skripsi ekonomi

Aug 6, 2008   //   by joseph   //   Blog  //  14 Comments

ANALISIS PERHITUNGAN BAGI HASIL TABUNGAN UMMAT

abstraks:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pembukaan rekening Tabungan Ummat, Transaksi Tabungan Ummat, dan cara perhitungan bagi hasil Tabungan Ummat pada Bank Muamalat Indonesia. Ini dimaksudkan untuk melihat apakah prosedur tersebut telah sesuai dengan syariah. Sebagai acuan yang digunakan adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
Data diperoleh dari observasi langsung di Bank Muamalat Indonesia Cabang Yogyakarta. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif analisis guna memberikan gambaran pada masalah yang diteliti, paparan analisis memberikan jawaban atas pertanyaan what dan how.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, besarnya bagi hasil yang diberikan oleh bank kepada nasabah, jumlah yang seharusnya telah sesuai dengan yang tertera dalam rekening koran milik salah satu nasabah Bank Muamalat Indonesia yaitu sebesar Rp. 18.594,64.
Berdasarkan hasil analisis perhitungan bagi hasil, metode perhitungan bagi hasil yang diterapkan oleh Bank Muamalat Indonesia Cabang Yogyakarta belum sepenuhnya sesuai dengan syariah, yaitu keuntungan yang diperoleh akan dibagihasilkan setelah diakumulasikan selama satu bulan, dengan kata lain digunakan metode saldo rata-rata harian. Seharusnya bank syariah menggunakan metode saldo harian, yaitu keuntungan yang diperoleh bank syariah pada hari itu dibagikan langsung (ditampung dalam rekening khusus) kepada nasabah sesuai dengan nisbah dan saldo pada hari itu. Selain itu Bank Muamalat Indonesia Cabang Yogyakarta perlu mempertahankan pola perhitungan bagi hasil yang sesuai dengan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah.

Upgrade member special indoskripsi :
username aa2605 dengan skripsi yang berjudul ANALISIS PERHITUNGAN BAGI HASIL TABUNGAN UMMAT jurusan EKONOMI ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan perbankan di Indonesia sejak adanya revisi UU No.

PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN KINERJA BERBENTUK BADAN USAHA

abstraks:

Pengukuran kinerja merupakan suatu hal penting bagi sebuah unit
bisnis. Pengukuran kinerja Balance Scorecard menyangkut empat perspektif
yaitu : Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis
Internal dan Perspektif Belajar dan Berkembang. Penulis memilih
menggunakan Rumah Sakit Kristen Tayu karena selama ini pengukuran
kinerja yang dilakukan perusahaan masih menitik beratkan pada aspek
keuangan. Metode pengujian instrument penelitian yang digunakan yaitu
pengujian validitas dan pengujian realibilitas.Berdasarkan hasil penelitian
yang sudah dilakukan penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai
berikut,Perspektif Keuangan,pertumbuhan ROI dan Rasio Efisiensi
mengalami peningkatan, menujukan keuangan meningkat. Perspektif
Pelanggan, mampu mempertahankan dan menarik minat pelanggan dan
mampu memuaskan pelanggan. Perspktif Proses Bisnis Internal, mampu
memberikan fasilitas pelayanan yang baik walaupun pelayanan pencegahan
dan kecepatan kurang memadai. Perspektif Belajar dan Berkembang,
mampu mempertahankan karyawan dan mampu memuaskan karyawan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif,
manajemen perusahaan yang baik merupakan faktor penting yang
harus diperhatikan oleh perusahaan. Oleh karena itu perusahaan
memerlukan sistem manajemen yang didesain sesuai dengan tuntutan
lingkungan usahanya, karena dengan menggunakan sistem manajemen
yang sesuai dengan tuntutan lingkungan usaha maka perusahaan akan
mampu bersaing dan berkembang dengan baik.
Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat
penting bagi sebuah perusahaan. Pengukuran tersebut, dapat

