dan kebijakan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Komunikasi merupakan salah satu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia, mendasar karena setiap orang dalam kehidupanya selalu berkeinginan untuk mempertahankan suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi. Komunikasi berlangsung untuk menjalin hubungan antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

PERANAN MEDIA KOMUNIKASI (RADIO SWASTA) DALAM MENINGKATKAN TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT DI KOTAMADYA YOGYAKARTA

abstraks:

Peranan yang diberikan oleh radio siaran swasta khususnya untuk meningkatkan dan memberikan pengetahuan atau informasi mengenai lingkungan serta proses mensosialisasikan UUPLH pada masyarakat masih minim sekali. Hal ini dapat dilihat dari aspek prosentase siaran, sudah ditentukan oleh aturan yang ada (Departemen Penerangan), yang diberikan untuk jenis siaran pendidikan dan
penerangan yaitu sebesar 7 % dari jumlah jam siaran dan itu pun bukan hanya untuk pendidikan dan penerangan lingkungan tetapi masih berbagi dengan bidang – bidang lainnya, Alasan lain adalah karena untuk kelangsungan hidup radio itu sendiri sehingga program atau acaranya lebih bersifat komersial atau hiburan, dan diharapkan dapat menarik minat masyarakat atau segmen tertentu dengan maksud agar pendengarnya dapat menjadi sasaran (obyek) periklanan produk
tertentu.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sepintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secara lebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dari berbagai segi.

Tanggapan Kelompok Suporter Persib Bandung “Viking” Terhadap Pemberitaan Seputar Persib Banding di Harian Umum Galamedia

ABSTRAK

Tanggapan Kelompok Suporter Persib Bandung “Viking” Terhadap Pemberitaan Seputar Persib Banding di Harian Umum Galamedia

Oleh :
Hendi Hermansyah
41801023

Di Bawah Bimbingan :
Drs. Manap Solihat, M.Si. (Pembimbing I)
Gumgum Gumilar, S.Sos. (Pembimbing II)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana “Tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia”. Untuk dapat menjawab masalah diatas, peneliti menganalisisa serta menggambarkan masalah-masalah penelitian sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan diantaranya : unsur grafis, nilai berita, isi berita dan frekuensi penyajian pemberitaan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Respondennya yaitu anggota kelompok suporter Persib Bandung “Viking” di wilayah Bandung sebesar 30524 orang, maka diperoleh sampel sebanyak 100 orang, adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan secara random bertingkat proporsional (proportionate stratified random sampling). Data dikumpulkan melalui, wawancara, kuesioner dan studi pustaka. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu mengedit dan mengkode data yang kemudian ditabulasikan.
Hasil pengolahan data, menunjukan bahwa unsur grafis dalam pemberitaan seputar Persib Bandung menarik dan sesuai walaupun ada beberapa responden yang memberikan penilaian lain, nilai berita dalam pemberitaan seputar Persib Bandung banyak responden memberikan penilaiaan aktual, faktual, menarik dan sangat dekat. Sedangkan isi berita dalam pemberitaan seputar Persib Bandung menunjukan objektif, jelas serta lengkap dalam setiap isi berita yang disampaikan. Pada frekuensi penyajian pemberitaan seputar Persib Bandung, responden memberikan penilaian sering dan banyak pemberitaan seputar Persib Bandung terdapat di Harian Umum Galamedia.
Setelah melihat hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia sebagai pemberitaan yang baik dan dapat menarik perhatian kelompok suporter “viking”.
Saran, bagi PT. Galamedia Bandung Perkasa agar hendaknya dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas penyajian pemberitaan seputar Persib Bandung.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian
Media Massa (Mass Media) merupakan channel of mass communication, yakni saluran, alat atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa. Komunikasi massa sendiri artinya penyampaian pesan, gagasan, atau informasi yang ditujukan kepada orang banyak (massa, publik). Adapun karakteristik media massa itu sendiri meliputi :
1.Publisitas, disebarluaskan kepada khalayak.
2.Universalitas, pesannya bersifat umum.
3.Perioditas, tetap atau berkala.
4.Kontinuitas, berkesinambungan.
5.Aktualitas, berisi hal-hal baru.
(Romly, 2003 : 5)

Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang Perusahaannya Dari

ABSTRAK

Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang Perusahaannya Dari Media Cetak
Di Bandung

Penelitian ini ditulis oleh Furi Sudaryanti, dengan pembimbing utama Ibu
Dr. Atie Rachmiatie. Dra. M.Si dan Ibu Melly Maulin P. S.Sos sebagai pembimbing ke dua. Judul penelitian ini adalah Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang Perusahaannya dari Media Cetak di Bandung.
Tujuan dari dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan humas PT. PLN (Persero) DJBB mengenai pemberitaan tentang perusahaanya, tanggapan humas PT. PLN (Persero) DJBB mengenai penyajian berita, dan tanggapan humas PT. PLN (Persero) DJBB mengenai pemanfaatan guntingan berita.
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian survey deskriptif, sedangkan dalam pengumpulan data penelitian penulis menggunakan angket, wawancara dan studi literatur. Sampel dari penelitian ini seluruh jumlah karyawan PT. PLN bagian humas, jumlah banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 12 orang karyawan
Kesimpulan dari penelitian yang dilaksanakan oleh penulis menunjukkan bahwa berita tentang perusahaan dari publik eksternal sangat bermanfaat karena dapat membantu para karyawan bagian humas dalam mendapatkan informasi-informasi terbaru tentang perusahaannya, sehingga dapat membuat karyawan meningkatkan kinerja kerjanya. Sedangkan penyajian berita, pihak humas mampu dan mengerti terhadap istilah-istilah yang digunakan. Dan mengenai pemanfaatan guntingan berita, pihak humas sangat terbantu sekali akan keberadaannya.
Saran penulis setelah melaksanakan penelitian ini sebaiknya pihak humas lebih mempelajari istilah dan bahasa yang ada pada berita selain itu pihak humas pun harus mampu membantu top manajeman dalam mengambil keputusan dan kebijakan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Komunikasi merupakan salah satu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia, mendasar karena setiap orang dalam kehidupanya selalu berkeinginan untuk mempertahankan suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi. Komunikasi berlangsung untuk menjalin hubungan antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

PERSEPSI TARGET AUDIENCE TERHADAP BRAND IMAGE DALAM IKLAN YANG MENGGUNAKAN CELEBRITY ENDORSER

abstraks:

Penelitian ini di latarbelakangi oleh gencarnya penggunaan celebrity endorser di berbagai iklan. Keberhasilan upaya membangun brand image ini sangat ditentukan oleh persepsi konsumen terhadap selebriti yang menjadi icon produk tersebut. Dengan dipersepsikannya seorang celebrity endorser secara positif oleh masyarakat, diharapkan positif pula brand image yang terbentuk di benak konsumen. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan munculnya brand image dalam pikiran konsumen yang tidak relevan dengan persepsinya terhadap celebrity endorser. Dengan kata lain, tidak selamanya seorang celebrity endorser dalam iklan dapat membangun brand image yang relevan dalam benak konsumen, seperti yang diinginkan pengiklan.
Dilatarbelakangi permasalahan tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui persepsi target audience terhadap celebrity endorser dalam iklan sebuah produk baru.
Pada penelitian ini peneliti menguji relevansi atau kecocokan antara persepsi target audience terhadap celebrity endorser dengan persepsi target audience terhadap brand image produk baru.
Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam (in-depth interview) dan didukung oleh studi pustaka yang relevan dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan desain studi Fenomenologi. Dalam fenomenologi peneliti menempatkan diri di posisi orang yang diteliti untuk memahami suatu fenomena dari sudut pandang mereka.
Penelitian ini menggunakan Analisis Tematik, dimana berdasarkan transkrip wawancara informan, diperoleh kata-kata kunci yang kemudian dikelompokan ke dalam tema-tema tertentu. Adapun tema-tema tersebut diperoleh dari kerangka konsep yang dipakai sebagai panduan penelitian yaitu DAGMAR Approach, Teori Persepsi, dan Model VISCAP.