Penerapan Activity Based Costing untuk meningkatkan akurasi dalam perhitungan harga pokok konstruksi di PT. “X

abstraks:

tentang penerapan ABC dalam perhitungan harga poko produk

BAB I (mohon text dirapikan, jangan asal copy paste)
BAB II,
BAB III,
BAB IV,
Daftar Pustaka lengkap dengan tahunnya, apabila terdapat kutipan maka disertakan asal kutipan tersebut,
Lampiran, mohon disertakan lampiran-lampiran yang digunakan dalam mendukung skripasi tersebut. dan data-data apa saja yang diperlukan dalam penyusunan skripsi tersebut mohon juga disertakan.
terima kasih

Analisis Kinerja Keuangan pada PDAM Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005

abstraks:

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perkembangan kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif model analisis dokumenter. Populasi adalah laporan keuangan (laporan laba/rugi dan neraca) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Kinerja keuangan dari tahun 2002-2005 adalah cukup. (2) Secara keseluruhan dari 10 (sepuluh) indikator ada 5 (lima) indikator yang sudah baik kinerjanya yaitu : rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas rasio total aktiva terhadap total utang, rasio aktiva produktif terhadap penjualan air, jangka waktu penagihan piutang, dan efektivitas penagihan. (3) Sedangkan indikator kinerja keuangan yang belum maksimal nilainya adalah : Rasio laba terhadap aktiva produktif, rasio laba terhadap penjualan, rasio aktiva lancar terhadap utang lancar, rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi, dan rasio laba operasi sebelum biaya penyusutan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Negara seperti negara di dunia pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Tujuan negara ini diwujudkan dalam penyelenggaraan negara. Penyelenggaraan negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam segala aspek oleh penyelenggara negara. Konsep pembangunan secara umum adalah usaha untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat, melalui pembangunan diusahakan ada perbaikan dari kondisi pasif, statis, dan tertinggal manjadi aktif, dinamis, serta masyarakat yang lebih maju.

Analisis pengaruh pelatihan terhadap prestasi karyawan Pada PT. Perkebunan Nusantara XIV(Studi kasus Pabrik Gula Bone)

abstraks:

Sumber daya yang besar harus dapat diubah menjadi suatu asset yang bermanfaat bagi pengembangan perusahaan. Untuk itu berbagai keahlian, keterampilan dan kesempatan harus dibekalkan kepada sumber daya manusia sesuai dengan kemampuan demi mencapai tujuan yang diinginkan, baik yang menyangkut kepentingan karyawan maupun bagi kemajuan perusahaan sehingga perusahaan dapat mempertahankan hidup dan tumbuh lebih besar. Tujuan pertama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh program pelatihan dan pengembangan terhadap prestasi kerja yang dapat dicapai oleh seorang karyawan, dengan meneliti pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan dan prestasi kerja yang dihasilkan karyawan tersebut melalui penilaian prestasi pekerjaan secara individu. Tujuan kedua adalah untuk mengetahui pengaruh prestasi kerja seorang karyawan terhadap pengembangan karir yang dapat dicapai oleh karyawan tersebut dengan meneliti kondisi kerja dan bagaimana kelangsungan karir yang bersangkutan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di negara kita terlihat adanya perkembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat khususnya pada bidang ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya perusahaan yang didirikan, baik perusahaan kecil maupun besar yang menyebabkan persaingan antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya.
Dalam hubungan yang demikian bahwa manusialah sebagai tenaga kerja untuk menggerakkan satu perusahaan, oleh karena itu untuk menghadapi persaingan antara satu perusahaan dengan yang lainnya maka dibutuhkan faktor produksi seperti tenaga kerja modal dan skill.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGANPASKA KEPUTUSAN BAPEPAM

abstraks:

This research aims is to know factors influencing timeliness of financial
reporting pasca decision BAPEPAM Number: KEP-36/PM/2003 that is with
testing whether there is difference between factors influencing timeliness of
financial reporting before and after specified by Decision BAPEPAM Number:
KEP-36/PM/2003 specifying deadline of financial reporting from 120 day become
90 day.
Population of Research is 156 manufacture firms listed in Jakarta Stock
Exchange year 2004. Amount of Sampel 70 manufacture firms selected by using
method of simple random sampling. This research use data of sekunder coming
from annual report of manufacture firms for year of book ending 31 December
2004 publicized in Jakarta Stock Exchange .
Method used in analysing data that is logistic regression multivariate
model. Result after existence of Decision of BAPEPAM Number: KEP-
36/PM/2003 at level signifikan 10%, variable of age of firm (AGE) have an effect
on by signifikan to timeliness of financial reporting with direction which are
positive that is excelsior of AGE hence the excelsior also the reporting timeliness.
While variable of ratio gearing (GEAR), profitability (PROFIT), size of firm
(SIZE), extra ordinary item and/or kontijensi (EXTRA), and structure of
ownership (OWN) not have an effect on to timeliness of financial statement
reporting.

1.1. Latar Belakang
Pasar modal di Indonesia mengalami perkembangan yang ditandai dengan
banyaknya jumlah perusahaan yang go-public dalam kurun waktu sepuluh tahun
terakhir. Sejalan dengan itu, jumlah laporan yang disajikan oleh emiten juga
semakin meningkat. Laporan keuangan menyediakan informasi keuangan suatu
entitas yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk dasar
pembuatan keputusan-keputusan ekonomi (Sutikno dan Sabeni, 2000:226).
Banyak pihak yang percaya bahwa ketepatan waktu laporan (timeliness)

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL (Studi Pada Perusahaan yang Termasuk Kategori JII di BEJ)

abstraks:

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada saham-saham yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index. Periode penelitian ini antara bulan Juli-Desember 2005 dengan judul “ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL (Studi Pada Perusahaan Yang Termasuk Kategori JII Di BEJ).”
Penelitian ini menggunakan data indeks harga saham JII periode Juli-Desember 2005, data keuangan perusahaan yang masuk JII per 31 Desember dari tahun 2002 sampai dengan 2005, serta informasi lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk tingkat pengembalian (return) menggunakan harga saham penutupan bulanan (JSX Monthly Statistic).
Hasil analisis menunjukkan saham JII yang memberikan tingkat pengembalian (return) tertinggi untuk periode Juli-Desember 2005, yaitu Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar 0.0759 dan return terendah dimiliki oleh Gajah Tunggal Tbk (GJTL) sebesar -0.0483. Sedangkan risiko terendah untuk saham JII untuk periode Juli-Desember 2005, yaitu Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar 0.0444 dan risiko tertinggi, yaitu Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar 0.1293. Dengan analisis model indeks tunggal terdapat 4 saham yang dapat memberikan keuntungan dengan portofolio optimal, yaitu AALI (Astra Agro Lestari Tbk), ANTM (Aneka Tambang Tbk), TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk) dan UNVR (Unilever Indonesia Tbk). Saham-saham tersebut masuk dalam portofolio optimal karena mempunyai harga saham yang relatif stabil mengalami kenaikan, nilai beta positif, ERB positif dan ERB C*. Proporsi dana untuk masing-masing, yaitu AALI 38.57%, ANTM 6.68%, UNVR 39.26% dan TLKM 15.49%. Dengan susunan portofolio tersebut, memberikan keuntungan 2.9% dan risiko 3%.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan investor sebaiknya lebih cermat dan teliti dengan memilih saham-saham yang terletak pada rangkaian portofolio optimal karena portofolio tersebut akan memberikan tingkat pengembalian tinggi pada tingkat risiko yang rendah. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan lebih dari satu metode dalam perhitungannya, misalnya model Markowitz maupun Capital Asset Pricing Model (CAPM) sebagai pembanding. Selain itu, sebaiknya periode pengamatannya lebih lama dengan menggunakan data harian serta tidak hanya dengan analisis fundamental, tetapi juga menggunakan analisis teknikal sehingga hasil penelitian akan lebih tepat dan akurat.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lahirnya Islam sekitar 15 abad yang lalu meletakkan dasar penerapan prinsip syariah dalam industri keuangan. Islam menerapkan prinsip ini dikarenakan adanya kaidah muamalah yang mengatur hubungan antarmanusia, termasuk di dalamnya perdagangan dalam arti luas. Namun, perkembangan penerapan prinsip syariah terhambat dalam kurun waktu relatif lama saat negara-negara Eropa menjajah negara-negara di Timur Tengah dan negara-negara Islam lainnya.

Peranan Perencanaan Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya.

ABSTRAK

Peranan Perencanaan Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya. Program Studi Pendidikan Ekonomi/Tata Niaga. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Siliwangi.

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mngetahui seberapa besar peranan perencanaan pemasaran dalam menigkatkan volume penjualan pada Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya, dan hambatan-hambatan yang dihadapi dan cara mengatasi masalah oleh Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya.
Agar penelitian mencapai sasaran yang diinginkan, maka dalam penelitian ini digunakan metode deskriftif analisis dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan penyebarab angket. Untuk mengolah data yang telah diperoleh di gunakan uji regresi dan uji korelasi.
Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana didapat kesimpulan bahwa setiap perencanaan pemasaran satu satuan, maka penigkatan penjualan akan bertambah. Data diperoleh hasil penelitian diolah dengan tujuan untuk mengethui peranan variabel X (peranan perencanaan pemasaran) terhadap variabel Y (menigkatkan volume penjualan). Berdasarkan hasil pengujian yang diperoleh melalui uji kooefisien korelasi menunjukan bahwa peranan perencanaan (variabel X) berpengaruh sangat kuat dalam meningkatkan volume penjualan (variabel Y).
Melalui uji t. dari hasil pengujian tersebut diperoleh t hitung > t tabel. Maka itu diperoleh hasil bahwa peranan perencanaan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan volume penjualan pada Perusahaan Kelom Geulis RIMADONA Tasikmalaya.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peranan manajemen sangat penting untuk menunjang perekonomian yang mana pemasaran merupakan ujung tombak bagi suatu perusahaan. Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk tetap hidup dan berkembang serta untuk memperoleh penghasilan dari keuntungan usahanya. Hal ini akan mengakibatkan tingkat persaingan semakin tajam dikalangan usaha yang akan berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku dan pola pembelian masyarakat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETNIS CHINA-NON MUSLIM MENJADI NASABAH BANK SYARI’AH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STRATEGI PEMASARA

abstraks:

Faktor-faktor yang mempengaruhi etnis China non-muslim menjadi nasabah Bank Syari’ah
(studi kasus : PT Bank Syari’ah Mega Indonesia)
Ratu Humaemah (NPM : 7104091105)

Ekonomi dan Keuangan Syari’ah

Abstrak
Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi etnis China non muslim menjadi nasabah Bank Syari’ah Mega Indonesia. Pertama, melihat apa sebenarnya yang menjadi faktor dominan tersebut. Untuk menjawab permasalahan ini digunakan tehnik analisis faktor (factor analysis). Kedua, bagaimana implikasinya terhadap pemasaran Bank Syari’ah Mega Indonesia. Dalam menjawab permasalahan ini dengan memberikan gambaran secara deskriptif dari analisis hasil pengolahan data.
Penelitian ini menghasilkan jawaban-jawaban atas kedua permasalahan diatas. Faktor dominan yang mempengaruhi keputusan etnis China non muslim untuk menggunakan jasa Bank Syari’ah Mega Indonesia yaitu; faktor promosi, yang terdiri dari enam atribut, yaitu promosi melalui iklan dimedia massa (tv dan koran), promosi di mall-mall, promosi lebih dikemas lebih kreatif dan menarik, sosialisasi, promosi melalui figur seorang tokoh, promosi awal atas suatu produk Bank Syari’ah dengan bahasa komunikasi tanpa menggunakan simbol islam. Faktor dominan tersebut ternyata tidak sesuai dengan dugaan awal penelitian yang beratribut pada faktor syari’ah.