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Permasalahan

Keberadaan selebriti atau orang – orang terkenal memberi dampak dalam berbagai segi kehidupan manusia, dari waktu ke waktu. Popularitas selebriti memang tak dapat dipungkiri menjadi suatu fenomena tersendiri karena menjadi salah satu fokus publisitas di berbagai media cetak dan media elektronik, dan bahkan kehidupan pribadinya sangat ditunggu para insan pers sebagai headline berita.

PERANAN MEDIA KOMUNIKASI (RADIO SWASTA) DALAM MENINGKATKAN TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT DI KOTAMADYA YOGYAKARTA

abstraks:

Sepintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secara lebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dari berbagai segi.

Pertama, dipandang dari segi luas, komunikasi hanya berarti dalam konteks lingkungan hidup. Pada intinya.

STRATEGI MEMENANGKAN PERSAINGAN DALAM PEMASARAN SURAT KABAR HARIAN DI MAKASSAR

abstraks:

HADAWIAH. Strategi Memenangkan persaingan Dalam Pemasaran Surat Kabar Harian di Makassar Kasus Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat. (Dibimbing oleh Dr. Abd. Rahman Kadir, SE, Msi dan Drs. Edy Soejono, MA)

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Mengkaji strategi pemasaran yang digunakan oleh harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat dalam memenangkan strategi persaingannya. (2) Mengkaji bauran pemasaran yang dilakukan oleh Harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat dalam mempertahkan pasarnya.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara langsung, observasi dan data dianalisa secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ketiga surat kabar ini melakukan persaingannya dalam pemasarannya sangat berdampak pada peningkatan oplah, Harian Fajar mengalami perkembangan fluktuatif, Tribun Timur mengalami kenaikan yang signifikan dan Pedoman Rakyat mengalami penurunan drastic. Kedua, strategi dari marketing mix (produk, harga, distribusi dan promosi) ketiga surat kabar ini masing-masing mempunyai strategi sendiri-sendiri yang berbeda dalam pelaksanaanya. Ketiga, dalam pelaksanaan strategi pemasaran dan bauran pemasaran yang digunakan ternyata ada diantaranya (Pedoman Rakyat) belum mampu memenuhi tujuan perusahaan dalam mencapai tujuan pemasarannya.

HADAWIAH, The strategy for winning competition in marketing of newspaper in Makassar, case study : Fajar, Tribun Timur and Pedoman Rakyat (Under the supervision of Rahman Kadir and Edy Soejono)

ANALISIS KONEKSITAS KOMUNIKASI ORGANISASI KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU PAREPARE TERHADAP PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI

abstraks:

ANALYSIS OF THE ORGANIZATION COMMUNICATION INTERCONNECTION
OF THE INTEGRATED ECONOMIC DEVELOPMENT AREA IN PAREPARE
TOWARD THE ACCELERATION OF HINTERLAND AREA
ECONOMIC DEVELOPMENT
YUNUS BUSA