Kata kunci : faktor, keputusan, nasabah, Bank Syari’ah Mega Indonesia

RINGKASAN EKSEKUTIF

ANALISIS PENGARUH PEMBERIAN KREDIT TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG KECIL PD. BPR BKK PURWODADI CABANG KEDUNGJATI KABUPATEN GROBOGAN

abstraks:

Dari jumlah penduduk yang ada dengan mata pencahariannya yang berbeda – beda jika dibandingkan dengan penyaluran kredit yang diberikan oleh PD. BPR BKK Purwodadi Cabang Kedungjati masih sangat sedikit, jadi masih dimungkinkan penyaluran kredit bagi pedagang kecil di tambah expansinya baik nasabah maupun kredit yang diberikan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan pembangunan disamping untuk meningkatkan pendapatan nasional sekaligus harus menjamin pembagian yang merata bagi seluruh rakyat. Hal ini bukan hanya dalam meningkatkan produksi saja tetapi juga untuk mencegah melebarnya jurang pemisah antara kaya dan miskin sehingga tercipta masyarakat yang adil dan makmur, sesuai dengan tujuan pembangunan di Indonesia.

MENGEMBANGKAN KONSEP BISNIS KOPERASI

abstraks:

Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan kompetensi inti dan konsep bisnis koperasi sesuai realitas bisnis berkoperasi masyarakat Indonesia berbasis ekonomi rakyat.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif, yaitu Beyond Structuralism. Beyond Structuralism mensinergikan antropologi strukturalis sinkronis (kontekstual) dan postrukturalis diakronis (masa lalu). Metodologi dijalankan dengan metode Constructivist Structuralism-nya Pierre Bourdieu untuk mengetahui secara empiris (habitus, capital, field dan practice) aktivitas bisnis koperasi di Indonesia.
Tahap pertama, teoritisasi antropologis melalui sinergi antropologi sinkronis (realitas bisnis koperasi kontekstual) dan antropologi diakronis (realitas bisnis koperasi fase awal). Tahap kedua, melakukan sinergi keduanya untuk menemukan benang merah konsep kemandirian berbisnis koperasi secara empiris di lapangan Teoritisasi diperlukan untuk merumuskan Konsep Kemandirian Koperasi.
Hasilnya, konsep kemandirian, kompetensi inti kekeluargaan dan sinergi produktif-intermediasi-retail merupakan substansi pengembangan koperasi sesuai realitas masyarakat Indonesia yang unik. Meskipun perkembangannya saat ini banyak tereduksi intervensi kebijakan dan subordinasi usaha besar. Diperlukan kebijakan, regulasi, supporting movement, dan strategic positioning berkenaan menumbuhkan kembali konsep kemandirian, kompetensi inti kekeluargaan dan sinergi produktif-intermediasi-retail yang komprehensif.

1. PENDAHULUAN
Perkembangan ekonomi dunia saat ini merupakan saling pengaruh dua arus utama, yaitu teknologi informasi dan globalisasi,. Teknologi informasi secara langsung maupun tidak langsung kemudian mempercepat globalisasi. Berkat teknologi informasi, perjalanan ekonomi dunia makin membentuk ”dirinya” yang baru, menjadi Kapitalisme Baru berbasis Globalisasi (Capra 2003; Stiglitz 2005; Shutt 2005). Perkembangan ekonomi inilah yang biasa disebut Neoliberalism. Gelombang besar neoliberalism merupakan puncak pelaksanaan 10 kebijakan Washington Consencus tahun 1989.

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN ANTAR KABUPATEN/KOTA

ABSTRAKSI

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN
ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PROPINSI RIAU TAHUN 2001-2005