ABSTRAK
YUNUS BUSA, 2005. Thesis: Analisis Koneksitas Komunikasi Organisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Parepare terhadap Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Hinterland (komisi penasihat adalah Dr. Ir. Roland A. Barkey dan Drs. A. R. Bulaeng, M.S.).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatoris dengan pendekatan deskriptif assosiatif. Bertujuan untuk mengetahui hubungan/pengaruh Koneksitas Komunikasi Organisasi KAPET Parepare terhadap Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Hinterland.
Populasi penelitian adalah seluruh pimpinan dan staf Badan Pengelola (BP) dan karyawan KAPET Parepare yang berjumlah 38 orang, serta pejabat terkait pada masing-masing daerah hinterland, yaitu Kota Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidrap, dan Kabupaten Enrekang yang berjumlah 20 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi.
Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tentang Koneksitas, yang meliputi Koordinasi, Sosialisasi, Sinergis, dan Evaluasi, serta Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah Hinterland KAPET Parepare. Skor angket yang telah diisi responden mengungkapkan bahwa skor maksimum untuk setiap variabel Koneksitas dan Percepatan Pembangunan Ekonomi KAPET Parepare adalah 27 dan skor minimum adalah 9.
Hasil pengujian analisis regresi diperoleh persamaan regresi Y atas X adalah Y = – 1,496 + 0,329 X1 + 0,644 X2 + 0,144 X3 – 0,172 X4. Dari estimasi persamaan regresi tersebut menunjukkan bahwa variabel Koneksitas yang paling berpengaruh terhadap Percepatan Pembangunan Ekonomi KAPET Parepare adalah variabel Sosialisasi, sedangkan yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah variabel Evaluasi.
Selanjutnya analisis korelasi mengungkapkan bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang kuat antara Koneksitas dengan Percepatan Pembangunan Ekonomi KAPET Parepare, yakni sebesar 0,754. Sedangkan Koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel Koneksitas mempengaruhi variabel Percepatan Pembangunan Ekonomi KAPET Parepare sebesar 0,569 atau 56,90%. Adapun sisanya sebesar 43,10% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.

YUNUS BUSA, 2005.

PESAN KOMUNIKASI POLITIK ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) DALAM GERAKAN DEMOKRASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KALANGAN NAHD

abstraks:

PESAN KOMUNIKASI POLITIK ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) DALAM GERAKAN DEMOKRASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KALANGAN NAHDLIYIN DI SAMARINDA
THE MESSAGE OF COMMUNICATION POLITIC BY GUS DUR
FOR DEMOCRACY MOVEMENT IN INDONESIA AND THE IMPACT
OF NAHDLIYIN ORGANIZATION IN SAMARINDA
ZAINAL ILMI

ABSTRAK

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN TELEPON SELULER DI MAKASSAR

abstraks:

Irham Bijaksana, factors influencing consumers’ behavior in purchasing cellular phones in Makassar ( Measuring the efectiveness of advertisement on tele printed media) (Supervised by A.Rahman Kadir and Muhammad Akbar)

This research aims at : 1. Analyzing influencing factors that are related to consumers’ behavior in purchasing mobile phones of particular brand. 2. Analyzing effective advertisement of press media in changing behavior in purchasing cellular phone.

This research is an explanatory survey or hypothesis experiment to expland the influence of two variables. The methodology used in this research is qualitative methd to calculate and measure research variables that futher analyzed statistically.

The research shows that factors influecing behaviors, namely advertisement (X1) has real and significant influencing in where there is correlation between advertisement and behavior, shop (X2) has real and significant influence, in which there is correlation between shop and purchasing behavior, direct selling (X3) does not have real and significant influence to purshasing behavior, where there is no correlation between direct selling and puchasing behavior because promotion is not optimal bay direct selling, media (X4) has real and significant influence and correlated with purchasing behavior. Last but not least is people (X5) which has no significant influence because of the lack of information from friend, best friend, family, etc and because the information is not reliable to the people. After testing those five variables, it was obtained that 47.7% influences consumers’ purchasing behavior and 52.3% is out of scope of research. Effective advertisement is not only measured by the selling number of one product. However there are six elements in measuring the effectiveness of advertisement, which are memory, persuasive, communication, step by step, brand appearance and direct response.

Irham Bijaksana, Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian telepon seluler di Makassar (Suatu uji kemampuan iklan media cetak).

1 Comment

  • Dear Sir/Mam,

    May you explain why my thesis abstract is in your blog (without any permittion from me? I believe that my school institution was not give you the authority to do it either).

    Thanks
    Liza Adelyne

Leave a comment




HOSTING MURAH