OLEH

DIAN HAYUNINGTYAS

Penelitian ini dilakukan di kabupaten/kota yang ada di Propinsi Riau setelah adanya pemekaran wilayah yang menjadi 9 kabupaten dan 2 kota, yang berlangsung dari Mei sampai dengan Juli 2007. Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui klasifikasi kabupaten/kota berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita, serta untuk mengetahui ketimpangan pembangunan antar daerah di Propinsi Riau telah dicapai dari 2001-2005. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Riau.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan kuantitatif, yakni Klasen Typology dan Indeks Ketimpangan Williamson. Dari hasil perhitungan yang diperoleh selama periode pengamatan (2001-2005) adalah sebagai berikut : (a) Berdasarkan Klassen Typology, kabupaten/kota di Propinsi Riau dapat diklasifikasikan berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB perkapita menjadi tiga kelompok, yaitu daerah yang cepat maju dan cepat tumbuh (Kota Pekanbaru), daerah yang maju tapi tertekan (Kabupaten Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hilir dan Pelalawan), daerah yang relatif tertinggal (Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Kampar, Rokan Hilir dan kota Dumai). (b) Berdasarkan Indeks Ketimpangan Williamson pada periode pengamatan 2001-2005 terjadi kecenderungan yang relatif stabil pada ketimpangan yang dianalisis dengan indeks ketimpangan Williamson. Tahun 2001 nilainya sebesar 0,22. Pada tahun 2002 dan 2003 nilainya stabil yaitu 0,21. Namun pada tahun 2004 dan 2005 nilainya naik menjadi 0,22 dan 0,24. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan antar kabupaten/kota di Propinsi Riau semakin kecil atau semakin merata.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

PENENTUAN KOMBINASI JUMLAH PRODUK DENGAN LINEAR PROGRAMMING ( STUDI KASUS PT COCA COLA BOTTLING INDONESIA

abstraks:

Penentuan Kombinasi Jumlah Produk yang Optimal dengan Linear Programming
(Studi Kasus pada PT Coca cola Amatil Indonesia)

Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Manajemen Operasi Lanjutan
Dosen Pengampu : Drs. Susanto Tirto Projo

Disusun Oleh :
Aditya Wijanarko
( F1206002 )

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN NON REGULER
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2008
A. ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis lingkungan internal dan eksternal dari PT. Coca-Cola Bottling Indonesia yaitu untuk mengetahui faktor- faktor apa yang menjadi kekuatan serta kelemahan dari perusahaan serta mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan serta merumuskan strategi pemasaran yang terbaik dan cocok bagi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia dengan memperhitungkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (ancaman dan peluang) untuk menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan pada industri minuman.
Kekuatan PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah Riset and Development yang intensif, pertumbuhan penjualan, Brand Image, loyalitas konsumen, keadaan distribusi dan pangsa pasar, harga produk yang kompetitif dan SDM yang besar dan terlatih. Kelemahannya adalah: ketersediaan bahan baku dan biaya produksi yang tinggi, yang menjadi peluang PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah segmen pasar, pertumbuhan pasar, respon terhadap promosi, kestabilan struktur harga dan perkembangan produk dan ancaman dari PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah persaingan produk teh, kebijakan pemerintah, perubahan selera konsumen, masuknya pesaing baru, perang harga dan fluktuasi nilai tukar asing.
Posisi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia berada pada kuadran I dengan wilayah kekuatan lebih besar dari pada peluang sehingga perusahaan harus bisa menggunakan kekuatan dengan memanfaatkan peluang. Perusahaan harus menerapkan strategi pemasaran yang cukup agresif agar dapat tetap mempertahankan persaingan pada industri minuman ringan.

I. PENDAHULUAN

A. ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis lingkungan internal dan eksternal dari PT. Coca-Cola Bottling Indonesia yaitu untuk mengetahui faktor- faktor apa yang menjadi kekuatan serta kelemahan dari perusahaan serta mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan serta merumuskan strategi pemasaran yang terbaik dan cocok bagi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia dengan memperhitungkan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (ancaman dan peluang) untuk menghadapi persaingan dan perubahan lingkungan pada industri minuman.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Kuasi Di Indonesia

abstraks:

YUDI PRAMA AGUSTINO 44935/2003 : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Kuasi Di Indonesia, Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Padang. Dibawah bimbingan Bapak Idris dan Bapak Alianis.

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat (1) Pengaruh Pendapatan Nasional terhadap Jumlah Uang Kuasi di Indonesia. (2) Pengaruh Nilai Tukar terhadap Jumlah Uang Kuasi di Indonesia. (3) Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito terhadap Jumlah Uang Kuasi di Indonesia. (4) Pengaruh Pendapatan Nasional, Nilai Tukar, Dan Tingat Suku Bunga Deposito terhadap Jumlah Uang Kuasi di Indonesia.
Ruang lingkup penelitian ini adalah jumlah uang kuasi di Indonesia dengan menggunakan data time series periode 1991 sampai dengan 2005. Jenis penelitian ini digolongkan penelitian deskriptif dan asosiatif. Variabel bebas penelitian ini adalah Pendapatan Nasional, Nilai Tukar, Dan Tingkat Suku Bunga Deposito dan variabel terikatnya adalah Jumlah Uang Kuasi di Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan induktif.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu studi yang masih menimbulkan kontroversi hingga saat ini, khususnya dibidang moneter, adalah tentang permintaan uang. Kontroversi tersebut berawal dari dua kutub utama dalam permintaan uang, yaitu mashab keynes dan mashab monetaris. Kunci utama pemikiran keynes terletak pada suku bunga sedangkan mashab monetaris mengacu pada stok uang. Perdebatan kedua mashab tersebut tidak terbatas pada perdebatan teoritis, namun juga merambat pada perdebatan empiris.

PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL DAN KESESUAIAN KOMPENSASI TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN RITEL DI KO

ABSTRAK
Pengaruh Pengendalian Internal dan Kesesuaian Kompensasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi pada Perusahaan Ritel di Kota Manado, kota Tomohon dan kota Bitung (dibawah bimbingan Jullie. J Sondakh dan Jantje Tinangon).

Kecurangan akuntansi telah berkembang di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Di USA kecurangan akuntansi telah berkembang secara luas. Spathis (2002) menjelaskan bahwa di USA kecurangan akuntansi menimbulkan kerugian yang sangat besar di hampir seluruh industri. Kerugian dari kecurangan akuntansi di pasar modal adalah menurunnya akuntabilitas manajemen. Keinginan yang tidak sama antara manajemen dan pemegang saham menimbulkan kemungkinan manajemen bertindak merugikan pemegang saham, antara lain berperilaku tidak etis dan cenderung melakukan kecurangan akuntansi. Jalan keluar untuk memecahkan permasalahan kecurangan akuntansi dengan memberi kompensasi yang sesuai kepada manajemen dan karyawan, serta mengeluarkan biaya monitoring. Untuk mendapatkan hasil monitoring yang baik, diperlukan pengendalian internal perusahaan yang efektif.
Adapun objek yang dipilih dalam melakukan penelitian skripsi ini adalah perusahaan-perusahaan Ritel di Kota Manado, kota Tomohon, dan kota Bitung.
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi..
Untuk mengetahui pengaruh variabel X1 (pengendalian internal), X2 (kesesuaian kompensasi) terhadap variabel Y (kecenderungan kecurangan akuntansi), penulis menggunakan analisis regresi linear berganda, sementara untuk mengetahui besarnya sumbangan variabel X yang mempunyai pengaruh linear terhadap naik turunnya Y digunakan koefisien determinasi (R2), sedangkan untuk pengujian hipotesis digunakan pengujian statistik uji t dan uji F. Adapun secara keseluruhan analisis data ini menggunakan bantuan komputer Software Program SPSS Version 12.0 for windows.
Berdasarkan pembahasan, hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan persamaan Y=13,244 + 0,264X1 – 0,115X2. Konstanta α sebesar 13,244 memberikan pengertian bahwa jika pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi pada manajer supermarket dan karyawan bagian keuangan yang bekerja di perusahaan ritel di kota Manado, kota Tomohon dan kota Bitung konstan atau sama dengan nol (0), maka besarnya tingkat kecenderungan kecurangan akuntansi pada manajer supermarket dan karyawan bagian keuangan yang bekerja di perusahan ritel sebasar 13,244 satuan. Koefisien regresi X1 sebesar +0,264 dapat diartikan, jika pengendalian internal (X1) mengalami peningkatan sebesar 1 unit, maka kecenderungan kecurangan akuntansi akan bertambah sebanyak 0,264 unit. Koefisien regresi X2 sebesar -0,115 dapat diartikan, jika kesesuaian kompensasi (X2) mengalami peningkatan sebesar 1 unit, maka kecenderungan kecurangan akuntansi akan berkurang sebanyak 0,115 unit. Berdasarkan hasil koefisien determinasi dilihat bahwa tingkat kecenderungan kecurangan akuntansi dipengaruhi oleh tingkat pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi sebesar 17,7 %, sedangkan sisanya 82,3% dipengaruhi oleh faktor lain atau variabel lain diluar penelitian. Hasil uji F menunjukkan Fhitung = 2,043 dan Ftabel = 2,86. jadi dapat dilihat bahwa Fhitung < Ftabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel pengendalian internal dan variabel kesesuaian kompensasi tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Hasil uji t untuk variabel X1 (pengendalian internal) menunjukkan nilai thitung = 1,621 dan ttabel = 1,717. dapat dilihat bahwa thitung < ttabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Hasil uji t untuk variabel X2 (kesesuaian akuntansi) menunjukkan nilai thitung = -0,523 dan ttabel = 1,717. dapat dilihat bahwa thitung < ttabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel kesesuaian kompensasi tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

ATRIBUT-ATRIBUT SWALAYAN YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH PT. HERO SUPERMARKET, Tbk

abstraks:

Perkembangan bisnis eceran tidak terlepas dari faktor meningkatnya jumlah penduduk dan pendapatan perkapita penduduk Indonesia sehingga menyebabkan taraf hidup masyarakat Indonesia yang semakin meningkat. Hal ini membawa dampak kepada pola berbelanja seseorang untuk menuntut dimana tempat berbelanja yang nyaman dan dapat menyediakan segala kebutuhan konsumen dalam satu lokasi semakin dibutuhkan. Oleh karena itu PT. Hero Supermarket, Tbk, harus mengetahui dan mengevaluasi atribut-atribut swalayan apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam memilih suatu swalayan yang terdiri dari delapan dimensi yaitu harga, lokasi, keragaman dan mutu barang, fisik swalayan, iklan, promosi penjualan, pramuniaga, dan pelayanan.

Metode penelitian yang digunakan penulis adalah deskriftif kualitatif dan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden dengan pengambilan sampel convinience. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa atribut-atribut swalayan yang mempengaruhi konsumen dalam memilih Hero Supermarket berdasarkan kriteria penilaiannya dapat disimpulkan sebagai berikut : 1). Kriteria sangat baik yang meliputi harga produk yang sesuai dengan segmen pasar, letak yang strategis, kelengkapan variasi dan jenis barang, dan pelayanan transaksi yang cepat. 2).

PENGARUH NET EKSPOR DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN TIMUR

abstraks:

Globalisasi ekonomi merupakan mendunianya kegiatan dan keterkaitan perekonomian. Kegiatan-kegiatan perekonomian tidak lagi sekedar internasional tapi bahkan nasional, dan transnasionalisasi kegiatan-kegiatan perekonomian, bukan lagi terbatas pada aspek-aspek perdagangan dan keuangan, tetapi meluas ke aspek produksi dan pemasaran, bahkan sumber daya manusia konsekuensi dari semua ini. Perekonomian antar Negara semakin berkaitan erat, peristiwa ekonomi di sebuah Negara dengan cepat dan mudah merambah ke negara-negara lain

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Globalisasi ekonomi merupakan mendunianya kegiatan dan keterkaitan perekonomian. Kegiatan-kegiatan perekonomian tidak lagi sekedar internasional tapi bahkan nasional, dan transnasionalisasi kegiatan-kegiatan perekonomian, bukan lagi terbatas pada aspek-aspek perdagangan dan keuangan, tetapi meluas ke aspek produksi dan pemasaran, bahkan sumber daya manusia konsekuensi dari semua ini. Perekonomian antar Negara semakin berkaitan erat, peristiwa ekonomi di sebuah Negara dengan cepat dan mudah merambah ke negara-negara lain.

Leave a comment




HOSTING MURAH